
Obama tidak berbeda dengan presiden-presiden AS sebelumnya yang selalu didemo dan kunjungannya ke berbagai negara diprotes masyarakat luas. Rakyat di berbagai pelosok dunia memang menaruh kebencian yang tak tertutupi terhadap AS. Tahun lalu ketika Obama pertama kali menjejakkan kaki ke Gedung Putih tumbuh harapan di tengah masyarakat dunia akan kemungkinan terjadinya perubahan dalam kebijakan AS. Dunia sudah muak akan kemunafikan AS dalam semua hal. Opini umum juga tidak bisa lagi menolerir kepongahan dan kewenang-wenangan Washington. Karena itu, keberhasilan Obama memenangi pemilu di AS dengan slogan perubahan diapresiasi secara luas oleh masyarakat internasional. Dunia mengharapkan AS segera mengakhiri perang Irak dan Afganistan, menutup kamp Guantanamo, dan tidak lagi mendukung rezim Zionis Israel secara membabi-buta.
Setahun lebih telah berlalu dari hari saat Obama mengucapkan sumpah jabatan yang disaksikan secara langsung oleh milyaran pemirsa di seluruh dunia. Namun tak ada perubahan berarti yang terjadi. Obama ternyata tak berbeda dengan George W Bush, presiden bergaya koboi asal Texas. Baru beberapa bulan memimpin, Obama mengeluarkan instruksi penambahan jumlah tentara di Afganistan. Gedung Putih saat ini juga tetap solid mendukung Israel, rezim ilegal Zionis yang tak mengenal kemanusiaan.
Tak heran jika di Indonesia kebencian warga muslim Indonesia terhadap AS kini tertuju kepada Presiden AS itu. Indonesia adalah negara Muslim dengan jumlah penduduk yang terbesar di antara negara-negara Muslim lainnya. Jika sebelum ini, warga Indonesia punya pandangan positif kepada Obama yang pernah tinggal dan bersekolah di Jakarta, kini pandangan itu telah berubah. AS sendiri sebenarnya punya kepentingan besar di Indonesia. Dengan membesar-besarkan kisah masa kecil Obama yang bersekolah di SDN 1 Menteng Jakarta, AS berusaha mengambil hati Indonesia, negeri yang dihormati oleh negara-negara Islam.
Mengenai penolakan massa terhadap kunjungan Obama ke Indonesia, Menko Polhukam, Djoko Suyanto, menyatakan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Gedung Putih di Amerika Serikat (AS) dan mengabarkan, jika ada demonstrasi menentang kedatangan Presiden AS Barack Obama di Indonesia, itu merupakan hal biasa.
0 comments to "Obama terbaik dari yang terbaik..???"