
Rezim Zionis Israel
Netanyahu dalam sebuah pertemuan rahasia beberapa bulan lalu mengatakan akan menghapus ciri Baitul Maqdis selama enam bulan kedepan. Kini, PM Israel ini serius mewujudkan ambisinya menguasai Baitul Maqdis dengan merancang proyek khusus. Pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan dan Baitul Maqdis timur serta aneksasi tempat-tempat suci umat Islam di al-Khalil dan Bethlehem menunjukan tingginya intensitas pembangunan proyek ilegal rezim Zionis di wilayah Palestina. Namun, di antara proyek ambisius kabinet ekstrim Netanyahu yang menyulut kontroversi adalah penghancuran masjid al-Aqsha dan penempatan zionis di distrik baru. Bersamaan dengan lawatan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, Netanyahu baru-baru ini mengumumkan pembangunan 1.600 unit rumah baru Zionis di Baitul Maqdis timur.
Selama 42 tahun Rezim Zionis menduduki wilayah Palestina, Israel senantiasa membangun distrik baru Zionis di wilayah ini, sehingga menutup seluruh jalan penerapan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai Baitul Maqdis, Tepi Barat dan wilayah Palestina lainnya. Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB no.242 dan 338, Israel tidak diizinkan menguasai dan membangun di wilayah Palestina dan Quds. Dengan demikian, para pejabat teras rezim Zionis selama empat dekade terakhir terus membangun permukiman Zionis dan menempatkan ratusan ribu Zionis di distrik tersebut untuk mengubah demografi Palestina demi kepentingannya.
Selama 42 tahun, publik internasional hanya bungkam menyaksikan brutalitas rezim Zionis di wilayah Palestina pasca perang 1967. Sikap pasif ini justru membuat pejabat Tel Aviv terutama Netanyahu semakin congkak. Kini, Netanyahu hendak mengatakan kepada dunia bahwa saat ini distrik-distrik Zionis telah berdiri dan berkembang, karena pembangunannya dimulai sejak 42 tahun silam.(irib)
0 comments to "Zionis bangun rumah di tanah Palestina???"