Teriakan orang yang kalian sebut " Bertampang Desa "
Syahid Rajaee, merupakan pejabat tinggi pertama Republik Islam Iran yang hadir pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Pada tanggal 26 Mehr 1359 (18 Oktober 1980), bersamaan dengan dimulainya perang Pertahanan Suci, Mohammad Ali Rajaee, merupakan Perdana Menteri Iran pertama yang hadir di sidang Majelis Umum untuk menyampaikan laporan mengenai agresi dan aneksasi rezim Saddam ke Irak dan juga ketertindasan bangsa Iran dalam brutalitas tersebut, kepada para pejabat tinggi seluruh dunia.
Sebagai protes terhadap sistem yagn berkuasa di dunia, Rajaee menyampaikan pidatonya dari tempat duduk untuk para delegasi Republik Islam Iran, bukan dari tribun yang telah disediakan.
Rajaee mengutuk kebungkaman masyarakat dunia di hadapan agresi rezim Saddam ke Iran dan mengangkat kakinya yang tanpa alas ke atas meja, untuk membuktikan penyiksaan yang dialaminya dalam penjara rezim despotik Pahlevi dukungan Amerika Serikat.
Selama berada di New York, Syahid Rajaee bertemu dengan para pejabat PBB dan menekankan pentingnya reformasi lembaga internasional ini, sama seperti yang kembali ditekankan oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad, dalam kunjungannya beberapa tahun lalu ke PBB. Usulan reformasi PBB itu mendapat sambutan luas banyak negara.
Kehadiran Rajaee dengan telanjang kaki itu merupakan salah satu peristiwa yang tidak pernah terjadi sebelumnya di sidang Majelis Umum PBB, di tengah meruncingnya perang melawan agresi rezim Saddam ke Iran, yang merampas kesempatan kehadiran para pejabat Iran di PBB hingga tujuh tahun mendatang.
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ لَّا يُحِبُّ اللَّـهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّـهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
(Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya). Dengan ayat tersebut, Rajaee menyerukan kepada seluruh dunia terkait ketertindasan bangsa Iran di hadapan agresi rezim Saddam.
Dalam beberapa hari mendatang, Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, akan melanjutkan kunjungannya yang ketujuh ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam rangka menyampaikan tuntutan kebenaran dan anti-imperialisme bangsa Iran di hadapan para pejabat negara-negara dunia./
Seruan yang telah dinanti-nanti oleh telinga masyarakat dunia di berbagai belahan dunia. Mereka yang haus akan nikmatnya keadilan, cinta, dan kemanusiaan, yang terkandung dalam untaian kata-kata Ahmadinejad, sebagai penyeru keadilan di dunia. Moment tersebut akan menjadi titik dimulainya penyamapaian seruan tegas Revolusi Ruhullah Khomeini di jantung imperialisme dan kaum arogan dunia.
Enam tahun lalu, di tribun Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden Ahmadinejad menyerukan independensi dan kehormatan Republik Islam sebagai contoh sebuah bangsa independen dunia. Agar dunia tahu bahwa Iran yang islami saat ini sama dengan Iran yang revolusioner pada 1979. Yang selalu membela ketertindasan bangsa-bangsa baik dari kekuatan Barat maupun Timur. Kini tidak diragukan lagi bahwa media massa dunia tengah menanti apa yang akan disampaikan oleh sosok "bom media" pada sidang Majelis Umum PBB tahun ini.(IRIB/19/9/2011)
Menapaktilasi Enam Lawatan Ahmadinejad ke PBB (Bagian II)
Tanggal 14-16 September 2005, Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, berkunjung ke New York guna menghadiri sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-60. Kunjungan itu dilakukan Ahmadinejad hanya selang dua bulan setelah dia menjabat sebagai Presiden Iran.
Selain itu, Iran sebelumnya menyegel instalasi nuklirnya dan oleh karena itu, Tehran sedang menghadapi ancaman dan kecaman Barat.
Kunjungan Ahmadinejad ke New York dan janjinya untuk mengajukan usulan baru dalam rangka menyelesaikan kendala terkait program nuklir Tehran, menimbulkan berbagai macam spekulasi dari para pejabat dan media massa Barat.
Termasuk di antara transformasi penting di dalam negeri, regional, dan internasional pada masa itu adalah, upaya Iran untuk melepaskan ketergantungannya dalam proses pengayaan uranium, politik luar negeri Iran yang cenderung ke timur, upaya Tehran untuk memperluas kerjasama nuklirnya dengan Timur jauh, perundingan Iran dengan tiga negara Eropa, pengakuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa kasus radiasi nuklir di Tehran berasal dari luar Iran, dan keinginan Rusia untuk terlibat dalam proyek nuklir Iran, serta dukungan kelompok NAM terhadap usulan pembentukan konsorsium nuklir oleh Iran.
Kunjungan Ahmadinejad ke PBB itu sangat penting bagi bangsa Iran meningat kandungan berbagai usulan baru yang dikemukakan Presiden Iran itu pada pidato perdananya di sidang Majelis. Ahmadinejad termasuk di antara lima pejabat yang menyampaikan pidato pertama.
Di antara topik terpenting yang dikemukakan Ahmadinejad saat itu adalah restrukturisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, pengumuman kebijakan Iran di sektor nuklir dan penentangan terhadap sistem apartheid nuklir, serta usulan terkait pembentukan sebuah konsorsium pengayaan uranium yang akan melibatkan perusahaan negara dan swasta.
Namun media massa Barat dan juga para politisi banyak negara terkejut atas pidato tegas Ahmadinejad. Sehari sebelumnya, Associated Press mengutip keterangan para diplomat Eropa menyebutkan, "Kemungkinan besok dalam pidatonya, Ahmadinejad akan mengumumkan penangguhan kembali aktivitas pengayaan uranium Tehran."
Namun keesokan harinya, Ahmadinejad justru menekankan hak Republik Islam Iran dalam memanfaatkan teknologi nuklir, dan mengutarakannya sedemikian rupa sehingga koran trans-regional al-Sharq Alawsat menulis, "Pernyataan Ahmadinejad di Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan tamparan dan pukulan telak untuk tiga negara Eropa."
Pada saat itu, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan, "Pidato Ahmadinejad di Majelis Umum PBB sangat "agresif" dan di sisi lain, telah melampaui batasan yang telah ditetapkan oleh Eropa, khususnya pada bagian pengayaan uranium, dan karena pernyataannya itu, sejumlah negara lemah bergembira."
Menurut banyak penjabat asing yang hadir di sidang Majelis Umum PBB dan juga media massa, Ahmadinejad adalah satu-satunya pembicara yang mengawali pidatonya dengan menyebut Bismillah dan nama Imam Mahdi (as) serta mengakhiri pidatonya dengan menyampaikan syair karya penyair terkemuka Persia, Sa'di.
Mengikuti shalat Jumat di kota New York, Ahmadinejad mendapat sambutan hangat dari warga Muslim di kota tersebut dan bertemu dengan warga Iran yang berdomisili di New York, begitu pula wawancara dengan sejumlah media, merupakan di antara jadwal acara Ahmadinejad.
(IRIB/20/9/2011)
Menapaktilasi Enam Lawatan Ahmadinejad ke PBB (Bagian III)
Kunjungan enam kali Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, ke New York, merekam berbagai peristiwa menarik. Pada kunjungan kedunya ke New York, September 2006, juga tidak terkecuali, karena selain menuntut restrukturisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa khusus Dewan Keamanan, Ahmadinejad juga mengutarakan pertanyaan serius tentang Holocaust yang akhirnya menimbulkan berbagai kontroversi di tingkat global
Pertanyaan Ahmadinejad soal Holocaust itu direaksi secara meluas oleh media massa internasional.
Peristiwa penting lainnya bersamaan dengan kunjungan Ahmadinejad ke New York adalah :
- Kemenangan Hizbullah Lebanon di hadapan rezim Zionis Israel pada Perang 33 Hari.
- Pengajuan syarat penangguhan aktivitas pengayaan uranium di Iran oleh negara-negara Barat sebelum perundingan nuklir.
- Ancaman John Bolton untuk memberlakukan berbagai boikot unilateral jika Iran gagal melaksanakan syarat tersebut.
- Laporan Dirjen IAEA, Mohammed ElBaradei bahwa Iran tetap melanjutkan pengayaan uranium.
- Pelaksanaan sidang Kelompok 5+1 di Berlin.
- Janji Rusia untuk mengoperasikan reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr pada September 2007.
- Kritikan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap kebohongan Amerika Serikat terkait program nuklir Iran.
Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Ahmadinejad menyoal pemberian hak istimewa kepada segelintir negara di Dewan Keamanan, dan menuntut perombakan sistem PBB.
Di antara pernyataan Ahmadinejad yang menggelegar di kancah media internasional adalah isu Holocaust. Presiden Iran itu memaparkan keterkaitan krisis di Timur Tengah dengan pembentukan rezim Israel secara ilegal di atas bumi Palestina.
Dikatakannya, "Akar krisis Palestina kembali pada era Perang Dunia II. Dengan dalih mendukung para korban perang, mereka menduduki bumi Palestina dengan merampas wilayah dan mengusir jutaan rakyat di negeri itu."
Ditambahkannya, "Apakah ada logika, undang-undang, atau hukum yang membenarkan aksi tersebut? Apakah ada anggota PBB dapat menerima jika peristiwa itu terjadi di negara mereka? Sedemikian lemah alasan pembentukan rezim ilegal Israel sehingga para pengklaimnya tidak membiarkan seorang pun membicarakannya karena fakta filosifis eksistensi rezim itu akan sirna, dan yang sebenarnya telah lenyap."
Presiden Iran mengkritik kinerja minimum Dewan Keamanan dalam membela bangsa-bangsa tertindas dan menilai klaim HAM dan demokrasi oleh kaum adidaya hanya "omong kosong."
Menurut para pengamat politik, kehadiran Ahmadinejad di Majelis Umum PBB sangat penting karena melalui kunjungan tersebut, Republik Islam Iran mampu memanfaatkan secara maksimal peluang-peluang politik yang tersedia.
Banyak pihak yang berpendapat bahwa Ahmadinejad seorang diri bak sebuah media global yang sangat berpengaruh yang mampu memanfaatkan setiap tribun sebagai kesempatan emas dalam menyerukan tuntutan bangsa-bangsa tertindas dan dalam menjelaskan "fakta-fakta tabu" yang jarang sekali ada politisi dunia yang memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkannya.
(IRIB/21/9/2011)
Di AS, Ahmadinejad Pertanyakan Kotak Hitam 11 September
Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, bangsa-bangsa dunia punya pertanyaan atas peristiwa 11 September dan tidak puas dengan laporan-laporan yang diberikan. Ditambahkannya, perlu dibentuk sebuah tim investigasi independen untuk mempelajari dimensi peristiwa kontroversial itu.
"Di dalam Kotak Hitam 11 September ada sesuatu yang belum diungkap dan pemerintah Amerika Serikat mengkhawatirkan hal ini serta tidak ingin menjelaskannya kepada publik," ujar Ahmadinejad.
Presiden Iran dalam wawancara eksklusif dengan televisi NBC, Amerika, pada Selasa (20/9) menjelaskan beberapa pertanyaan seputar 11 September. Dikatakannya, "Dalam peringatan peristiwa itu beberapa waktu lalu, sejumlah warga Amerika berkumpul di Ground Zero dan memprotes klaim-klaim pemerintah Washington. Mereka menilai 11 Septermber sebagai peristiwa yang mencurigakan."
"Polling yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen warga negara itu, tidak puas dengan masalah tersebut," ujarnya.
"11 September merupakan sebuah peristiwa besar, yang merenggut nyawa 4 ribu manusia tak berdosa. Insiden itu juga telah menjadi alasan pendudukan dua negara lain dan lebih dari satu juta orang terbunuh. Apakah tidak pantas mengusut faktor-faktor terjadinya peristiwa sebesar itu, lalu memberi penjelasan kepada bangsa-bangsa dunia?," tanya Ahmadinejad penuh heran.
Lebih lanjut, Ahmadinejad menuturkan, "Apakah kita harus menerima mentah-mentah setiap laporan versi pemerintah Amerika tentang peristiwa itu?," Ditambahkannya, jika dampak 11 September hanya terbatas di wilayah Amerika, mungkin laporan Washington dapat diterima, namun peristiwa itu adalah sebuah isu internasional dan karenanya dua negara diinvasi dan keamanan kawasan dirampas."
"Jika laporan pemerintah Amerika benar, mengapa tidak mengizinkan sebuah tim independen juga melakukan investigasi atas peristiwa itu? Jika laporan itu benar, tentu saja tim independen juga akan mengkonfirmasikannya dan ini akan menguntungkan Amerika. Jika laporan itu keliru, hal ini juga akan menguntugkan Amerika dan mendorong mereka untuk memperbaiki kebijakan yang salah dan tidak lagi memperburuk citranya di tengah bangsa-bangsa," jelas Ahmadinejad.
Pada kesempatan itu, Ahmadinejad menuturkan, usulan Iran untuk memperbaiki kebijakan keliru Amerika pada tingkat internasional, tentu saja akan menguntungkan warga negara itu.
"Pesan kami adalah jangan sampai pemuda-pemuda Amerika tewas di medan tempur dan juga jangan membantai warga di kawasan. Uang rakyat Amerika harus digunakan untuk kesejahteraan mereka," tutupnya. (IRIB/RM/MZ/21/9/2011)
Ahmadinejad dalam pertemuan dengan para aktivis anti-perang Amerika dan para pemimpin di New York, mengatakan, "Negara di dunia telah menganggap pemerintah AS sebagai kekuatan tak terkalahkan selama 30 tahun terakhir, namun telah mencapai status di mana ia bahkan tidak bisa menyelesaikan masalah terkecil dalam negerinya."
Ia menambahkan bahwa para pejabat AS tidak bisa menemukan solusi tepat untuk masalah Palestina setelah lebih dari 60 tahun, demikian laporan kantor berita IRNA, Rabu (21/9).
"Hari ini, kekuatan hegemonik berbicara tentang kebebasan dan demokrasi ke negara-negara lain, tetapi mereka mengejar prinsip-prinsip tersebut dalam kerangka memanfaatkan bom dan senjata untuk melayani kepentingan kapitalis," tandasnya.
Ahmadinejad juga menyatakan bahwa kekuatan jahat tertentu menyerang negara-negara lain dan membunuh jutaan orang dalam upaya untuk mengisi kantong kapitalis dan melayani kepentingan mereka.
Pada awal pertemuan, para aktivis anti-perang Amerika menyatakan pandangan mereka tentang cara-cara untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas dan keamanan di dunia. (IRIB/RA/SL/21/9/2011)
Ahmadinejad menandaskan, fitrah, penyembahan terhadap Tuhan Yang Esa dan tuntutan keadilan bangsa-bangsa yang saat ini mulai bangkit serta misi mereka memperkokoh kebangkitan ini dan membersihkannya dari segala polusi termasuk dalam proses transformasi global yang tengah berkembang dewasa ini.
Hal ini disampaikan Ahmadinejad saat bertemu dengan menteri penasehat Nikaragua di sela-sela sidang Majelis Umum PBB ke 66 di New York. Dalam pertemuan tersebut Ahmadinejad menyinggung bahwa bangsa dunia tidak puas atas kondisi yang ada saat ini dan tengah mencari solusi baru serta membangun tatanan dunia yang baru pula.
Menurut Ahmadinejad, membangun tatanan dunia baru hanya dapat terwujud dengan ajaran Ilahi dan negara independen dunia mampu memainkan peran vital dalam menyebarkan ajaran Ilahi ini di tengah-tengah umat manusia. Presiden Iran menyebut PBB sebagai hasil karya manusia dan menandaskan, kita harus berusaha menjaga organisasi ini di jalan perdamaian dan persahabatan.
Ahmadinejad menambahkan, Iran dan Nikaragua tengah bergerak di jalan yang transparan dan di jalan seperti ini tidak ada kata kalah. Ia juga membenarkan bahwa hubungan kedua negara terus meningkat. "Iran tidak membatasi hubungan bilateralnya dengan Nikaragua di segala bidang," ungkap Ahmadinejad.
Sementara itu, menteri penasehat Nikaragua dalam pertemuan ini memuji ketegaran Ahmadinejad dalam menghadapi imperialisme dunia. Dikatakannya, dewasa ini banyak negara di dunia mendukung seratus persen sikap tegas Iran di isu-isu internasional.
Seraya mengisyaratkan bahwa kesadaran bangsa dunia menentang imperialisme telah bangkit, menteri penasehat Nikaragua mengatakan, negara-negara Amerika Latin dan Iran dapat berperan aktif di transformasi global. (IRIB/MF/22/9/2011)
Yaman yg Sunni dan Bahrain yg Syi'ah di hajar habis Wahabi dan Zionis....Oh Islam ku Bersatulah...
| Setelah Bahrain, Kini Saudi Kirim Tank dan Kendaraan Lapis Baja ke Yaman |
![]() |
Aktivis anti Ali Abdullah Saleh menandaskan, sejumlah tank dan kendaraan lapis bara militer Arab Saudi Ahad (19/9) memasuki wilayah Yaman guna membantu diktator Sanaa menumpas aksi demo damai rakyat. Media massa Yaman kemarin mengutip petinggi Arab Saudi melaporkan, Riyadh mengirim senjata dan kendaraan lapis baja kepada Sanaa untuk menumpas aksi demo damai rakyat negara ini. Laporan ini dirilis di saat pasukan pro Saleh tengah aktif membantai rakyat yang berdemo di Sanaa. Dalam satu hari saja dilaporkan sedikitnya 60 orang tewas akibat brutalitas pasukan pro Saleh. Sebelumnya Arab Saudi juga mengirim ratusan tank dan serdadunya ke Bahrain untuk membantu rezim al-Khalifa menumpas aksi demo rakyat Manama. (IRIB/Press TV/MF/20/9/2011) |
| Ali Abdullah Saleh Pun Tak Kenal Kasihan Terhadap Anak-anak |
![]() Menurut laporan televisi al-Alam Senin (19/9), berdasarkan data terbaru akibat serangan brutal pasukan keamanan Ali Abdullah Saleh terhadap para demosntran di Sanaa sekitar 20 pendemo tewas dan tiga di antaranya adalah tentara yang membelot. Di antara korban juga terdapat dua anak kecil. Angka korban tewas akibat brutalitas militer Yaman sejak hari Ahad hingga Senin tercatat 46 orang. Dua orang di Taiz kemarin juga dilaporkan tewas akibat terjangan peluru pasukan keamanan rezim Ali Abdullah Saleh. (IRIB/al-Alam/MF/20/9/2011) |
| Simpang Siur Kondisi Bani Walid dan Sirte di Libya |
![]() Bentrokan sengit di sejumlah titik di kota Sirte dan Bani Walid masih terus berlanjut. Sumber-sumber yang dekat dengan pasukan NTC dan loyalis Gaddafi saling berlomba melaporkan kemenangan kelompoknya. Demikian seperti dilaporkan IRNA mengutip media massa internasional. Televisi al-Arabiya mengutip sumber-sumber NTC melaporkan, pasukan dewan ini berhasil menguasai sejumlah wilayah kota Sirte, tempat kelahiran Gaddafi serta wilayah utara. Sementara itu, France 24 melaporkan bahwa salah satu wartawannya cidera di kota Sirte di tengah bentrokan kedua pihak. Sementara itu, televisi Aljazeera melaporkan, kehadiran warga sipil di Bani Walid membuat pasukan NTC berada dalam kesulitan. NTC mengharapkan warga segera meninggalkan kota, sehingga mereka mampu menyerang pasukan loyalis Gaddafi yang bersembunyi di rumah-rumah. Pasukan loyalis Gaddafi membangun benteng pertahanannya di kota Bani Walid dan melarang warga meninggalkan kota ini. Sejumlah laporan menyebutkan, warga yang berada di rumah mereka menjadi sasaran pasukan loyalis Gaddafi sehingga kondisi kota Bani Walid sangat mengenaskan. Aljazeera dalam laporannya mengisyaratkan pernyataan salah seorang komandan perang yang menyatakan sejumlah pasukan revolusioner cidera dalam bentrokan kali ini. Ia mengatakan, pasukan NTC berusaha menduduki wilayah pemukiman warga dan terkadang mencapai kemajuan berarti, namun mereka diberondong pasukan loyalis Gaddafi sehingga terpaksa mengundurkan diri. Di sisi lain, Aljazeera beberapa waktu lalu dalam laporannya menyebutkan, pasukan NTC berhasil menguasai bandara udara internasional Sebha yang terletak di selatan Tripoli. Kantor Berita AFP di laporannya menyebutkan, anggota komisi penyidik independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libya meminta NTC melakukan langkah-langkah penjagaan terhadap dokumen resmi dam arsip yang tinggalkan pasukan Gaddafi setelah kalah di Tripoli. Ia menyatakan kekhawatirannya atas pemusnahan dokumen terkait pemanfaatan pasukan bayaran, pelecehan seksual dan pelanggaran hak kaum imigran. Bentrokan sengit antara dua kubu di Libya berlangsung di saat media-media massa sepertinya lalai atas pemberitaan soal tempat persembunyian Gaddafi. Menurut para pengamat, Barat menerapkan kembali skenarionya seperti pada Osama bin Laden untuk Muammar Gaddafi. Sejumlah pemberitaan malah menyebutkan bahwa Perancis mengetahui dengan jelas tempat persembunyian Muammar Gaddafi, diktator Libya yang terguling. (IRIB/IRNA/MF/20/9/2011) |
| Elbaradei Kritik Liga Arab Sikapi Penderitaan Rakyat Yaman |
![]() Elbaradei mengkritik keras kebijakan Liga Arab dalam menyikapi transformasi di Yaman. Ia menekankan bahwa menyaksikan peristiwa yang berlangsung di Yaman dan ketidakpedulian Dunia Arab terhadap kejahatan di negara ini, kita menyadari bahwa secara bertahap nurani manusia kian tertutup. Mohammad Elbaradei adalah seorang politikus Mesir dan pernah menjabat sebagai dirjen IAEA serta pernah juga memenangkan hadiah nobel perdamaian. (IRIB/IRNA/MF/20/9/2011) |
| Kedubes Arab Saudi di Kairo Didemo Warga Mesir |
![]() Seperti dilaporkan al-Alam, para demonstran menuding pemerintah Mesir lalai menjaga kehormatan warganya di luar negeri. Mereka menuntut Dewan Tinggi Militer melakukan upaya pembebasan warga Mesir yang ditahan di Arab Saudi. Para demosntran selain membawa foto anak-anak mereka yang mendekam di penjara Arab Saudi juga membawa spanduk yang bertuliskan "Anak-anak kami mendekam di penjara dan disiksa, Apa yang diperbuat pemerintah Mesir, Mana Dewan Tinggi Militer ". Warga dalam statemennya meminta pemerintah Mesir dan Dewan Tinggi Militer secepatnya bertindak. Mereka juga menuntut Arab Saudi membebaskan anak-anak mereka, karena warga Mesir yang mendekam di penjara Riyadh tidak berdosa dan tanpa proses pengadilan dijebloskan ke penjara. Dalam statemen tersebut dijelaskan bahwa mereka telah mengirim surat ke kedubes Arab Saudi sejak enam bulan lalu dan meminta Raja Abdullah membebaskan anak-anak mereka, namun kedubes Saudi tidak menyampaikan surat tersebut kepada raja. Mereka menekankan bahwa sikap Arab Saudi menghina warga Mesir dan menginjak-injak konvensi internasional terkait memperlakukan para tersangka sebelum diadili dan terbukti kesalahan mereka. Mereka juga menilai penangkapan anak-anak mereka oleh pemerintah Saudi sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai Islam. Keluarga Mesir ini kepada Koran al-Misri al-Youm menyatakan bahwa mereka terpaksa menggelar aksi demo di depan kedubes Arab Saudi setelah delapan tahun masalah ini tidak ada tanggapan dari Riyadh. (IRIB/al-Alam/MF/20/9/2011) |
| Ahmadinejad: Hegemoni AS di Dunia Mulai Pudar |
![]() Berbicara di depan peserta Konferensi Internasiona Kebangkitan Islam di Tehran, Ahmadinejad menegaskan, negara-negara Islam tengah mencicipi gelombang kebangkitan dan semua pihak berusaha mencari pengganti sistem diktatorisme. Demikian seperti dilaporkan Press TV kemarin. Ia meminta negara-negara revolusioner mencegah kembalinya Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel ke pentas politik negara mereka. Ahmadinejad juga menandaskan bahwa sistem zalim yang menguasai dunia mulai runtuh dan hegemoni Amerika Serikat juga tak luput dari kondisi ini. Presiden Iran seraya mengkritik Barat karena membentuk rezim Israel juga menyebut Tel Aviv rezim ilegal. Menurutnya, rakyat yang cinta keadilan di dunia menentang Israel dan Amerika Serikat. (IRIB/Press TV/MF/20/9/2011) |
| Di Tehran, Presiden PDK Sebut Pidato Rahbar Umumkan Perang |
![]() Wartawan IRIB, Ahad malam (18/9/2011), berhasil menemui Sayuti di Hotel Evin, Tehran. Ir Sayuti yang baru pertama kali berkunjung ke Iran, merasa terhormat dapat menghadiri Konferensi Kebangkitan Islam yang digelar untuk pertama kalinya. Sayuti kepada wartawan IRIB mengatakan, "Ini adalah konferensi yang luar biasa sekali di tengah gejolak dunia, khususnya di Timur Tengah dan Afrika Utara." Ketika mengomentari pidato pembukaan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al Udzma Sayid Ali Khamenei, Presiden PDK mengatakan, "Pidato Ayatollah Ali Khamenei dalam acara pembukaan konferensi sama halnya mengumumkan perang kepada dunia." Dijelaskannya, Pemimpin Besar Iran secara jelas memberikan garis yang jelas dan mengingatkan kepada ummat Islam dan masyarakat independen supaya jangan percaya terhadap Pakta Pertahanan Atalantik Utara (NATO). "Biasanya, Ayatollah Ali Khamenei dalam pidato-pidatonya hanya mengecam AS dan Zionis Israel. Namun kali ini, beliau menyebutkan negara-negara lain seperti Inggris, Perancis dan Italia. Ini sama halnya dengan penentuan front, " kata Presiden PDK, Ir Sayuti Asyathri. Suyuti juga menambahkan, "Dalam pidato Ayatollah Ali Khamenei ditekankan soaldignity atau martabat." Menurut Sayuti dalam ulasannya, dignity dapat dijadikan sebagai tolok ukur kemungkinan kebangkitan rakyat. Ketika dignity semakin rendah, maka kemungkinan kebangkitan rakyat semakin besar. Ketika menjelaskan makna kebangkitan, Ir Sayuti mengulas, "Kebangkitan itu bisa diartikan dalam tiga tingkat. Pertama, tingkat civil society. Kedua, political society. Ketiga, state society. Kebangkitan di Timur Tengah dan Afrika Utara baru berada di tingkat civil society. Sedangkan Iran dengan Revolusi Islam-nya sudah mampu melewati tiga tahap itu dan sekarang berada dalam tingkat state society yang berhadapan langsung dengan arogansi dunia." Menurut Suyuti, Iran sengaja menggelar konferensi ini untuk menarik kebangkitan di Timur Tengah dan Afrika Utara ke level berikutnya. (IRIB/AR/19/9/2011) |
'' Mesjid Cheng Ho '' Banjarmasin di '' GUGAT '', Walikota Banjarmasin pun ''NGOTOT"
Team banjarkuumaibungasnya.blogspot.com- Menurut pantauan team banjarkuumaibungasnya.blogspot.com dapatkan, tadi malam atau tepatnya Jum'at malam tanggal 16 September 2011 / Malam Sabtu, telah digelar Rapat Rencana Pemugaran Pembuatan Mushola atau Langgar al Hinduan yang terletak di Jalan Sei Mesa atau tepatnya berada pada siring Jalan Piere Tendean. Ternyata rapat tersebut juga dihadiri para Habaib se Banjarmasin dan penduduk Sei Mesa beserta para tokoh masyarakat Sei Mesa dan anak-anak Pendiri ''Langgar Batu'' atau Mushola / Langgar al Hinduan, diantaranya dihadiri Tetuha masyarakat yang biasa di panggil Kai Zhali oleh penduduk sekitar atau nama lengkap beliau adalah Ghazali Abul Hasan yang merupakan Penasehat Pengurus Mushola/Langgar al Hinduan.
Ghazali A.H.
Menurut keterangan Ghazali A.H, bahwa rapat itu dilaksanakan, mengingat ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan Langgar / Mushola al Hinduan diganti menjadi Mesjid Cheng Ho yang merupakan rencana Pemko Banjarmasin dan PITI ( Persatuan Islam Thionghua Indonesia / Persatuan Iman Tauhid Indonesia ) Banjarmasin.
Ketika di konfirmasi ke Pihak PITI, bahwa memang dibenarkan dan bahkan sudah disetujui oleh masyarakat sekitar serta Walikota Banjarmasin, untuk pembangunan Mesjid Cheng Ho tersebut. Namun kata pihak PITI yang enggan disebut namanya tersebut dikatakan bahwa rencana itu sudah dirapatkan, namun untuk pembiayaan nya adalah dari Pihak ketiga bukan murni dari PITI semua, namun ketika ditanyakan lebih lanjut Pihak Ketiga itu siapa, Pihak PITI inipun kurang atau bahkan belum mengetahuinya, apalagi kata Pihak PITI tersebut, Pimpinan PITI Banjarmasin pun tidak terlalu merisaukan atau bahkan ingin mempercepat pembangunan tersebut, karena juga mesti menunggu dana dari Pihak Ketiga tersebut.
pemandangan disamping Langgar / Mushola al Hinduan
Berdasarkan penuturan Ghazali A.H. yang merupakan Penasehat Pengurus Mushola / Langgar al Hinduan tersebut, musola ini dibangun atas swadaya masyarakat yang merupakan kumpulan orang terpandang dan cukup kaya serta cukup berpengaruh di daerah Sei Mesa tersebut, baik dari kalangan Habib mapun Jaba (orang bukan Habib / Keturunan Rasulullah Muhammad SAW). Selain itu di tahun 1936, Langgar atau Mushola ini juga merupakan tempat Muktamar / Kongres PBNU Pertama diluar Pulau Jawa, artinya merupakan tempat yang mempunyai nilai sejarah juga.
Inti atau kesimpulan dari rapat di Mushola al Hinduan tadi malam tersebut ujar Ghazali mengeaskan bahwa '' Kami Warga Sei Mesa dan Habaib Se Kalimantan Selatan Keberatan atas akan didirikannya Mesjid Chengho di Lokasi tanah Langgar al Hinduan ". dan mengharapkan Walikota Banjarmasin atau Pihak yang terkait untuk menindak lanjutinya.
Sedangkan ketika team banjarkuumaibungasnya.blogspot.com tanyakan tentang status tanah dari Langgar / Mushola al Hinduan, Ghazali mengatakan bahwa statusnya adalah Sertifikat berstatus ''WAQAF", namun kata beliau sertifikat itu sudah diserahkan untuk diamanatkan ke Pihak PBNU Taufiqurrahaman, namun ketika dikonfiramasi Ghazali kepada Taufiq, ternyata sudah di serahkan ke Habib Faisal, namun masih belum diserahkan ke Ghazali A.H.
Yang jelas ujar Ghazali, selain Kami kerberatan atas pembangunan Masjid Chengho, juga para Habaib yang kumpul tadi malam akan segera mengkonfirmasi kepada Habib Faisal beserta Taufiqurrahman dari PBNU mengenai keberadaan Sertifikat Waqaf Mushola Al Hinduan tersebut. (KNY/17/9/2011/team banjarkuumaibungasnya.blogspot.com)
Masjid Cheng Ho di Samping Langgar Al Hinduan
BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Muhidin menyatakan akan tetap membangun Masjid Cheng Ho. Muhidin mengatakan, lokasi lahan untuk mendirikan masjid bernuansa Tionghoa tersebut tepat hanya beberapa meter di samping Langgar (musala) Al Hinduan. “Awalnya kami memang ingin membangun Masjid Cheng Ho tersebut di lahan yang kini berdiri Langgar Al Hinduan. Namun, karena Langgar Al Hinduan tersebut punya nilai historis, maka kami alihkan pembangunan Masjid Cheng Ho ke lahan yang lain. Tidak jauh kok, hanya hanya beberapa meter saja di samping Langgar Al Hinduan,” ungkap Muhidin kepada Radar Banjarmasin. |
Tokoh Hindu & Budha, Kristen & Islam : Negara Kaya Raya, Tapi Rakyatnya Sengsara !!!!




“RAKYAT INDONESIA BAK AYAM MATI KELAPARAN DI LUMBUNG PADI”
Ketua Vihara Kwan Im Papua Barat, Bhiksu Dwi Wirya menyatakan Tuhan telah menganugrahkan kepada bangsa Indonesia kekayaan alam yang berlimpah ruah. Namun ternyata hingga kini hal itu belum dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Ibarat pepatah, rakyat seperti ayam mati kelaparan di lumbung padi. Negara kaya-raya dan makmur, tapi rakyatnya sengsara. Ini tidak lepas dari soal moralitas para pemimpin. Sebagai kaum agamawan, kami merasa ikut bertanggungjawab untuk memperbaiki keadaan ini. Kami mengajak pemerintah melaksanakan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya,” kata Dwi Wirya dalam aksi hari kedua acara doa dan puasa bersama umat lintas agama keprihatinan di depan Istana, Jakarta, Kamis (15/9).
Tokoh Wanita Hindu Lampung Ni Made Setiasih menambahkan, saat ini para ibu rumah tangga mengalami stres karena beratnya beban hidup yang dialami. Ironisnya, kesejahteraan hanya dinikmati segelintir elit yang berkuasa. Doa dan puasa yang dilakukan seluruh umat beragama dimaksudkan agar hati para pemimpin terbuka dan mau mengubah keadaan.
Pesan yang sama juga disampaikan Ketua Sangha Mahayana Indonesia Biksu Guna Badra. Ia bahkan menitipkan pesan kepada SBY, bahwa sebagai pemegang mandat dari rakyat, dia bertanggungjawab atas keselamatan negara.
“Bumi pertiwi harus bersih dari orangorang yang tidak bermoral. Mereka adalah orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang merusak dan mencuri harta rakyat. Kami mengimbau semua tokoh agama untuk bersatu membersihkan negara,” ujar Guna.
Senada dengan itu, tokoh agama Katholik Pastur Kristo menyatakan, doa dan puasa adalah poses penyucian jiwa agar pemerintah beres dalam mengurus negara. Sebab, korupsi dan kebohongan yang terus-menerus dilakukan pemerintah, semuanya masuk kategori sebagai kejahatan. Sebagai orang beriman, saatnya kita membangun kekuatan bersama untuk penyucian diri agar terjadi perubahan yang mendasar.
Selain para tokoh agama yang kemarin, pada hari kedua ini juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jend. (Purn) Tyasno Sudarto. Bersama-sama tokoh agama lain, Tyasno memberikan penjelasan, bahwa Allah Yang Maha Kuasa telah mengaugerahkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia sebagai nikmat yang amat besar. Karenanya, sudah sepantasnya bila seluruh bangsa ini, termasuk para pemimpinnya, bersyukur. Allah berfirman, jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku. Tapi bila kamu ingkar, azab-Ku sangat pedih.
“Para rohaniawan dan purnawirawan prihatin, karena negara telah porak-poranda. Melalui doa dan puasa ini kami berharap Indonesia bisa bersih dari segala kekotoran, terutama bersih dari para pempinnya yang berperilaku tercela. Kami mohon kepada Allah agar segera terjadi perubahan agar cita-cita proklamasi tercapai. Saya tegaskan di sini, seluruh purnawirawan mendukug penuh aksi ini dan perubahan yang dicita-citakan,” ujar Tyasno.
Bersihkan Negara dari Pemimpin Pembohong!
Memasuki hari kedua acara doa dan puasa bersama umat lintas agama yang digelar di dekat Istana negara, akhirnya pihak Istana mengutus Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga datang ke lokasi aksi untuk melakukan pendekatan persuasif.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Karimiyah KH Ahmad Damanhuri menyatakan kini telah terjadi kebohongan dimana-mana. Untuk itu, rakyat harus bahu-membahu mengubah keadaan. Semua komponen masyarakat, baik itu rakyat, pedagang, pegawai, dan mahasiswa harus turun, jangan hanya mengandalkan para rohaniawan.
“Saya punya pesan khusus buat SBY dan jajarannya, kasihanlah rakyat, kasihanilah rakyat, kasihanilah rakyat. Ya Allah Yang Maha Berkuasa, bersihkan Negara kami dari pemimpin yang jahat, yang zalim dan yang pembohong,” ungkap Damanhuri.
Tokoh Hindu dari Bali Gus Indra Udayana mengatakan, dulu bangsa Indonesia berjuang melawan negara lain yang menjajah. Tapi kini lawan kita adalah penjajah dari dalam. Mereka adalah pemimpin yang tidak bermoral. Bagi mereka, politik hanyalah kekuasaan. Doa-doa yang mereka lakukan hanya sebagai simbol retorika dan pencitraan.
“Sekarang biaya pendidikan mahal. Tapi pemimpinnya tidak peduli. Secara ekonomi, masyarakat setiap hari terpaksa puasa. Tapi para pemimpin malah pesta tiap hari. Sementara itu, rakyat sulit berobat karena mahal. Parahnya, para pemimpinnya malah sakit jiwa. Kita harus mencari pemimpin yang bisa membawa rakyat dan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Gus Indra. GRESNEWS/kabarnet/16/9/2011






