Pesawat Yemenia Air Jatuh, Ditembak Rudal Militer Perancis ?

Sementara itu situs berita Tabnak.ir hari ini [04/07/009] merilis bahwa, sebab-sebab terjatuhnya pesawat Yemenia Air di Kepulauan Komoro diduga kuat akibat tembakan rudal dari kapal perang milik Perancis.
Tabnak yang menukil dari koran Alsharq Alawsat yang menukil pernyataan pejabat Komoro mengatakan: "kemungkinan besar pesawat Yemenia Air ditembak kapal militer Perancis dengan rudal, sebab perariran Komoro dikuasai penuh oleh kapal militer Perancis" tegas pejabat teras Komoro yang tidak mau disebutkan namanya.
Indikasi kuat lainnya adalah penyisiran ditempat pesawat jatuh, hanya dilakukan oleh kapal dan pesawat-pesawat militer milik Prancis dan Amerika Serikat saja.
Pesawat Yemenia Air itu mengangkut 153 orang dengan perincian 142 penumpang dan 11 kru. Berdasarkan informasi dari Yemenia Air, pesawat ditumpangi 75 warga Komoro, 66 warga Prancis, enam warga Yaman, dua warga Maroko, serta masing-masing satu warga Palestina, Kanada, Indonesia, Ethiopia, dan Filipina.
Jacko Dimakamkan Tanpa Otak!

MEGA bintang Michael Jackson akan dimakamkan Selasa 7 Juli 2009. Pemakaman tersebut rupanya tidak mengikutsertakan seluruh bagian tubuh Michael. Otak King of Pop itu tidak ikut dikubur.
Craig Harvey, bagian forensik Los Angeles telah memberi konfirmasinya perihal otak Michael yang dipisahkan tersebut. Menurutnya perlu dilakukan serangkaian tes neuropathology untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya sang legenda itu.
Keluarga sudah diberitahu soal kondisi di atas. Mereka diberi pilihan, otak tersebut dipisahkan atau ikut dikubur namun penyebab kematian Michael akan jadi tanda tanya. Keluarga rupanya memilih pilihan pertama.
Otak Michael tidak bisa ikut dimakamkan karena pemeriksaan baru bisa dilakukan dua minggu setelah almarhum meninggal. Setelah dua minggu, otak tersebut akan mengeras sehingga bisa dibedah untuk dilakukan pemeriksaan.
Menurut seorang sumber di bagian forensik, otak Michael sudah dipisahkan sebelum jenazah si Moonwalker itu dipulangkan ke keluarga. Demikian seperti detikhot kutip dari Mirror, Minggu (5/7).
Pemeriksaan pada otak Michael diharapkan bisa mengungkap obat-obatan apa saja yang pernah dipakaianya. Apakah sebelumnya ayah tiga anak itu pernah overdosis juga bisa diketahui.
"Jaringan otak tersebut harus diperiksa. Tapi aku tidak bisa tahu berapa lama pemeriksaan akan berlangsung," ujar si sumber.
Polisi Mesir sikat mahasiswa Indonesia.......

Selain disiksa selama tiga hari, keempat mahasiswa Mesir yang bernama Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi itu tidak diberi makan. Namun akhirnya penderitaan keempat mahasiswa itu berakhir setelah pihak KBRI membebaskan mereka.
Kronologi:
Raidatul Firdaus, kakak dari salah satu mahasiswa yang ditangkap mengungkapkan kronologi kejadian mulai dari penangkapan hingga penyiksaan. Berikut kronologis penyiksaan pada tanggal 28 Juni lalu itu:
Awalnya, keempat mahasiswa sedang duduk dan belajar di ruang kos mereka di Mesir. Tiba-tiba malam itu ada sebanyak 12 polisi Mesir dengan senjata lengkap mendobrak dan langsung menginterogasi mereka di tempat.
"Keempatnya ditanyai apakah mereka tersangkut dengan jaringan pendiri Hamas Syekh Ahmad Yasin (tokoh pendiri Hamas). Lalu mereka mengatakan tidak, kami bukan bagian dari mereka. Lalu polisi tidak percaya dan polisi melakukan pemeriksaan ke ruang-ruang mereka, saat itu ditemukan gambar Syekh," kata Raidatul, di rumahnya Jalan Pasir Putih, Desa Pematang Berangan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu (4/7/2009).
Saat ditemukan itu, lanjutnya, mereka langsung marah dan langsung menggiring keempat mahasiswa tersebut ke mobil, serta membawa barang bukti ke sel bersama keempatnya.
Sesampainya di sel, mereka langsung ditempatkan di salah satu ruangan untuk diinterogasi dan selanjutnya mereka ditelanjangi dengan kedua tangan dan kaki diikat serta mata ditutup.
Seperti diketahui, empat mahasiswa itu adalah Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi. Mereka ditangkap karena dituduh polisi menyimpan gambar tokoh Hamas, Syeh Ahmad Yasin dan dituding membuat situs Ihwan online.
Keempat mahasiswa Indonesia di Mesir itu diinterogasi selama tiga hari. Setiap satu pertanyaan yang dilayangkan, mereka disetrum dengan kondisi tubuh tanpa busana.
"Setiap satu pertanyaan mereka disetrum di sekujur tubuh mereka, termasuk kemaluan adik saya, dan ini terus terjadi selama tiga hari berturut-turut (meskipun) mereka mengaku bukan jaringan Hamas dan Al-qaeda," kata Raidatul Firdaus kepada okezone, di rumahnya Jalan Pasir Putih, Desa Pematang Berangan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu (4/7/2009).
Raidatul menambahkan, beberapa pertanyaan yang diajukan polisi di antaranya, "Apakah kamu salat, apakah kamu selalu tinggalkan salat, apa kamu terkait jaringan Al-qaeda, apakah kamu sering bermain bola dengan pihak Mesir".
"Dari pengakuan mereka saat saya hubungi, selain disetrum mereka juga tidak diberi makan oleh polisi yang menahannya," kata salah seorang saudara mahasiswa yang disiksa, Raudatul Firdaus, Jumat (3/7/2009).
Oleh karena itu, kondisi Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi sangat memprihatinkan. Beruntung pada penghujung hari ketiga, ada petugas yang kasihan dengan mereka dan memberi makan seadanya.
"Beruntung hanya satu hari itu saja, itu pun tidak jelas siapa yang memberi mereka makan, karena saya tidak sempat menanyainya," imbuhnya.
Setelah penyiksaan tiga hari, mereka pun di bebaskan dari tahanan dan dinyatakan tidak bersalah. "Itupun setelah teman adik saya memberitahukannya," katanya.
Penyiksaan yang dialami empat mahasiswa Indonesia di Mesir memang cukup sadis. Pihak keluarga dan rekan-rekan sesama mahasiswa di sana mengaku sudah mengadukan penyiksaan itu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir.
Dia berharap pihak KBRI sebagai perwakilan bisa memberi perlindungan dan menjalin keselamatan rakyat Indonesia yang ada di Mesir terutama juga buat para mahasiswa.
"Kita takutnya pasca ada pemberitaan ini meluas, mereka kembali ditangkap lagi, kita tidak mau ini terjadi. Kita berharap KBRI bisa menanganinya dan meberi jaminan keselamatan mereka," pintanya.
Penyiksaan empat mahasiswa Indonesia yang dilakukan polisi Mesir mendapat reaksi dari Departemen Luar Negeri. Pihak Deplu menyatakan sudah melayangkan surat mempertanyakan alasan penangkapan empat mahasiswa tersebut.
"Kita sudah melayangkan surat pertanggal 30 Juni kemarin, untuk meminta klarifikasi atas penangkapan mahasiswa Indonesia di Mesir. Dan kemarin mereka telah dibebaskan," ungkap juru bicara Deplu Teuku Faizasyah, Sabtu (4/7/2009).
Seperti diketahui, keempat mahasiswa itu mendapat penyiksaan dari pihak kepolisian setempat karena dituduh terkait jaringan terorisme. Terkait hal tersebut Deplu menilai, kasus ini merupakan salah tangkap dan meminta klarifikasi kepada pihak Mesir untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Kami sedang mengevaluasi dan meminta klarifikasi apa yang terjadi. Mungkin ini salah tangkap, tapi kami minta klarifikasi dulu," pungkasnya.
Sejauh ini pihak pemerintah Indonesia masih belum menempuh jalur hukum karena masih menunggu klarifikasi dari pihak pemerintah Mesir.
4 Mahasiswa Indonesia Disiksa di Mesir
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Ilustrasi
“Mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan polisi Mesir mengaku sudah tidak tahan lagi di sana. Mereka minta segera dipulangkan ke tanah air,” kata Sainul Muttaqin, kakak dari Fahturrahman mahasiswa Indonesia di Mesir yang mengalami penyiksaan, kepada detikcom, Sabtu (4/07/2009).
Dia menjelaskan, kedua mahasiswa Al Azhar di Kairo Mesir itu adalah, Arzil dan Tasril Sugandi yang masih duduk di semester I. Dimungkinkan keduanya meminta dipulangkan karena terhitung baru menjadi mahasiswa.
“Mungkin karena mereka berdua ini masih mahasiswa yang baru, sehingga mereka kurang begitu betah atas kasus yang menimpa mereka. Alasannya inilah mereka dalam perbincangan dengan keluarganya di Riau meminta segera di pulang,” kata Sainul.
Dua mahasiswa lagi, yakni Fahturrahman dan Ahmad Yunus sudah duduk di semester IV. Mereka ini menjadi korban penganiayaan polisi setempat atau dikenal dengan sebutan Amni Daulah.
Polisi Mesir menyiksa mereka dengan cara yang keji. Mereka ditangkap di kamar kosnya bak teroris kelas kakap. Mata ditutup, tangan diikat, lantas sampai di kantor polisi setempat mereka ditelanjangi, bahkan salah satu di antaranya alat vitalnya disetrum.
“Mereka sudah saya bujuk agar mereka tetap bertahan untuk meneruskan kuliahnya,” kata Sainul.
Tudingan polisi Mesir terhadap empat mahasiswa Indonesia asal Riau sangat tidak mendasar. Mereka ditangkap bak teroris hanya dengan tudingan membuka situs ihkwanul muslim.
“Padahal mereka tidak pernah membuka situs seperti yang ditudingkan pihak kepolisian setempat,” kata Sainul Muttaqin, kakak dari Fahturrahman salah seorang mahasiswa Indonesia asal Riau, Sabtu (4/7/2009)..
Pengakuan para mahasiswa Riau itu, kata Sainul, sebenarnya polisi Mesir akan menangkap mahasiswa Indonesia asal Tapanuli Selatan, Sumut yang dituding membuka situs tersebut. Kebetulan mahasiswa asal Sumut itu satu kos dengan mahasiswa asal Riau.
“Hanya saja saat tempat kos mereka digerebek polisi setempat, mahasiswa asal Sumut itu tidak berketepan sedang keluar. Sehingga mereka (empat mahasiswa Riau) menjadi sasaran penangkapan pihak kepolisian setempat,” kata Sainul.
“Jadi memang dasar penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian setempat sangat tidak mendasar,” kata Sainul.
Keempat mahasiswa Indonesia yang mengalami penyaniayaan itu adalah, Faturrahman mahasiswa Al Azhar semester IV asal Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.
Selanjutnya, Ahmad Yunus, semester IV asal Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba. Arzil, semester I asal Desa Rokan IV Koto dan Tasrih Sugandi asal Desa SP4 Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu.
Empat mahasiswa Indonesia asal Riau menjadi korban penangkapan dan penganiyaan polisi Mesir. Dua di antaranya minta dipulangkan, sedangkan dua lagi masih bertahan karena sudah menjelang wisuda.
“Dua mahasiswa yang masih duduk di semester I memang meminta dipulangkan. Namun dua mahasiswa lagi yang duduk di semester IV harus bertahan sampai mereka diwisuda. Karena kuliah di sana, semester IV itu merupakan semester akhir,” kata Sainul Muttaqin, kakak dari mahasiswa Indonesia Fahturrahman yang menjadi korban penganiyaan polisi Mesir, Sabtu (4/7/2009).
Kedua mahasiswa yang sudah duduk di semester akhir itu adalah, Fahturrahman dan Ahmad Yunus. Sebenarnya keduanya juga merasa trauma atas peristiwa yang menimpa mereka. Persoalannya bila mereka kembali ke Indonesia, maka dengan sendirinya mereka akan gagal menjadi sarjana.
“Karena itu mereka tetap bertahan dengan harapan mereka bisa meraih gelar sarjana. Tentunya mereka juga berharap adanya perhatian khusus dalam masalah ini dari KBRI di Kairo,” kata Sainul yang juga Kepala Sekolah MTs Khalid Bin Walid di Kabupaten Rokan Hulu.
Menasionalisasikan Sumber Alam Indonesia
Tantangan berat menghadang para calon presiden Indonesia yang akan berlaga pada 8 Juli mendatang. Adalah kekayaan alam dan sumberdaya alam Indonesia yang sampai saat ini diperkosa oleh pihak asing. Oleh karena itu, siapapun nanti yang bakal menjadi pemimpin Indonesia harus punya nyali dan keberanian untuk mengembalikan sumber alam Indonesia yang berjajar dari Sabang sampai Merauke ke dalam pelukan bangsa Indonesia sekaligus menasionalkan sumber-sumber alam tersebut.
Jelas, Indonesia adalah negara kaya raya akan sumberdaya alam, meskipun demikian posisi tawar Indonesia di hadapan negara-negara asing tetap lemah, bahkan dihadapan negara kecil tetangga Indonesia pun tidak punya wibawa, lebih dari itu cenderung plin plan.

Dalam Pasal 2 disebutkan, bahwa pertambangan mineral dan/atau batubara dikelola berazaskan manfaat, keadilan, dan keseimbangan. Ini maknanya adalah, selama pemerintah, memandang bahwa kepemilikan asing masih bisa bermafaat meskpin hanya segelintir orang, maka kepemilikan modal mayoritas dari perusahaan asing berhak memiliki suatu tambang dan sumber mineral di Indonesia. Lalu azas keadilan dan keseimbangan..?. dua azas diatas akan berlaku jika segelintir tertentu merasa dirugikan dan pembagian upeti dari pemodal antar mereka tidak seimbang lagi.
Berikut ini adalah bukti nyata bahwa perusahaan tambang asing yang bercokol di tanah air hanya berdasarkan manfaat pribadi belaka tanpa menggunakan dua azas lainnya.
PT Freeport McMoran Indonesia
PT Freeport Indonesia adalah perusahaan yang saham mayoritasnya dikuasai perusahaan tambang Amerika Serikat, hingga detik ini perusahaan ini telah berhasil menyedot kekayaan emas dari perut bumi pertiwi sekitar 1500 ton emas. Namun pengelolaan tambang emas itu sama sekali tidak membawa pengaruh nyata bagi kesejahteraan bangsa Indonesia meskpin masyarakat Papua sendiri.
PT Freeport McMoran Indonesia adalah perusahaan tambang paling tua yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan tambang Amerika ini sering mendikte dan ikutcampur dalam kebijakan pertambangan di Indonesia. Salah satu buktinya adalah Kontrak Karya PT Freeport Indonesia ditetapkan sebelum diberlakukannya UU Nomor 11/1967 tentang Pertambangan umum.
PT Freeport yang berlokasi di Grasberg dan Easberg, Pegunungan Jaya Wijaya ini, menguasai 81,28% saham, sedangkan PT Indocopper Investama sebesar 9,36%, dan pemerintah Indonesia yang notabene adalah pemilik alam hanya mempunyai saham sebesar 9,36%.
Tidak tangung-tanggung, luas konsesi yang diberikan kepada Freeport pun luar biasa, 1,9 juta hektar lahan di Grasberg dan 100 km2 di Easberg.
PT Newmont Nusa Tenggara (NNT)
PT NNT ini, 80% sahamnya dikuasai oleh PT Newmont Mining Corp, sisanya sebear 20% dimiliki oleh PT Pukuafu Indah milik Yusuf Merukh. Sedangkan investasi yang ditanam sebesar 1,9 miliar dolar Amerika.
Luas konsesi yang diberikan kepada NNT seluas .1.127.134 hektar lahan, meliputi wilayah pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. PT NNT ini Mulai berproduksi sejak tahun 2000.
Metode pertambangan NNT ini sudah selayaknya perlu diawasi secara intensif. PT NNT menggunakan metode pertambangan open pit (tambang terbuka) dan membuang limbah sisa olahan dengan menggunakan sistem submarine tailing disposal (STD).
Berarti, sedikitnya 110 ribu ton tailing telah dibuang ke laut setiap hari oleh perusahaan tersebut.
PT Newmont Minahasa Raya
Perusahaan tambang raksasa milik Amerika Serikat ini bernama Newmont Indonesia Ltd. Perusahaan yang berlokasi di Minahasa, Sulawesi Utara itu, dikenal memiliki reputasi buruk dengan munculnya kasus Buyat. Dan perusahaan ini menguasai 80% saham pertambangan dan sisanya 20% dimiliki PT Tanjung Serapung.
Akibat penambangan PT Newmont tersebut, kini 80% dari 266 warga Teluk Buyat mengalami gangguan kesehatan, mulai dari kesehatan kulit hingga reproduksi. Logam berat Arsen telah mencemari sumur-sumur warga di Kampung Ratatotok dan Buyat sejak Newmont menambang.
PT Lapindo Brantas Inc
Inilah skandal terbesar yang dilakukan perusahaan tambang. Berlokasi di Blok Brantas, Jawa Timur, Lapindo Brantas Inc dibentuk pada 1996 dengan membeli saham milik HUFFCO dan menjadi operator kontrak bagi hasil Blok Brantas, Jawa Timur.
Komposisi pemilikan saham, PT Medco E&P Brantas 32%, Santos(Brantas) Pty Ltd 18%, dan PT Energi Mega Persada 50%.
Akibat kelalaian Lapindo, pada 29 Mei 2006, lumpur panas menyembur dari sumur Banjar Panji-1 di desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoardjo, Jawa Timur.
Semburan lumpur tersebut telah menimbulkan korban setidaknya 21 ribu jiwa atau lebih dari 3.500 KK mengungsi, belasan desa terendam, ratusan hektar lahan pertanian terendam, puluhan bangunan sekolah terendam, dan tak kurang 20 perusahaan tutup.
Bahkan semburan lumpur Lapindo tersebut telah meningkatkan angka pengangguran akibat kehilangan pekerjaan. Kejadian ini juga telah melumpuhkan transportasi jalan tol Porong, Gempot, dan Surabaya, yang kerugiannya juga mengimbans pada perusahaan-perusahaan jasa angkutan dan transportasi ekonomi lainnya.
CNOOC SES Ltd dan BP Java West Ltd
Tumpahan minyak di kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu telah terjadi sejak Desember 2003. Ketika pertama kali ditemukan gumpalan minyak (tar ball) di sekitar Pulau Pabelokan. Tumpahan minyak semakin meluas hingga awal Mei 2004. Sehingga mencemari kawasan Taman Nasional Laut di Pulau Seribu.
Hal ini tidak saja mencemari perairan laut sekitar Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, melainkan juga telah mencemari pulau-pulau sekitarnya. Terbanyak terjadi pada 2003 hingga mencapai 78 pulau.
Meski hasil penyelidikan dan uji lab atas sampel minyak yang terpapar sangat identik dengan crude oil yang berasal dari sumur-sumur CNOOC, namun tetap sulit untuk menjerat siapa yang paling bertanggung jawab.
Usaha untuk memperkarakan pencemaran Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu oleh tim terpadu justru malah dihentikan penegak hukum yaitu kepolisian dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3).
Inilah bukti nyata betapa kuatnya pengaruh perusahaan tambang multinasional dalam mempengaruhi kinerja para penegak hukum.
PT Nusa Halmahera Minerals Ltd(PT NHM)
Perusahaan tambang jenis produksi emas ini berlokasi di Pulau Halmahera. Newcrest Singapore Holdings Pte Ltd (Australia) menguasai saham 82,5%, dan sisanya PT Aneka Tambang (Indonesia) 16,5%.
PT NHM adalah salah satu dari 13 perusahaan skala besar asing yang berhasil mendorong amandemen UU Kehutanan Nomor 41 tahun 1999 yang melarang pertambangan terbuka di hutan lindung.
Dengan UU kehutanan baru, PT NHM lalu menyelesaikan penggalian lubang tambangnya di Toguraci yang semula merupakan hutan lindung dan hutan adat suku Soa Pagu.
Bahkan saat ini, PT NHM telah meluaskan operasinya ke kawasan Anggrek, Langsa, Donga, Maruwit, dan Kayu Manis. Kawasan tersebut adalah kawassan hutan adat Soa Pagu.
PT Kaltim Prima Coal (KPC)
Perusahaan yang bergerak dalam jenis galian batubara ini, berlokasi di Kalimantan Timur. Saham dimiliki oleh Bumi Resurces yang sebelumnya dimiliki oleh Rio Tinto dan BP.
PT KPC membebaskan lahan warga dengan dalih peruntukan jalur hijau. Perusahaan ini juga menggusur tanah milik kelompok tani Bersatu Desa Sepaso Kutai Timur. Ada 60 hektar lahan kelompok tani dirusak dan dibor KPC.
PT INCO
PT Inco beroperasi lebih dari 30 tahun di Indonesia. Saham mikik CVRD/Inco-Brazil , INCO Limited dan Sumitomo.
Yang menjadi soal adalah, sebagian kawassan tambang berada di hutam lindung. Karena PT Inco menyerobot hutan damar dan rotan milik masyarakat adat. Menurut informasi, ketika membangun kota kecil di Soroako, PT Inco menghargai tanah petani dengan sangat murah.
Sawah warga Dongi diubah jadi lapangan golf. Warga terpaksa membangun rumah di atas limbah batuan. Sebagian warga Soroako dipaksa meninggalkan danau Towuti yang berlumpur dengan kadar E-coli menjadi 2400 ppjm. Normalnya, sebenarnya hanya 200 ppm.
Pengangguran di AS Meningkat

Menanggapi hal ini, para pengamat Amerika menyatakan kekhawatirannya jika angka pengangguran terus meningkat di negara yang dilanda resisi ekonomi ini. Menurut pengamat ekonomi, peningkatan angka pengangguran ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2010.
Menyusul laporan Biro Tenaga Kerja AS ini, harga saham di pasar bursa New York anjlok, bahkan nilai tukar dolar AS juga turun di hadapan Euro. Para pengamat ekonomi memperkirakan, dalam laporan resmi Kementerian Tenaga Kerja AS akan dirilis hari ini, disebutkan mengenai peningkatan angka pengangguran yang pada pekan lalu mencapai 4.9 persen menjadi 6,9 persen.
Diprediksikan hingga akhir tahun 2009, satu juta warga akan bergabung dalam kelompok pengangguran.
Konspirasi Kematian Neda dan Michael Jackson

Namun, beberapa hari setelah mereka puas menghias headline dengan kepergian Neda dan setelah puas memojokkan republik Islam Iran dengan cerita dan narasi menyedihkan sekaligus pembohongan publik, kini tiba-tiba kasus Neda menghilang dari pemasok berita. BBC, Reuter, CNN dan media massa barat lainnya asyik menghias headline mereka dengan kematian sang raja pop dunia. Kematian Neda hilang dari peredaran dalam sekejab. Berita kecurangan Ahmadinejad dalam pemilu Iran juga sirna. Sokongan Barat terhadap tiga kandidat kalah juga senyap. Semuanya datang dengan tiba-tiba dan serentak.
Micahel Jackson kini menjadi tokoh utama setiap pemberitaan.
Kronologi Kematian Neda
Seorang sopir taksi yang tidak mau disebutkan namanya bercerita. Sopir taksi ini adalah saksi hidup tragedi kematian Neda yang tidak pernah di jamah oleh BBC, Reuter dan CNN. Dialah yang mengangkut dan memasukkan tubuh Neda yang berlumuran darah kedalam taksinya untuk dibawa ke rumah sakit dari tempat kejadian. Sang sopir kepada IRIB bercerita, "Hari Sabtu, saat itu tepatnya pukul 19:20, saya membawa mobil melewati jalan Salehi ke arah atas. Di depan gang Khasravi, tiba-tiba saya dikejutkan pada kerumunan beberapa warga, karena memang gang tersebut sepi dan jauh dari hiruk pikuk demonstrasi. Saat melewati kerumunan tersebut, saya melihat seorang perempuan terlentang di atas jalan.
Dari mulut dan hidungnya keluar darah. Saat itu, tidak ada pilihan lain dalam benak saya, kecuali turun dari mobil dan menaikkan perempuan malang tersebut ke atas mobil. Saya segera mengarahkan mobil ke arah rumah sakit. Namun sayang ternyata, gang setelahnya gang buntu. Tanpa pkir panjang lagi satu-satunya jalan yang harus di tempuh untuk menyelamatkan perempuan malang ini adalah menurunkannya dan menaikkan mobil lain untuk lebih cepat menuju rumah sakit.
Beberapa orang memindahkan tubuh berlumuran darah itu ke mobil lain.
Adalah Guru musik Neda yang juga tidak disentuh oleh BBC, CNN dan Reuter. Dia adalah saksi hidup kedua dalam kasus Neda. Saat TV Nasional Iran Chanel 1 menayangkan rekaman video kematian Neda, disana terdapat seorang laki-laki tua yang rambutnya sudah memutih karena uban.
Saat ditanya oleh IRIB, lelaki tua yang ternyata adalah guru musik perempuan malang itu menuturkan, "Saat itu, saya melihat ada sebuah mobil peugeot yang berusaha mengangkat tubuh berlumur darah Neda."
Kematian Neda sangat disesalkan. Sebagaimana penyesalan terhadap kematian para Basij, anak kecil beserta ibunya yang tidak tersentuh hiruk pikuk BBC, CNN dan Reuter. Sebagaimana penyesalan terhadap 400 polisi Iran yg terluka diserang para perusuh, penyesalan 2 orang yg luka atau syahid di mesjid Lulagar di kawasan Navvab, yg dibakar oleh perusuh. Mengapa yg disebut pahlawan bila yg tewas dari pihak perusuh, sementara korban tewas di pihak lain tdk disebut pahlawan? Kematian Neda tidak berbeda dengan kematian para Basij, anak kecil beserta ibunya. Sayangnya... lagi-lagi sayangnya kematian mereka yang terkena muntahan timah panas para perusuh tidak berharga dimata media massa barat itu.
Kasus terus bergulir, kini penyelidikan telah dimulai, hasil awal mengatakan ada sejumlah fakta yang mengundang keraguan atas siapa eksekutor kematian Neda. BBC dan media massa Barat menuding Basij si penjahat itu, polisi Iranlah si bajingan itu. Jelas, pemerintah Iran tidak meragukan adanya kematian warganya yang bernama Neda, namun yang diragukan adalah siapakah pelaku penembakan tersebut.
IRIB dalam hal ini adalah pemerintah Iran mempublikasikan rekaman tersebut dengan beberapa catatan sebagaimana yang disiarkan oleh Stasiun Nasional Iran Chanel 1:
1. Rekaman video kematian Neda yang dipublikasikan oleh media-media Barat menunjukkan bahwa Neda sudah disorot dan telah diincar sejak lama. Sebab, rekaman video tersebut menayangkan keberadaan Neda 45 menit sebelum kematiannya. Artinya sebelum kejadian, Neda telah menjadi target pembunuhan. Atau jika saja kita menerima asusmsi bahwa, rekaman tersebut adalah kebetulan dan tanpa disengaja. Namun pertanyaannya adalah kenapa tempat pembunuhan Neda jauh dari tempat kerusuhan. Karena kerusuhan saat itu terjadi di Jalan Azadi. Lagi pula diperkirakan sebagaimana tayangan video tersebut, disana minimal ada dua handycam yang merekam kejadian tersebut. Ini jelas menunjukkan adanya skenario dan program sebelumnya.
2. Basij dan polisi yang merupakan pihak tertuduh dalam kasus ini, saat itu ditempatkan di tempat kerusuhan, bukan wilayah yang jauh dari kerusuhan. Dan juga mereka tidak dipersenjatai. Basij dan polisi hanya membawa pentungan dan gas air mata. Kenyataan ini diperkuat oleh kesaksaian guru musik Neda. Sambil menunjuk tempat kejadian, sang guru mengatakan," Saat itu, di tempat ini suasana tenang dan tidak ada kerusuhan, saat itu memang tempat ini beberapa warga ada yang berkerumun. Saat kami menyeberang dari samping jalan untuk naik mobil, dan ketika sampai di belokan jalan, tiba-tiba terdengar suara tembakan..."
3. Berdasarkan laporan hasil forensik, peluru yang ditembakkan ke Neda sejenis senjata kaliber kecil dari sebuah pistol, dan ditembakkan dari jarak dekat saat Neda berjalan kaki. Dan minimal jarak tembak sekitar 5 sampai 7 meter. Lebih lanjut guru musik Neda mengatakan, "Suara tembakan peluru yang dimuntahkan mirip suara petasan...." Lebih dari itu, sopir taksi juga memberikan kesaksian bahwa saat kejadian, pihaknya tak melihat basij dan polisi di sekitar. Guru musik Neda juga mengatakan, "Saat itu, tidak ada konflik senjata, yakni tidak ada aparat keamanan yang bersiaga di wilayah tersebut. Di sana hanya ada sejumlah warga saat suara peluru terdengar yang kemudian mengenai Neda."
4. Dalam tayangan video dilihatkan bahwa Neda telah ditembak dibagian kepala dari belakang, akibat tembakan itu keluarlah darah segar dari mulut dan hidung Neda.
Karena darah itu keluar dari mulut dan hidung Neda maka, ada beberapa poin yang perlu dipertimbangkan.
1. Senjata yang digunakan adalah senjata genggam kecil sejenis pistol berkaliber kecil, karena disana tidak ditemukan adanya projektil peluru yang menembus tubuh dan kepalanya.
2. Senjata ditembakan dengan jarak sangat dekat, sehingga dipastikan tepat mengenai sasaran, karena dalam suasana yang rusuh [menurut media massa barat, Neda ditembak ditengah-tengah warga sedang demo] hal ini tidak mungkin bisa dilakukan, kalau ini dilakukan dengan senjata genggam, maka kemungkinan akan menimbulkan jatuh korban lebih dari satu dan ini tidak terjadi.
Atau kita ikuti jejak spekulasi media massa barat yang mengatakan Neda ditembak dari jauh. Maka kemungkinan ini akan lebih kecil dengan memperhitungkan beberapa hal:
1. Dengan tembakan jauh -oleh seorang sniper sekalipun- maka diperlukan senjata laras panjang atau minimalnya menengah (semi), yang tentu senjata demikian ini memiliki daya tembak yang lebih kuat. Karena tembakan yang begitu kuat maka akibat yang ditimbulkan adalah akan lebih fatal. Kita asumsikan bahwa penembak menggunakan senjata panjang jenis AK 47atau M 4 misalnya, maka minimal akibat dari tembakan tersebut akan fatal, yakni peluru akan menembus kebagian depan, badan maupun kepala, atau batok kepala Neda akan terkelupas. Namun sebagaimana tergambar dama video hal ini tidak tampak dalam rekaman yang ditayangkan.
Dengan memperhitungkan TKP dalam tayangan video yang disebarkan oleh media massa barat maka akan menutup beberapa kemungkinan:
1. Neda ditembak ditengah-tengah kerusuhan. Lagi pula bukanlah watak orang Iran yang akan membiarkan korban terkelepar sendirian apalagi seorang wanita. Mereka (para demonstran) akan merubung Neda dan menolongnya. Lagi-lagi yang nampak dalam gambar tayangan video tersebut Neda dikerubungi hanya 4 atau 5 orang saja.
2. Penanganan Neda yang hanya ditangani oleh sejumlah kecil orang, dan tempat tertembaknya Neda merupakan gang buntu, maka kemungkinan adanya usaha dengan sengaja untuk membunuh Neda sangat terbuka lebar.
3. Atau Neda memang sengaja dibiarkan mati. Dengan asumsi bahwa Neda akan dijadikan sebagi maskot pahlawan dan simbol penentangan terhadap pemerintahan pilihan rakyat Ahmadinejad dalam kaca mata Barat dan Amerika. Oleh karena itu film Neda sengaja dibuat, dirilis dan disebarkan luaskan keseluruh dunia dengan kesadaran penuh sebagai upaya memojokkan Republik Islam Iran dimata dunia.
Mempertimbangkan poin-poin diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kematian Neda adalah skenario yang sengaja dibuat untuk memperkeruh suasana di Iran dan memojokkan Republik Islam Iran.
Kini kebenaran terkuak, Republik Islam Iran tetap tegar dengan wilayatul faqihnya. Barat dan Amerika kelimpungan sebab makarnya di Iran terbongkar. Kebohongan beritanya terkuak. Demi menutup malu dan mengubah opini maka Jakco si raja pop dijadikan sebagai tumbal oleh badan Think Thank Amerika dan Barat. Kematian penuh teka teki Micahel Jackson menghias headline surat kabar dan situs mereka.
profil calon pemimpin Indonesia
Nomor Urut 1
Mega - Prabowo
- Total Suara Koalisi: 20.60%
- Total Kursi di DPR: 21.60%
- Partai Pendukung: PDI Perjuangan, Gerindra, Kedaulatan, PNI Marhaenisme, Pakar Pangan Pangan, Buruh, PPNUI, PSI, Merdeka
Cawapres
Prabowo
Profil Lengkap »Nomor Urut 2
SBY - Boediono
- Total Suara Koalisi: 59.70%
- Total Kursi di DPR: 56.07%
- Partai Pendukung: Demokrat, PAN, PKS, PKB, PPP, PBB, PDS, PKPB, PBR, PPRN, PKPI, PDP, PPPI, Republikan, PPD, Patriot, PNBK, PMB, PPI, Pelopor, PKDI, PIS, PNI
Cawapres
Boediono
Profil Lengkap »Nomor Urut 3
JK - Wiranto
- Total Suara Koalisi: 20.84%
- Total Kursi di DPR: 22.32%
- Partai Pendukung: Golkar, Hanura, PKNU, Barnas, PDK
Iklan Pendidikan Gratis Bohongi Rakyat
Warta No. 1
Adv - detikNews

Prabowo mengungkap, dirinya telah bertandang ke sejumlah daerah untuk bertemu langsung dengan warga masyarakat. Setiap kali pertemuan, warga selalu mengatakan bahwa pendidikan gratis yang dipromosikan pemerintah lewat berbagai media adalah bohong belaka.
"Iklan pendidikan gartis itu tidak benar. Saya kunjungi masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, rakyat kita merasakan hal itu tidak benar," tandas cawapres yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra tersebut.
Kebohongan yang terjadi menyangkut pendidikan gratis itu tentu amat disayangkan. Sebab, menurut Prabowo, pendidikan merupakan faktor penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
Sebagaimana diketahui, pemerintah selama ini gencar menyosialisasikan pendidikan dasar gratis sembilan tahun mulai 2009. Sekolah tidak boleh lagi memungut biaya pendidikan untuk jenjang SD-SMP, kecuali sekolah berstandar internasional atau rintisan sekolah berstandar internasional.
Namun, faktanya - seperti kenyataan yang diperoleh Prabowo - orang tua murid tetap saja mengeluh, lantaran anaknya yang bersekolah di SD maupun SMP ternyata masih dipungut rupa-rupa biaya. Demikian juga dengan mereka yang mau menyekolahkan anaknya ke SD atau SMP.
Ety, seorang ibu di Cinere, Depok, misalnya, mengaku harus membayar Rp 600 ribu untuk memasukkan anaknya yang kedua di SD. Dana itu hanya untuk uang gedung, di luar uang buku, pakaian seragam dan lainnya. Sementara anak pertamanya yang sekarang kelas III SD, tiap bulan harus membayar Rp 110 ribu - di luar buku paket per semester yang diwajibkan.
"Bohong kalau dikatakan gratis. Prakteknya kita harus bayar, dan tak sedikit," kata Ety seperti dikutip sejumlah media.
Sementara, di Mungkid Magelang, ratusan warga belum lama ini bahkan menggelar aksi demo di kantor Pemkab menyoal sekolah gratis. Sambil membentangkan spanduk, mereka beryel-yel menyebut sekolah gratis sebagaimana yang dikatakan pemerintah hanya bohong belaka.
"Kalau memang gratis, seharusnya tidak ada pungutan apa pun dari sekolah. Faktanya, siswa masih dipungut biaya. Kalau begitu, program pendidikan gratis itu bohong. Tidak sesuai dengan fakta," tandas Wahyu Sukmo Hadi, koordinator aksi.



