Permohonan Maaf untuk Tehran, dari Yaman
Oleh: Nabil Abdul Wasi’a Mohsen
Bentrokan senjata yang terjadi di provinsi Saada antara pasukan keamanan Yaman dan pejuang Al-Houthi, berlangsung secara sporadis dan tak menentu. Secara teori, kata perang juga mengalami tahap kritis antara pejuang Al-Houthi dan pasukan Saudi.
Mengingat hal itu, rezim Yaman terlibat dalam perjanjian keamanan dengan beberapa rezim Teluk Arab di wilayah ini. Kata rezim-rezim ini berlawanan dengan Republik Islam Iran dalam upaya untuk menenangkan arogansi negara dunia, di bawah naungan Amerika Serikat.
Dalam semua hal ini, rezim Sanaa menuduh Iran mendukung pejuang Al-Houthi dengan memasok senjata dan uang. Ini adalah langkah aneh dan tidak logis yang diambil oleh Sanaa untuk membenarkan ketidakmampuan dan ketidakberdayaan dalam perang melawan pejuang Al-Houthi. Namun, menurut juru bicara resmi pemerintahan Yaman, tuduhan itu tidak berdasar dan tanpa bukti. Bahkan, beberapa negara terutama Amerika Serikat, meminta Yaman untuk memberikan bukti keterlibatan Tehran dalam perang ini.
Rezim di Sanaa berusaha menutupi kejahatan melawan kemanusiaan yang dilakukan tentara militernya dalam konflik melawan orang tak bersalah dan khususnya anak kecil. Hal ini merangsang opini publik dunia yang dengan sewenang-wenang melancarkan tuduhan tidak benar terhadap Republik Islam Iran sebagai upaya menyenangkan negara-negara Teluk, khususnya Saudi, yang secara finansial mendukung rezim Sanaa dalam perang melawan kelompok Al-Houthi.
Sungguh kasihan ketika Kongres Rakyat Umum, partai Presiden (Saleh), mendukung posisi publik, melalui demonstrasi yang dilakukan di Sanaa, dan diatur oleh Partai Kongres. Orang-orang dalam demonstrasi menuntut pemutusan hubungan dan mengusir duta besar Iran untuk Sanaa dan juga penutupan Kedutaan Besar RII.
Dalam sebuah langkah lain yang aneh, rezim di Sanaa juga menuduh negara Arab lain khususnya Jamahiriah Arab Libia. Sanaa menuduh Libia karena mendukung pejuang Al-Houthi, khususnya setelah kedatangan salah seorang diplomat Libia ke provinsi Saada. Ini juga tuduhan tambahan yang tak berdasar, karena pemerintah Yaman tidak memiliki bukti keterlibatan Libia dalam perang.
Tidak mengherankan, rezim Presiden (Saleh) mengucapkan kata-kata basi dan bodoh, khususnya ketika politikus internasional menganggap rezim ini adalah perpanjangan diktator Saddam (Partai Baath) yang sering menuduh negara yang melawannya.
Hari ini, rezim Yaman sekali lagi mencoba untuk membenarkan ketidakmampuannya untuk menyelesaikan masalah politik dan ekonomi Yaman. Masalah yang datang akibat posisi yang absurd dan kebijakan yang salah yang melibatkan Yaman dalam beberapa konflik dan masalah internal, yang akhirnya menghancurkan ekonomi nasional. Oleh karena itu, rezim Yaman menuduh Iran mendukung daerah selatan yang aman. Saat ini, rangkaian demonstrasi dan bentrokan senjata terjadi di selatan menyerukan pemisahan utara dan selatan, mengakhiri persatuan Yaman. Perlu dicatat bahwa orang-orang selatan dipaksa untuk menerima persatuan, dan akhirnya kehilangan seluruh hak politik dan sipil setelah perang tahun 1994.
Memalukan bahwa rezim Yaman, meski tidak memiliki bukti tentang Tehran, sekali lagi melancarkan tuduhan tak berdasar. Memalukan lagi, politikus moderat Yaman dan masyarakat Yaman, yang menghormati, mencintai dan menghargai kepemimpinan Iran, juga memalukan.
Tampaknya rezim di Sanaa ingin menyenangkan Saudi dengan meluncurkan tuduhan palsu dengan harapan meraih dukungan Teluk. Apa yang bisa lebih baik daripada mayat dan orang-orang miskin yang menjadi korban ketidakadilan, penindasan dan kekejaman yang disebabkan kediktatoran Baath Saddam, yang akan mengalami kehancuran (insya Allah) di masa depan!
Karena itu, kita hanya bisa meminta maaf kepada Pemimpin Iran karena tuduhan palsu yang rezim ini terus lancarkan melawan rezim Islam Iran. Kita juga menyesali serangan yang dilancarkan media pemerintahan dengan menyebarkan kebohongan. Seluruh rakyat yang jujur, baik di utara maupun selatan Yaman, menghargai posisi kuat Iran mengenai isu penting negara Islam yang sudah dikenal setiap pribadi muslim. Karena, orang-orang jujur itu tidak memiliki absurditas rezim Sanaa yang menuduh Republik Islam Iran.
sumber:http://ejajufri.wordpress.com/
0 comments to "Maaf..."