Oleh: Dr Saifuddin MAg*
PERHELATAN akbar Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-10 berlangsung di Banjarmasin, pada 1-4 November 2010. Konferensi internasional itu menghadirkan para pakar kajian keislaman dan keindonesian dari berbagai negara.
Tema yang diusung cukup menarik, Reinventing Indonesian Islam (Menemukan Kembali Islam Nusantara). Penemuan identitas Islam Nusantara, meliputi akar sejarah, pergulatan identitas, kontinuitas dan perubahan menjadi salah satu topik utama yang dibicarakan selain dialektika Islam dan pluralitas budaya di kawasan Asia Tenggara.
Sejarah kedatangan Islam di wilayah Nusantara telah menjadi perdebatan panjang di kalangan para ahli, terutama menyangkut awal kedatangannya, tempat asal dan pembawanya.
Mengenai awal kedatangan Islam di Nusantara, setidaknya muncul dua teori. Pertama, teori yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 H/13 M. Pendapat itu antara lain bertolak dari laporan Marcopolo yang berkunjung ke wilayah Nusantara pada abad 13 M dan menegaskan adanya Kesultanan Islam Samudra Pasai.
Argumen pendukung lainnya, Islam masuk ke wilayah Nusantara setelah jatuhnya Baghdad pada 656 H/1258 M ketika banyak ulama berhijrah ke timur sebagai pelarian dari ancaman pembantaian Mongol.
Masyarakat Islam ada di wilayah Nusantara setelah kedatangan tasawuf pada abad ke-7 H. Itu diperkuat oleh Johns yang menyebutkan bahwa keberadaan para sufi dapat mempersatukan umat Islam setelah jatuhnya Baghdad untuk bangkit melaksanakan dakwah dan menyebarkan Islam. Mereka bermigrasi melewati batas negeri sendiri ke berbagai negeri lainnya membawa ajaran Islam.
Kedua, teori yang menyatakan bahwa Islam datang ke Nusantara pada abad ke-1 H/7 M. Pendapat itu antara lain didasarkan pada catatan resmi dan jurnal China pada periode Dinasti Tang 618 M yang secara eksplisit menegaskan bahwa Islam sudah masuk ke wilayah Timur Jauh, yakni China dan sekitarnya, termasuk Nusantara, pada abad I H.
Ada juga laporan Cina yang menegaskan keputusan bangsa Arab mengirim utusan kepada Kerajaan Jawa. Dalam laporan itu terdapat isyarat tentang Kerajaan Ho Long yang berdiri di salah satu pulau di Laut China Selatan. Kerajaan tersebut mengirim utusan pada 640 M, 666 M, dan 674 M.
Bukti lainnya adalah peninggalan Islam di Nusantara. Di Desa Leran, Gresik, misalnya, ditemukan sebuah makam yang bertuliskan huruf Arab dengan angka tahun 431 H/1039 M.
Menyangkut kedatangan Islam, ada yang menyatakan Islam dibawa dari Arabia, terutama Hadhramaut. Ada juga yang bilang dari Gujarat dan Malabar dan Sebagian lainnya menyebut dari Persia.
Siapa yang membawa Islam ke Nusantara juga terjadi silang pendapat. Ada yang menyebutkan penyebar Islam di Nusantara adalah pedagang muslim.
Ada juga yang menyebutkan Islam dibawa oleh para sufi, pengembara yang melakukan syiar Islam di Nusantara. Mereka berhasil mengislamkan jumlah besar penduduk Nusantara setidaknya sejak abad ke-13 M.
Islam Nusantara dapat dipandang sebagai sebuah entitas karena memiliki karakter yang khas karena perbedaan sejarah, latar belakang geografis, dan budaya yang dipijaknya.
Secara umum, karakteristik Islam Nusantara lebih moderat, toleran, dan akomodatif karena masuk ke Nusantara melalui cara damai, tidak dengan kekuatan senjata.
Di samping itu, para pembawa Islam ke Nusantara umumnya para sufi yang lebih toleran dan akomodatif terhadap komunitas lain dan praktik keagamaan lokal. Watak semacam itu juga tercermin pada strategi dakwah wali songo yang lebih mengedepankan cara persuasi, adaptasi, dan akomodasi, bukan lewat jalan konfrontasi.
Selain corak tasawufnya yang kental, Islam yang masuk ke Nusantara umumnya juga mengikuti aliran ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja). Aswaja merupakan paham paling moderat di antara aliran Islam yang ada. Paham Aswaja yang dikembangkan di Nusantara memiliki beberapa karakteristik, seperti tawasuth dan itidal (moderat dan berlaku adil), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang).
Wajah Islam Nusantara yang ramah, moderat, dan toleran jelas masih terus menjadi pemadangan hingga kini. Namun, belakangaan eksistensinya mulai mendapatkan tantangan dengan hadirnya Islam radikal dari Timur Tengah.
Tradisi kenusantaraan pun makin pudar. Nuansa Timur Tengah yang dipaksakan, ditambah lagi upaya mereka membawa konflik di Timur Tengah ke kawasan ini, memicu berbagai ketegangan, bahkan konflik di kalangan pengikut Islam sendiri dan dengan penguasa setempat.
Hal ini terjadi ketika Islam yang baru datang mengubah strategi dakwah para wali dan sufi, sehingga kehilangan kemampuan beradaptasi. Padahal, strategi dakwah yang dijalankan para wali dan sufi selama ini lebih menekankan pada harmoni dan adaptasi, bukan konfrontasi, sehingga Islam mudah diterima dan menjadi bagian tak terpisahkan dari komunitas muslim Nusantara.
Kehadiran Islam radikal ke Nusantara telah menampilkan dua sisi wajah Islam, yakni Islam yang ramah, moderat, dan toleran dengan Islam yang kaku, ektrem, dan intoleran.
Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, kelompok Islam radikal itu memiliki semangat, loyalitas, dan militansi tinggi yang tidak dimiliki oleh kaum muslim mayoritas.
Akhirnya masa depan Islam di negeri ini amat tergantung pada dialektika antara Islam moderat yang dianut mayoritas penduduk Nusantara dengan Islam radikal.
*Dosen IAIN Antasari Banjarmasin
Tujuan Agama untuk apa???

TALFIQ MADZHAB ALTERNATIF ZAMAN KINI
Assalamu álaikum wr wb,
Dalam Islam dikenal ada 5 mazhab besar yg kesemuanya dinyatakan benar dan boleh diikuti oleh kaum Muslimin, setidaknya itulah pendapat jumhur ulama' saat ini, mazhab-mazhab tsb adalah : Syiah imamiyah itsna asyriyah, Maliki, Hanafi, Syafií dan Hambali nama itu diambil dari nama penganjurnya atau imam nya.
Syiah imamiah itsna asyariayah biasa disebut dg madzhab Syiáh saja sedangkan yang empat yaitu Maliki, Hanafi, Syafií dan Hambali biasa disebut mazhab Ahlu Sunnah wal jamaáh atau Sunni saja.
Logikanya begini kalau semuanya dinyatakan benar, berarti berloncatan dari satu kebenaran kepada kebenaran yg lain itu juga benar..! Dengan demikian bagi anda yang bermazhab Syiah sebenarnya sudah tidak perlu ragu-ragu lagi menyantap ikan cumi-cumi , kerang atau rajungan yang lezat itu, anda bisa ambil pendapat mayoritas Ahlu sunnah dalam masalah ini yang menghalalkanya, sekedar informasi bagi kaum sunni yang belum mengetahui bahwa syiáh adalah satu-satunya mazhab dalam Islam yang mengharamkan semua jenis ikan baik laut maupun non laut yang tidak bersisik seperti kerang, cumi-cumi, kepiting dll.
Kemudian bagi anda yang Sunni juga tidak perlu ragu-ragu lagi untuk menjamak shalatnya, yaitu dzuhur dengan asar dalam satu waktu, kemudian maghrib dg isya' dalam satu waktu, baik ada udzur maupun tidak, sebab syi'ah imamiyah memperbolehkan hal ini dengan hujjah yang sangat kuat maka anda bisa ambil pendapat yang baik ini, bahkan di Syiáh andapun bisa berwudhu hanya dengan segelas air, inilah cara beragama saat ini yang paling rasional dan pragmatis serta practicable, tidak menyusahkan siapapun. Mazhab kaum muslimin Indonesia kebanyakan adalah Syafií , kosekwensinya kalau berwudhu kemudian menyentuh seseorang yang bukan murimnya menjadi batal, lalu bagaimana kalau mereka melakukan ibadah hajji dimana di sana tentu saling menyentuh bahkan saling dorong-mendorong, akankah mereka berwudhu-berkali kali,..? tentu saja tidak..! anda saat itu disuruh pindah ke mazhab maliki yang memperbolehkan bersentuhan laki-laki dg wanita tanpa membatalkan wudhu, syiáhpun juga memperbolehkan hal ini. Ini sebenarnya yg disebut dengan talfiq yaitu mencampur satu atau lebih pendapat lalu mengambil yang termudah buat kita.
Mengapa hanya pada ibadah hajji saja seseorang diperbolehkan melakukan talfiq sedangkan diluar hajji tidak.? Kemudian siapa yang melarang hal ini..? Membelenggu diri sendiri dengan mengikatkan diri pada satu mazhab fiqih adalah cara yang paling popular untuk menjadi susah dalam beribadah kepada Allah.
Apakah dengan kita mempersulit diri sendiri itu kita mendapat pahala ekstra dari Allah swt..? ataukah justru Allah swt tidak menghendakinya.? Coba kita simak apa kata Allah swt mengenai hal ini..?
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Kemudian dalam ayat yang lain :
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al Hajj: 78)
Rasulullah saw bersabda :
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan.”(HR. Bukhari no. 39)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam juga menasehati para sahabat yang ingin menghardik seorang Arab Badui,
فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ ، وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِينَ
“Sesungguhnya kalian diutus untuk mendatangkan kemudahan. Kalian bukanlah diutus untuk mendatangkan kesulitan.” (HR. Bukhari no. 6128)
Dalam hadist yang terkenal lain :
يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا ، وَبَشِّرُوا وَلاَ تُنَفِّرُوا
“Berilah kemudahan, janganlah membuat sulit. Berilah kabar gembira, janganlah membuat orang lari.” (HR. Bukhari no. 69)
Dengan demikian sudah tidak ada lagi alasan untuk bersusah-susah mengikatkan diri pada satu mazhab tertentu dengan tidak mau mengambil mazhab yang lain karena bukan mazhabnya. Allah dan rasulnya tidak memerintahkan hal yang demikian itu, bahkan tidak menganjurkan serta tidak meridhoinya lalu kepada siapa kita beribadah..? Mungkin ada yang ingin mengatakan kalau begitu berarti menggampangkan agama..! jawabanya adalah :”Agama itu gampang mengapa harus dipersulit..? jangan dibalik kalau bisa dibuat susah mengapa harus dipermudah..? ini logika sesat yang harus dihindari dari otak kaum Muslimin.
lalu apa manfaatnya manusia suka mempersulit diri sendiri..? agar dapat pahala lebih..? semakin sulit semakin besar pahalanya..? mana dalilnya..? Dengan demikian wahai saudara-saudaraku sekalian marilah kita semua beragama secara mudah dan lagi praktis.. selamat bertalfiq..!
sumber:Zen Aljufri/http://www.facebook.com/notes/zen-aljufri/talfiq-madzhab-alternatif-zaman-kini/450733061770
Berbagai Komentar :
- Pencerah Hati dan 11 orang lainnya menyukai ini.
- Khairun Fajri AriefYang harus kita diskusikan lebih lanjut adalah: Setiap mazhab, dengan setiap argumen hukumnya, berawal dari titik berangkat yang berbeda-beda. Dengan demikian, output fikih tiap mazhab adalah buah dari asumsi-asumsi fikih yang berbeda pula.... Mengambil secara acak bagian-bagian tertentu dari tiap mazhab,adalah sama dengan mengabaikan Asumsi utama yang mendasari munculnya sebuah pendapat hukum tertentu.
Dengan kata, kita tidak mungkin melakukan Talfiq tersebut tanpa beresiko lebih dulu mereduksi Syariah hanya sebatas Output Fikih dan akhirnya mengabaikan aspek Metodologis suatu Mazhab yang sebetulnya juga tidak kalah penting .Kalaupun dalam hal ini Input Fikih juga mau diungkap (Disclose), maka yang terjadi adalah jebakan literalisme ala wahabbi yang mensyaratkan validitas suatu Legal Responsum hanya berdasar ada atau tidaknya Dalil-dalil yang melegitimasi suatu Fatwa.
Mohon saya dicerahkan..:)Lihat Selengkapnya20 jam yang lalu · · 4 orang4 orang menyukai ini. - Zen Aljufri@ Khairul FA , Abu naqib, Pak Maman , Gus Imam : Syukkran atas komennya, dan P. Maman silahkan kalau mau di share dimana saja.
@ Khairul FA : Pertanyaan yang bagus..! Perlu diketahui tidak banyak orang yang bisa masuk dalam dapur para fuq...aha’ tersebut dalam meracik hukum-hukum figihnya, kebanyakan hanya melihat menu yang jadi yang telah disodorkan, beberapa orang salafi yang coba-coba masuk untuk mengetahui bagaimana para mujtahid berijtihad dalam mengistinbathkan hukum ternyata mereka juga taqlid juga dg shohibul jurh wata’dil. Jadi dalam hal ini kita cukup mengetahui hasil hasil ijtihadnya saja bukan istidlalnya, kalau mau juga boleh dan itu lebih bagus kalau tidak, namanya juga muqallid sama sekali tidak dituntut untuk demikian itu.Lihat Selengkapnya19 jam yang lalu · · 2 orangMemuat... - Geisz Chalifah Zen, dalam praktek sehari hari saya melakukan yang spt ini. Tidak terikat pada kekakuan mazhab membuat ibadah lebih mudah dan tidak mempersulit diri. :-)19 jam yang lalu · · 2 orangMemuat...
- Zen Aljufri @ Geisz : Barakallahu fiik..!! dan efek positifnya ibadah jadi sesuatu yang menyenangkan bukan beban..!18 jam yang lalu ·
- Syafiq BasriYang mempersulit diri (atau orang lain), jangan-jangan karena ada benih 'kesombongan' dalam hati ya? Sehingga ketika diberikan kemudahan tidak puasa dalam keadaan musafir, eeeh, tetap saja 'maksa' berpuasa, padahal situasinya sulit (di Luar... Negeri, misalnya). Pdahal kalau dia mengikuti Sunni, dia boleh tidak puasa. Kalau turuti Syiah, malah puasanya tetap dianggap tidak sah (dan harus membayarnya). Mau ikut mana dong? he3..
~ Thought provoking article, Pak Zen! Syukran...Lihat Selengkapnya18 jam yang lalu · · 1 orangMemuat... - Retno Pembayun @geisz: dzikir QOLBU tidak memerlukan rasa menggolonh pd mazhab apapun, partai politik apapun, golongan apapun..yg ada hanya hubungan vertikal langsung dgn PENCIPTA diri ini..apapun sebutan lidah manusia bagi-Nya JIKA paham Kesemestaan-Nya.KIRANYA AJA LOH18 jam yang lalu ·
- Zen Aljufri @ Syafiq: Benar bib saya pikir banyak orang yang ngeyel seperti itu, contoh safar dari Solo ke Jkt di bulan puasa yang sebaiknya di batalkan puasanya ( ittifaq semua mazhab) malah dia merasa kuat , padahal dalam beberapa hadist Sunni ini adalah sodaqah Allah kepada makhluknya tidak boleh ditampik, bukan masalah kuat tidaknya. sykkran tambahanya.18 jam yang lalu ·
- عبدالرحمن شهابBertalfiq, terutama buat orang awam yang mengetahui ilmu agamanya dari Gramedia dan ebook sangatlah berbahaya, tidak berdasar dan tidak terbimbing, dan para santri (khususnya Ba'alawiyy) harus menjadi yang paling depan dalam menjelaskan ini..., Talfiq memiliki koridor2 khusus, tidak sembarangan, tidak asal hantam, harus melalui kaidah2 tersendiri, seperti contoh di atas, taqlidnya kita ke madzhab Maliki saat menunaikan ibadah haji. Itulah koridor yang dimaksud, karena apabila TIDAK sedang dalam kondisi beribadah haji, maka tidak ada alasan untuk melakukan talfiq. Wallaahil 'Adziim ane minta maaf sebelumnya, ane nggak bermaksud menggurui apelagi menyuruh antum, biar bagaimana pun antum kakak ane, ini sekedar urun saran dari seorang yang fakir akan ilmu, mohon dikoreksi apabila salah. Karena yang ane takutkan apabila ini dijadikan pedoman secara sembarangan, maka tidak tertutup kemungkinan seseorang ikut Syi'ah dalam shalat dan bab nikah, ikut madzhab Maliki dalam haji dan bab wudlu, ikut wahabiyy dalam maulid, dan bab jenazah, dll. Wa satu hal lagi, apabila Syi'ah memang ditetapkan sebagai madzhab, maka Wahabiyy, Ahmadiyyah, pun madzhab. Padahal mereka bukanlah buah dari Imam Mujtahid, mereka adalah anomali dalam Islam, yang bahkan Imamnya tidak memiliki kapasitas sebagai mufti sekali pun. Billaahi Al Tawfiq wa Al 'Inaayah... Lihat Selengkapnya18 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
- Imam P Hartono FullAfwan Bib, Saya sependapat dengan pendapat yang mangatakan bahwa bermazhab itu tidak harus konsisten, Saya lebih setuju istilah Kang Jalal, "Dahulukan ahlak di atas fiqih". Karena kalau kita kembali ke fiqih, pasti akan ada perbedaan, tapi ...kalau kita kembalikan ke nilai2 ahlak, semua mazhab sepakat.
Atau ibarat dunia software, kira-kira adanya mazhab fiqih sama dengan keberadaan sistem operasi pada Notebook/PC yang kita kenal dewasa ini. Misalnya, ada yang menggunakan microsof Windows, ada yang menggunakan Apple Machintos, bahkan ada yang menggunakan Linux yang freeware.
Semuanya berguna buat kita sebagai sistem operasi PC, di mana masing-masing punya kelebihan sekaligus kekurangan. Kalau dalam satu Notebook terdapat beberapa sistem operasi, bukan berarti di dalamnya telah terjadi perpecahan atau peperangan. Dan meski berbeda sistem operasi, masing-masing Notebook/PC tetap bisa terkoneksi dalam satu jaringan.
Dalam praktek saya tidak konsisten pakai Micriosoft Windows, karena akan lebih merepotkan. Kalau buat spreadsheet, saya lebih pede pakai microsoft windows karena lebih familiar, kalau untuk video dan images saya lebih suka pakai system-nya Macintosh. Keduanya memang lebih ideal jika ada dalam satu Notebook/PC.
Saya kira di fiqih juga demikian, kita mixed saja sesuai dengan keyakinan kita dan yang paling ringan buat kita, supaya beribadah lebih enjoy atau bahasa Agamanya "khusyu'". WallahuaalamLihat Selengkapnya18 jam yang lalu · · 1 orangMemuat... - Geisz ChalifahRetno, Beragama buat saya adalah kebajikan, jadi jangankan zhikir, ibadah ritual lainnyapun menurut saya tidak memiliki nilai signifikan bila tidak memiliki aplikasi dgn situasi sosial disekelilingnya. Oleh karena itu kalau saya ditanya ap...a mazhab saya, maka saya menjawab "Mazhab Sosial." dengan begitu saya melihat semua muslim dari sisi kemanusiannya bukan dari apa mazhabnya. :-)
Saya bisa bercanda dgn teman2 yang bermazhab Syiah seakrab dgn teman2 saya di Al Irsyad.:-)
Beberapa waktu lalu seorang teman yang bermazhab Syiah mengundang saya acara khinatan anaknya dirumahnya. kami sedang ngobrol dan bercanda di halaman rumah, tak lama kemudian, pembacaan maulid terdengar didalam rumah dgn spontan saya berdiri dan berkata, "Afwan krn gue Alirsyad jadi gue harus ikut masuk kedalam, Ente orang kan pada syiah jadi didepan sini aja." dan semuanya tertawa mau ga mau ikut kedalam.
Tidak ada yang perlu dipersengketakan tidak ada yang harus dibuat bertegang leher, krn ibadah memiliki hubungan vertikal dan horisontal.
buat apa menjadi taat beribadah ritual tapi kerjanya membangun permusuhan sesama umat.
Orang orang yang kaku dgn mazhab hanya mempersempit lingkungan sosialnya dan lebih parahnya lagi kadang "memelihara kebodohan" dgn selalu mengecam orang yang berseberangan seolah mazhabnya paling benar. Padahal saya belum pernah menemukan satupun hadist berbunyi, hanya kaum sunni yang masuk surga atau hanya syiah yg masuk surga, ga ada jaminan bertaklik pada mazhab membawa kita ke surga. afwan hehehe.Lihat Selengkapnya17 jam yang lalu · - Geisz Chalifahبدالرحمن شهاب ( dan para santri (khususnya Ba'alawiyy) harus menjadi yang paling depan dalam menjelaskan ini..)
Saya setuju kalimat diatas, buat Zen Aljufri, dan Safiq Basri, ente berdua harus jadi yang terdepan, tanggung jawab gue yang bu...kan ba'alwiy jadi berkurang...hehehehe. afwannnnnnnnn.Lihat Selengkapnya17 jam yang lalu · · 2 orangZen Aljufri dan Syafiq Basri menyukai ini. - عبدالرحمن شهابWell, apabila kita jadikan pembahasan sedemikian, analogi agamanya menjadi sebuah analogi moderat yang dapat memancing kepada Islam Liberal, Islam yang tidak membutuhkan tata tertib kecuali keyakinan bahwa Allaah SWT adalah Tuhannya, dan Mu...hammad SAW adalah UtusanNya. Dan tanpa harus dibahas lagi, pandangan Islam sekedar syahadat seperti itu pun sudah cukup bagi manusia untuk memasukkan dirinya ke dalam Surga.
Namun, apabila ditinjau dari sisi hakikatnya, bukankah Islam adalah sebuah sistem ? Sebuah sistem kehidupan yang mengatur umatnya agar selamat ? Wa terus terang saja, mohon ma'af sebelumnya, Jalaludin Rahmat BUKANLAH MUFTI, wala KIYAI, wala MUJTAHID, bilaa Su'udzan, kami para ahlussunnah terutama Ba'alawiyy tidak dapat sembarangan merujuk sesuatu fatwa kecuali benar2 dimafhum akan KAPASITASnya. Adanya Madzhab Fiqih dalam Islam menjadi sebuah hal yang signifikan karena di dalam madzhab2 itulah sebuah SISTEM peribadatan diramu dan disajikan untuk kita, ikhtilaf yang ada di antara Imam yang 4 bukanlah alasan bagi kita untuk menghalalkan Talfiq sesuai penafsiran2 kita seenaknya. Coba, silahkan lihat sendiri buah dari Talfiq tanpa koridornya, bahkan Bab Shalat a la Syi'ah pun dianggap BAGUS, dan berpijak pada dalil yang KUAT (katanya), dan silahkan kembalikan lagi pada komen saya di atas. Saya tegaskan lagi, Islam bukanlah agama LOGIKA, Islam adalah sebuah ajaran Ghaib yang penuh keajaiban dan pesona di dalamnya, sebuah tuntunan yang terjamin keberadaannya hingga akhir zaman, dan sebuah amanah bagi cucu2 keturunan Nabi SAW yang menjadi pelitanya. Islam MEWAJIBKAN kita belajar dari orang2 yang terpercaya dan diakui kapasitas Ilmunya, bukan ustadz google, gramedia, dan ebook. Islam bukan agama yang dapat dengan mudah diQIYASkan pada sistem dan teknologi manusia, kenapa ? Jika demikian, maka sesungguhnya Islam adalah pemborosan waktu, uang, dan tenaga manusia saja, tidak lebih, tidak kurang, karena Islam mewajibkan meluangkan waktu untuk shalat, mengeluarkan harta pada zakat dan ibadah Haji, dan bergotong royong dalam urusan umum. Jelas ini bertentangan pada teknologi yang mewajibkan EFISIENSI, HARGA MURAH, dan LOGIS. Dan salah satu penyamaan akan pemahaman Islam tanpa GURU adalah contoh di atas, MADZHAB SOSIAL, sungguh mudah pada masa kini membuat dogma2, jargon2, dan istilah2 baru dalam Islam padahal tidak ada sedikit pun kapasitas ilmu yang dimilikinya untuk berkata sedemikian...
Alafwu Minkum... Lihat Selengkapnya17 jam yang lalu melalui Facebook Seluler · · 1 orangMemuat... - Geisz Chalifahعبدالرحمن شهابa
1.Islam bukanlah agama LOGIKA, Islam adalah sebuah ajaran Ghaib
2.sebuah amanah bagi cucu2 keturunan Nabi SAW yang menjadi pelitanya. Islam MEWAJIBKAN kita belajar dari orang2 yang terpercaya dan diakui kapasitas Ilmunya.
(saya... menyukai koment antum tersebut, jangan lupa "mazhab sosial" sy menulisnya pakai tanda kutip.pemahaman tanda kutip bisa di jelaskan oleh dosen saya Zen Aljufri.:-) )Lihat Selengkapnya17 jam yang lalu · - Mawardi Abu Thoriq Ulama' dunia yang mengakui ada 5 madzab itu siapa saja yaa? Krn sepengetahuanku para ulama' hanya akui 4 madzab aja.16 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
- Imam P Hartono Full@ustadz Mawardi.
Berdasarkan Konprensi Sunni & Syiah di Doha, ibukota Qatar, pada 20-22 Januari 2007. yang dipimpin Syekh Syaltut (Sunni) dan Ayatullah Burujerdi (Syiah). Hasil dari kesepakatan kedua tokoh tersebut adalah bahwa mazhab Ja’fa...ri diajarkan secara resmi di al-Azhar. Bahkan salah satu keberhasilan tersebut adalah diakuinya mazhab Ja’fari sebagai mazhab resmi dalam Islam sebagaimana empat mazhab lainnya. Bahkan rektor Al-Azhar, Dr. Ahmad Thayyib, mengatakan banyak kaidah hukum yang diambil dari mazhab Ja’fari adalah sah, ketika tidak ditemukan pada empat mazhab. Walhasil, mazhab Ja’fari adalah setara dengan empat mazhab lainnya.Lihat Selengkapnya15 jam yang lalu · · 1 orangZen Aljufri menyukai ini. - عبدالرحمن شهاب Apa dengan kata lain, nt mengatakan kalo Madzhab Ja'fari adalah sama dengan Syi'ah 12 ?15 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
- Pencerah Hati Bib Zein terus kalau begitu yg syi'ah boleh mengambil pendapat kaum sunni dan begitu sebaliknya saling memberi dan menerima...apa begitu bisa dibenarkan bib? Mazhab Alternatif Islam Damai ya Bib Zein.....hehehehe14 jam yang lalu ·
- Muhammad Anis Artikel yang menarik beb. Talfiq di satu sisi memang memudahkan. Tapi, ana rasa sikap tersebut juga memiliki dampak negatif bila tidak dilakukan sesuai aturan. Karena, tidak mustahil orang akan memilih hukum yang enak-enak saja bagi dirinya. Alias, hukumlah yang menyesuaikan dengan kepentingan kita, bukan kita yang menyesuaikan dengan hukum. Jika demikian, apa manfaatnya hukum diturunkan? Wallahu a'lam.14 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
- Moh Musa Lagi-lagi setuju, bos. Jangan nyusahkan diri dengan konsisten pada aturan mazhab. Kawan-kawan sy yang Syi'i banyak yang keluar masuk UGD gara-gara ingin makan kerang, kepiting,dan cumi-cumi tapi gak berani karena "haram". Kawan-kawan sy Sunni jg banyak yang stroke berat gara-gara tidak pernah menjama' solat dhuhur dan asar karena takut "tidak sah". Mereka nyusahin diri, bos!14 jam yang lalu ·
- Rogeel Gyddan Islam memang mudah dan gampang, tapi bukan berarti untuk di gegampang, intiqol almadzhab memang dikenal dalam syariat islam tapi bukan berarti bebas Talfiq(mencampur aduk). tulisan yang menarik, tapi sayang penulis tidak mengupas tentang Talfiq dalam kacamata Ulama, padahal disitu terdapat pembahasan panjang tentang perbedaan Talfiq dengan Intoqol almadzhab karna dari pembahasan itu akan diketahui di mana unsur Tashil(gampang) dengan Tasahul(menggegampang). dan mana dari keduanya yang di kehendaki oleh Agama.13 jam yang lalu ·
- Bung Bahrul setiap ulama ingin memberikan formulasi terbaik kepada ummatnya untuk dipilih oleh ummatnya.13 jam yang lalu ·
- Ahmad Subanjar justru susah itu ujian, sampai dimana letak kesabaran kita, klo hanya milih yg gampang2 saja, masalah fiqih harus konsisten dg marja kita masing2, apapun resikonya, mau susah ataupun mudah, ini pendapat saya.12 jam yang lalu ·
- Umar Alhabsyi Artikel yg cukup provokatif. Kalau boleh dan tidak menyusahkan, please define "mudah" dan "susah". Apakah kriteria2nya bersifat personal atau kolektif?
Syukran.11 jam yang lalu · - Zen Aljufri@Abdurahman Syahab, Syiáh bukan madzhab..? bukan keluar dari ulama’mujtahid..? siapa bilang..! yang perlu antum ketahui bahwa imam Nu’man bin Tsabit (Abu Hanifah) baru belajar 2th saja dg imam Jakfar Shadiq ( Imam Syi’ah) sudah bisa menja...di mujtahid bagaimana dg gurunya ( Imam Jakfar Shadiq) ? saya sarankan antum baca buku-buku Syiah dari sumbernya bukan dari keluaran dari selebaranya Al-Bayyinat atau karangan orang-orang sejenis Ihsan Ilahi dhahir yang pernah meng-qashar shalat maghrib jadi 2 rakaat di Surabaya. Wala taziiru wazirarun wizra ukhraa..:”Dan seseorang tidak menanggung tanggung jawab orang lain, ana kurang ngerti dg kondisi antum sendiri yang tidak konsisten dg pernyatan antum sendiri, antum mengunggul-ngunggulkan keturunan antum (ma’af Ba’alawi) jadi panutuan dan sebagainya, disaat yang sama tidak menerima cucu nabi sendiri sebagai Imam antum..! coba diantara 4 mazhab sunni mana yang Baálawi ( sayyid)..? mengapa antum ikuti ? justru mazhab Syi’ah yang Imamnya pasti Sayyid antum tolak..? gimane ini wan..? Dan yg perlu diketahui hanya taqwalah yang membedakan diantara kita, adapun nashab hanyalah untuk pengenal satu dg yang lain.
@Gus Imam : Syukkran atas penjelasanya dan tambahan infonya, dan benar Darl Taqrib bainal madzaahib yang digagas (Alm)Syeikh Mahmud Shalthut hingga kini sudah diterima di seluruh dunia Islam.
@ Syeih Mawardi Abu Thariq: Kalau Syi’ah tidak diakui maka mereka tidak boleh masuk masjidil haram, ini prinsip, sebagaimana kaum Ahmadiyah dari Pakistan yang hingga kini tidak diperbolehkan masuk Masjidil haram oleh pemerintah Saudi Arabia. Raja Abdullah sering menggelar konferensi-konferensi Sunni-Syi’ah di Saudi untuk mencari formulasi persatuan antar madzaahib dalam Islam. Bahkan di Nahdhatul Ulama’sendiri masalah ini sudah dianggap selesai. Apalagi Prof Dr Agil Siraj saat ini jadi pimp NU, beliau banyak mengambil pendapat ulama’-ulama’ syi’ah dan tidak ada masalah.
@ Pencerah Hati: Persis..!! keduanya bisa sharing fatwa masing-masing ulama. Peace..!
@ Muh Anis: Betul, ini harus sesuai aturan..! apa aturanya ? yaitu adanya fatwa imam madzhab mengenai hal tersebut, itulah aturan, selama ada fatwa yg memperbolehkan seseorang mukallaf mengerjakan suatu hal dari salah satu Imam madzaahib berarti dia telah melakukanya dg benar. Dan orang boleh mengambil yang terenak dan terbaik buat dirinya, bahkan Allah swt melegalisir hal yg demikian itu,:” Yuridu Allahu bikumul yusra walaa yuridu bikumul usra. Untuk hukum apakah menyesuaikan dg kita ataukah kita menyesuaikan dg hukum ? saya kira kedua bisa dibenarkan, memang pada dasarnya kita menyesuaikan dg hukum dalam kondisi tertentu hukum harus menyesuaikan dg kita, contoh kita harus berpuasa di bulan ramadhan namun kalau dalam perjalan (safar) , atau dalam kondisi fisik yang tidak memungkinkan puasa dijalankan maka hukumpun akan lentur dg kondisi kita, boleh di lain waktu, atau bahkan tidak sama sekali. Ada rukhshah. Dan sebagainya.
@ Rogeel : Agama itu mudah, jadi jangan dipersulit ! ini adalah tashil alias kemudahan adapun tasaahul itu menggampangkan itu bisa berarti tidak mengerjakan, seperti yang disinggung dalam Alqur’an tentang orang yang menggampangkan shalat, :”Wailul lil mushalliin alladziina fii shalaatihim saahun.. al-ayat : neraka waillah bagi orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya. Ini adalah contoh tasaahul fiddiin. Kita tidak dalam kondisi semacam itu.
@ Ahmad Subajar: ( justru susah itu ujian, sampai dimana letak kesabaran kita ) ujian apa ? siapa yang menguji, itu kita sendiri yang cari masalah , dan itu ujian gratis yang tidak ada pahalanya sama sekali , salah-salah bisa berdosa karena menjerumuskan diri sendiri dalam kesulitan padahal kita bisa keluar dari situ. Harus konsisten dg marja’nya ? Siapa yang mengharuskan demikian itu ?
@ Umar Al-habsyi: Susah dan mudah itu personal, semua khitab hukum Islam adalah personal bukan kolektif meskipun pengambilan dasar hukumnya para imam dari dari hal-hal yg bersifat kolektif, penjelasnya begini contoh kasus: Imam Syafií menyimpulkan haidh wanita itu dari penelilian sekian ratus wanita maka mengambilnya yang terpendek dan terpanjang, itu artinya kolektif namun tujuanya personal artinya setiap orang bisa berbeda, masalah jarak diperbolehkanya meng-qashar shalat beliau mengambil dari rata-rata manusia saat itu melakukan perjalan kemudian apakah dengan jarak tsb telah melampaui waktu shalat, dari situlah beliau mengistinbathkan hukum yaitu lebih lebih-kurang 80km sekali jalan.
Disini akan mudah kita mengambil ijtihad ulama’ Syi’ah yaitu hanya sekitar sekitar 23 km (dzahaban wa iyyaban/ pp) dan boleh meng-qadha puasa di lain kali. Addinu yusrun.!Lihat Selengkapnya11 jam yang lalu · · 1 orangMemuat... - Umar AlhabsyiPak Zen, maksud pertanyaan saya, siapakah yang menentukan bahwa sesuatu itu "mudah" atau "susah"? Apakah setiap orang bisa menentukannya? Apakah jika demikian, keputusannya itu tidak mungkin membuat kesusahan sendiri jika dilihat secara ind...ividual maupun kolektif karena akan banyak kontradiktif in itself? Apakah dengan hanya bersandar pada kriteria "mudah"/"susah" itu tidak menyebabkan "chaos" tersendiri? Mungkin Antum sudah memikirkan hal ini.
Pak Zen, Antum menyebutkan nama beberapa ulama pengusung persatuan tapi --sependek yg saya tahu-- mengubah maksudnya. Ulama2 mulia seperti Syaikh Syaltout, Allamah Abdul Majid, Ayatullah Burujerdi, Ali Tasykiri, dll itu tidak pernah bermaksud membuyarkan dan mencampur-adukkan pendapat2 dan kekhasan madzhab masing2. Almarhum Imam Khomeini mengilustrasikan 5 madzhab itu seperti 5 jari kita, masing2 punya karakteristik khas yang berbeda. Namun walaupun berbeda2, tapi setiap saat siap mengepalkan tangannya bersama2 utk meninju musuh2 Islam. Yang diperjuangkan oleh para ulama2 yg aktif dalam taqrib baina madzhahib itu adalah agar berbagai madzhab, meskipun berbeda teologinya, atas dasar banyaknya kesamaan2 antar madzhab tsb, membentuk front bersama utk menghadapi musuh2 bahaya Islam.
Cara pandang yg mencampur adukkan ini seperti melihat 3 pilar agama: aqidah, syariat dan akhlaq sebagai sesuatu yg tidak ada hubungan diantaranya. Apalagi kalau dasarnya semata2 hanya mencari yg mudah saja. Masih mending kalau pendiriannya seperti "Mengikuti dalil, bukan Madzhab". Tapi kalau mengikuti yang mudah? Wah, Tujuan agama itu apa ya? Memudahkan, menyukseskan, membahagiakan, atau....apa ya? Yang jelas memang bukan menyusahkan sih..hehe.
WaLLahu a'lam.
- sumber:oleh Zen Aljufri pada 01 November 2010 jam 12:43/http://www.facebook.com/notes/zen-aljufri/talfiq-madzhab-alternatif-zaman-kini/450733061770
Netanyahu dan Sarkozy bertengkar???!!!....(sesama teman koq balapan...!!!)
Friksi ini timbul setelah kontak telepon antara Netanyahu dan Sarkozy sepuluh hari lalu. Saat itu, Sakozy meminta Netanyahu menghentikan pembangunan distrik Zionis di wilayah Palestina demi membuka kembali peluang perundingan damai. Demikian ditulis Koran Jerusalem Post dan dikutip Qodsna Senin (1/11).
Diplomat Eropa menyatakan bahwa Sarkozy sangat tersinggung karena Netanyahu di saat-saat terakhir membatalkan pertemuannya dengan Mahmoud Abbas, pemimpin Otorita Ramallah di Paris.
Sepuluh hari lalu saat kontak telepon antara Sarkozy dan Netanyahu, Perdana Menteri Israel ini mengatakan kepada Presiden Mesir Hosni Mubarak bahwa dirinya batal untuk ikut dalam pertemuan bersama Abbas di Paris. Pernyataan Netanyahu ini membuat Sarkozy gusar. (IRIB/Qodsna/MF/SL/1/11/2010)
Negara IslamTidak Perlu Senjata Nuklir!!! Zionislah yang selalu tergantung dengan senjata nuklir untuk menghancurkan Islam!!!
Ahmadinejad, Pria Terkuat Dunia
Acara itu kian meriah dengan tampilnya juara dunia angkat besi, Behzad Salimi yang menyerahkan medalinya kepada Ahmadinejad. Ulah Salimi ini mendapat sambutan meriah dari 12 ribu anggota Bulan Sabit Iran yang memadati gedung olah raga Azadi. Demikian dilaporkan IRNA Senin (1/11).
Dalam sambutannya Ahmadinejad juga menjelaskan bahwa manifestasi kesempurnaan manusia adalah pengabdian kepada sesamanya dan pelayanan yang tulus tanpa mengharapkan balas jasa.
Ia juga menyebut bangsa Iran sebagai bukti nyata dari kecintaan dan pengabdian. Ahmadinejad selanjutnya memuji tekad kuat para pemuda beriman relawan Bulan Sabit Iran dan cinta akan pengabdian kepada sesamanya. (IRIB/IRNA/MF/1/11/2010)
Iran: Kami Tidak Perlu Senjata Nuklir!
Wakil Tetap Republik Islam Iran di Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Ali Asghar Soltanieh menyatakan Tehran tidak berminat mengarahkan program nuklirnya untuk tujuan militer.
Berbicara pada konferensi di markas IAEA di Wina, kemarin (Senin,1/11) Soltanieh mengatakan, kepemilikan senjata nuklir akan menjadi "kesalahan strategis" bagi Iran dan menempatkan Tehran dalam sebuah "situasi tidak menguntungkan."
Soltanieh menuturkan, meski Iran tidak memiliki senjata nuklir, tapi kekuatan negara ini sebanding dengan pemilik senjata nuklir.
AS, Israel dan sekutu Eropa senantiasa menuduh Iran mengejar program senjata nuklir.
Tehran berulangkali menegasan status sipil program nuklir Iran yang berada dalam kerangka Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Laporan terbaru IAEA September lalu menegaskan kembali bahwa program nuklir di reaktor Iran berada di bawah inspeksi IAEA, dan diawasi oleh kamera pengontrol. (IRIB/PH/2/11/2010)
Setelah 31 tahun, Inilah Fakta Sanksi Anti-Iran
Media massa Barat, terutama Amerika Serikat, akhirnya mengakui bahwa kebijakan sanksi anti-Iran yang diambil para politisi negara-negara Barat selama 31 tahun terakhir hanya sia-sia belaka.
Kantor berita IRNA melaporkan, Media massa negara-negara Barat menilai sanksi anti-Iran tidak efektif, bahkan justru membuat Tehran semakin maju.
Permusuhan negara-negara Barat, terutama AS terhadap Iran muncul sejak kemenangan Revolusi Islam yang terus berlanjut selama 31 tahun hingga hari ini.
Tekanan sanksi selama 31 tahun, perang yang dipaksakan rezim Saddam Irak terhadap Iran, kegagalan operasi militer AS di Tabbas, intervensi militer dengan menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Iran, serangan terhadap kapal angkatan laut Iran merupakan deretan contoh nyata permusuhan Barat terhadap Iran.
Kini, 31 tahun telah berlalu sejak kemenangan Revolusi Islam Iran. Saddam telah mati, Uni Soviet runtuh, AS terjebak di Irak dan Afghanistan, demikian juga Eropa dengan NATO-nya. Negara-negara Barat yang menentang Iran saat ini tengah menyelamatkan diri dari pusaran krisis sosial-ekonomi yang melanda negaranya masing-masing.
Republik Islam Iran sekarang dalam situasi yang berbeda. Media Barat sendiri akhirnya mengakui bahwa sanksi anti-Iran gagal memaksakan ambisi Gedung Putih menekan Tehran.(IRIB/PH/2/11/2010)
Di Balik Ketergesaan Barat untuk Berunding dengan Iran
Barat pada akhirnya menyatakan kesiapannya berundingan dengan Republik Islam Iran soal nuklir. Tidak cukup itu, Barat bahkan siap berunding dengan Iran terkait segala masalah yang ada hubungannya dengan perundingan ini. Pernyataan ini disampaikan sebagai jawaban atas surat Iran yang memuat sejumlah syarat. Tentu saja pernyataani ini sebuah perkembangan baru, setelah sebelum ini Barat senantiasa menentukan prasyarat dalam berunding dengan Iran.
Jawaban resmi Cathrine Ashton, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dalam surat yang dilayangkan kepada Saeed Jalili, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran pada 22 Oktober lalu menyebut kesiapan melakukan perundingan pada 15 November. Perundingan itu juga dinilai sebagai kelanjutan proses ke depan program nuklir Iran.
Sekalipun Ashton dalam suratnya tidak menyinggung sama sekali soal sejumlah pertanyaan yang disampaikan oleh Saeed Jalili, tapi Kelompok 5 + 1 (Amerika, Inggris, Perancis, Rusia, Cina ditambah Jerman) akan mulai berunding dengan Iran di bawah tekanan syarat Tehran.
Di sisi lain, dengan mencermati ketegasan Iran untuk berunding dengan Kelompok 5 + 1 hanya dalam kerangka paket usulan Iran, jawaban Ashton sejatinya bentuk penerimaan tersirat atas prasyarat yang disampaikan Iran. Sekalipun tampaknya Barat berusaha sekuat tenaga agar Iran dapat didudukkan dalam sebuah perundingan dengan syarat yang sebelumnya mereka tentukan, tapi harus diakui bahwa perundingan kali ini berbeda jauh dengan sebelumnya.
Kelompok 5 + 1 di masa kepresidenan George W. Bush hanya akan menerima dimulainya perundingan dengan Iran bila Tehran bersedia menangguhkan seluruh aktivitas nuklirnya. Berbeda dengan Obama yang menyatakan siap berunding dengan Iran tanpa syarat apapun. Dalam kerangka semacam ini, pada 8 Juli lalu Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa sikap terbaru Barack Obama tentang kesiapan negaranya berundingan langsung dengan Iran tanpa syarat dan berdasarkan prinsip saling menghormati merupakan satu motivasi agar kelompok 5 + 1 lebih aktif mengajak Iran untuk berunding.
Tapi semua itu menjadi sia-sia setelah provokasi media-media Barat dan tuduhan baru terhadap Iran terkait situs nuklir Fordo. Padahal Iran telah menunjukkan kerjasamanya lebih dari kewajiban yang ditentukan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan untuk menunjukkan niat baiknya, Iran mengumumkan situs nuklir Fordo setahun sebelum waktu yang ditentukan.
Sementara itu, tidak terjadi kesepakatan terkait jaminan bahan bakar reaktor riset Tehran untuk memproduksi radioisotop yang dibutuhkan lebih dari 850 penderita. Padahal masalah ini telah diserahkan kepda negara-negara Amerika, Rusia, Perancis bersama IAEA yang disebut kelompok Wina. Akhirnya, sekalipun bertentangan dengan keinginannya Tehran terpaksa memperkaya uraniumnya hingga 20 persen.
Sikap keras kepala Barat untuk melanjutkan sikap sepihak dan standar ganda di bidang aktivitas nuklir merupakan alasan lain bagi mereka untuk menyepelekan Deklarasi Tehran yang ditandatangani Turki, Brazil dan Iran. Berdasarkan cara pandang ini, anggota Dewan Keamanan PBB meratifikasi resolusi 1929 yang menggulirkan sanksi terhadap Iran.
Mencermati kenyataan yang ada, kesediaan Iran untuk duduk di meja perundingan kembali pada kesamaan pandang dengan wakil-wakil anggota tetap DK PBB, khususnya Amerika dan juga surat Ashton. Tapi pada 28 Juni, Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Republik Islam Iran menunda perundingan sebulan setelahnya sebagai bentuk protes dan hukuman moral kepada pihak 5 + 1.
Penentuan waktu dimulainya perundingan oleh Iran sebenarnya bukan saja membuktikan bahwa permainan sekarang di tangannya, tapi syarat yang disampaikan Ahmadinejad benar-benar tamparan keras bagi kelompok 5 + 1. Karena kesediaan Iran untuk berunding bergantung pada pandangan mereka soal ‘perundingan' itu sendiri, sikap mereka mengenai senjata nuklir Zionis Israel, tingkat komitmen mereka terhadap Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) dan negara-negara yang ikut dalam perundingan harus ditambah.
Sementara pada 6 Juli, Saeed Jalili dalam jawaban resminya atas permintaan Ashton untuk memulai perundingan meminta kelompok 5 + 1 agar menentukan tujuan dari perundingan itu sendiri dengan melontarkan beberapa pertanyaan.
Apakah tujuan perundingan untuk berinteraksi dan bekerjasama atau berlanjutnya proses permusuhan dengan hak bangsa Iran?
Apakah kalian akan komitmen bila perundingan ini dilakukan berlandaskan logika yang itu berarti berupaya menjauhi setiap bentuk ancaman dan tekanan?
Demi mencapai kesepakatan dalam perundingan, jelaskan terlebih dahulu kepada kami mengenai pandangan kalian soal senjata nuklir Israel?
Jalili mengumumkan bahwa perundingan harus dilakukan dalam kerangka paket usulan Republik Islam Iran yang telah disampaikan setahun lalu dan kerjasama di bidang perlucutan senjata, mencegah penyebaran senjata nuklir dan pembahasan mengenai bagaimana seluruh anggota NPT melakukan kerjasama untuk memanfaatkan teknologi nuklir.
Beberapa bulan setelah itu, kantor berita Perancis AFP pada 15 Oktober mengkonfirmasikan usulan Aston untuk melakukan perundingan Wina putaran kedua di akhir bulan November. BBC dengan mengutip berita AFP menulis, apa yang akan kami lakukan dalam perundingan dengan Iran adalah mendorong Iran untuk secara serius melakukan perundingan dengan kelompok Wina terkait aktivitas nuklirnya.
Keesokan harinya Manouchehr Mottaki, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran di Brussel menyatakan bahwa tanggal 15 November yang diusulkan kelompok Wina untuk memulai perundingan telah diterima dan kini tinggal penjajakan kedua pihak untuk memastikan kapan dan di mana perundingan akan dilakukan.
Barat berunding dengan tangan kosong!!?
Rencana perundingan soal nuklir Iran dengan kelompok Wina yang dibentuk untuk menjamin reaktor riset Tehran sebenarnya sudah tidak terlalu penting lagi bagi Iran. Karena Tehran telah berulang kali menyatakan bahwa perundingan soal program nuklirnya telah berakhir. Kemungkinan dari sinilah Cathrine Ashton, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dalam suratnya tertanggal 22 Oktober memuat ibara ‘setiap tema lain yang berhubungan dengan perundingan'.
Permintaan Ashton yang menginginkan jawaban segera Tehran sendiri juga menarik untuk dicermati. Karena itu menunjukkan betapa mereka begitu tergesa-gesa untuk melakukan perundingan ini.
Dengan memperhatikan kondisi dalam negeri negara-negara anggota kelompok 5 + 1 dan goyahnya politik luar negeri mereka menunjukkan upaya mereka untuk menutupi apa yang sedang terjadi di dalam negerinya. Sebut saja Amerika yang tengah menghadapi pemilu sela Kongres di bulan November dan menurunnya simpati terhadap kubu Demokrat, Cina yang masih bersitegang dengan Amerika terkait masalah ekonomi dan begitu juga dengan negara-negara di kawasan dan Perancis dan Inggris yang tengah didera instabilitas dan aksi unjuk rasa. Sedangkan berlanjutnya aktivitas nuklir Iran tampaknya telah mengantarkan aroma kegagalan sanksi ke penciuman mereka.
Kembali pada kesediaan anggota negara-negara ini untuk melakukan perundingan dengan Iran sekalipun ada prasyarat yang ditentukan Tehran, tampaknya hasil perundingan ini bagi kelompok 5 + 1 sudah tidak lagi penting. Karena bagi mereka meraih insentif dari kubu oposisi di dalam negerinya masing-masing dan memperkuat posisi dalam dan regionalnya sudah merupakan hasil yang luar biasa bagi mereka. (IRIB/SL/MZ/30/10/2010)Sebagaimana dilaporkan kantor berita Mehr, Senin (1/11), Mehmanparast memaparkan sikap Tehran dalam pertemuan mendatang Universal Periodic Review (UPR) atau tinjauan periodik terhadap berbagai upaya dan pelaksanaan promosi dan perlindungan HAM di masing-masing negara anggota PBB.
Menyinggung pelanggaran HAM di AS, Mehmanparast mengatakan, kondisi HAM di negara-negara Barat mengkhawatirkan dan pandangan Iran terkait masalah ini akan dipaparkan dalam sidang HAM PBB untuk membahas berkas pelanggaran AS.
"Negara-negara Barat di satu sisi menuding pihak lain tidak melindungi hak asasi manusia, tapi di sisi lain, menutupi kondisi buruk HAM di negaranya," tegas Mehmanparast.
"Seluruh organisasi masyarakat dan lembaga non-pemerintah serta negara-negara independen dunia yang mengkhawatirkan kondisi buruk HAM, harus secara serius hadir dalam konferensi HAM PBB dan membeberkan bukti-bukti pelanggaran HAM di AS," tegasnya.
Seraya menegaskan bahwa kasus terbesar pelanggaran HAM berhubungan dengan pelanggaran hak-hak warga sipil di AS, Mehmanparast menandaskan, aksi kekerasan polisi, perilaku tidak baik dengan para tahanan, dan penahanan ilegal merupakan sebagian kasus pelanggaran HAM di AS.
Menurut Mehmanparast, bukti lain pelanggaran HAM di AS adalah penistaan terhadap hak-hak kelompok minoritas dan pelecehan sakralitas agama dengan dalih kebebasan berekspresi. (IRIB/RM/SL/1/11/2010)Levey pekan lalu saat melawat Turki membujuk Ankara untuk bergabung dengan Washington dalam penjatuhan sanksi anti-Iran. Demikian dilaporkan Fars News Senin (1/11). Levey yang terkenal loyal dan dekat dengan petinggi Israel bertemu dengan para direksi bank Turki, utusan sektor swasta dan wakil dari Departemen Luar Negeri serta Keuangan Ankara.
Presiden Turki, Abdullah Gul awal bulan ini mengkonfirmasikan keputusan negaranya untuk meningkatkan volume perdagangannya dengan Iran tanpa menghiraukan tekanan AS. Perdana Menteri Turki, Reccep Tayyip Erdogan juga menenkankan, Ankara berniat meningkatkan sektor perdaganganya dengan Iran dalam lima tahun kedepan sebesar tiga kali lipat. Hal ini akan menjadikan volume perdagangan Ankara-Tehran saat ini senilai 10 miliar dolar menjadi lebih dari 30 miliar USD dalam lima tahun kedepan.
Kepada BBC sesi bahasa Persia, Levey mengatakan, bahkan negara tetangga Iran pun tak sudi mendukung sanksi Dewan Keamanan. Ia menambahkan, lawatan petinggi AS ke kawasan hanya menghasilkan himbauan kepada negara tetangga Iran untuk menjalankan sanksi internasional anti-Tehran. Ini adalah upaya AS untuk menjaga kepentingannya terkait program nuklir Iran.
Menurut Levey sanksi internasional adalah DK-PBB dan sanksi sepihak AS terhadap Iran tidak banyak pendukungnya di dunia. Seorang petinggi Swis menandaskan, negara yang mendukung sanksi sepihak AS terhadap Iran dapat dihitung dengan jari. (IRIB/Fars/MF/SL/1/11/2010)
"Masalah uranium bukan agenda kami dan juga tidak termasuk dalam perjanjian. Kami belum memutuskan apa-apa tentang uranium dan kondisi kami belum memungkinkan untuk melakukan itu. Kami tidak memiliki rencana untuk masalah ini," kata Menteri Ekonomi Bolivia, Luis Arce seperti dilaporkan Xinhua kemarin (Ahad,1/11).
Arce menepis laporan sejumlah media bahwa Bolivia telah meluncurkan proyek bersama dengan Iran untuk mengeksploitasi uranium. Ditambahkannya, selama kunjungan Presiden Bolivia Evo Morales baru-baru ini ke Iran, kedua negara tidak mengadakan pembicaraan terkait masalah uranium.
"Kita harus melakukan penelitian, analisis dan investigasi terlebih dahulu sebelum berbicara masalah uranium," tambahnya.
Arce menyesalkan upaya politisi tertentu dari kubu oposisi dan laporan media yang menggambarkan hubungan antara Bolivia dan Iran sebagai ancaman bagi perdamaian dunia.
Masalah itu muncul setelah Presiden Morales, Sabtu lalu menegaskan bahwa Bolivia berencana membangun pembangkit nuklir dengan bantuan Iran. Ia juga menekankan bahwa program itu untuk tujuan damai. (IRIB/RM/SL/1/11/2010)Tips Menghadapi Hujan Abu Vulkanik...!!!!!....
(dok: detikcom)
Bagi orang yang menderita bronkhitis, emfisema dan asma, sebaiknya segera mengambil tindakan pencegahan khusus untuk menghindari kondisi yang lebih parah yang dapat menyebabkan additional cardio-pulmonary stress (stres jantung-paru paru berlebih).
Hujan abu vulkanik umumnya terdiri dari partikel yang bentuknya tidak teratur, tajam dan bergerigi. Dengan kombinasi dan bentuk yang tidak teratur itu membuat abu vulkanik bersifat sangat menghancurkan.
Abu yang dikeluarkan bervariasi tergantung dari intensitas, ukuran partikel, kekuatan letusan dan kecepatan angin yang memabwa partikel-partikel tersebut. Hujan abu ini bisa disertai dengan guntur, kilat yang keras serta bau belerang yang kuat.
Dikutip dari Idaho Department of Environmental Quality, Senin (1/11/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam tubuh, yaitu:
- Usahakan untuk tinggal di dalam rumah atau tempat pengungsian sebanyak mungkin, hal ini untuk meminimalkan paparan debu. Selain itu hindari aktivitas yang berat.
- Jika memiliki penyakit asma atau gangguan pernapasan lain, pastikan memiliki pasokan obat yang cukup dan pelajari manajemen bernapas. Jika timbul masalah pernapasan lain segera hubungi dokter.
- Usahakan untuk menghindari pintu atau jendela ketika akumulasi abu datang.
- Jika ingin keluar, gunakanlah masker wajah untuk mengurangi inhalasi partikel abu. Menggunakan masker memang bisa membuat napas menajdi lebih sulit, tapi ini penting untuk menghindari inhalasi abu.
- Jika tidak ada masker, gunakan sapu tangan, kain atau pakaian lain yang dapat menyaring partikel abu. Untuk meningkatkan efektivitasnya bisa membasahi kain dengan menggunakan air.
- Gunakan kacamata dan melepaskan lensa kontak yang untuk melindungi mata dari iritasi.
- Usahakan untuk selalu menggunakan baju lengan panjang dan juga celana panjang jika ingin bepergian atau membersihkan abu.
- Hati-hati saat mengonsumsi air minum, usahakan air yang dikonsumsi tidak terpapar atau tercemar abu vulkanik.
- Usahakan untuk menyiapkan pertolongan pertama seperti obat, minum, makanan dan pakaian ganti.
- Jika terkena luka bakar, cedera dan menghirup gas atau abu, segera minta bantuan medis untuk mendapatkan perawatan.
- Luka bakar yang timbul akibat abu vulkanik umumnya lebih dalam dan bisa mencapai otot, untuk itu diperlukan pertolongan segera agar luka bakar tidak semakin meluas yang dapat mengakibatkan kematian.
Bagaimana pertolongan pertamanya?
Jika mata kemasukan abu atau debu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama, yaitu:
- Usahakan untuk tidak menggosok mata, karena akan membuat permukaan mata tergores yang nantinya menyebabkan infeksi seperti mata merah atau iritasi.
- Pejamkan mata untuk beberapa saat, karena air mata akan berusaha membersihkan mata dari debu atau partikel yang masuk.
- Jika tidak berhasil bisa dengan cara mencelupkan mata ke dalam air yang bersih untuk membantu mengeluarkannya.
- Jika belum bisa keluar juga segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan.
- Usahakan untuk membersihkan luka jika tidak parah dengan menggunakan air mengalir.
- Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya.
- Jika luka bakarnya cukup dalam atau luas, segera minta bantuan medis. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan organ yang lebih parah serta dehidrasi yang bisa memicu kematian.
- Berikan bantuan obat semprot inhaler.
- Membantu seseorang ke posisi yang nyaman terutama duduk tegak sambil bersandar, jangan memposisikan orang untuk tiduran.
- Cobalah untuk mengajaknya bernapas perlahan-lahan dan dalam.
- Usahakan untuk mengajaknya ke tempat yang lebih bersih untuk menghindari paparan yang lebih berat.
- Jika obat inhaler tidak memberikan pengaruh atau justru bertambah parah, mintalah pertolongan medis.
Indonesia bikin kejutan dunia medis di negara Islam

Indonesia dan sejumlah negara dunia berpartisipasi dalam International Medical Biennial di Tabriz, timur provinsi Azerbaijan, Iran.
Kantor berita IRNA melaporkan, sekitar 150 perusahaan dari 12 negara berpartisipasi dalam pameran medis yang digelar sejak hari ini (Selasa,2/11/2010).
Wakil Rektor Universitas Sains Kedokteran Tabriz (TUMS), Ali Reza Sadeqpour mengatakan, Negara-negara yang berpartisipasi dalam acara ini adalah Perancis, Inggris, Italia, Austria, Jerman, Jepang, AS, Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, Turki dan Taiwan.
Sekitar 40 perusahaan dalam negeri Iran juga menampilkan prestasi mereka di bidang kedokteran pada even tersebut.
Sadeqpour mengungkapkan, pameran ini berupaya menampilkan kreatifitas serta ide-ide baru dalam industri medis, dan penerapannya di lapangan.(IRIB/PH/2/11/2010)
Ilmuwan-ilmuwan Islam Sepanjang Sejarah
Abu Rayhan al-Biruni adalah seorang ilmuwan besar, fisikawan, astronom, sosiolog, sastrawan, sejarawan dan matematikawan yang tak ternilainya. Dia diberi gelar Bapak dari Unified Field Theory (teori segala sesuatu) oleh peraih penghargaan Nobel Profesor Abdus Salam (1926-1996). Abu Rayhan al-Biruni hidup hampir seribu tahun yang lalu dan sezaman dengan Ibn Sina (Avicenna) dan Sultan Mahmoud Ghazni.
Pada saat menjelang akhir hayatnya, Biruni dikunjungi oleh tetangganya yang merupakan ahli fiqih. Abu Rayhan masih dalam keadaan sadar, dan tatkala melihat sang ahli fiqih, dia bertanya kepadanya tentang hukum waris dan beberapa hal yang berhubungan dengannya. Sang ahli fiqih terkesima melihat seseorang yang sekarat masih tertarik dengan persoalan-persoalan tersebut. Abu Rayhan berkata, “Aku ingin bertanya kepadamu: mana yang lebih baik, meninggal dengan ilmu atau meninggal tanpanya?” Sang ahli fiqih menjawab, “Tentu saja lebih baik mengetahui dan kemudian meninggal.” Abu Rayhan berkata, “Untuk itulah aku menanyakan pertanyaanku yang pertama.” Beberapa saat setelah sang ahli fiqih tiba dirumahnya, tangisan duka mengatakan kepadanya bahwa Abu Rayhan telah meninggal dunia. (Murtaza Mutahhari: Khutbah Keagamaan)
Setelah itu, hampir seribu tahun yang lalu, ketika umat muslim adalah pembawa obor pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam, didorong oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri selama berabad-abad.
Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat tinggi, “Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban barat modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan arab.”
(Atas): Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi; Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah; Ahmed Al-Tabari * Kedokteran;
(Tengah): Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi; Qutb al-Din al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography); al-Farabi (Alpharabius) * matematika, filosofi, pengobatan, musik
(Bawah): Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi; Ibnu Taimiyah * pemikir dan ulama Islam , Ibnu Khaldun * bapak Ekonomi Islam, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika.
Sebenarnya, sangatlah sulit untuk mencari bidang ilmu pengetahuan yang tidak berhutang budi kepada para pionir ini. Di bawah ini adalah daftar singkat, tanpa bermaksud menyatakannya sebagai yang terlengkap, para ilmuwan muslim dari abad 8 hingga abad 14.
701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 * Jabir Ibn Hayyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim populer)
740 * Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 * Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi
Kitab al-Hayawan. Sebuah kitab berisi ensklopedia berbagai jenis binatang karya ahli ilmu hewan muslim al-Jahiz. Pada kitab ini al-Jahiz memaparkan berbagai macam teori, salah satunya mengenai interaksi antara hewan dengan lingkungannya.
776-868 * Amr Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammad (Albumasar) * Astronomi
796 (Meninggal) * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi
800 * Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 * Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 * Al Balkhi * Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 * Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 * Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 * Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 * Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
973 (Meninggal) * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
888 (Meninggal) * Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu
900 (Meninggal) * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 * Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran, Insinyur
912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 (Meninggal) * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 * Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
943 * Ibn Hawqal * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 (Meninggal) * Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 * Ibn Al-Haitham (Alhazen) * Fisika, Optik, Matematika
973-1048 * Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran
980-1037 * Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi
983 * Ikhwan A-Safa (Assafa) * (Kelompok Ilmuwan Muslim)
1001 * Ibn Wardi * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
1008 (Meninggal) * Ibn Yunus * Astronomy, Matematika.
1019 * Al-Hasib Alkarji * Matematika
1029-1087 * Al-Zarqali (Arzachel) * Matematika, Astronomi, Syair
1044 * Omar Al-Khayyam * Matematika, Astronomi, Penyair
1060 (Meninggal) * Ali Ibn Ridwan Abu Hassan Ali * Kedokteran
1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran
1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran
1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran
1097 – Ibn Al-Baitar Diauddin (Bitar) * Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Ilmu Kedokteran
1099 – Al-Idrisi (Dreses) * Ilmu Bumi (Geography), Ahli Ilmu Hewan, Peta Dunia (Peta Pertama)
1110-1185 – Ibn Tufayl, Abubacer Al-Qaysi * Filosofi, Kedokteran
1120 (Meninggal) – Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali *Ahli Kimia, Penyair
1128 – Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi
1135 – Ibn Maymun, Musa (Maimonides) * Kedokteran, Filosofi
1136 – 1206 – Al-Razaz Al-Jazari * Astronomi, Seni, Insinyur mekanik
1140 – Al-Badee Al-Ustralabi * Astronomi, Matematika
1155 (Meningal) – Abdel-al Rahman al Khazin *Astronomi
1162 – Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq * Kedokteran, Ahli Bumi (Geography)
1165 – Ibn A-Rumiyyah Abul’Abbas (Annabati) * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1173 – Rasheed Al-Deen Al-Suri * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1180 – Al-Samawal * Matematika
1184 – Al-Tifashi, Shihabud-Deen (Attifashi) *Ahli Logam, Ahli Batu-batuan
1201-1274 – Nasir Al-Din Al-Tusi * Astronomi, Non-Euclidean Geometri
1203 – Ibn Abi-Usaibi’ah, Muwaffaq Al-Din * Kedokteran
1204 (Meninggal) – Al-Bitruji (Alpetragius) * Astronomi
1213-1288 – Ibn Al-Nafis Damishqui * Astronomi
1236 – Kutb Aldeen Al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1248 (Meninggal) * Ibn Al-Baitar * Farmasi, Ahli Tumbuh-tumbuhan (Botany)
1258 – Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi * Kedokteran, Matematika
1262 – Abu al-Fath Abd al-Rahman al-Khazini * Fisika, Astronomi
1273-1331 – Al-Fida (Abdulfeda) * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1360 – Ibn Al-Shater Al Dimashqi * Astronomi, Matematika
1320 (Meninggal) – Al Farisi Kamalud-deen Abul-Hassan *Astronomy, Fisika
1341 (Meninggal) – Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer * Ilmu Kimia
1351 – Ibn Al-Majdi, Abu Abbas Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1359 – Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
Dengan deretan sarjana muslim seperti itu, tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang dikatakan George Sarton, ” Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para muslim. Filosof terbaik, Al-Farabi adalah seorang muslim. Matematikawan terbaik Abul Kamil dan Ibn Sina adalah muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaik Al-Masudi adalah seorang muslim dan Al-Tabari ahli sejarah terbaik juga seorang muslim.
Sejarah sebelum Islam dipenuhi dengan perkiraan-perkiraan, desas-desus dan mitos-mitos. Adalah seorang ahli sejarah muslim yang pertama kali memperkenalkan metode sanad dan matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi mata. Menurut seorang ahli sejarah Bucla “Metode ini belumlah dipraktekkan oleh Eropa sebelum tahun 1597.” Metode lainnya: adalah penelitian sejarah bersumber dari ahli sejarah terkemuka Ibn Khaldun. Pengarang dari Kashfuz Zunun memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya Islam.
Sekarang lihatlah dunia kaum muslim. Kapankah anda terakhir kali mendengar seorang muslim memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran? Bagaimana dengan publikasi ilmiah? Sayangnya, anda tidak akan menemukan banyak nama kaum Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan makalah-makalah ilmiah. Apa yang kurang? Alasan apa yang kita miliki?
Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi pembangunan di wilayah Arab mengemukakan bahwa dunia Arab yang terdiri dari 22 negara menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan, hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang diterjemahkan oleh sebuah negara kecil Yunani dalam setahunnya! (Spanyol menerjemahkan rata-rata 100,000 buku setiap tahunnya). Mengapa ada alergi atau keengganan untuk menerjemahkan ilmu yang asal-muasalnya berasal dari nenek moyang kita sendiri untuk mendapatkan kembali warisan terdahulu dengan menganalisa, mengumpulkan, menyempurnakan dan menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia.
Dikutip dari berbagai sumber/ http://psbq.wordpress.com/2010/08/
Kemajuan Dunia Kedokteran dalam Sejarah Islam
Ilmuwan bernama Ehsan Masood mengungkap fakta. Dalam bukunya, ‘Science in Islam’, ia menyebutkan bahwa ilmu kedokteran merupakan bidang sains yang paling produktif di masa awal Islam. Ini bukan begitu saja terjadi, namun ada latar belakang sebagai pijakan berkembangnya ilmu kedokteran.
Aspek medis dan kesehatan, sudah mendapat perhatian besar Rasulullah SAW semasa hidupnya. Inilah yang mengilhami pencapaian luar biasa umat Islam dalam ilmu kedokteran.
Banyak ayat Alquran dan hadis yang berkaitan dengan persoalan kesehatan. Di lapangan, umat telah mempraktikkan ajaran Nabi Muhammad terkait kesehatan.
Bahkan, para Muslimah misalnya, secara sukarela menjadi tenaga perawat untuk mendukung perjuangan yang dilakukan pasukan Islam dalam sejumlah pertempuran. Pemanfaatan teknik pengobatan dan ilmu kedokteran terus berlanjut. Pada masa selanjutnya, terjadi pula transfer ilmu dari masa Yunani kuno.
Literatur-literatur medis dari peradaban lama diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Suriah pada abad ke-7 hingga ke-9. Khalifah al Ma’mun dari Dinasti Abbasiyah, mendorong gerakan gerakan pengalihbahasaan literatur penting itu. Bahkan, khalifah memberikan imbalan besar bagi ilmuwan yang melakukan penerjemahan.
Tak jarang, proses penerjemahan juga melibatkan para sarjana Kristen atau Yahudi. Salah satu karya besar yang diterjemahkan adalah buku de Materia Medica yang ditulis pada abad ke-1 oleh Dioscorides. Dia adalah dokter bedah asal Yunani yang bekerja di kententaraan Romawi.
Beberapa karya monumental dari Gelanus, dokter asal Yunani, turut dialihbahasakan. Salah satu penerjemah paling masyhur adalah Hunayn ibn Ishaq (809-873). Tokoh kelahiran al Hira ini tercatat sudah menerjemahkan sekitar 116 karya, termasuk menuliskan 21 buku bidang kedokteran.
Islam juga mengenal sejumlah penerjemah lain, seperti Jurjis ibnu Bakhtisliu dan Yuhana ibn Masawaya. Selain itu, penerjemahan literatur medis dari para dokter dan tabib India serta Persia kuno juga gencar dilakukan. Peter E Poorman dan Emilie SavageSmith melalui bukunya, Medieval Islamic Medicine, mengatakan teks itu menjadi rujukan.
Berdasarkan teks-teks terjemahan, ujar mereka, para ilmuwan Muslim meneliti, menyempurnakan, sekaligus mengembangkan teknik pengobatan baru. Agar mudah dipahami, dipelajari, dan diaplikasikan, umat Islam membuat karya itu lebih sistematis. Ini terwujud lewat daftar indeks, ensiklopedia, atau kesimpulan.
Para ilmuwan Muslim juga memadukan teknik medis dari beragam peradaban sehingga ditemukan cara pengobatan yang lebih baik. Atas dasar fakta tersebut, tak heran jika Poorman dan Smith kurang sependapat dengan anggapan bahwa dokter Muslim hanya mengambil mentah-mentah ilmu kedokteran dari Yunani kuno.
Sejarawan Philip K Hitti menyatakan, ketika Eropa memasuki zaman kegelapan, peradaban Islam mengalami masa keemasan. Termasuk, dalam ilmu kedokteran. Ia mengungkapkan, banyak kemajuan yang mampu dicapai bangsa Arab pada masa tersebut.
Mereka, jelas Hitti, membangun apotek pertama, sekolah farmasi, dan buku daftar obat-obatan. Berdiri pula banyak balai pengobatan serta rumah sakit besar di sejumlah kota utama Islam. Misalnya, Damaskus, Kairo, hingga Baghdad, yang menandai kegemilangan kaum Muslim di ranah kedokteran.
Sir John Bagot Glupp, seorang sejarawan, mengatakan pada masa itu rumah sakit di dunia Islam berfungsi ganda. Rumah sakit tak hanya untuk merawat pasien, tetapi juga tempat para dokter mengasah dan mengembangkan keahliannya. Layaknya sekarang, rumah sakit Islam tak membedakan latar belakang pasien.
Baik pemeluk Islam, Kristen, maupun Yahudi, semuanya memperoleh pelayanan terbaik dan tanpa mengeluarkan dana sepeser pun. Tenaga dokter dan perawatnya berasal dari beragam etnis dan agama. Catatan sejarang menyingkap, rumah sakit pertama berada di Damaskus pada 707 Masehi.
Rumah sakit itu dibangun pada masa pemerintahan Khalifah al-Walid ibnu Abdul Malik. Bahkan, untuk pertama kali, rumah sakit ini mengenalkan sistem dokter spesialis. Pada 872 Masehi, rumah sakit umum dibangun di Kairo. Di kota yang sama, berdiri pula rumah sakit paling modern abad pertengahan, yaitu RS al-Mansuri.
Rumah sakit ini dibangun Sultan alMansur pada 1285. Menurut pakar sejarah, Will Durant, tersedia fasilitas lengkap di sana. Di samping terdapat ruang perawatan pasien, ada pula laboratorium, perpustakaan, dapur, kamar mandi, gudang obat-obatan, serta ruang studi.
Pada abad ke-11, di setiap kota Islam sudah berdiri beberapa rumah sakit. Kordoba di Spanyol, setidaknya memiliki 50 rumah sakit yang representatif pada masa Abu al-Qasim alZahrawi (Abulcasis). Di Tunisia, Pangeran Ziyadad I membangun RS al Qayrawan pada 830 Masehi. Fasilitas umum itu dibangun di Kota al-Dimnah.
Rumah sakit ini telah menerapkan pemisahan antara kamar rawat pasien dan ruang tunggu pengunjung. Lalu di Maroko, Khalifah al-Mansur Ya’qub ibnu Yusuf pada 1190 membangun RS Marakesh. Ini menjadi rumah sakit terbesar dan terindah pada masanya. Sebuah taman asri membuat suasana rumah sakit ini menjadi begitu nyaman.
Studi kedokteran turut berkembang. Sir John Bagot Glubb menjelaskan, sekolah kedokteran Islam pertama hadir di Kota Baghdad pada masa kekhalifahan Abdullah al Ma’mun (786-833).
“Ketika sistem sudah terbangun, para dokter dan ahli mendapat tugas memberikan kuliah bagi para siswa kedokteran,” paparnya.(http://aanchoto.com/2010/08/kemajuan-dunia-kedokteran-dalam-sejarah-islam/)
Menyambut ACIS X di Banjarmasin

BANJARMASIN - Hari ini, Minggu (24/10/2010) ribuan warga Banjarmasin mengikuti fun walk yang digelar panitia Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) di halaman PSB IAIN Antasari Banjarmasin.
Fun walk merupakan kegiatan penunjang ACIS ke-10 yang didukung sepenuhnya oleh Banjarmasin Post Group, Adaro, Bank Kalsel, dan Tri (3).
Ribuan warga juga akan disuguhkan beragam hiburan. Disela-sela hiburan akan dilakukan pengundian hadiah dan acara ceremonial tentang edukasi sekilas ACIS yang akan disampaikan oleh ketua panitia.
"Ketua panitia memaparkan tujuan, latar belakang, narasumber seminar dan berbagai hal yang terkait dengan ACIS dan pelaksanaan seminar Internasional. Serta acara ceremonial dari pihak sponsor," kata Staf Kesekretaritan ACIS, Irfan Islami.
Dijelaskan, semua persiapan kegiatan fun walk telah semaksimal mereka lakukan. "Jumlah peserta fun walk sebanyak 1.800 peserta," ucapnya.
Selain mahasiswa IAIN Antasari, peserta kegiatan kerja sama anatara direktorat Pendidikan tinggi Islam bersama IAIN Antasari itu, juga berasal dari masyarakat Banjarmasin.
"Seribu pendaftar pertama mendapatkan kaus kegiatan dengan biaya pendaftaran Rp 10.000. Sedang sisanya dikenakan biaya pendaftaran Rp 5 ribu tanpa diberi kaus," ucapnya.
Ditambahkannya, Peserta diharapkan sudah berkumpul dihalaman PSB IAIN Antasari pukul 06.00 Wita. Jalan sehatnya akan dilepas oleh pejabat Kementrian Agama, Rektor IAIN Antasari, pimpinan Umum Banjarmasin Post Group, serta pimpinan pendukung dan sponsor lainnya seperti Adaro, Bank Kalsel, Tri, BRI dan lainnya secara bersamaan.
Ketua Panita ACIS Lokal, Ahmad Khairuddin, mengatakan fun walk dikonsep untuk memanaskan dan menggaungkan ACIS kepada warga Banua sebelum seminar internasional itu dilaksanakan pada 1-4 Nopember 2010.
"Gaung seminar internasional yang bertajuk "Menemukan Kembali Islam Nusantara" akan makin semarak dan terkesan meriah bila diketahui oleh warga Banua," ucapnya.
Selain fun walk sebagai acara pendukung, kegiatan pameran islami bertemakan pendidikan, bazar kerajinan daerah, dan berbagai macam jenis kuliner khas daerah di halaman Hotel Arum Banjarmasin, saat berlangsungnya ACIS.
(kk/*)