Banjarmasin mengadakan Al Quds di depan masjid Raya Sabilal Mukhtadin

Hari Al-Quds Sedunia, Hari Pembebasan Palestina
Hari ini adalah hari Jumat terakhir bulan Ramadhan, bangsa Iran secara serentak kembali turun ke jalan-jalan untuk mendukung bangsa tertindas Palestina pada Hari Al-Quds Sedunia. Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad belum lama ini (Rabu,16/9) seusai rapat kabinet, kepada wartawan menuturkan, "Masalah Palestina bukan sebuah masalah yang berhubungan dengan sepetak tanah dan masyarakat tertentu atau bahkan umat Islam saja, namun problema umat manusia." Ahmadinejad menilai sumber sebagian besar problema umat manusia termasuk ketidakamanan, kezaliman, kesenjangan sosial, ancaman, dan arogansi ada dalam krisis Palestina.

Ahmadinejad mengatakan, "Dalam krisis Palestina terjadi penistaan atas kemuliaan dan hak asasi manusia dan juga hak untuk menentukan masa depan yang termasuk prinsip-prinsip piagam HAM, oleh karena itu mendukung bangsa Palestina sama dengan membela kemuliaan manusia dan juga menghapus pelanggaran hak asasi manusia. Pandangan seperti ini tidak hanya terbatas pada hak-hak bangsa Palestina, tapi dituntut mengamalkan tugas dan tanggung jawab global."
Hal sedana juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manoucher Mottaki bertepatan dengan peringatan Hari Al-Quds Sedunia. Seraya menyinggung pengesahan deklarasi dunia Islam tentang hak asasi manusia di Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan juga penetapan Hari HAM dan Kemuliaan Manusia pada sidang sebelumnya organisasi ini, Mottaki mengatakan, "Peringatan Hari Al-Quds Sedunia berbarengan dengan pelanggaran HAM secara menyeluruh bahkan hak mereka yang paling dasar yaitu hak untuk hidup dan memiliki tempat tinggal."
Selama ini, Bangsa Iran selalu terdepan dalam membela bangsa Palestina. Mereka yakin bahwa penyelesaian akar krisis harus dilakukan atas dasar prinsip saling menghormati hak bangsa-bangsa di dunia dan menciptakan keadilan. Bangsa Iran juga menilai perdamaian permanen di Timur Tengah akan tercipta dengan menjunjung prinsip-prinsip tersebut. Penyelenggaraan Hari Al-Quds Sedunia juga didasari oleh prinsip ini. Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra merupakan pencetus Hari Al-Quds Sedunia. Umat Islam sedunia kini mulai memahami pesan Imam Khomeini ra dan setiap tahunnya mereka memperingati hari agung ini dengan turun ke jalan-jalan menuntut keadilan. Lewat aksinya, umat Islam menyampaikan pesan ini kepada dunia, bangsa-bangsa yang merdeka, dan para penuntut keadilan.
Hari Al-Quds Sedunia merupakan penegas atas penyelesaian masalah dasar umat manusia yaitu hak untuk menentukan masa depan dan menghapus penjajahan. Solusi krisis Palestina juga menghormati hak menentukan masa depan dan mengakhiri pendudukan tahan Palestina. Kali ini peringatan Hari Al-Quds Sedunia juga ditujukan untuk mengutuk kejahatan Rezim Zionis Israel terhadap bangsa Palestina dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mulai mengakui kebejatan rezim ini.
Banjarmasinpun tidak ketinggalan dalam rangka solidaritas kepada bangsa Palestina. Massa muslim mengadakan demo / unjuk rasa kepedulian kepada bangsa Palestina didepan mesjid raya Sabilal Mukhtadin Banjarmasin.
Tags:
Persatuan Islam
Noordin M .Top belum Mati???

Jakarta - Keberhasilan polisi melumpuhkah gembong teroris asal Malaysia, Noordin Mohammad Top, patut acungi jempol. Namun, lebih bagus lagi seandainya Noordin mampu ditangkap hidup-hidup.
"Kalau mampu menangkap hidup poinnya lebih bagus," kata Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Kamis (17/9/2009) malam.
Umar menyatakan, para teroris selalu tewas di tangan petugas sehingga latar belakang aksi mereka tidak dapat terungkap. Misalkan, apa benar mereka ingin mendirikan negara Islam dan sebagainya, hal itu belum dapat diketahui.
"Kalau terorisnya masih hidup, ideologinya akan diketahui," cetus dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu.
Akibatnya, polisi kesulitan melacak jejak jaringan karena terputusnya informasi. Padahal, terorisme merupakan kejahatan yang terorganisasi.
"Kita harapkan, penangkapan terorisme yang lain-lain dapat berlanjut sampai ke pengadilan. Polisi jangan hanya bertindak karena empirisme saja, yang nyata saja, tapi apa motif atau latar belakang terorisme tidak terungkap," pungkas Umar.
Umar berharap, aksi Densus 88 di Jawa Tengah itu tidak menjadi pengalihan isu sehingga bersifat politis. Sepeti diketahui, Polri menjadi bulan-bulanan kritik akibat perseteruannya dengan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).
"Karena ini dekat sekali dengan konflik KPK, saya harap masalah ini bukan sebagai pengalihan pandangan saja," pungkasnya.
Tertembak di Bagian Paha, Kondisi Kandungan Munawaroh Baik
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Istri tersangka terorisme Hadi Susilo (24), Munawaroh, tertembak di bagian paha kiri saat Densus 88 menggerebek rumahnya di Kepuhsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Beruntung, kandungannya dalam kondisi baik.
"Kondisi kandungan baik," kata Kepala Rumah Sakit Polri Dr Soekanto, Brigjen Pol Aidi Rawas di RS Polri, Jl Kramajati Raya, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2009).
Dikatakan Aidi, kandungan Munawaroh memasuki usia 22 minggu. Kesadaran perempuan yang berprofesi sebagai guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) di pesantren Al Kahfi, Mojosongo, itu juga dalam kondisi baik.
"Dia tidak pingsan," jelasnya.
Hanya saja, lanjut Aidi, dilihat dari wajahnya, Munawaroh masih trauma. Namun, dia tidak meracau.
"Saat (dibawa) ke sini, tidak berjilbab dan tidak bercadar," pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD) mengatakan polisi sudah mengimbau Munawaroh agar keluar rumah. Tapi imbauan itu tidak digubris. Akhirnya Densus tidak mau mengambil risiko, karena ada orang yang berbahaya dalam rumah.
Dalam penggerebekan 7 jam tersebut, Susilo alias Adib Susilo tewas. Densus 88 juga menembak mati gembong teroris Noordin M Top, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Ario Sudarso alias Aji.
SBY Syukuri Kematian Noordin
Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Gembong teroris kelas wahid Noordin M Top tewas dalam sebuah penggerebekan di Solo, Jawa Tengah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mengaku senang dengan tewasnya teroris asal Malaysia tersebut.
"Patut kita syukuri. Polisi kita, Densus 88, telah bekerja keras berhasil melumpuhkan Noordin M Top," ujar SBY saat berdialog santai dengan wartawan Istana Presiden di Istana Negara, Kamis (17/9/2009).
Noordin dan Dokter Azahari, lanjut SBY selama ini telah mengotaki serangkaian pengeboman di tanah air. Oleh karena itu, dengan telah tewasnya dua teroris tersebut diharapkan keamanan Indonesia makin kondusif.
Meski para gembong teroris telah tewas, namun SBY tidak akan mengurangi sistem keamanan dalam negeri. Tugas untuk memerangi teroris, imbuh SBY masih terbentang di depan mata.
"Kita harus selamatkan bangsa kita dari bahaya terorisme," pungkas SBY.
Tags:
Teroris
Olahraga Apa yang Bikin Pintar?

Nurul Ulfah - detikHealth
Jakarta, Selain belajar dan makan makanan bergizi, olahraga juga ternyata membuat otak lebih cerdas. Itulah kesimpulan yang ditarik beberapa peneliti dari Taiwan dan Amerika. Tapi olahraga seperti apa yang membuat otak encer?
Peneliti dari National Cheng Kung University, Taiwan membandingkan olahraga lari di treadmill dan lari dalam labirin air pada tikus percobaan. Setelah dilihat di bawah mikroskop, otak tikus yang berlari dengan treadmil lebih banyak yang aktif ketimbang tikus berlari dalam labirin. Tapi tikus yang berlari dalam labirin memiliki satu bagian otak yang lebih aktif yaitu bagian kognitif.
"Hal itu menunjukkan bahwa beda jenis olahraga memicu perubahan neuroplastisitas yang berbeda pula," ujar Chauying J. Jen, profesor physiology yang memimpin studi tersebut, seperti dilansir New York Times, Kamis (17/9/2009).
Sepuluh tahun yang lalu, peneliti dari Salk Institute in California mempublikasikan bahwa olahraga akan menstimulasi dan menciptakan sel-sel baru di otak yang memungkinkan seseorang lebih cerdas. Tapi olahraga seperti apa yang bisa berefek seperti itu? apakah aerobik, angkat beban, lari, berenang atau apa?
Studi lainnya yang dimuat dalam American College of Sports Medicine menganalisis kemampuan memori 21 mahasiswa University of Illinois dengan membandingkan olahraga lari, aerobik dan angkat beban selama 30 menit. Responden diminta mengingat beberapa kata sebelum dan sesudah olahraga.
Dari tes tersebut diketahuilah bahwa olahraga lari paling banyak mengaktifkan sel-sel di otak dibanding kedua jenis olahraga lainnya. Mengapa? Peneliti mengatakan hal itu karena sel-sel tubuh yang diaktifkan dengan olahraga akan mentransfer zat-zat molekul atau growth factors yang membuat saraf-saraf baru dan jaringan di otak.
"Seseorang butuh aliran darah yang cepat untuk mentransfer zat pengaktif otak tersebut dan olahraga seperti lari, bersepeda atau berenang membuat aliran darah lebih cepat sehingga growth factor sampai ke otak dan membuat seseorang memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik sedangkan olahraga angkat beban hanya akan mentransfer growth factors sampai ke otot saja," ujar Henriette van Praag, seorang investigator dari Laboratory of Neurosciences at the National Institute on Agin.
Jadi mulai sekarang perbanyak olahraga lari, berenang atau aerobik kalau ingin pintar.
Tags:
Kesehatan
Buruh Daya Sakti Serbu ATM

MENCAIRKAN THR - Sejumlah buruh PT Daya Sakti antre di ATM Bank Mandiri Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, untuk mengambil THR dari perusahaan, Kamis (16/9) malam.
BANJARMASIN, JUMAT: Ratusan buruh PT Daya Sakti Unggul Corp (DSUC) Tbk mengalah. Mereka akhirnya menyetujui kesepakatan yang diajukan pihak PT DSUC. Bersamaan itu pula mereka menerima tunjangan hari raya (THR), yang mereka tuntut selama ini.
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan Ketua SPSI PT DSUC, Tumen, di DPRD Kalsel, Kamis (17/9) siang. “Iya, saya baru menandatangani kesepakatan itu,” ujar Tumen, yang dihubungi lewat telepon.
Isi kesepakatan yang disetujui itu tak jauh berbeda dengan kesepakatan yang telah disetujui buruh yang tergabung dalam SPI pimpinan Sutejo. Isinya antara lain pemberian THR kepada seluruh buruh yang dikirim lewat rekening masing-masing dan menyelesaikan persoalan lainnya melalui mekanisme hukum.
“Selain itu perusahaan juga meminta kepada semua buruh yang ada di gedung DPRD untuk menarik diri dan pulang ke rumah masing-masing setelah THR diberikan,” ujar Tumen.
Menurut Tumen, pihaknya terpaksa menerima kesepakatan itu. Karena buruh sudah banyak yang kelelahan dan sakit-sakitan. “Ini karena faktor hati nurani saja,” ujarnya.
Rencananya, buruh PT DSUC tersebut pergi dari Gedung DPRD Kalsel setelah mereka melihat bukti transfer THR yang diberikan pihak perusahaan. “Kami masih menunggu. Kalau benar uangnya sudah ditransfer, kami akan pulang.
Sebelum pulang, kami bersih-bersih dulu di gedung DPRD yang selama ini menjadi tempat kami menginap,” ujarnya. Berapa besarnya THR yang akan diterima? Tumen sendiri mengaku belum mengetahuinya, karena dalam perjanjian
tersebut tidak disebutkan.
“Kami tak tahu jumlah pastinya. Apakah sebulan gaji pokok atau ditambah tunjangan. Yang saya tahu perusahaan mau memberikan THR untuk semua buruh yang jumlah 1.453 orang karyawan tetap dan 135 orang karyawan kontrak,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Saripani SH, salah seorang anggota Tim Legal PT DSUC, membenarkan pihaknya akan memberikan THR kepada ribuan buruh yang selama ini menginap di gedung DPRD.
“Iya, Tumen sudah mau menandatangani kesepakatan. Jadi tinggal transfer THR-nya saja dan menunggu langkah ke PHI dan kerja kurator,” ujarnya.
Ambil Uang
Tidak lama setelah perjanjian diteken, sekitar pukul 16.00 Wita, buruh PT DSUC langsung menyerbu ATM Bank Mandiri Jalan Lambung Mangkurat. Kegembiraan pun terpacar di wajah mereka. Rekening mereka sudah berisi uang lagi.
Pantauan Metro Banjar, sampai Kamis malam para buruh masih mengambil THR di ATM tersebut. Mereka menarik semua uang yang ada untuk memenuhi keperluan masing-masing. Wagio misalnya. Dia mengambil THR-nya untuk keperluan persiapan lebaran dan membayar zakat fitrah.
“Saya senang sekali, meski jumlah sedikit dan tidak sebanding dengan perjuangan yang kami lakukan selama beberapa hari. Asal bisa bayar zakat, alhamdulillah. Besok saya akan pulang,” ujarnya.
Wagio mengaku menerima THR sebesar Rp 973 ribu dan ditambah tunjangan masa kerja Rp 135 ribu. “THR yang ditransfer perusahaan besarnya berbeda-beda, disesuaikan dengan lama masa kerja,” ujarnya.
Ucapan syukur juga terucap dari mulut Purwadi. “Syukurlah, walau jumlahnya sedikit. Yang penting bisa berlebaran,” ujar lelaki yang menerima THR sebesar Rp 955 ribu ini. (dny/hh/wid)b.post
Tags:
Berita
HA Yudhi Wahyuni, walikota Banjarmasin

Wali Kota Pimpin Salat Id di Belitung
BANJARMASIN, KAMIS - Wali Kota Banjarmasin, HA Yudhi Wahyuni dijadwalkan akan memimpimpin salat Idulfitri di Masjid Mujahidin, Jalan Belitung Darat, Banjarmasin.
Dalam acara salad Id tersebut, orang nomor satu di kota seribu sungai itu (yang merupakan kader Muhammadiyah) bakal menjadi imam dan khatib di masjid kebanggan warga Belitung tersebut.
"Saya diminta untuk jadi imam dan khatib di Masjid Mujahidin Belitung. Karena diminta warga kesana, ya kami laksanakan," katanya.
Disinggung mengenai pelaksanaan Idulfitri, dia tidak ambil pusing. Apalagi tahun ini, dipastikan 1 Syawal jatuh pada hari Minggu. Bahkan tidak ada perbedaan antara pemerintah, NU dan Muhammadiyah.
Disinggung mengenai pelaksanaan Idulfitri, dia tidak ambil pusing. Apalagi tahun ini, dipastikan 1 Syawal jatuh pada hari Minggu. Bahkan tidak ada perbedaan antara pemerintah, NU dan Muhammadiyah.
"Kemungkinan besar tahun ini lebarannya bersamaan, yakni Minggu. Jadi ya tidak masalah," tukasnya.(choiruman)b.post
Tags:
Berita
Yaumul Quds

Ahmadinejad: Problema Dunia Berhubungan dengan Masalah Palestina
Sample ImagePresiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan Hari Al-Quds Sedunia merupakan sebuah momentum yang pada hari itu, bangsa Iran dengan turun ke jalan-jalan, kembali menunjukkan kegigihan, keunggulan dan pandangan manusiawi mereka dalam masalah-masalah dunia, kepada seluruh masyarakat dunia. Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Fars, Ahmadinejad di sela-sela rapat kebinet, hari Rabu (16/9), menyebut masalah Palestina sebagai isu kemanusiaan terpenting saat ini. Dikatakannya, masalah Palestina bukan problema sepetak tanah dan masalah ummat muslim, tapi bersangkutan dengan seluruh manusia di dunia ini. Ahmadinejad menjelaskan, "Jika dunia saat ini dihadapkan pada berbagai instabilitas, kefasadan, arogansi, kelaparan yang menimpa lebih dari setengah milyar warga dunia, serta pelecehan harga diri manusia dan hak-hak asasi manusia, itu semua dapat dihubungkan dengan masalah Palestina."
Seraya menjelaskan bahwa bangsa Iran selalu terdepan dalam masalah kemanusiaan di dunia, Ahmadinejad mengatakan, "Menaruh perhatian untuk menyelesaikan berbagai problema kemanusiaan, menghormati hak-hak bangsa, mengupayakan penegakan keadilan dan keamanan adalah di antara masalah-masalah yang selalu dikedepankan oleh bangsa Iran."
Lebih lanjut Ahmadinejad menuturkan, "Negara-negara adidaya yang mengklaim sebagai pendukung reformasi, bukan hanya menelantarkan masalah Palestina, bahkan memperkeruh suasana dari kondisi sebelumnya." Dalam kesempatan tersebut, Ahmadinejad menyebut gelombang manusia dan pemikiran sebagai sumber kekuatan utama. Dikatakannya, "Di dunia politik saat ini, kepemilikan senjata mutakhir, gudang-gudang nuklir dan rekening bank sama sekali tidak menghasilkan kekuatan. Akan tetapi sumber kekuatan sebenarnya bermuara pada kekuatan manusia, pemikiran dan keimanan setiap bangsa."(berbagai sumber)
Tags:
Persatuan Islam
1 Syawal 1430 Hijriah

TIDAK terasa Ramadan sudah menginjak hari ke 27. Hari Kemenangan yang ditunggu-tunggu pun tinggal menghitung hari. Pribadi-pribadi muslim terus mensucikan diri untuk meraih fitrahnya di hari fitri nanti.
Seperti yang sudah-sudah, perbedaan keyakinan umat Islam kerap mengiringi Ramadan dan Idulfitri. Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sebagai dua ormas Islam terbesar di Indonesia dan banyak pengikut, memiliki keyakinan masing-masing dalam menetapkan Idulfitri 1 Syawal.
Beberapa ormas Islam lain pun punya pendapat sendiri sesuai keyakinan mereka, sehingga perbedaan perayaan hari raya besar itu pun kerap kita rasakan di tengah masyarakat.
Di kalangan umat Islam, dikenal dua metode dalam memutuskan 1 Syawal, yakni metode hisab dan rukyat. Metode hisab lazim digunakan Muhammadiyah, sedangkan NU menggunakan rukyat. Dua penggunaan metode yang masuk dalam ranah khilafiah ini sama-sama tidak ada larangan.

Berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Idulfitri tahun ini jatuh pada 20 September. Itu berarti pada hari itu warga Muhammadiyah sudah pasti akan menunaikan salat Ied dan berlebaran. Jadi, Ramadan kali ini bagi warga Muhammadiyah hanya 29 hari.
Sementara NU masih menunggu hasil rukyatul hilal yang akan diadakan saat matahari terbenam pada 29 Ramadan atau 19 September 2009. Hasil rukyatul hilal itu kemudian dilaporkan dalam sidang Itsbat atau penetapan bersama oleh Departemen Agama, yang akan menjadi patokan bagi mayoritas umat islam Indonesia dalam merayakan lebaran.
Meski belum ada keputusan dari pimpinan pusat NU, beberapa Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) misalnya Jawa Timur memprediksikan Idulfitri tahun ini jatuh pada 20 September, sama dengan yang ditetapkan Muhammadiyah.
Prediksi itu terjadi karena tinggi hilal berkisar lima-delapan derajat dan tergolong imkanur rukyat yaitu kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal yakni minimal dua derajat.
Pemerintah pun memperkirakan terjadi kesamaan waktu dalam penetapan 1 Syawal tahun ini. Namun menurut Menteri Agama maupun NU, kemungkinan lain bisa saja terjadi, misalnya hilal tidak terlihat karena terhalang mendung. Jika itu terjadi, maka NU akan menggunakan kaidah istikmal atau penyempurnaan bulan Ramadan menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal jatuh pada hari berikutnya, Senin 21 September 2009.
Kalaupun kesamaan penetapan 1 Syawal tahun itu tidak terjadi, perbedaan pendapat di kalangan umat Islam tak harus memecah belah kesatuan umat. Apalagi perbedaan dalam merayakan Hari Kemenangan sudah pernah kita rasakan tahun-tahun sebelumnya. Memang, perbedaan pendapat, apalagi menyangkut keyakinan dalam beragama bisa memunculkan kebingungan bagi sebagian warga muslim di Tanah Air.
Tugas pemerintah lah menjembatani perbedaan 1 Syawal agar tidak menimbulkan keresahan umat. Melalui lembaga rukyat dan hisab yang terdiri dari ormas Islam, termasuk di dalamnya perwakilan dari kalangan NU dan Muhammadiyah. Kita harapkan perbedaan dalam banyak hal, termasuk penetapan 1 Syawal itu dapat ‘menyatu’ dalam suasana yang nyaman dan damai.
(b.post)
Tags:
Persatuan Islam
Umur 100 tahun Ingin Kawin Lagi

Seorang perempuan warga Malaysia berumur 107 tahun mengatakan ingin menikah lagi, untuk ke-23 kalinya, karena merasa suaminya akan meninggalkannya, demikian sebuah laporan menyatakan, Rabu (16/9).
Saat Wook Kundor menikah empat tahun lalu dengan seorang lelaki yang lebih muda 70 tahun foto pernikahan mereka menghiasi media setempat.
Namun sekarang Kundor khawatir suaminya tidak akan pulang ke rumah mereka setelah selesai menjalani terapi kencaduan obat bius di Kuala Lumpur.
Kepada wartawan dia mengatakan merasa "kesepian" tanpa suami, menjelang perayaan umat Muslim setelah Ramadan.
'Kekhawatiran'
Wook Kundor, tinggal di utara negara bagian Kuala Terengganu, mengatakan berencana mengunjungi suaminya - Muhammad Noor Che Musa - bila saja tetangganya mau mengantar ke ibukota, dimana suaminya mendapat perawatan suka rela.
Kundor mengatakan akan mempertimbangkan kembali rencananya jika laki-laki umur 37 tahun itu masih mencintainya.
Kepada harian The Star di Malaysia dia mengatakan: "Akhir-akhir ini, saya merasa khawatir."
"Saya sadar sudah tua... rencana saya untuk menikah kembali adalah untuk mengisi kekosongan ini, tidak lebih dari itu."
Suaminya, yang tadinya adalah anak kos di rumahnya, sebelumnya mengatakan pernikahan itu merupakan "kehendak ilahi" saat dia jatuh cinta pada calon istrinya.
Sumber: els/bbc, b.post
Tags:
Serba Serbi
Zakat, Solusi Pengentasan Kemiskinan

Oleh: Miftah Arief
TIAP Ramadan, selain kewajiban puasa, umat Islam juga dihadapkan pada kewajiban berzakat. Baik zakat fitrah maupun zakat mal (harta). Kedua macam zakat itu dikeluarkan setelah harta sampai kepada nisab atau ukuran tertentu.
Mengeluarkan zakat itu wajib hukumnya. “Dirikanlah salat dan tunaikan zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk” (QS. Al Baqarah: 43).
Dalam ayat lain Allah berfirman, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu dapat memberi ketenangan bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS At Taubah: 103).
Landasan syariat yang lain adalah sunah Nabawiyah. Rasulullah SAW bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara. Rukun syahadat tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW utusan Allah, menegakkan salat, membayar zakat, menunaikan haji dan puasa Ramadan,” (HR Bukhori Muslim dari Abdullah bin Umar). Zakat adalah rukun Islam urutan keempat setelah syahadat, salat, puasa dan terakhir haji.
Keengganan orang mengeluarkan zakat itu disebabkan iman yang tipis. Ia juga tidak tahu hakikat sebenarnya dari konsep ibadah dalam agama.
Sebagian besar orang punya persepsi keliru terhadap harta. Mereka kerap beranggapan harta yang diperoleh mutlak miliknya.
Padahal, konsepsi harta dalam Islam tidak begitu. Semua kekayaan alam dan nikmat yang tersebar di alam bumi ini pada hakikatnya hanya milik Allah.
Manusia hanya diberikan amanah mengelola. Ada yang bisa dikelola langsung, ada pula yang harus diusahakan. Minyak bumi, batu bara, serta segala jenis bahan tambang adalah yang langsung bisa diperoleh lewat eksplorasi lebih lanjut.
Ada pula jenis harta seperti uang yang harus diusahakan. Misalkan dengan bekerja. Intinya, semua jenis harta dan kekayaan yang ada di alam ini, mutlak hanya milik Allah.
Pada Ramadan ini, kita memang disunahkan memperbanyak sedekah. Hanya, dalam dunia yang kontemporer seperti ini, rasanya sangat bijak kalau dicari sebuah formula supaya berhasil guna.
Menggunakan uang zakat, infak dan sedekah (ZIS) untuk usaha produktif dan membantu mengentaskan kemiskinan jauh lebih mulia dan itu tidak dilarang agama. Filosofinya, menggunakan uang dari muzaki (muslim wajib zakat) seluas-luasnya untuk mengentaskan kemiskinan.
Sebagai ilustrasi, Institut Manajemen Zakat (IMZ) dalam bukunya Panduan Zakat Praktis, menyebutkan zakat di Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 204,8 juta jiwa, sekitar 83 persen (166 juta jiwa) umat Islam. Zakat wajib bagi mereka yang memiliki pengeluaran di atas Rp 200. 000 per kapita per bulan. Apabila dikurangi dengan berbagai kriteria, rata-rata harta yang wajib dizakati dari harta zakat per nisab Rp 30 juta lebih. Potensi zakat Indonesia bisa mencapai Rp 19,3 triliun.
Nisab harta (mal) adalah setara dengan 85 gram emas. Jika harga emas Rp 60.000 per gram, zakat yang dapat dihimpun dari sektor ini setiap tahun 2,5 x 85 x Rp 60.000 x 30 juta = Rp Rp 3,8 triliun
Dengan jumlah yang fantastis itu, selayaknya zakat dioptimalkan dalam pengentasan kemiskinan. Misalnya, uang zakat diberikan kepada fakir miskin untuk berusaha. Di tahun berikutnya, kucuran modal diberikan kepada fakir miskin yang lain. Jika dalam setahun ada 20 orang miskin yang dibantu, akan ada 100 keluarga dalam lima tahun yang terbantu ekonominya. Makin banyak bantuan zakat digulirkan, makin besar peluang mengentaskan kemiskinan.
Sebenarnya, guliran itu tidak selalu berasal dari zakat. Di beberapa masjid yang terkategori besar, uang infak Jumatnya mencapai jutaan rupiah. Jika uang infak itu disalurkan untuk membantu orang miskin akan lebih bermanfaat dan berguna, ketimbang merenovasi masjid supaya lebih megah dan mentereng.
Sudah sepatutnya, di tengah kemiskinan rakyat yang notabene kaum muslimin, dana zakat, infak, dan sedekah digunakan untuk membantu mereka berusaha. Membantu mereka keluar dari kemiskinan. Membantu mereka untuk hidup secara layak.
Sekarang ini tidak susah menyalurkan harta kepada amil zakat. Selain menjemput langsung muzaki, pembayaran zakat bisa melalui rekening bank atau lewat ATM.
Teknologi dalam dunia modern makin memudahkan kita beribadah. Tinggal niat kita, bisa apa tidak. Akhirnya, semuanya bermuara pada usaha menjadikan fakir miskin bukan lagi sebagai mustahik (penerima zakat) tetapi sebagai muzaki.
Mahasiswa Fisip UGM Yogyakarta, b.post
Tags:
Ramadhan