Pangeran Saudi ngebong.....
Karena Kokain

Bandara Internasional Rafiq Hariri, Lebanon
Pangeran Arab Saudi berusia 51 tahun berinisial Y.B.A.A ini membawa sekitar 16.3 gram kokain senilai $1.600. Ia tengah meninggalkan Lebanon menuju Perancis, demikian dilaporkan koran al-Akhbar Kamis (25/3).
Pangeran Arab Saudi itu langsung digiring ke Kantor Kontrol Narkoba dan diinterogasi.
Kepada aparat, ia mengaku kokain tersebut adalah untuk "penggunaan pribadi" dan didapatkannya dari seorang teman yang saat ini tinggal di Arab Saudi.
Namun, aparat menyatakan kepada al-Akhbar bahwa pangeran Arab Saudi itu diperkirakan mendapat kokain itu dari sebuah klub malam di Beirut di wilayah Gemmazeh.
Para pejabat Kedutaan Besar Arab Saudi di Beirut dihubungi terkait kasus ini dan beberapa jam kemudian, pengeran Saudi itu dibebaskan dengan tebusan.(berbagai sumber)Indonesia anti Israel..??..!!!!....

Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB merilis tiga resolusi mengecam Rezim Zionis Israel meski AS dan Uni Eropa menolak menandatanganinya. Salah satu resolusi tersebut mengutuk keras pelanggaran HAM oleh serdadu Israel dan meminta rezim ini secepatnya mengakhiri penjajahan di bumi Palestina. Resolusi dewan HAM PBB juga mengutuk pembantaian warga Palestina dan perusakan peninggalan bersejarah mereka oleh Israel. Tak hanya itu, Israel ditekan untuk segera mengakhiri blokade tiga tahunnya atas Jalur Gaza.
Resolusi lainnya meminta Israel menghentikan pembangunan permukimannya di wilayah Palestina. Sebuah resolusi lainnya mengutuk pelanggaran berulang kali Israel di Dataran Tinggi Golan. Wilayah ini diduduki Israel pada tahun 1967 dan hingga kini rezim ini enggan mengembalikannya kepada Suriah.
Rencananya dewan HAM PBB akan merilis resolusi lainnya yang meminta Israel memberikan ganti rugi kepada warga Jalur Gaza akibat serangan brutal rezim ini selama 22 hari tahun lalu.
Resolusi ini pada intinya mendesak Israel untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM oleh Israel semasa konflik senjata di Jalur Gaza yang terjadi awal 2009, ujar Sekretaris Satu PTRI Jenewa Kamapradipta I kepada koresponden Antara London, Jumat.
Desakan terhadap Israel tersebut sejalan dengan rekomendasi laporan Tim Pencari Fakta Independen PBB yang dipimpin Hakim Richard Goldstone dari Afrika Selatan, atau yang dikenal sebagai Goldstone Report.
Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya, Duta Besar Dian Triansyah Djani mengatakan disahkannya resolusi ini merupakan bukti aspirasi masyarakat internasional yang menghendaki segera diakhirinya tindakan semena-mena dan pelanggaran HAM oleh Israel terhadap warga Palestina. Dubes juga mendesak Israel segera mengakhiri impunitas dan mengadili mereka yang terbukti melakukan pelanggaran Hukum HAM dan Humaniter Internasional. 
Selain mendesak Israel untuk melakukan investigasi, resolusi ini mendukung rekomendasi Majelis Umum PBB yang meminta diselenggarakannya kembali Konperensi Negara Pihak pada Konvensi Jenewa ke-4 mengenai
Perlindungan Warga Sipil di masa Konflik, dengan tujuan untuk membahas perlindungan warga sipil Palestina di Wilayah Pendudukan Palestina (Occupied Palestinian Territory).
Resolusi juga memutuskan membentuk Komisi Ahli Independen di bidang Hukum HAM dan Humaniter Internasional guna memantau dan mengkaji proses domestik dan proses hukum yang dilakukan Israel dan Palestina dalam pelaksanaan investigasi terhadap berbagai dugaan pelanggaraan HAM terkait konflik senjata di jalur Gaza tahun 2009.
Dalam kaitan ini, Komisaris Tinggi HAM PBB diminta untuk menunjuk anggota Komisi tersebut. Sekretaris Jenderal PBB juga diminta untuk menyampaikan laporan komprehensif mengenai kemajuan yang dicapai dalam pelaksanakan rekomendasi-rekomendasi Tim Pencari Fakta Independen PBB (Goldstone report).
Duta Besar Djani mengatakan hal ini penting bagi Indonesia bersama-sama masyarakat internasional lainnya untuk mengikuti langkah dan tindak lanjut yang dilakukan Israel seraya terus-menerus menerapkan tekanan kepada negeri tersebut untuk mematuhi kewajibannya sebagaimana yang direfleksikan dalam resolusi.
Resolusi ini telah disahkan oleh 47 negara anggota Dewan HAM PBB melalui pemungutan suara dengan 29 negara mendukung (termasuk Indonesia), 11 negara abstain dan enam negara menolak. Indonesia dengan negara anggota Kelompok Gerakan Non-Blok (GNB) dan Kelompok Organisasi Konperensi Islam (OKI) secara kolektif telah mengajukan resolusi ini dengan tujuan agar Israel bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran Hukum HAM dan Humaniter semasa konflik Gaza pada awal tahun 2009.
Disamping resolusi ini, Sidang Dewan HAM ke-13 juga mensahkan, dengan pemungutan suara, tiga resolusi lainnya mengenai Palestina yaitu resolusi tentang Hak Rakyat Palestina atas Penentuan Nasib Sendiri. Pelanggaran HAM Serius Israel di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Jerusalem Timur dan Pendudukan Israel di Palestina, termasuk Jerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan, demikian Kamapradipta I.
Sikap Indonesia yang dengan berani mendukung resolusi anti-Israel ini patut dibanggakan, meski resolusi ini masih kurang kuat dan kemungkinan diganjal AS masih ada. Namun demikian hal ini membuktikan bahwa masyarakat internasional kian sadar dengan kejahatan dan keganasan Israel. Kesadaran inilah yang penting, karena bila kesadaran telah timbul, meski upaya untuk menekan Israel kali ini gagal, namun dikemudian hari gelombang besar yang akan menghukum Israel tidak akan terkendali lagi meski oleh AS sendiri.
Kini kita harus mendukung pemerintah Indonesia agar terus aktif membela kaum lemah dan tidak hanya mengekor pada perintah negara besar. Indonesia sebagai anggota gerakan non-blok (GNB) memiliki kekuatan untuk melakukan hal yang positif. Dengan demikian kita juga patut berbangga sebagai warga Indonesia dan tidak perlu menundukkan muka karena malu.
Kejahatan Rezim Zionis Israel di tanah pendudukan Palestina adalah hal yang sangat jelas. Selama ini negara-negara Islam dan Arab tidak mampu membendung kejahatan Israel. Padahal mereka apabila bersatu merupakan kekuatan besar yang tidak terkalahkan. Sayang persatuan yang kita harapkan hingga kini masih belum dapat terwujud. Posisi strategis dan kekayaan dunia Islam tidak terbayangkan. Jika mereka bersedia memanfaatkannya maka mereka akan tampil gemilang di dunia dan memiliki peran menentukan dalam proses perpolitikan internasional.
Sayangnya selama ini dunia Islam tenggelam dalam khayalan dan tidur panjang serta tidak menyadari kondisi sekitarnya. Tidak adanya rasa solidaritas dan sensitifitas terhadap sesama muslim membuat mereka terhina. Kini kita harap dunia Islam bangun dari mimpi panjang mereka dan menyadari siapa musuh sebenarnya.
Anak Palestina
Anak-anak Palestina menggoreskan tulisan dan lukisan di atas sebuah kain kanvas raksasa dalam rangka menunjukkan penentangan mereka terhadap pendudukan dan pembangunan permukiman Zionis kepada seluruh dunia. Televisi al-Arabiya melaporkan, aksi yang bertepatan dengan peringatan "Hari Bumi" ini bertujuan mengirim pesan kepada masyarakat dunia soal betapa pendudukan rezim Zionis Israel telah mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan bangsa Palestina.
"Warna dan kata-kata yang tergores di atas kanvas sangat beragam, namun tujuannya satu," tambah al-Arabiya.
Tak kurang 500 pelajar Palestina dari 30 sekolah di Propinsi Selfit, Tepi Barat Sungai Jordan, melukis di atas kain kanvas sepanjang 200 meter. Mereka menulis atau menggambar berbagai hal yang berkaitan dengan Palestina, dan ada pula yang hanya menonton.
Kain kanvas itu menyiratkan fakta yang sesungguhnya di Palestina serta harapan besar bangsa ini dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.(irib)Ekonomi Islam

Ekonomi Islam Ada di Tangan Umat Muslim
Sebagaimana yang pernah saya bicarakan sebelumnya, agama (ad-dîn) yang sesungguhnya adalah suatu sistem yang tidak sekedar membicarakan masalah ritual dan akhirat tapi juga mengatur tata kelola dunia. Kita terlalu lama memposisikan agama hanya sebagai urusan pribadi dengan Tuhan; sehingga membawa hal keduniaan dianggap sebagai tabu. Ketika mendengar istilah ‘ekonomi syariah’ atau ‘ekonomi Islam’, kita buru-buru menaruh rasa curiga.
Bukankah ‘ekonomi’ istilah yang sangat erat kaitannya dengan masalah duniawi? Mereka yang meragukan hal bukan hanya kelompok Barat, tapi juga umat Islam sendiri. Hal itu karena negara-negara yang mayoritas Muslim telah dicap sebagai negara terbelakang bahkan negara Dunia Ketiga. Puluhan bahkan ratusan tahun kita menganggap hanya ada dua sistem ekonomi. Akhirnya, kita dipaksa kagum kepada ‘kehebatan’ ekonomi Barat agar mampu mencontoh mereka.
Kita lupa ada sebuah sistem ekonomi yang lebih tepat dan sesuai dengan kultur religi kita—bukan kapitalisme atau sosialisme. Kita pun terlalu lama untuk menuding kedua sistem tersebut sebagai penyebab kemiskinan dan kerusakan ekonomi negara-negara Muslim. Tapi kita lupa satu hal yang lebih penting; mengkaji ulang sebuah sistem yang telah kita lupakan: ekonomi Islam.
Perbandingan kedua sistem tersebut dengan sistem ekonomi Islam tidak bisa sekedar wacana di atas kertas; tidak juga sekedar kita kagum akan kehebatan (teori) sistem ekonomi Islam tanpa penerapan praktis. Perjuangan ini membutuhkan kerja sama aktif dan dukungan seluruh umat Islam. Hal ini sudah dibuktikan oleh dua sistem (kapitalisme dan sosialisme) tersebut dalam sejarah yang kita lihat.
‘Kehebatan’ dua sistem ekonomi tersebut yang berhasil membawa pembangunan materi besar (khususnya di Eropa dan Cina) bukanlah semata karena ‘kehebatan’ sistemnya. Tapi lebih karena keterikatan masyarakat serta kesesuaian dengan aspirasi dan sikap mereka. Sistem dan mental masyarakat yang menjadi satu serta interaksi yang kuat dengan sistem telah membawa ‘keberhasilan’ yang mereka impikan.
Begitu juga dengan sistem ekonomi Islam. Kalau umat Islam sendiri tidak mendukung sistem yang dimilikinya, maka ekonomi Islam hanyalah sebuah sistem yang hebat dan dikagumi dalam teori. Kata Syahid Baqir Ash-Shadr, kita tidak hanya butuh metode untuk pembangunan ekonomi, tapi butuh kerangka organisasi sosial. Sebuah kerangka dengan peran seluruh umat Islam dan prinsip yang selaras. Bila umat Islamnya gagal maka pembangunan tidak bisa dilaksanakan.
Mungkin karena hal itu, Monzer Kahf seorang ekonom Suriah, mengeluarkan asumsi dasar dalam ekonomi Islam yakni islamic man. Menurutnya, orang Islam tidak harus muslim; tapi selama orang tersebut ingin untuk menerima paradigma Islam maka ia dapat disebut sebagai islamic man. Paradigma yang dimaksud adalah :
a) segala sesuatu mutlak milik Allah,
b) hanya hukum Allah yang dapat diberlakukan,
c) kerja adalah kebaikan dan malas adalah keburukan.
Kebangkitan studi ekonomi Islam beberapa dekade terakhir yang melahirkan begitu banyak lembaga keuangan syariah (seperi bank syariah dan asuransi syariah) harusnya menjadi pekerjaan bersama tidak hanya umat muslim tapi juga islamic men. Segala kekurangan yang ada bukan untuk dicela ataupun dijauhi, tapi justru menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memperbaikinya dan memperbaiki kondisi ekonomi umat. Wallahualam.
sumber:http://ejajufri.wordpress.com/2010/03/25/ekonomi-islam-ada-di-tangan-umat-muslim/
Korea Utara VS Amerika cs dan Korea Selatan
Korea Utara menuding Amerika Serikat dan Korea Selatan mengupayakan perubahan rezim di negara ini dan mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap kedua negara itu untuk membalas segala bentuk provokasi. "Siapa saja yang berupaya meruntuhkan sistem pemerintahan di DPRK (Korea Utara)... akan menjadi korban serangan nuklir," kata Jurubicara Staff Jenderal Korea Utara kepada kantor berita negara ini Jum'at (26/3).
Pejabat Korut ini juga mengutip laporan koran Korea Selatan dan menilainya sebagai bukti kenekatan Amerika Serikat di Semenanjung Korea.
Pada 19 Maret lalu, koran Korsel mengklaim bahwa Komando Pasifik Amerika akan bertemu dengan 'think-tank' dari Korsel dan Cina bulan depan.
Berdasarkan laporan tersebut, mereka akan membahas bagaimana mengontrol senjata destruksi massal Korea Utara ketika pemerintahan Pyongyang runtuh.
Awal Maret, Korea Utara mengkritik negara jirannya karena menggelar manuver militer bersama dengan Amerika Serikat. Latihan militer gabungan itu dinilai Pyongyang sebagai persiapan invasi ke Korut.
Pyongyang juga menyatakan akan merespon segala bentuk serangan dengan senjata nuklirnya jika diperlukan. Korea Utara bersumpah akan meningkatkan persenjataan nuklirnya dalam menghadapi apa yang disebut sebagai "ancaman dan provokasi militer Amerika."
Tensi di Semenanjung Korea meruncing sejak Korea Utara mengujicoba rudalnya pada April 2009.
Menyusul aksi tersebut, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberlakukan sanksi yang lebih ketat terhadap Korut. Akibatnya, Korut menyatakan keluar dari Perundingan Segi Enam.(Irib,berbagai sumber)Pesawat Tanpa Awak

Predator yang dilengkapi dengan misil Hellfire
Berbicara di depan anggota Senat kemarin (25/3) Gates mengklaim eskpor pesawat tanpa awak mematikan itu kepada yang disebutnya dengan negara "sahabat" sangat menguntungkan kepentingan Amerika Serikat, meski terdapat batasan soal ekspor jenis produk tersebut dalam kesepakatan internasional, demikian dilaporkan Reuters.
"Sebagian negara sangat tertarik dalam hal ini dan menurut saya sangat penting bagi kita melihat apa yang dapat kita lakukan untuk mengakomodasikannya," kata Gates.
Pesawat tanpa awak (UAV) didesain untuk operasi pengintaian. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat menggunakan sejumlah UAV yang dilengkapi dengan misil, sebagian besarnya tipe Hellfire.
Salah satu di antara UAV itu adalah Predator yang paling banyak digunakan di Irak, Afghanistan, dan Pakistan. Predator terbang dengan kecepatan rendah dan mampu terbang rendah. Meski di tempatkan di pangkalan dekat area operasi, namun Predator diyakini dikontrol langsung dari markas besar Badan Intelejen Amerika (CIA) di Langley, Virginia.
Sejak pendudukan Amerika atas Afghanistan pada 2001, Predator telah membunuh ratusan orang baik milisi maupun warga sipil di Afghanistan dan kawasan adat Pakistan. (irib)Takbir tidak boleh..???...

Takbir (Allahu Akbar) Kok Dilecehkan

Sewaktu di Madinah, Dr. Ali Syariati mendengar sesuatu yang belum pernah ia dengar sekalipun dari mulut seorang Syiah yang bodoh. Ali Syariati mendengar seorang ulama yang mengatakan, “Orang-orang Syiah jika mereka telah melaksanakan salat, mereka akan menepuk-nepuk pahanya sebanyak tiga kali dan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri lalu berkata khanal Amin (Jibril telah berkhianat)…”
Mungkin, melalui ‘ulama’ seperti inilah ada orang (bodoh) yang bilang bahwa salah satu kemiripan antara Syiah dengan Yahudi [atau Kristen seperti yang dilakukan orang ini] adalah selesai salat mereka memukul paha. Melalui ‘ulama’ seperti ini juga ada seseorang yang setelah melihat saudaranya yang Syi’i salat, lalu berkata, “Syiah kalau salat mukul-mukul paha ya?” Melalui ‘ulama’ semacam ini juga ada orang Kuwait yang tanya ke saya di chat room, “Kenapa selesai salat, orang Syiah memukul-mukul paha?”
Padahal sesungguhnya yang dilakukan oleh orang-orang Syiah adalah selalu mengangkat tangan setiap takbir (Allâhu Akbar) termasuk takbir tiga kali setelah salam. Di saat takbir terakhir itulah ada beberapa muslim Syiah yang juga menengok ke kanan dan kiri—sama seperti saudara Ahlussunah yang menengok ketika mengucapkan salam. Karena menurut beberapa riwayat (seperti di dalam Musnad Ahmad), Nabi itu selalu mengangkat tangannya ketika takbir.
وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يرفع يديه في كل تكبيرة من الصلاة

Mengenai hakikat dan rahasia dari mengangkat tangan ketika salat, Imam Khomeini mengutip riwayat dari Imam Ali Ar-Ridha as (dalam Syarh Al-Arba’în Haditsan), “Diangkatnya kedua tangan dalam takbir untuk memperagakan ketundukan, kerendahan, dan kekhusyukan. Allah menginginkan agar saat mengingat-Nya, seorang hamba bersikap tunduk, merendah, dan khusyuk. Selain itu, mengangkat kedua tangan juga berperan memantapkan dan memusatkan hati.”
Imam Khomeini dalam salah satu karyanya yang monumental, Sirr ash-Shalâh: Mi’râj as-Sâlikîn wa Shalâh al-‘Ârifîn, juga mencoba menafsirkan makna tiga takbir penutup dalam salat. Takbir pertama adalah bukti bahwa sâlik (pesuluk, orang yang melakukan perjalanan spiritual) telah menyaksikan kemunculan Dzât di hadirat nama dan sifat. Takbir kedua, sâlik telah menyaksikan tajallî nama-nama di kehadiran entitas dan tajallî Dzât. Takbir ketiga sâlik menyaksikan sekaligus tajallî dzât, nama, dan af’âl pada cermin entitas luar. Wallahualam.
Catatan: Fanatisme membutakan segalanya!
sumber:http://ejajufri.wordpress.com/2010/03/26/takbir-allahu-akbar-kok-dilecehkan/
Barat VS Israel
Pertemuan antara Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menjadi sorotan media massa nasional. Situs koran Kompas hari ini menyebut pertemuan tersebut terbilang aneh.
Obama dan Netanyahu bertemu selama 90 menit hari Selasa lalu di Gedung Putih, Washington DC, tanpa ada keterangan pers atau acara foto bersama. Ini adalah pertemuan aneh karena tidak dikombinasikan dengan acara pidato dan foto bersama. Seusai bertemu Obama, Netanyahu masih berada di Gedung Putih selama 2 jam. Tidak diketahui aktivitas PM Israel itu di Gedung Putih selama 2 jam itu.
Selain misteri yang menyelinap di balik pertemuan antara Netanyahu dan Obama, Perdana menteri Israel juga melontarkan keputusan kontroversial dalam pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama. Pasalnya, Israel terus bertekad melanjutkan pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Pemerintah lokal Jerusalem, seperti dikutip radio Israel, Rabu (24/3), memberi lampu hijau bagi pembangunan 20 unit rumah baru di Jerusalem Timur.
Pemerintah lokal Jerusalem itu memberikan izin bagi permohonan yang diajukan miliarder AS Irving Moskovitz untuk membangun rumah-rumah mewah di tempat bekas Hotel Shepherd di daerah Sheikh Jarrah, Jerusalem Timur.
Sikap jengkel pejabat teras sejumlah Washington kian menjadi-jadi terhadap Tel Aviv, karena Israel tidak menunjukkan sikap kooperatif. Sebelumnya, pada saat Wapres AS, Joseph Biden melawat Israel pada 9 Maret lalu, kabinet Netanyahu juga mengumumkan intruksi pembangunan 1600 unit rumah baru Zionis di Baitul Maqdis Timur dalam acara makan siang dengan Biden.
Terang saja, aksi tersebut memicu reaksi keras Washington. Bahkan, Menlu Hillary Clinton menyebut sikap Tel Aviv sebagai penghinaan terhadap AS. Instruksi Tel Aviv ini memberikan pesan kepada pemerintah Obama bahwa Rezim Zionis sepenuhnya menentang segala bentuk perundingan damai mengenai transformasi kawasan barat Timur Tengah. AS berulang kali meminta penghentian pembangunan permukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, namun rezim Zionis tidak menggubrisnya.
Sementara itu, negara seperti Perancis, Australia, Irlandia, dan Jerman, menurut situs harian Israel Yedioth Ahronoth, Rabu (24/3), akan segera mengikuti jejak Inggris untuk memberi sanksi terhadap Israel.
Hal itu sebagai buntut tindakan Mossad (agen intelijen luar negeri Israel) yang memalsukan paspor negara-negara tersebut dalam melaksanakan pembunuhan terhadap tokoh militer Hamas pada 20 Januari lalu di Dubai.
Inggris, Selasa malam lalu, telah mengumumkan mengusir diplomat Israel, tanpa menyebut namanya. Menlu Inggris David Milliband di depan parlemen mengatakan, hasil laporan sebuah komite pemerintah menunjukkan telah terjadi pemalsuan paspor yang dilakukan sebuah Mossad.
Sebaliknya, Menlu Israel Avigdor Lieberman menyayangkan keputusan Inggris tersebut. Ia menuduh Inggris tidak memberi bukti dalam kasus keterlibatan Mossad itu. Meski demikian, kata Lieberman, Israel tetap ingin menjaga hubungan bersahabat dengan Inggris.
Israel segera mengganti diplomat yang diusir itu dengan diplomat lain. Israel juga tidak akan membalas dengan mengusir diplomat Inggris.
Menurut harian itu, PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menhan Ehud Barak yang kini sedang berada di AS serta Menlu Avigdor Lieberman yang kini berada di Belgia mengadakan konsultasi melalui telepon untuk membahas keputusan Inggris itu dan mengantisipasi kemungkinan negara lain mengikuti jejak Inggris.
Televisi Alarabiya mengungkapkan, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy sedang melakukan konsultasi dengan para pembantu utamanya, membahas kemungkinan pengusiran diplomat Israel dari Perancis. Diungkapkan, Pemerintah Perancis kini sedang menyorot diplomat di Kedubes Israel di Paris yang berasal dari institusi Mossad.
Meski sejumlah negara Barat mulai menunjukkan sikap tegasnya terhadap Israel, namun AS masih tetap membelanya. Sikap demikian, justru menjadikan rezim Zionis semakin pongah di hadapan dunia, bahkan terhadap AS sebagai bapak asuhnya sendiri. (Kompas)
Muhammadiyah
Muhammadiyah Anggap Subuh di Indonesia Terlalu Pagi
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menganggap waktu subuh di Indonesia terlalu pagi dibandingkan dengan penetapan subuh di sejumlah negara lain.
“Waktu subuh yang kepagian ini menjadi perhatian kami,” kata Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, waktu subuh di Indonesia rata-rata ditetapkan pada saat matahari berada pada posisi 20 derajat di bawah ufuk atau horizon. Padahal, waktu subuh di Maroko dan beberapa negara Islam lainnya ditetapkan pada saat matahari berada pada posisi 18 derajat di bawah ufuk.
“Hanya Mesir yang menyamai Indonesia, yakni posisi matahari 19,5 derajat di bawah ufuk,” ungkap Syamsul usai menemui Gubernur Jatim di kantor Pemprov Jatim.
Ia menjelaskan, penetapan waktu subuh itu juga didasarkan atas perhitungan waktu keluarnya fajar “sodik” dan fajar “kazib” yang menandai bergantinya waktu dari malam hari ke pagi hari. Penetapan waktu subuh itu akan dibahas Munas Tarjih XXVII Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang pada 1-4 April 2010.
Selain penetapan waktu subuh, munas yang diikuti 150 pengurus Muhammadiyah itu akan membahas fikih tentang kemasyarakatan, fikih tata kelola pemerintah dan organisasi, tuntunan seni dan budaya, fikih perempuan, dan pedoman hisab.
Menurut rencana, Munas Tarjih XXVII Muhammadiyah di Malang itu akan dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali, dan dijadwalkan dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo.
Sumber: Antara News
Pantesan, dalam jadwal bulan puasa (“versi” Ahlulbait) kemarin diperintahkan salat Subuhnya beberapa menit setelah azan. “Standar syar’i tentang waktu salat dan puasa adalah fajar shadiq,” kata Imam Ali Khamenei. Beliau juga mengatakan, “Sepatutnya para mukminin memperhatikan dengan hati-hati berkenaan dengan imsak puasa dan waktu salat Subuh…”
Subuh Kepagian Bukan di Indonesia
Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar, menampik telah mengeluarkan pernyataan bahwa waktu salat subuh di Indonesia terlalu pagi. Syamsul Anwar mengaku heran dengan pemberitaan yang beredar bahwa Muhammadiyah mengklaim waktu subuh kepagian.
“Padahal kami mengatakan, waktu (salat subuh) yang dipakai di Indonesia sudah pas, namun kami mengagendakan pembahasan pedoman hisab Muhammadiyah, termasuk waktu salat, gerhana, dan salat subuh yang sementara pihak ada yang mengatakan kepagian,” ujarnya saat berbincang dengan okezone melalui telepon, Kamis (25/3/2010).
Sumber: okezone,http://ejajufri.wordpress.com/