Home , , , , � CNN:Barack Obama sebagai Presiden Perang.

CNN:Barack Obama sebagai Presiden Perang.

Amerika Tinjauan Dari Dalam (Kilas Balik 01)

Setahun lebih Barack Obama duduk di Gedung Putih namun sampai saat ini belum ada janji-janji kampanyenya yang terwujud. Transformasi selama satu ‎tahun terakhir membuktikan bahwa kondisi negara ini setelah berkuasanya Obama ‎malah kian parah. Selama satu tahun Obama menduduki Gedung Putih, tingkat ‎pengangguran di AS kian meningkat drastis. Saat ini tingkat pengangguran di AS ‎mencapai 10 persen. Padahal Obama dalam kampanyenya berjanji akan membuka ‎‎3,5 juta lapangan pekerjaan selama dua tahun. Di sektor keamanan dan militer, selama satu tahun ‎terakhir Obama telah menyalahi slogan kampanyenya. Ia memasuki Gedung Putih ‎dengan memanfaatkan sentimen anti-perang rakyat AS, namun selama satu tahun ‎ini ia telah menambah dua kali lipat jumlah pasukan negara ini di Afghanistan. ‎Tak hanya itu, kamp militer Guantanamo yang memunculkan skandal anti kemanusiaan juga sampai sekarang belum ditutup.

Tahun lalu, Presiden AS Barack Obama dalam sebuah kebijakannya memutuskan untuk mengirim pasukan ‎tambahan ke Afghanistan sebanyak 51 ribu tentara dalam dua tahap. Dengan ‎keputusan ini, maka jumlah tentara AS di Afghanistan sejak Obama menjadi ‎presiden, bertambah dua kali lipat. Rencananya hingga Juni tahun ini, tentara AS ‎bakal ditingkatkan menjadi 100 ribu pasukan. Lewat penambahan pasukannya itu, ‎Obama berjanji bisa mengalahkan milisi Taliban. Namun berbagai laporan ‎menunjukkan, pengiriman pasukan tambahan 21 ribu personil ke Afghanistan di ‎awal tahun 2009 ternyata tak banyak berpengaruh untuk menekan tingkat ‎kekerasan dan ketidakamanan di Afghanistan. Karena itu, sebagian besar ‎pengamat berkeyakinan, penambahan lagi 30 ribu pasukan baru tidak akan banyak ‎mengubah kondisi negara itu secara mendasar. ‎

Tentu saja, keputusan Obama itu menyulut silang pendapat yang tajam di dalam ‎negeri. Karena itu, untuk meredam penentangan itu, Obama segera menjanjikan ‎bakal menarik tentara AS secara bertahap mulai tahun 2011, jika kondisi ‎keamanan di Afghanistan mulai membaik. Namun janji Obama itu pun segera ‎ditampik sendiri oleh menteri pertahanan dan luar negeri AS. Mereka menafikan ‎segala bentuk rencana penarikan pasukan secara bertahap. Yang jelas, tahun ‎‎2009 yang semestinya diharapkan bisa menjadi momentum untuk mengakhiri ‎perang warisan George W Bush, ternyata justru berakhir dengan keputusan ‎Obama untuk memperuncing perang. ‎
Tahun lalu, AS mengalami defisit anggaran terbesar sepanjang sejarah. Dilaporkan bahwa AS di tahun pertama kepemimpinan Barack Obama mengalami defisit anggaran hingga 1,421 trilyun dolar. Angka ini sangat fantastis dan meliputi penurunan produksi nasional bruto sampai 10 persen. Menurut para pengamat kondisi ini adalah yang terparah bagi AS sejak Perang Dunia II. Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika tahun lalu mengumumkan bahwa nilai utang negara ini telah mencapai 12,31 trilyun dolar. Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika utang negara ini melebihi angka 12 trilyun dolar. Munculnya krisis luas finansial selama dua tahun lalu telah memaksa pemerintah Amerika mengambil langkah-langkah berbiaya tinggi guna menyegarkan kembali kondisi perekonomiannya. Akibatnya, utang negara semakin meroket.

Meningkatnya utang negara Amerika jelas punya dampak yang luas bahkan global. Karena di tahun-tahun terakhir nilai dolar semakin melemah bila dibandingkan dengan mata uang lainnya. Fenomena ini dipengaruhi melonjaknya utang negara ini dan defisit anggaran. Para partner dagang Amerika juga telah berkali-kali mengumumkan betapa proses yang tengah terjadi ini telah membahayakan ekspor dan cadangan devisa negara mereka.

Tahun lalu rancangan undang-undang reformasi sistem asuransi kesehatan yang diajukan Presiden Barack Obama telah disetujui Kongres. Namun, polemik besar yang ada seputar program ini telah mengganjal pelaksanaannya. Jika RUU reformasi sistem asuransi kesehatan usulan Obama ini lolos dan dilaksanakan, maka 30 juta rakyat AS bakal memperoleh jaminan kesehatan dari negara. Banyak kalangan menentang draf tersebut dan menyebutnya sebagai program yang hanya menghambur-hamburkan uang Negara di saat AS sedang meradang dalam krisis ekonomi. Kubu konservatif menilai program ini sebagai intervensi pemerintah dalam urusan ekonomi yang jelas bertentangan dengan asas pasar bebas. Padahal para pendukung draf itu menyebutnya sebagai program untuk menyantuni kelompok bawah dan golongan miskin.

Tahun lalu, Obama mencabut larangan riset dan penelitian sel induk atau stemcell yang selama delapan tahun diberlakukan di AS ketika George W Bush memimpin negara itu. Kubu Neo-Konservatif yang diwakili George W. Bush menganggap riset stemcell akan menghasilkan kehancuran bagi manusia. Sementara para pendukung riset stemcell meyakininya sebagai upaya yang membantu pengobatan berbagai jenis penyakit seperti alzeimer, parkinson bahkan kelumpuhan. Keputusan mencabut larangan riset stemcell adalah salah satu janji yang pernah disampaikan Obama dalam kampanye. Masalah ini adalah kebijakan sosial Obama yang sejajar dengan kebijakannya terkait aborsi dan keanggotaan kaum homoseksual di militer.

Tahun lalu, beberapa perusahaan besar otomobil di AS gulung tikar. Salah satunya adalah General Motors. Seiring dengan itu, sejumlah bank juga mengalami kekurangan likuiditas. Pada tahun pertama kepemimpinan Obama, tekanan ekonomi dari perusahaan-‎perusahaan raksasa di Wall Street merembes ke industri-industri kecil dan membuat ‎jutaan rakyat AS terpuruk. Bahkan ratifikasi beberapa program penggairahan ekonomi ‎tidak mampu mengatasi krisis yang dihadapi AS saat ini. Pemerintahan Obama ‎bahkan pernah mengucurkan suntikan dana 787 miliar dolar untuk menggairahkan ‎ekonomi, akan tetapi upaya ini lagi-lagi tidak bisa memenuhi tuntutan rakyat AS.‎

Tahun lalu, Barack Obama dinobatkan sebagai pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2009. Upacara pemberian penghargaan Nobel kepada ‎Obama disambut kritikan luas di seluruh dunia. Ribuan ‎pengunjuk rasa di Oslo melakukan demonstrasi di tempat ‎penyerahan Nobel Perdamaian kepada Barack Obama dan depan hotel ‎tempatnya menginap. Mereka menuntut Obama agar melaksanakan komitmennya ‎terkait Hadiah Nobel Perdamaian. Para pengunjuk rasa yang mayoritas orang ‎Norwegia, tempat Obama menerima Nobel, juga menuntut Presiden AS supaya mengakhiri perang Afganistan, mengontrol perdagangan ‎senjata, menghapus senjata nuklir dan menghentikan pembangunan permukiman ‎Zionis di Palestina.‎

Sejak Barack Obama menginjakkan kakinya di Gedung Putih bulan Januari lalu, ‎perang di Afganistan dan Pakistan memasuki masa-masa puncaknya. 9 hari ‎sebelum lawatan Obama ke Oslo dalam rangka menerima penghargaan Hadiah Nobel ‎Perdamaian, ia memerintahkan pengiriman 30 ribu pasukan baru ke Afganistan. Namun yang terjadi justeru sebaliknya. Bahkan Televisi CNN dalam laporannya ‎menyebut Barack Obama sebagai Presiden Perang. CNN menilai Obama tidak ‎layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

sumber:Irib



0 comments to "CNN:Barack Obama sebagai Presiden Perang."

Leave a comment