Showing posts with label Afganistan. Show all posts
HARI MALALA (Malala Yousafzai) adalah Hari Perempuan yang ditindas ISLAM GARIS KERAS..!!!! Taliban & Al-Qaida yg beraliran WAHABI terlibat..!!! Benarkah???!!!???
![]()
Seorang Anak Perempuan Mampu Mengubah Dunia
|

Menurut Kantor
Berita ABNA, Malala Yousafzai, gadis Pakistan yang sekitar Sembilan bulan lalu kepalanya pernah ditembak oleh kelompok Taliban karena menyuarakan tuntutan
agar anak perempuan juga memperoleh hak untuk mendapatkan pendidikan, akhirnya berbicara di PBB. Ini merupakan penampilan perdana Malala pasca mendapat perawatan medis.
Berita ABNA, Malala Yousafzai, gadis Pakistan yang sekitar Sembilan bulan lalu kepalanya pernah ditembak oleh kelompok Taliban karena menyuarakan tuntutan
agar anak perempuan juga memperoleh hak untuk mendapatkan pendidikan, akhirnya berbicara di PBB. Ini merupakan penampilan perdana Malala pasca mendapat perawatan medis.
Berpakaian pink
dengan kerudung warna senada, Yousafzai menghadiri acara International Youth Assembly di New York, Amerika Serikat. Gadis yang tengah merayakan ulang tahunnya ke 16 tersebut juga mengenakan syal berwarna putih yang dililitkan dilehernya.
dengan kerudung warna senada, Yousafzai menghadiri acara International Youth Assembly di New York, Amerika Serikat. Gadis yang tengah merayakan ulang tahunnya ke 16 tersebut juga mengenakan syal berwarna putih yang dililitkan dilehernya.
Syal tersebut dulunya milik mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto yang dibunuh pada
2007 setelah kembali dari pengasingan.
"Mari kita ambil buku dan pena kita. Itu adalah senjata kita yang paling kuat. Satu anak, satu guru, satu pena dan satu buku bisa mengubah dunia. Pendidikan adalah satu-satunya solusi," kata Yousafzai di Markas PBB, New York, seperti dilansir oleh Reuters, Jumat (12/7/2013) waktu setempat.
Nyali Yousafzai sama sekali tidak surut. Ia mengaku tidak akan pernah berhenti memperjuangkan
hak pendidikan warga.
hak pendidikan warga.
"Saya ingin pendidikan bagi putra dan putri Taliban dan semua teroris dan ekstremis.
Bahkan saya tidak membenci talib yang menembak saya," ucapnya. Ia mengungkapkan pengalamannya saat ditembak oleh Taliban dalam jarak dekat setahun yang lalu. Sama sekali tidak tampak ketakutan dalam nada bicaranya. "Mereka menembak teman-teman saya juga. Mereka mengira bahwa peluru akan membungkam kami. Tapi mereka gagal dan keluar dari keheningan yang datang ribuan suara," katanya disambut sorak-sorai dari para siswa yang berkumpul di aula PBB itu.
Yousafzai didampingi General Sekretaris PBB, Ban Ki-moon menandatangani petisi untuk mendukung 57 juta anak di seluruh dunia yang tidak bisa pergi ke sekolah. Petisi ini menuntut para pemimpin dunia untuk mendanai guru-guru baru, sekolah dan buku dan akhir pekerja anak, perkawinan dan perdagangan. Selain Yousafzai,
petisi tersebut juga ditandatangani oleh 4 juta pelajar lainnya.
Ban mengatakan bahwa PBB berkomitmen pada tahun 2015 semua anak harus dapat bersekolah. Mereka
tidak boleh kehilangan hak pendidikannya tersebut. "Tidak ada anak harus mati untuk pergi ke sekolah. Harus takut guru untuk mengajar atau anak-anak takut untuk belajar. Bersama-sama, kita ikuti jejak ini gadis muda pemberani, Malala." katanya.
Malala, lahir pada 12 Juli 1997, adalah seorang siswi yang berasal dari Kota Mingora, Kabupaten Swat, Provinsi
Khyber-Pakhtunkhwa, Pakistan. Ia merupakan seorang aktivis muda yang vokal melawan Taliban untuk memperoleh hak pendidikan bagi anak-anak perempuan.
Gadis ini tinggal dan bersekolah di lingkungan yang dikuasai Taliban, kelompok militan yang ingin menerapkan hukum syariat di Pakistan. Taliban melarang perempuan bersekolah. Mereka bahkan memaksa agar sekolah-sekolah perempuan ditutup. Jika tidak, mereka akan menghancurkan sekolah-sekolah tersebut. Hal ini menarik Malala untuk memperjuangkan hak pendidikan para perempuan.
Pada 9 Oktober 2012, Taliban melakukan serangan terhadap Malala. Dia ditembak. Upaya pembunuhan ini dilakukan Taliban saat Malala berada dalam sebuah bus. Dia terkena tembakan di bagian kepala dan leher. Peluru
bersarang di tengkoraknya. Malala pun dilarikan ke rumah sakit setempat, lalu kemudian ke Rumah Sakit Queen Elisabeth di Birmingham, Inggris. Beruntung, nyawa Malala bisa diselamatkan.
bersarang di tengkoraknya. Malala pun dilarikan ke rumah sakit setempat, lalu kemudian ke Rumah Sakit Queen Elisabeth di Birmingham, Inggris. Beruntung, nyawa Malala bisa diselamatkan.
Pelaku penembakan Malala merupakan seorang komandan Taliban Pakistan yang dikenal kejam, Maulana Fazlullah. Dia bersama anak buahnya menguasai Lembah Swat, tempat kelahiran Malala. Mereka bahkan pernah meledakkan sekolah anak perempuan dan mengeksekusi di depan publik dengan kejam.
Atas perjuangannya tersebut, yang bahkan nyaris mengorbankan nyawanya. Malala masuk dalam bursa calon peraih Nobel Perdamaian 2013. Pencalonan nama-nama kandidat peraih Nobel Perdamaian dilakukan pada
Jumat 1 Februari 2013. Selain Malala, sejumlah aktivis blok Komunis masa perang dingin masuk nominasi. Peraih penghargaan ini sendiri akan diumumkan pada Oktober mendatang.
Jumat 1 Februari 2013. Selain Malala, sejumlah aktivis blok Komunis masa perang dingin masuk nominasi. Peraih penghargaan ini sendiri akan diumumkan pada Oktober mendatang.
"Penghargaan untuk Malala bukan hanya tepat waktu dan pas untuk meraih penghargaan hak asasi manusia dan demokrasi, tapi juga akan membuat anak-anak dan pendidikan berada pada agenda perdamaian dan konflik," kata kepala Peace Research Institute of Oslo, Kristian Berg Harpviken, dalam pengumuman para nominasi, di Oslo, Norwegia.
Jumat 12 Juli 2013, Malala berpidato di Majelis Umum PBB dan menyerukan pendidikan global bagi seluruh anak di dunia tanpa kecuali. PBB menyatakan 12 Juli, hari kelahirannya, sebagai Hari Malala. Berikut ini teks lengkap pidato Malala yang menyentuh dan beberapa kali terhenti oleh gemuruh tepuk tangan hadirin itu:
Bismillah Arrahman Arrahim
Atas nama Tuhan yang maha pengasih dan penyayang.
Yang terhormat Sekjen PBB Bapak Ban Ki Moon, Yang terhormat Presiden Majelis Umum PBB Bapak Vuk Jeremic, Yang terhormat Utusan Khusus PBB untuk Pendidikan Global, Bapak Gordon Brown
Para tetua dan saudara saudara: Assalammualaikum.
Hari ini adalah kehormatan bagi saya untuk bisa bicara lagi setelah sekian lama. Berada di sini, di antara hadirin
yang mulia, adalah momen yang luar biasa dalam hidup saya.
Saya juga merasa amat terhormat hari ini karena saya mengenakan syal dari Benazir Butho yang telah syahid.
Saya tidak tahu harus mulai dari mana pidato ini. Saya tidak tahu orang mengharapkan saya bicara apa.
Pertama-tama, terimakasih Tuhan, karena kita semua diciptakan sama. Terimakasih juga pada semua orang yang telah berdoa untuk kesembuhan saya yang cepat, dan hidup saya yang baru.
Pertama-tama, terimakasih Tuhan, karena kita semua diciptakan sama. Terimakasih juga pada semua orang yang telah berdoa untuk kesembuhan saya yang cepat, dan hidup saya yang baru.
Saya tidak bisa percaya betapa besar cinta yang diberikan pada saya. Saya menerima ribuan kartu ucapan semoga cepat sembuh dari seluruh penjuru dunia.
Terimakasih untuk semuanya. Terimakasih untuk anak-anak yang dengan dunianya yang polos menguatkan saya. Terimakasih untuk para tetua yang doanya menguatkan saya.
Saya juga ingin berterimakasih pada para perawat, dokter dan staf rumah sakit di Pakistan dan di Inggris,
yang telah merawat saya. Juga terimakasih pada pemerintahan Uni Eropa yang telah membantu saya sembuh dan menemukan kembali kekuatan saya.
Saya sepenuhnya mendukung inisiatif Sekjen PBB Ban Ki Moon yakni Global Education First Initiative. Juga
kerja-kerja Utusan Khusus PBB Gordon Brown dan Presiden Majelis Umum PBB Vuk Jeremic. Saya berterimakasih pada kepemimpinan mereka dan pada upaya mereka untuk terus menerus membantu dan memberi. Mereka juga terus menerus memberikan inspirasi agar kita terus bekerja.
kerja-kerja Utusan Khusus PBB Gordon Brown dan Presiden Majelis Umum PBB Vuk Jeremic. Saya berterimakasih pada kepemimpinan mereka dan pada upaya mereka untuk terus menerus membantu dan memberi. Mereka juga terus menerus memberikan inspirasi agar kita terus bekerja.
Saudara saudariku, ingatlah satu hal, Hari Malala bukanlah hari saya. Hari ini adalah hari ketika semua perempuan, anak laki-laki dan anak perempuan, yang telah bersuara untuk hak mereka. Ada ratusan aktivis HAM dan pejuang sosial yang tak hanya bicara untuk diri mereka tapi juga berjuang untuk mewujudkan perdamaian, pendidikan dan kesetaraan.
Ada ribuan orang yang dibunuh teroris, dan jutaan orang cedera. Saya hanya
salahsatu dari mereka.
Ada ribuan orang yang dibunuh teroris, dan jutaan orang cedera. Saya hanya
salahsatu dari mereka.
Malala dan Ancaman Transnasional Taliban
Malala Yousafzai, gadis remaja yang kepalanya ditembak Taliban sepulang sekolah, kini telah sembuh dari luka parah yang dideritanya. Kejadian penembakan itu membuat dunia internasional tersentak. Ternyata, di zaman semodern ini, masih ada kelompok yang melarang anak perempuan sekolah. Dan parahnya, larangan itu dilakukan atas nama Islam, agama yang justru sangat mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan. Eropa bisa keluar dari Abad Kegelapan justru setelah berkenalan dengan khazanah keilmuan Islam.
Malala, meski masih belia (lahir 12 Juli 1997), aktif memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak perempuan di tanah kelahirannya, yang selama ini dirampas oleh Taliban. Dia fasih berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris, sehingga suaranya terdengar jauh ke berbagai penjuru dunia. Dia diwawancarai banyak media dan bahkan ada jurnalis Barat yang membuat film dokumenter khusus tentangnya. Ini rupanya membuat Taliban semakin naik pitam dan memutuskan menembaknya. Pada tanggal 10 November 2012, Sekjen PBB mencanangkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Malala yang menandai perjuangan untuk menunaikan hak pendidikan bagi anak perempuan sedunia.
Pada tanggal12 Juli 2013, Malala pun diundang memberikan pidato di hadapan Majlis Umum PBB, yang dihadiri oleh Sekjen PBB, Ban Ki Moon. Pidatonya sungguh luar biasa, apalagi mengingat usianya yang baru 16 tahun. Bagian yang paling menarik adalah betapa beraninya Malala mengungkapkan ‘hakikat' Taliban yang sebenarnya. Berikut ini kutipannya.
Saudara-saudaraku, ingatlah satu hal: Hari Malala bukanlah hari saya. Ini adalah hari untuk setiap wanita, setiap anak, dan setiap gadis yang telah bersuara untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Ada ratusan aktivis hak asasi manusia dan pekerja sosial yang tidak hanya berbicara untuk memperjuangkan hak-hak mereka, tapi juga berjuang untuk mencapai perdamaian, pendidikan, dan kesetaraan. Ribuan orang telah tewas di tangan teroris dan jutaan telah terluka. Saya hanya salah satu dari mereka. Jadi di sinilah saya berdiri, saya hanyalah satu gadis di antara sekian banyak lainnya. Saya berbicara bukan untuk diri saya sendiri, tapi untuk mereka yang suaranya tidak dapat didengar. Mereka yang telah berjuang untuk meraih hak-hak mereka. Hak mereka untuk hidup dalam damai. Hak mereka untuk diperlakukan dengan hormat. Hak mereka untuk mendapatkan kesempatan yang setara. Hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.
Teman-teman, pada tanggal 9 Oktober 2012, Taliban menembak bagian kiri kepala saya. Mereka menembak teman-teman saya juga. Mereka mengira bahwa peluru akan membungkam kami, tetapi mereka gagal. Dan dari keheningan itu, muncullah ribuan suara. Para teroris mengira mereka akan mengubah tujuan saya dan menghentikan cita-cita saya. Tapi tidak ada yang berubah dalam hidup saya kecuali ini:bahwa kelemahan, ketakutan,dan keputusasaan sudah sirna. Sebaliknya, kekuatan, kekuasaan, dan keberanian telah lahir. Saya adalah Malala yang sama. Cita-cita saya tetap sama. Harapan saya tetap sama. Dan impian saya tetap sama.
Saudara dan saudariku, saya tidak melawan siapa pun. Saya berbicara di sini bukan untuk balas dendam pribadi terhadap Taliban atau kelompok teroris lainnya. Saya berada di sini untuk berbicara tentang hak pendidikan bagi setiap anak. Saya menginginkan pendidikan bagi putra dan putri dari Taliban dan semua teroris dan ekstremis. Saya bahkan tidak membenci anggota Taliban yang menembak saya.
Bahkan jika ada pistol di tangan saya dan dia berdiri di depan saya, saya tidak akan menembaknya. Ini adalah welas asih yang saya pelajari dari Nabi Muhammad, Nabi yang Pengasih, dari Yesus Kristus, dan Buddha. Inilah warisan perubahan yang saya dapatkan dari Martin Luther King, Nelson Mandela, dan Mohammed Ali Jinnah.
Inilah filosofi tanpa kekerasan yang telah saya pelajari dari Gandhi, Bacha Khan, dan Ibu Teresa. Dan ini adalah sikap pemaaf yang telah saya pelajari dari ayah dan ibu saya. Ini adalah apa yang disampaikan oleh jiwa saya: menjadi jiwa yang damai dan mencintai semua orang.
Saudara dan saudariku, kita menyadari pentingnya cahaya ketika kita melihat kegelapan. Kitamenyadari pentingnya suara kita,ketika kita dibungkam. Dengan cara yang sama, ketika kami berada di Swat, bagian utara Pakistan, kami menyadari pentingnya pena dan buku ketika kami melihat senjata. Orang bijak berkata, "Pena lebih tajam dari pedang." Memang benar. Para ekstremis takut pada buku dan pena. Kekuatan pendidikan menakutkan mereka. Mereka takut perempuan. Kekuatan suara perempuan menakutkan mereka. Inilah sebabnya mengapa mereka membunuh 14 siswa dalam serangan terbaru di Quetta. Dan itulah mengapa mereka membunuh guru perempuan. Itulah mengapa mereka meledakkan sekolah setiap hari. Karena takut perubahan dan kesetaraan yang akan kami bawa ke tengah masyarakat kami. Dan saya ingat bahwa ada seorang anak di sekolah kami yang ditanyai oleh wartawan, "Mengapa Taliban menentang pendidikan?" Anak itu menjawab dengan sederhana, dengan menunjuk bukunya, "Karena seorang talib tidak tahu apa yang tertulis dalam buku ini."
Mereka berpikir bahwa Allah adalah ‘makhluk' kecil yang konservatif, yang akan menodongkan senjata ke kepala seseorang hanya karena orang itu pergi ke sekolah. Para teroris ini menyalahgunakan nama Islam untuk keuntungan pribadi mereka sendiri. Pakistan adalah negara demokrasi cinta damai. Etnis Pashtun menginginkan pendidikan untuk anak perempuan dan anak-anak mereka. Islam adalah agama perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan. Setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan. Perdamaian sangat dibutuhkan bagi [terselenggaranya] pendidikan. Di banyak bagian dunia, terutama Pakistan dan Afghanistan, terorisme, perang, dan konflik membuat anak-anak terhalang ke sekolah. Kami benar-benar lelah dengan perang-perang ini."
Malala, telah mengingatkan dunia betapa berbahayanya ideologi yang diusung oleh Taliban, yaitu Wahabisme. Taliban berarti "pelajar"; yaitu pelajar di madrasah-madrasah yang didirikan oleh misionaris Wahabi dari Arab Saudi. Mereka awalnya berjuang untuk mengusir Soviet. Namun, setelah Uni Soviet terusir, Taliban justru memperkenalkan sebuah bentuk pemerintahan ber-"syariah Islam" yang mengerikan (antara lain, perempuan diwajibkan mengenakan burqa, dilarang sekolah dan bekerja; perempuan lebih baik mati daripada ditangani oleh dokter laki-laki).
Pasca terror 9-11, AS menyerbu Afghanistan dan menumbangkan Taliban dengan alasan Taliban telah menyediakan tempat berlindung bagi Al Qaida. Taliban dan Al Qaida memang secara lahiriah tampak sebagai organisasi berbeda, namun ideologi dan cara-cara yang dipakainya sama. Taliban pun secara terbuka menyatakan mendukung agenda Al Qaeda. Pasca 9-11, Taliban memindahkan pusat aktivitasnya ke Pakistan, dan tetap menggunakan cara-cara kekerasan atas nama Islam. Malala, adalah satu di antara sekian banyak korbannya di Pakistan.
Namun sayangnya, banyak yang mengabaikan peringatan dari Malala. Bahkan, mereka membiarkan (bahkan mendukung) ideologi yang sama,yang kini tengah disebarluaskan di berbagai penjuru dunia, dengan berbagai ‘nama'dan ‘wajah'. Misalnya, di Suriah, ideologi ala Taliban dibawa oleh pasukan pemberontak yang tergabung dalam Jabhah al Nusrah (yang secara terbuka juga mengaku berafiliasi dengan Al Qaida). Tak heran bila cara-cara teror ala Taliban banyak dipakai kelompok pemberontak di Suriah, antara lain meledakkan sekolah dan universitas. Laporan dari Save the Children menyebutkan bahwa 22% dari 22.000 gedung sekolah di Suriah kini sudah tidak bisa digunakan lagi. Bahkan baru-baru ini terungkap bahwa Taliban Pakistan telah mendirikan markas di Suriah untuk membantu para jihadis.
Dan buat bangsa Indonesia, ancaman ala Taliban pun sudah ada di depan mata. Upaya-upaya perekrutan jihadis Indonesia secara terang-terangan untuk dikirim ke Suriah adalah salah satu indikasi yang sangat jelas dari keberadaan anasir-anasir Taliban di negeri ini. (IRIB Indonesia/PH)
*mahasiswi Program Doktor Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, research associate Global Future Institute, penulis buku ‘Prahara Suriah'.
Ulama Wahabi Larang Pemberian
Nama Anak Diambil dari Nama Ahlul Bait
|

Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang
ulama mufti Wahabi yang bernama Abu al Baraa telah menulis di akun pribadinya
di Twiteer dengan menyatakan pelarangan untuk memberikan nama kepada anak
dengan nama yang telah menjadi simbol dan syiar Syiah seperti Husain, Ali dan
Zahra. Menurutnya memberi penamaan anak dengan nama anggota Ahlul Bait tersebut
akan memudahkan penyebaran Syiah dan membuat Syiah lebih dikenali.
ulama mufti Wahabi yang bernama Abu al Baraa telah menulis di akun pribadinya
di Twiteer dengan menyatakan pelarangan untuk memberikan nama kepada anak
dengan nama yang telah menjadi simbol dan syiar Syiah seperti Husain, Ali dan
Zahra. Menurutnya memberi penamaan anak dengan nama anggota Ahlul Bait tersebut
akan memudahkan penyebaran Syiah dan membuat Syiah lebih dikenali.
Salah seorang yang bernama Husain menuliskan
pertanyaan yang ditujukan kepada Syaikh Wahabi tersebut dengan menyebutkan
bahwa namanya Husain dan ia tidak tahu menahu persoalan tersebut. Ia pun
meminta kepada ulama Wahabi itu untuk menemukan solusinya. Abu Al Baraa dalam
menjawab pertanyaan tersebut ia mengajukan solusi agar sipenanya menambahkan
huruf 'ta' didepan namanya, sehingga ØØ³ÛŒÙ†
berubah menjadi ØªØØ³ÛŒÙ†. sumber:http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=439716
pertanyaan yang ditujukan kepada Syaikh Wahabi tersebut dengan menyebutkan
bahwa namanya Husain dan ia tidak tahu menahu persoalan tersebut. Ia pun
meminta kepada ulama Wahabi itu untuk menemukan solusinya. Abu Al Baraa dalam
menjawab pertanyaan tersebut ia mengajukan solusi agar sipenanya menambahkan
huruf 'ta' didepan namanya, sehingga ØØ³ÛŒÙ†
berubah menjadi ØªØØ³ÛŒÙ†. sumber:http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=439716
Sedang di Indonesia Wanita dibuatkan tanggal KHUSUS, yaitu HARI IBU tanggal 22 Desember, kemudian wanita bisa melakukan inovasi dan kreativitas dalam menempuh pendidikan hingga bisa berprestasi, contohnya :

Nisrina N. Fathina: Lewat Pemanfaatan Kulit Kacang Raih Juara di Ajang International High School Environment Project Olympiad, New York AS
Pernahkah terlintas dalam pikiran anda untuk ‘mendayagunakan’ kulit kacang setelah memakan isinya? Pikiran Nisrina Nuramalia Fathina sering berkecamuk saat melihat orang makan kacang dan setelah kacang tandas dimakan, kulit kacang dibuang. Perempuan 18 tahun ini pun membatin, “Kasihan sekali nasib kulit kacang, dibuang begitu saja. Sejarahnya enggak seru.”
Daya kreatif siswa kelas XII SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, ini pun mulai bekerja. Dia ingin agar kulit kacang yang biasanya disia-siakan bisa membawa manfaat. “Apalagi orang Indonesia suka makan kacang. Berdasarkan studi literatur saya, konsumsi kacang secara nasional setiap tahun paling enggak ada 1 juta ton,” kata Nisrina.
Nisrina pun mulai mencari tahu seluk-beluk kulit kacang dengan membaca literatur dan mencari bahan di internet. Dari situ, perempuan berkerudung ini mengetahui bahwa kulit kacang mengandung banyak mineral, seperti kalsium, fosfor, potasium, iron, sodium, mangan, dan zink. Berbekal pengetahuan yang dimilikinya, dia mengetahui bahwa mineral-mineral itu bisa digunakan sebagai bahan elektrolit yang menghasilkan listrik.
Dia segera memulai penelitian tentang kulit kacang yang ia beri judul The utilization of peanut hull waste (Arachis hypogaea L) as electrolyte source, sunscreen, and alternative board.
Dia segera memulai penelitian tentang kulit kacang yang ia beri judul The utilization of peanut hull waste (Arachis hypogaea L) as electrolyte source, sunscreen, and alternative board.
Hasil penelitian yang dilakukan dalam rentang November 2012 hingga Februari 2013 itu, kemudian diikutkan dalam ajang International High School Environment Project Olympiad di Oswego, New York, Amerika Serikat, pada 16-20 Juni 2013 lalu.
Penelitian Nisrina berbuah manis. Para juri terkesima dengan kreativitasnya. Dia pun diganjar medali perak dalam ajang yang diikuti ratusan peserta dari 58 negara itu. “Saya senang, tapi saya tidak akan berhenti sampai di sini. Saya akan terus ikut dalam ajang sains project saat kuliah nanti,” kata Nisrina.
Republik INDONESIA "Di DIKTE", Suriah, Bahrain, Yaman, Iraq ADA...!!!!! TERORIS "Pengadu Domba", LAGI MAULID Nabi Bid'ah...?????
IRAK KANCAH INTERVENSI PARA PENGENDALI KRISIS SURIAH
Minggu, 2013 Januari 20 16:23
Irak dalam beberapa waktu terakhir menjadi kancah intervensi banyak pihak. Berbagai laporan mengungkap upaya sejumlah negara untuk mengacaukan stabilitas dan memecah-belak Irak.
Laporan terbaru menyebutkan, Penasehat Pers Perdana Menteri Irak, Ali al-Musawi, menekankan bahwa tidak ada alasan bagi sebuah negara untuk mencampuri urusan negara lain, seraya menekankan bahwa politik pemerintah Turki saat ini akan menjadi pemicu instabilitas di kawasan.
Ditegaskannya bahwa Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mendapat lampu hijau dari sejumlah negara adidaya untuk menggulirkan intervensi tanpa alasannya ke sejumlah negara di kawasan khususnya Irak dan Suriah. Selama berbulan-bulan Turki telah memulai aksinya dan oleh karena itu, kebijakan Ankara akan menjadi pemicu utama instabilitas di kawasan.
Campur tangan pemerintahan Erdogan dalam urusan internal Irak telah berulangkali diperingatkan melalui Kedutaan Besar Turki dan bahwa Ankara tidak berhak untuk mengusik masalah internal Baghdad. Politik para pejabat Turki sudah keluar dari etika diplomatik dan bentuk politik yang dikecam oleh Perseikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut pejabat Irak itu, Turki tidak punya alasan apapun untuk mengintervensi urusan negara jirannya, dan politik ini akan semakin mengobar api kekacauan di kawasan yang saat ini memang sedang menghadapi instabilitas.
Ahmad Davutoglu, Menteri Luar Negeri Turki, Sabtu (19/1) menyatakan mengklaim bahwa Ankara terus memonitor penargetan tokoh politik Irak dalam politik Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang menimbulkan friksi hingga bentrokan bersenjata.
Hubungan Irak dan Turki dalam beberapa bulan terakhir meregang menyusul campur tangan Ankara dalam urusan internal Baghdad. Erdogan menuding pemerintahan Nouri Maliki memberlakukan politik sektarian.
Tidak hanya Turki, negara-negara pengendali krisis di Suriah juga ikut terjun mengobok-obok Irak. Sumber-sumber keamanan dan intelijen mengungkap nama sejumlah agen Qatar yang menyusup ke wilayah Irak melalui Kurdistan, dengan tujuan meningkatkan kerjasama antartokoh politik Propinsi al-Anbar Irak dan pemerintah Qatar.
Salah satu celah yang dimanfaatkan oleh sejumlah negara lancang di kawasan di Irak adalah perseteruan antara pemerintah pusat Baghdad dan wilayah otonomi Kurdistan, Irak. Masoud Barazani, pemimpin wilayah otonomi Kurdistan menyatakan, "Kami melihat skenario perang sipil di Irak semakin dekat setiap hari. Perang sipil ini akan mengakibatkan pembunuhan dan perusakan di Irak." Negara-negara tersebut memihak pada tuntutan pihak Kurdistan yang memisahkan diri dari Irak. (IRIB Indonesia/MZ)
Mengapa Pakistan Siap Bebaskan Seluruh Tahanan Taliban?
Di kesempatan tersebut, Jilani seraya memaparkan kebijakan Pakistan untuk membebaskan tahanan Taliban juga menjawab pertanyaan wartawan terkati pembebasan Mullah Abdul Ghani Baradar, salah satu petinggi milisi Taliban. Ia menandaskan bahwa kebijakan Islamabad adalah membebaskan seluruh anggota Taliban tak terkecuali Mullah Abdul Ghani Baradar.
Sementara itu, Attaullah Ludin, wakil Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan menyamnut keputusan Pakistan untuk membebaskan seluruh tahanan Taliban. Ia menekankan, tahanan ini harus dibebaskan melalui kesepahaman antara Kabul dan Islamabad. Pembebasan seluruh tahanan Taliban termasuk isu kolektif yang sepakati oleh Afghanistan, Pakistan dan Amerika Serikat.
Berdasarkan kesepahaman kolektif ini, pasca lawatan delegasi Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan ke Pakistan November lalu, Islamabad sepakat untuk membebaskan sejumlah tahanan Taliban. Selanjutnya sembilan anggota Taliban dibebaskan. Tahap kedua dari proses pembebasan milisi Taliban dari penjara Pakistan, ditandai dengan pembebasan sembilan milisi Taliban lagi setelah tercapainya kesepakatan antara Presiden Afghanistan, Hamid Karzai dan sejawatnya dari Pakistan, Asif Ali Zardari di sidang segitiga Turki.
Pemerintah Pakistan menyadari akan urgensitas pembebasan tahanan Taliban bagi program rekonsiliasi nasional Afghanistan dan selain ingin meningkatkan rasa saling percaya di antara kedua pihak, Islamabad juga berusaha mempertebal perannya di proses perdamaian Kabul dengan kebijakannya tersebut.
Pakistan menyadari dialog bilateral tahun 2011 antara Amerika Serikat dan Taliban di Qatar sebagai ancaman bagi posisinya di proses rekonsiliasi Afghanistan. Oleh karena itu, setelah penangguhan perundingan oleh Taliban, Islamabad berusaha menemukan kembali perannya di Afghanistan dengan membebaskan anggota milisi Taliban yang ditahan. Strategi Islamabad ini juga membantu meningkatkan peluang bagi dialog perdamaian Pakistan dengan milisi Taliban lokal yang aktif di negara ini.
Pembebasan tahanan Taliban dari penjara Pakistan atas desakan pemerintah Kabul, namun Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan dan pemerintah negara ini menyadari pelaksanaan program mereka tanpa melibatkan Islamabad kecil kemungkinan akan berhasil. Oleh karena itu, Attaullah Ludin selain menyambut statemen Jalil Abbas Jilani juga menekankan bahwa kebijakan tersebut harus berada di bawah koridor kesepahaman antara Kabul dan Islamabad.
Pengamat mengatakan, pemerintah Afghanistan meyakini bahwa pembebasan tahanan Taliban dari penjara Pakistan akan memaksa milisi ini bersedia bergabung dengan program rekonsiliasi nasional Kabul. Sepertinya perealisasian ambisi Kabul masih membutuhkan perundingan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban sehingga akan menjadi jelas apa yang akan dilakukan oleh milisi ini sebagai balas budi atas pembebasan anggotanya dari penjara Pakistan.
Oleh karena itu tanpa adanya piagam perdamaian yang mengikat komitmen kedua pihak, pembebasan tahanan Taliban dari penjara Pakistan akan mengharuskan milisi ini mengambil langkah tertentu. (IRIB Indonesia/MF)
Gedung Putih dan Pentagon Adu Argumen untuk Aksi Militer ke Mali
Sabtu, 2013 Januari 19 15:22
Mengutip pejabat AS yang menolak menyebutkan namanya, The Los Angeles Times melaporkan pada hari Jumat (18/1) bahwa terjadi perdebatan tajam antara Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengenai apakah milisi di utara Mali sudah sedemikian berbahaya sehingga menuntut campur tangan dan aksi militer Amerika Serikat.
Para pejabat tinggi Pentagon memperingatkan bahwa jika Washington tidak segera bergegas menunjukkan langkah-langkah agresif, maka Mali akan berubah menjadi surga yang aman bagi kelompok-kelompok bersenjata ekstrim seperti di Afghanistan. Namun, pihak Gedung Putih membantah penilaian Pentagon bahwa milisi Mali dapat menimbulkan tantangan serius mendatang bagi AS.
Para staf Gedung Putih menyatakan khawatir bahwa segala bentuk konflik dengan musuh yang sulit diprediksi seperti di Mali dapat menyeret AS ke dalam jurang maut seperti di Afghanistan. Menurut seorang pejabat Gedung Putih, "Pertanyaan adalah ancaman apa yang dapat mereka timbulkan untuk AS? Jawabannya sejauh ini tidak ada."
Perancis dan sejumlah negara Afrika telah mengirim pasukan ke Mali dengan dalih untuk menghentikan gerakan maju para militan yang telah menduduki wilayah utara Mali sejak April 2012.
Hingga kini, militer Mali telah menyatakan berhasil membendung gerakan maju milisi yang berusaha memperluas wilayah kontrol mereka di utara. Namun pada saat yang sama Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi menyatakan tidak yakin jika konflik di negara itu akan berakhir dalam waktu dekat.
Instabilitas di Mali meletus setelah Presiden Amadou Toumani Toure digulingkan dalam kudeta militer pada tanggal 22 Maret 2012. Para pemimpin kudeta menilai aksi mereka sebagai reaksi atas ketidakmampuan pemerintah untuk menumpas gerakan pemberontakan Tuareg di wilayah utara negara, yang kala itu telah berlangsung selama dua bulan. Namun pasca kudeta, para milisi Tuareg berhasil mengambil alih seluruh wilayah di gurun utara.
Perancis sebagai pelopor intervensi militer di negara bekas jajahannya itu telah merangkul banyak negara untuk ikut mendukung aksinya. Kanada, Inggris dan Amerika Serikat juga telah memberikan bantuan militer terbatas dalam operasi militer Perancis di Mali.
Setelah semua negara Barat menyatakan membantu Perancis dalam intervensi militernya ke Mali, sekarang Perancis menuntut Uni Emirat Arab untuk ikut membantu Paris. Perancis sedang menagih janji Amerika Serikat dan Inggris yang menjamin dukungan finansial dari negara-negara Teluk Persia dalam operasi tersebut. Tidak hanya Emirat, bahkan Aljazair yang selama ini paling getol menentang intervensi militer di Mali, juga terpaksa menuruti tuntutan Perancis untuk ikut mendukung operasinya di Mali.
Partai-partai Aljazair menekankan bahwa Perancis mengintervensi urusan Mali dengan menggunakan dalih pemberantasan terorisme. Pemerintah Aljazair juga diminta untuk mereaksi tegas aksi provokatif Perancis.
Sebelumnya, Speigel, majalah mingguan Jerman menurunkan analisa membahas tujuan Perancis dalam intervensi militernya ke Mali dengan menyinggung sumber-sumber alam melimpah di negara tersebut. Intervensi militer itu dinilai berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi Paris. Di beberapa wilayah utara Mali terdapat sumber uranium yang dieksploitasi oleh Perancis, dan Paris sangat bergantung pada sumber uranium tersebut.
Di bagian lain, Speigel menyebutkan, Mali merupakan salah satu negara termiskin di muka bumi yang lahannya tidak cocok untuk menanam padi dan sayur-sayuran. Bahkan sebagian besar warga negara ini tidak menikmati air bersih.
Akan tetapi Mali memiliki sumber alam yang melimpah dan sebagian besarnya belum terjamah. Selain uranium, di perut bumi Mali tersimpan minyak, gas, emas, berlian dan tembaga.(IRIB Indonesia/MZ)
Militer Israel Semakin Brutal, Wanita dan Bayi Jadi Sasaran
Senin, 2013 Januari 21 02:50Sebuah video yang diposting online pada Sabtu (19/1) mengungkapkan tentara Israel menyerang sekelompok petani Palestina di Um El-Arayes Selatan al-Khalil ketika mereka mencoba untuk menggarap tanahnya.
Militer Israel menyatakan wilayah tersebut sebagai zona militer tertutup dan melarang akses bagi warga Palestina ke tanah mereka sendiri.
Para saksi mata mengatakan tentara Israel menangkap warga Palestina itu dan tidak memberikan kesempatan bagi mereka yang didampingi oleh sejumlah aktivis pro-Palestina.
Press TV Minggu (20/1) melaporkan setidaknya 15 orang warga Palestina ditangkap militer Israel.
Sebelumnya empat warga Palestina juga ditangkap di daerah yang sama pada hari Jumat. Para tahanan termasuk empat wanita, tiga anak-anak dan seorang pria tua.
Sang ibu, Reema, dan putrinya dilaporkan telah menghabiskan malam dalam tahanan.
Pasukan Israel menghancurkan desa-desa Palestina di selatan al-Khalil selama beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari kebijakan Tel Aviv untuk mengusir warga Palestina dari wilayah tersebut. (IRIB Indonesia/PH)
Pemimpin Lebanon: Republik ISLAM Iran Mampu Hadapi Sanksi Seberat Apapun!
Senin, 2013 Januari 21 02:41Berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan televisi berbahasa Arab Al-Alam pada hari Minggu (20/1), pemimpin Gerakan Patriotik Bebas Lebanon Michel Aoun menilai sanksi terhadap Iran tidak efektif.
"Republik Islam mampu melawan sanksi seberapapun ketatnya terhadap mereka," tutur Aoun.
"Barat dan Israel berusaha untuk melemahkan Iran. Namun, bukti-bukti di lapangan menunjukkan bahwa Iran telah berubah menjadi sebuah negara besar di Timur Tengah, dan merupakan satu-satunya negara yang dinamis di seluruh kawasan, " tegasnya.
Anggota parlemen Lebanon ini menilai negara-negara Barat tidak mendukung keseimbangan kekuasaan di Timur Tengah karena bertentangan dengan kepentingan mereka. (IRIB Indonesia/PH)
Rezim Bahrain Siksa dan Paksa Wanita Lepaskan Jilbab
Senin, 2013 Januari 21 01:44Video yang diposting pada hari Jumat (18/1) menunjukkan puluhan polisi anti huru-hara mengelilingi seorang wanita dan menyeretnya saat dia berteriak dan menangis akibat pendarahan di mulutnya.
Video lain menunjukkan bagaimana polisi melucuti jilbabnya dengan paksa.
Press TV Ahad (20/1) melaporkan wanita itu diidentifikasi sebagai Zahra al-Shaikh, seorang aktivis yang dibebaskan dari penjara pada Juli 2012 setelah ditahan dan disiksa karena berpartisipasi dalam protes anti-rezim.
Sejak pertengahan Februari 2011 lalu, ribuan demonstran pro-demokrasi telah menggelar unjuk rasa menyerukan agar dinasti Al Khalifa melepaskan kekuasaannya.
Pada tanggal 14 Maret 2011, pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menginvasi Bahrain untuk membantu pemerintah Manama memberangus demonstran damai.
Rezim Al Khalifa hingga kini telah membunuh puluhan orang dan menangkap ratusan lainnya, meski demikian gagal untuk menghentikan demonstrasi yang terus berlanjut hampir setiap hari.(IRIB Indonesia/PH)
Strategi Barat Menguasai Dunia Islam
Minggu, 2013 Januari 20 15:41Letak strategis itu mendorong pemerintah-pemerintah Barat dan kekuatan trans-regional untuk menancapkan pengaruhnya di Timur Tengah melalui beragam kebijakan. Sebelum pecahnya Perang Dunia Pertama, pemerintah-pemerintah imperialis Eropa berupaya untuk secara langsung menguasai Timur Tengah. Mereka membagi wilayah ini ke sejumlah zona untuk memantapkan pengaruhnya. Di antara mereka semua, Inggris berusaha tampil yang terdepan untuk memainkan peran dominan di kawasan tersebut dan menjarah sumber daya bangsa-bangsa di Timur Tengah.
Proses baru dimulai di Timur Tengah pasca Perang Dunia Pertama dan kekalahan Imperium Ottoman. Pemerintah imperialis Inggris dan Perancis mulai membagi wilayah-wilayah bekas kekuasaan Ottoman di antara mereka dan memperkuat dominasinya di wilayah ini. Seiring pecahnya Perang Dunia II dan berakhirnya penjajahan langsung, kebijakan negara-negara Eropa untuk melestarikan pengaruhnya di Timur Tengah juga mengalami pergeseran, sebab mereka telah menemukan rival baru yang tangguh seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet. Akibat penurunan kekuatan yang dihadapi Inggris dan Perancis, akhirnya kedua negara ini memilih bernaung di bawah payung AS demi mempertahankan kepentingannya di negara-negara koloni di kawasan.
Fokus kebijakan mereka adalah mendukung Zionis untuk menduduki tanah Palestina dan membentuk rezim ilegal Israel serta mengantarkan rezim-rezim despotik ke tampuk kekuasaan di negara-negara Arab. Barat juga tak segan-segan untuk menumpas setiap gerakan yang menuntut independensi di negara-negara Muslim. Salah satu strategi Barat adalah memanfaatkan konflik sektarian dan etnis yang telah mengoyak barisan umat Islam. Akan tetapi, kemenangan Revolusi Islam Iran menjadi titik balik penting dalam melawan politik hegemoni di Timur Tengah. Revolusi Islam di Iran mulai mengancam kepentingan-kepentingan Barat di kawasan.
Kekuatan-kekuatan imperialis dan terutama Amerika Serikat selain kehilangan basis penting di Iran, juga khawatir Revolusi Islam akan menjadi model bagi bangsa-bangsa Muslim di negara lain yang berada di bawah jajahan Barat. Amerika dan sekutunya di Eropa selalu mengambil langkah-langkah politik, ekonomi, dan bahkan militer untuk merusak Revolusi Islam. Di tingkat regional, Barat berusaha mengobarkan konflik sektarian dan etnis serta mengesankan Revolusi Islam sebagai "Revolusi Syiah," di mana sama sekali asing bagi negara-negara lain di Timur Tengah. Mereka juga melancarkan propaganda Syiahphobia dan Iranphobia di wilayah Timur Tengah.
Tak hanya itu, pemerintah Barat juga mendukung rezim-rezim diktator Arab untuk mengusik Iran, seperti dukungan penuh Barat kepada Saddam Hussein untuk melancarkan serangan militer ke Iran. Namun, aksi itu tidak mampu membendung pengaruh Revolusi Islam Iran di tengah bangsa-bangsa Muslim lainnya di kawasan Timur Tengah. Gerakan Kebangkitan Islam yang pecah di Tunisia sejak dua tahun lalu, dengan cepat menumbangkan rezim-rezim diktator dukungan Barat dan mengancam kejatuhan beberapa rezim lain di kawasan. Salah seorang Orientalis, Bernard Lewis kembali menekankan strategi pecah belah untuk melawan gerakan Kebangkitan Islam.
Bernard Lewis dalam sebuah pidatonya mengatakan, "Satu-satunya jalan untuk menghentikan laju kereta Kebangkitan Islam di kawasan adalah dengan menyamar sebagai salah seorang penumpang kereta itu dan dengan menciptakan konflik sektarian dan etnis, memecah penumpang kereta tersebut ke dalam beberapa gerbong dan kemudian memutuskan rangkaian gerbong-gerbong tadi. Hanya itu cara untuk menghalangi laju gelombang tersebut." Bernard Lewis percaya bahwa negara-negara Arab sekarang bisa berpotensi mengancam kepentingan Anglo-American.
Oleh karena itu, pemerintah-pemerintah etnis yang lemah harus dipecah sehingga mudah untuk menguasai sumber-sumber alam mereka dan juga mencabut potensi ancaman dari mereka. Tentu saja, Barat memiliki formula yang berbeda untuk memecah barisan umat Islam dan menyulut konflik di tengah mereka. Salah satu metode sederhana, berbiaya murah, dan menguntungkan Barat adalah membentuk gerakan Salafi untuk kemudian mengerahkan mereka sebagai petempur ganas di negara-negara Muslim. Gerakan itu juga bisa menarik dukungan dari rezim Al-Saud di Arab Saudi dan pemerintah Qatar dan Turki.
Salafi menolak sama sekali pemikiran dan orientasi yang berbeda dengan mereka serta sangat memusuhi Syiah dan para pecinta Ahlul Bait Nabi as. Kebencian mereka terhadap para pecinta Ahlul Bait as bahkan melebihi permusuhan mereka dengan pemerintah-pemerintah Barat. Pada dasarnya, gerakan Salafi itulah yang membentuk inti Al Qaeda yang tidak segan-segan melancarkan aksi terorisme dan pembantaian massal. Hingga kini, puluhan ribu Muslim di berbagai negara tewas dan terluka akibat "gerakan jihad" yang dilancarkan gerakan Salafi.
Gerakan Salafi bagi pemerintah Barat merupakan instrumen sekaligus tujuan dalam membenarkan intervensi mereka di negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara. Di beberapa negara, Salafi telah menjadi tujuan Barat untuk menjustifikasi misi "perang global melawan terorisme" seperti di Afghanistan, Pakistan, dan Yaman. Para petempur Salafi di beberapa negara lain seperti Suriah, menjadi alat di tangan pemerintah Barat untuk memudahkan mereka menggulingkan pemerintah Damaskus.
Interpretasi keliru, penyimpangan pemikiran, dan kekakuan Salafi dalam mengadopsi ajaran Islam, telah menjadi senjata ampuh bagi Barat di negara-negara Islam untuk melawan gelombang Gerakan Islam. Pada dasarnya, interpretasi keliru itu mencoreng citra Islam dan menyulut perpecahan di tengah Muslim sekaligus menjadi pembenaran propaganda Barat terhadap umat Islam. Orientalis Amerika, Bernard Lewis mengatakan cara ideal Barat untuk memadamkan gerakan Kebangkitan Islam adalah memecah negara-negara Islam dan menciptakan konflik internal.
Metode itu merupakan landasan strategi Barat, terutama AS untuk memajukan tujuan-tujuan mereka di kawasan Timur Tengah dengan tetap memperhatikan proses transformasi di negara-negara regional. Upaya untuk mengoyak Irak, menciptakan krisis di Suriah, mengobarkan perpecahan antara Syiah dan Sunni di Bahrain, termasuk manuver-manuver pemerintah Barat untuk melawan Kebangkitan Islam. Politik "pecah dahulu, kemudian kuasai" merupakan bagian dari kebijakan Inggris di era imperialis untuk mencapai ambisi-ambisi ilegal mereka. Strategi itu sampai sekarang masih berlaku demi mempertahankan dan memperluas pengaruh Barat di dunia Muslim.
Satu-satunya jalan untuk melawan kebijakan tersebut adalah memperluas wawasan dan meningkatkan pengetahuan publik Muslim akan makar-makar musuh serta memberi pencerahan kepada mereka tentang gerakan-gerakan ekstrem dan radikal Salafi. (IRIB Indonesia)
Menyingkap Hakikat Wahabisme, Penyerangan Kota Karbala dan Najaf
Kamis, 2013 Januari 17 11:19Muhammad bin Abdil Wahhab tak hanya mengkafirkan umat Islam pada umumnya, tetapi juga mengkafirkan sejumlah ulama besar Ahlussunnah. Misalnya, meski mengaku sebagai pengikut mazhab Hanbali, namun dia juga mengkafirkan Ahmad bin Hanbal, imam mazhab Hanbali. Alasannya, Ahmad bin Hanbal pernah menulis buku yang menjelaskan tata cara berziarah ke makam Imam Husein as di Karbala dan apa yang mesti dilakukan peziarah di sana. Padahal, menurut Ibnu Abdil Wahhab ziarah ke makam-makam yang disucikan oleh umat Islam secara itu adalah perbuatan syirik. Karena itu pemikiran itulah dia menghalalkan darah para peziarah dan harta mereka.
Sepanjang sejarah Islam selalu saja ada kelompok yang berpikiran dangkal dalam memahami Islam yang dibarengi dengan sikap jumud dan fanatisme buta. Kelompok-kelompok seperti selalu ada meski dalam perkembangannya di setiap periode selalu mengalami pasang naik dan surut yang dipicu oleh faktor-faktor sosial dan politik. Di zaman itu, Muhammad bin Abdil Wahhab muncul dengan ajarannya yang ekstrim. Berbekal bantuan dan dukungan Muhammad bin Saud, dia menebar ketakutan di tengah umat Islam untuk menyebarkan ajarannya. Meski demikian, sejak awal, ajaran Wahhabisme ditentang keras oleh para ulama Islam.
Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti Mekah dan salahg seorang ulama Hijaz terkemuka dalam kitab tarikhnya menulis, "Di masa hidup Muhammad bin Abdil Wahhab, tahun 1165 H, sejumlah ulama Wahhabi datang ke Mekah untuk bertemu dan berdialog dengan para ulama Mekah. Dalam pertemuan itu, mereka mengemukan apa yang menjadi keyakinan Wahhabiyah dan para ulama Mekah menjawab mereka dengan pandangan yang kritis dan argumentatif. Para ulama Mekah menolak pandangan para ulama Wahhabi itu yang bertentangan dengan Sunnah Nabi Saw dan ayat-ayat al-Quran. Mendengar penjelasan dari ulama Wahhabi, para ulama Mekah menyebut akidah dan ajaran mereka sesat dan tidak berdalil. Saat itu, hakim kota Mekah mengeluarkan perintah untuk memenjarakan para ulama Wahhabi tersebut. Sebagian ditangkap dan sebagian lainnya melarikan diri."
Peristiwa serupa terjadi lagi pada tahun 1195 H (1781 M) ketika para ulama Wahhabi kota Dir'iyyah, pusat pemerintahan keluarga Saud dan markas utama gerakan Wahhabisme, datang ke kota Mekah untuk bertemu dengan para ulama kota itu. Setelah mendengar penjelasan dari para ulama Wahhabi, ulama Mekah mengeluarkan fatwa yang mengkafirkan Wahhabiyah. Para ulama Dir' iyyah itupun diusir dari Mekah dan para pengikut Wahhabiyah dilarang berziarah ke Baitullah dan melaksanakan haji. Yang menjadi pertanyaan adalah untuk tujukah apakah Dir'iyyah mengirimkan sekelompok ulama Wahhabi ke Mekah? Jawabannya, mungkin bisa difahami dari ambisi kelompok Wahhabi untuk menguasi kota yang paling disucikan oleh umat itu. Jika itu terjadi, orang-orang Wahhabi bisa menjadikannya sebagai sentral kegiatan agama dan memaksa umat Islam mengikuti ajaran sesat ini.
Sebelum berkenalan dengan Muhammad bin Abdil Wahhab, Muhammad bin Saud tak lebih dari pemimpin satu kabilah kecil bernama ‘Unaizah di Najed. Perkenalan dan perjanjiannya yang dibuat dengan Muhammad bin Abdul Wahhab, membuat pengaruhnya semakin besar dan wilayah kekuasaan semakin luas. Dengan bekal kekuatan dan kekuasaannya, dia mengerahkan pasukan untuk menyerang kabilah-kabilah lain di Najed dan menjarah harta para korban agresinya. Tahun 1179 H (1765 M) setelah berkuasa selama 30 tahun, Muhammad bin Saud meninggal dunia dan posisinya digantikan oleh anaknya yang bernama Abdul Aziz. Dengan melanjutkan perjanjian kerjasama dengan Muhammad bin Abdil Wahhab, Abdul Aziz memperluas kekuasaan dengan menyerang berbagai kota sampai berhasil menguasai sebagian besar wilayah Jazirah Arabia.
Tahun 1207 H (1793 M), Muhammad bin Abdil Wahhab tutup mata di usia 96 tahun. Setelah kematian pendiri Wahhabiyah itu, penyebaran ajaran ini dilanjutkan oleh anak-anak dan cucunya. Salah satu cucu Ibnu Abdil Wahhab yang banyak menulis tentang ajaran Wahhabisme adalah Abdul Latif. Para penerus imam Wahhabiyah dalam buku-buku mereka menafsirkan dan menjelaskan panjang lebar tentang ajaran yang diwariskan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab kepada mereka.
Salah satu kejahatan terbesar yang dilakukan pasukan Wahhabi yang menggetarkan hati setiap insan yang berhati nurani adalah serangan ke kota Karbala di Irak yang diwarnai penghancuran makam Imam Husein dan pembantaian massal warga sipil. Tahun 1216 H (1801 M), Saud bin Abdil Aziz, cucu Muhammad bin Saud mengerahkan bala tentara besar dengan kekuatan 20 ribu prajurit dari kabilah-kabilah Najed bersenjata lengkap untuk menyerang Karbala. Setelah sempat mengepung Karbala, pasukan besar itu masuk secara paksa ke kota tersebut . Saat itu Karbala adalah kota ziarah terkenal yang menjadi tumpuan ziarah bagi para pencinta Imam Husein dari Irak, Iran, Turki dan negara-negara Arab lainnya.
Saud bin Abdul Aziz memerintahkan pasukannya untuk membunuh para prajurit pengawal kota, warga dan para peziarah Imam Husain yang disebutnya kafir. Pembunuhan itu terjadi dalam bentuknya yang sangat keji. Tak ada yang selamat dari pembantaian itu kecuali mereka yang melarikan diri atau bersembunyi di tempat yang aman. Sejarah menyebutkan bahwa pasukan Wahhabi membunuh sedikitnya lima ribu orang di kota Karbala. Pasukan Najed lebih lanjut menyerbu makam suci Imam Husein dan menghancurkannya lalu menjarah emas, perak dan kekayaan yang ada di komplek pemakaman suci itu.
Tragedi Karbala memicu reaksi luas dari dunia Islam dan menimbulan gelombang protes terhadap Wahhabisme. Banyak penyair yang menggubah bait-bait syair untuk mengenang peristiwa tragis dan penistaan terhadap makam Imam Husein as. selama 12 tahun, kelopok Wahhabi dan pasukannya beulang kali menyerang Karbala dan daerah-daerah sekitarnya termasuk kota Najaf yang juga menjadi sasaran serangan dan penjarahan besar. Allamah Sayid Jawad Amoli yang menjadi saksi sejarah serangan kaum Wahhabi ke Karbala mengatakan, "Pasukan Saud bin Abdul Aziz menyerang haram Imam Husein as pada tahun 1216 H (1801 M). Banyak pria dan anak-anak yang mereka bantai dalam serbuan itu. Mereka menjarah kekayaan warga dan melakukan pengerusakan yang keji terhadap Haram yang mulia dan hanya Allah yang mengetahui besarnya kejahatan yang mereka lakukan."
Kekejian pasukan Saud bin Abdul Aziz melahirkan gelombang kebencian terhadap Wahhabi. Akhirnya pada tahun 1218 H, seorang Muslim Syiah membunuh ayah Saud yang bernama Abdul Aziz pada usia 83 tahun.
Tahun 1220 H (1805 M) Saud kembali mengerahkan pasukannya dengan sasaran kota Najaf al-Asyraf dan makam Imam Ali bin Abi Thalib as. Namun mereka tertahan dan terpaksa mundur setelah menghadapi perlawanan sengit dari warga setempat yang dipimpin oleh para ulama. Para sejarahwan menulis, warga, para pelajar agama dan ulama termasuk Allamah Kasyiful Ghitha bahu membahu mempertahankan kota suci ini dari serbuan pasukan Wahhabi. Bahkan disebutkan, rumah kediaman Allamah Kasyiful Ghitha menjadi markas mobilisasi massa dan gudang senjata.
Ulama pejuang ini memerintahkan warga dan pelajar agama untuk menahan serangan para agresor di pintu-pintu masuk kota. Beliau juga menempatkan sejumlah orang untuk mengambil posisi pertahanan di menara-menara kota Najaf untuk menahan serangan pasukan Saud bin Abdul Aziz yang berjumlah 15 ribu orang. Mengenai serangan ke Najaf, Ibnu Busyr menulis, "Tahun 1220 H, Saud dengan bala tentara yang berjumlah besar bergerak menuju ke arah kota Najaf di Irak. Mendekati pintu kota itu, pasukan ini ditahan oleh parit yang luas dan lebar. Tak ada jalan bagi pasukan ini untuk melewati parit tersebut. Sejumlah prajurit Wahhabi tewas terkena peluru yang ditembakkan dari dalam kota. Mereka akhirnya mundur dan melakukan penjarahan di desa-desa sekitar."
Sebagaimana yang sudah dijelaskan, para tokoh aliran Wahhabisme dengan mengangkat slogan yahng terdengar manis yaitu kembali kepada ajaran murni Islam, justreru melakukan pembantaian massal terhadap warga Muslim yang tak berdosa. Padahal, ayat-ayat suci al-Quran dan ajaran murni Islam memerintahkan umat ini untuk bersatu dan saling mengasihi. Sejarah ibarat cermin yang menunjukkan kepada kita gambaran kebaikan dan keburukan yang terjadi di masa lalu supaya manusia yang berakal dapat mengambil hikmah dan pelajaran darinya.(IRIB Indonesia)
Perancis Siapkan Skenario Baru bagi Koalisi Oposisi Suriah
Senin, 2013 Januari 21 00:17Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius Minggu (20/1) mengatakan pertemuan akan diadakan pada tanggal 28 Januari, tanpa memberikan rincian lain dari acara tersebut.
Koalisi oposisi Suriah yang terdiri dari 70 anggota dibentuk pada bulan November 2012 lalu dengan dukungan Barat dan Arab di Qatar setelah kelompok oposisi menandatangani perjanjian persatuan untuk membentuk kepemimpinan baru melawan Presiden Bashar al-Assad di bawah tekanan dari Amerika Serikat, Qatar, dan Arab Saudi. Namun koalisi tidak mampu mengendalikan milisi bersenjata di wilayah Suriah.
Perancis adalah kekuatan Barat pertama yang mengakui koalisi sebagai wakil sah rakyat Suriah.
Pemerintah Damaskus menggambarkan koalisi nasional untuk Revolusi Suriah sebagai struktur yang didukung asing yang dibentuk untuk menghancurkan Suriah.
Suriah mengalami kerusuhan sejak Maret 2011 yang telah menelan korban banyak orang, termasuk warga sipil dan sejumlah besar personil militer dan keamanan.
Sebuah laporan PBB baru-baru ini mengungkapkan bahwa milisi dari 29 negara sejauh ini menyusup ke Suriah untuk melawan pemerintah Damaskus yang kebanyakan adalah Salafi ekstremis. (IRIB Indonesia/PH)
Iran Genjot Produksi Gas Lepas Pantai
Senin, 2013 Januari 21 00:42Alireza Zahedi-Ghazi, wakil direktur perusahaan Zona Operasional Lavan, mengungkapkan bahwa pengembangan lapisan ladang minyak Balal dimulai pada tahun 2001, dan saat ini pengembangan lapisan gas dari lapangan tersebut sedang berlangsung.
"Potensi gas alam di ladang minyak Balal sangat besar," kata Zahedi-Ghazi.
"Studi komprehensif telah dilakukan terhadap total cadangan gas di area itu," tegasnya.
Pada 15 Agustus 2011 lalu, managing director IOOC Mahmoud Zirakchianzadeh menjelaskan rencana peningkatkan produksi lapangan minyak Balal menjadi 40.000 barel per hari (bph) dari 30.000 barel per hari saat ini.
IOOC juga berencana untuk mengekstrak 500 juta kaki kubik gas per hari dari lapangan minyak itu.
Ladang minyak Balal terletak sekitar 100 kilometer (62 mil) barat daya dari Pulau Lavan di Teluk Persia dan dekat perbatasan maritim Iran dengan Qatar.(IRIB Indonesia/PH)
Nahdatul Ulama Tegas Terhadap Wahabi
Menurut Kantor
Berita ABNA, Gerakan Ansor Provinsi Kepulauan Riau dan Politeknik Negeri
Batam menggelar bedah buku sejarah Berdarah Salafi Wahabi karya Syaikh
Idahram di Aula Politeknik Negeri Batam di Batam. Acara ini menghadirkan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj.
Said mengatakan gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab Saudi. Tujuan mereka ingin mengajarkan pemurnian Islam versi mereka, sementara ajaran lain dianggap tidak benar dan harus diperangi.
“Konsep tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia dan harus diwaspadai. Karena dalam perkembangannya Wahabi atau Salafi itu cenderung mengarah gerakan radikal,” kata dia.
Ia mengatakan, Wahabi memang bukan teroris, namun ajaran-ajaran yang disampaikan menganggap ajaran lain tidak benar sehingga harus ditentang dan mereka mengatasnamakan Islam.
Menurut Said, Wahabi selalu mengatasnamakan Islam dalam doktrin atau ajaran yang dilakukan, namun tindakannya kadang tidak islami.
“Mereka sering menganggap umat lain menjalankan tradisi bid’ah yang tak diajarkan agama seperti ziarah kubur, baca tahlil, sehingga ajaran itu harus diperangi,” kata dia.
Ia mengatakan, segala kegiatan yang dilakukan umat Islam terutama kaum Nahdiyin (NU) semua berdasarkan ajaran dan tuntunan serta tidak ada yang mengada-ngada.
Said mengatakan, satu alasan mengapa NU menyatakan memerangi Wahabi karena ajaran yang disampaikan malah membuat perpecahan dalam tubuh Islam. “NU tegas terhadap Wahabi, kami justru menghargai agama lain yang jelas-jelas tidak membawa nama Islam,” kata dia.
Hal tersebut, tambah Said, karena dalam Al-Quran juga diajarkan untuk saling menghargai antarumat beragama.
Fitnah Amerika Tidak Pernah Berhasil Merusak Jalannya
Revolusi Islam
Menurut
Kantor Berita ABNA, Ayatullah Sayyid Ahmad Khatami, Jum'at pekan ini
(18/1) bertindak sebagai khatib Jum'at di Universitas Teheran berkenaan
dengan hari peringatan wafatnya Imam Hasan Askari yang tahun ini jatuh
pada Senin (21/1) yang menandai dimulainya masa keimamahan Imam Zaman
Afs menyatakan selamat kepada seluruh kaum muslimin sedunia khususnya
umat Syiah yang meyakini keimamahan Ahlul Bait as. Khatib Jum'at Teheran
tersebut mengatakan, "Kita meyakini dibawah kepemimpinan Imam Zaman afs
setelah kemunculannya dari masa kegaiban akan menciptakan keadilan yang
merata bagi seluruh umat manusia. Dan keyakinan mengenai kemunculan
Imam Zaman adalah keyakinan seluruh kaum muslimin."
"Memasuki Pekan
Persatuan, maka upaya untuk mempererat persatuan kaum muslimin harus
lebih gigih lagi diperjuangkan. Sunni dan Syiah harus menyatukan tekad
menghadapi musuh bersama, sebab pihak musuh tidak membedakan antara
Sunni dan Syiah. Dibagian Selatan Lebanon mereka berperang menghadapi
Hizbullah yang Syiah dan di Palestina mereka memerangi kaum muslimin
Sunni. Menjalin persatuan adalah diantara bentuk sedekah jariyah yang
dalam penggambaran Rahbar adalah sebuah amalan kebajikan yang sangat
istimewa dalam Islam." Tambahnya.
Ulama yang juga
menjabat sebagai Pengurus Dewan Syura Majma Jahani Ahlul Bait as
tersebut kemudian melanjutkan, "Menyambut masuknya peringatan 10 hari
kemenangan revolusi Islam Iran, maka bagi mereka yang melihat langsung
peristiwa tersebut di hari-hari revolusi pasti tidak akan melupakan
kenangan manis tersebut. Hari dimana Shah melarikan diri sehingga
kedaulatan negara sepenuhnya di tangan rakyat, hari-hari penantian
kedatangan Imam Khomeini dan sampai kemudian revolusi Islam Iran
mencapai puncak kemenangannya tanggal 22 Bahman
yang hari itu bunga kemenangan rakyat Iran bermekaran. Kejadian tersebut
adalah peristiwa yang menakjubkan dan akan selalu terkenang."
"Sejak saat itu
sampai hari ini, Amerika dan antek-anteknya berusaha merusak kemenangan
revolusi tersebut melalui agresi militer, melancarkan propaganda
negative mengenai Iran, melalui upaya-upaya kudeta sampai melakukan
aksi-aksi terorisme, namun kesemua usaha itu tidak membuahkan hasil
apa-apa." Tambahnya.
Pada bagian lain khutbahnya, Ayatullah Sayyid
Khatami mengecam pembantaian sadis terhadap umat Muslim di Pakistan,
Irak dan Suriah seraya mengatakan, "Para kelompok teroris itu mendapat
dukungan finansial dan senjata dari Amerika Serikat karena mereka sedang
mengupayakan tujuan-tujuan Washington di kawasan dengan melancarkan
berbagai tindak kejahatan."
Ayatullah Khatami menambahkan, sejumlah
pemimpin negara-negara Arab juga terlibat dalam kejahatan dan peran
Amerika Serikat di kawasan dan mereka ikut andil dalam tindak kriminal
di Suriah, Irak dan Pakistan.
Namun beliau menegaskan bahwa ketabahan dan
perlawanan rakyat di kawasan akan menjadi modal kemenangan mereka dan
pada akhirnya musuh semakin dekat dengan kehancurannya.
Ayatullah Khatami
menegaskan bahwa imperialisme dunia dan rezim Zionis Israel menentang
Islam dan mengkhawatirkan kebangkitan Islam di kawasan, oleh karena itu
mereka berusaha merusak persatuan umat Muslim.
KH. Said Aqil Sirodj: Wahabi Itu Pintu ke Teroris
Semakin meluasnya paham Wahabi di tanah air dianggap
sebagai ancaman bagi organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Hingga
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Sirodj harus meneriakan perlawanan terhadap
gerakan yang ditudingnya sebagai kelompok Islam ekstrim ini.
Paham yang di
tempat asal awalnya memperjuangkan purifikasi (pemurnian- red) agama
Islam ini, di Indonesia dinilainya telah berkembang menjadi kelompok
intoleran dan bahkan menjadi paham yang menularkan kekerasan dan
terorisme.
Paham ini juga dianggap mengancam kemapanan
keberagamaan dan toleransi. Karena itu NU menyayangkan tidak adanya
antisipasi pemerintah terhadap meluasnya paham ini. Berikut wawancara
tim Prioritas dengan Said Aqil.
Bagaimana anda mengidentifikasi gerakan Wahabi di
Indonesia?
Sejak tahun 80-an mulai banyak jaringan Arab Saudi yang bukan
jaringan negara tetapi jaringan LSM-nya. Menyebarkan ajaran radikalisme
ke seluruh negara non Arab, seperti Pakistan, India, Banglades, dan
Indonesia. Di Afrika gerakan ini mengganti nama dari Wahabi menjadi
Salafi. Itu ide dua orang Nassirudin Al Albani orang Madinah dan Syekh
Mukbil Al- Wakdi di kota Damaz Yaman. Yang salah satu muridnya Jafar
Umar Thalib itu.Ini dari sana sama sekali tidak membenarkan pergerakan,
tapi hanya purifikasi akidah, seperti memusyrikan tahlil dan haul.
Sekarang ada Wahabi yang ekstrim tinggalnya di
London, Abdullah Syururi, ini Wahabi yang pergerakan. Di Indonesia
dua-duanya ada di sini. Yang sebatas purifikasi akidah, ini kebanyakan
tidak membangun organisasi resmi, pokoknya ceramah sana sini. Tapi ada
juga yang harokah, berupa gerakan politik.
Bagaimana membedakan gerakan ini bukan formal
kerajaan Arab Saudi, sementara paham ini menjadi mahzab resmi di sana?
Begini, Wahabi
dahulu pertama kalinya berdiri memang keras berdarah- darah. Yang
menentang di bunuh, kalau tidak menentang minimal tidak boleh mengajar.
Namun setelah kekuasaan Abdul Aziz stabil, lalu ada amnesti, walaupun
bukan Wahabi dipanggil pulang. Artinya kerajaan Saudi sangat berkembang.
Raja Faisal orang yang pertama kali membuka televisi dan madrasah
perempuan ini, ditentang oleh ulama-ulama sampai dia ditembak, dibunuh
karena melenceng dari mazhab Wahabi.Sekarang pun di sana masih begitu,
antara pemerintah dan fundamental itu berseberangan.
Saya tidak mengatakan Wahabi teroris akan tetapi
ajaran Wahabi itu bisa membuka pintu dan peluang ke arah teroris. Ketika
ada orang yang mengatakan ziarah kubur itu musyrik, bagi anda yang
sudah di doktrin mendengar itu, berarti orang NU musyrik, berarti boleh
dibunuh. Tinggal tunggu tanggal kapan dia punya keberanian membunuh atau
dia tega dan ada kesempatan atau tidak.
Jadi munculnya gelombang pembaharuan ini
sekonyong-konyong?
Ini bukan pembaharuan tapi purifikasi, tidak
sekonyong-konyong. Jadi waktu itu khilafah Ottoman kedodoran wilayahnya
dipereteli oleh penjajah. Tinggal ada jazirah Arabia dan Turki sekarang
itu. Islam sedang mengalami kemunduran luar biasa. Itu menurut Muhammad
bin Abdul Wahab akibat orang Islam meninggalkan jihad, sibuk dengan
kuburan, sibuk dengan tarekat dengan dzikir semangat perangnya tidak
ada. Kebetulan ada tokoh masyarakat yang disegani karena dia jawara,
namanya Muhammad bin Saud, ingin jadi raja (politik), bekerjasama dengan
Abdul Wahab yang kepentingannya ideologi.
Namun pertama bergerak dihantam tentara Turki dari Mesir.
Cucunya bin Saud, Abdul Aziz lari ke Bahrain, ketemu dengan Inggris dan
Amerika yang sedang mengebor minyak, kemudian dilatih, masuk kembali dan
menang.
Bagaimana kelompok Wahabi
bisa mengumpulkan dana begitu besar?
Saya kira dari masyarakat mereka yang kaya. Proposal
yang diajukan mungkin untuk dakwah, membantu yatim piatu dan fakir
miskin, bencana alam masa tidak memberikan. Padahal ketika sampai di
sini dananya dibelokkan…
Bapak pernah
mengatakan bahwa masjid NU sudah banyak diculik, apa ini benar terjadi?
Bukan masjid NU
saja, masjid Muhammadiyah juga banyak, prosesnya pertama kali mereka
datang ke situ, bilangnya saya ke sini mau mengabdi tidak usah digaji
saya mau jadi marbot. Lama-kelamaan mereka ikut rapat ini itu. Misalnya
ada rapat di masjid itu besok Jumat yang ceramah, si ustad anu saja,
tidak usah dibayar kok. Datang ustadnya ya itulah antara lain
(prosesnya). Mereka punya sistem yang cukup canggih. Teroris ada, ada
sistemnya, ada dananya, ada tutornya, ada pelatihnya, ada jaringannya.
Nah keadaan terbuka ini dimanfaatkan secara maksimal
oleh mereka. Contoh HTI, di Timur Tengah itu dilarang karena
pemikirannya menolak adanya nation, dan hanya mau kembali ke khalifah. Tapi di
Indonesia tidak?
Kenapa?
Yaitu, saya juga
mempertanyakan hal yang sama.
Bagaimana pola
ideologisasi Wahabi di Indonesia, apakah sama dengan di luar negeri?
Sama, mereka awal berdirinya adalah
orang Islam yang mengamalkan ajaran Rasullulah sesuai penafsiran
Muhammad bin Abdul Wahab, kalau kafir, halal darahnya. Tapi saat ini
dari pusatnya tidak sekeras itu, prinsip dakwahnya purifikasi agama
Islam.
Prinsipnya masih itu yang dipakai. Akan tetapi agak
ke sini setelah Syeh bin Baas, tidak sama pola gerakannya. Hanya jangan
ikut bid’ah, tidak ada kata bunuh.
Kalau
pola-pola dakwah yang paling utama?
Ya itu
tadi di masjid-masjid.
Mereka mendirikan pesantren juga?
Iya, bikin pesantren bikin yayasan,
ada 12 yayasan di sini.
Apakah NU pernah mengusulkan
Hizbut Tahrir Indonesia ditutup pemerintah?
Secara diskusi sering, bukan
langsung perintah, tapi pertimbangan dengan bapak SBY. NU itu diusulkan
Ki Wahab kepada Kyai Hasyim didirikan tahun 1914. Namun saat itu belum
diizinkan. Tapi tahun 1926 baru diizinkan sebagai reaksi atas Wahabi,
karena Wahabi di sana membongkar situs-situs sejarah. Kuburan diratakan
dengan tanah. Di Baqi 15.000 kuburan sahabat rata dengan tanah.
Kuburanya Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar yang ada di pojok masjid
juga akan dibongkar. Berangkatlah ke sana komite Hijaz, Kyai Wahab, Kyai
Zul Arifi n, Syeh Gonaim orang Mesir yang tinggal di Surabaya, dan
Hajah Hasan Kipo mohon kepada raja Abdul Aziz agar itu tidak dilakukan.
Soviet saja tidak membongkar kuburan Baihaqi, Buchori
yang ada di Samarkand Uzbekistan. Sekarang di Baqi kita mencari kuburan
Siti Aisyah saja tidak tahu. Kuburan istri Nabi dimana, bibinya Nabi
dimana? Rata dengan tanah. Begitu juga dengan rumah tempat lahirnya Nabi
Muhammad ketika pertama kali Wahabi masuk itu dijadikan wc, rumahnya
Sayidina Ali dijadikan kandang keledai. Memang sekarang tidak lagi,
rumah Nabi jadi perpustakaan, rumah Ali jadi madrasah.
Di masjid itu ada pintu bani Saibah di buang, ada
makam Syafi’i dibuang, Baitul Arkom tempat pertama kali Nabi mengkader,
dibongkar. Rumahnya Siti Khadijah dibongkar. Rugi besar itu situs
sejarah.
Seperti apa tafsiran Abdul
Wahab kok bisa luar biasa menyihir?
Apa yang tidak ada di zaman Nabi Muhammad itu bid’ah, dan bid’ah itu
harus diperangi, setiap bid’ah itu sesat, dan setiap sesat itu itu pasti neraka.
Itu memang ada dasar dalilnya.
Tapi
kita juga kalau mau mencari dasar dalilnya seabreg-abreg. Rasullulah
setiap Jumat sore ziarah kubur ke Baqi, setiap tahun ziarah ke Gunung
Uhud karena ada kuburan Hamzah, itu kan berarti haul. Apalagi
soal memuji-muji Nabi dan sahabat, seabreg-abreg seperti Maulid, saya punya tiga jilid volume buku
isinya para sahabat bikin syair memuji Nabi.
Kalau Wahabi bagaimana?
Mereka hanya mengakui dua
hari besar Idul Fitri dan Idul Adha lain itu bid’ah semua. Sekarang
rupanya mereka sedang blunder kalau hari nasional tidak diperingati generasi muda
tidak akan paham walaupun ada di pelajaran. Bagaimana sejarah
berdirinya kerajaan Saudi, apabila tidak diperingati setiap tahun dengan
seremonial. Kurang membekas dong.
Apakah dalam hidupnya Abdul Wahab sesuai dengan
ajaran Nabi Muhammad?
Iya yang ia yakini dijalankan, untuk dirinya dan
keluarganya.
Seberapa
besar potensi Wahabi di Indonesia mampu membuat kerusakan untuk Islam
Indonesia?
Itu tadi setiap dakwah di daerah mengobrak-abrik yang sudah
mapan, terjadilah kerusakan. Masyarakat sudah tenang-tenang setiap
syukuran baca maulid, setiap ada kematian baca tahlil, sewaktuwaktu
ziarah kubur ke orang tuanya.
Nabi
Muhammad itu 13 tahun di Mekah, di masjid ada 330 berhala diatas kabah
ada Hubal namanya, tidak pernah diganggu. Setelah hijrah ke Madinah, dan
orang Mekah berbondong-bondong masuk Islam, baru dengan kesadaran
sendiri membersihkan Masjidil Haram dari berhala.
Jadi mereka kokoh karena selain ideologi juga karena
memiliki kekuasaan?
Memang sampai sekarang Wahabi tanpa kekuasaan tidak
akan laku. Siapa sih orang bangga ikut Wahabi. Kita bangga dong ikut
Syafi’i, Hambali, Maliki, Hanafi , yang jelas kaliber imam besar.
Apa
tujuan Wahabi di Indonesia?
Pertama kali dari sananya itu purifikasi, tapi
ditataran action ya ada kepentingan.
Tapi pemerintah tak
bereaksi menghadapi gerakan seperti ini, atau ada pembiaran?
Ya kita juga
tidak tahu kenapa, karena reformasi dan keterbukaan ini setiap orang
mendaftarkan LSM Mendagri tidak bisa menolak. Saya pernah diskusi dengan
Mendagri di depan Presiden malah. Cobalah ditinjau ulang kembali, tegas
saja menurut saya yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945
dengan kebhinekaan larang saja organisasinya apapun dan siapa pun.
Tapi sampai sekarang belum ada tindakan?
Ya itu, belum
ada makanya tampak seperti ada pembiaran padahal katakanlah HTI tadi,
sudah menolak nation, kalau di Timur Tengah sudah di tolak
Apa Wahabi bisa disebut musuh besar NU dan umat Islam
Indonesia?
Ya musuh dalam tanda petik, bahwa tidak semua yang dari Arab
itu bisa kita terima di sini. Kyai Hasyim, Kyai Bisri, Kyai Wahab semua
belajar di Arab, pulang tidak jadi kyai Arab, kyai Jawa. Sama saja Pak
Hatta kuliah di Belanda pulang gak jadi liberal.
Apa langkah NU untuk mengisolasi gerakan Wahabi dan
menyadarkan yang sudah terjebak?
Ya kita tidak henti-hentinya dakwah dan kaderisasi
atau memperkuat pelajaran di pesantren. Tapi pertahanan paling kuat
adalah keluarga, bila ada anak mendengar khutbah di masjib Wahabi lalu
pulang lihat bapaknya tahlil di rumah selesai itu. Mental gak masuk.
Kalau yang namanya ekstrimis itu
di mana saja sama. Pokoknya yang bertentangan dengan budaya dan
peradaban berarti bertentangan dengan fi trah manusia pasti akan mental,
yang langgeng adalah yang moderat dan toleran. []
BiodataK.H. Said Aqil Sirodj
Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03
Juli 1953
Riwayat Pendidikan Pendidikan Formal
- S1 Universitas King Abdul Aziz , Jurusan Ushuluddin dan Dakwah, tamat 1982
- S2 Universitas Ummu al-Qur’an, jurusan
Perbandingan Agama, tamat
1987 - S3 Universitas Ummu al-Qur’an, jurusan Aqidah/Filsafat Islam, tamat 1994
Pendidikan Non Formal
- Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek C irebon
- Pesantren Hidayatul Mubtadi’en Lirboyo Kediri (1965-1970)
- Pesantren Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta (1972-1975)
Aktivitas Profesi
- Ketua PBNU
- Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa
- Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI
- Penasehat PMKRI
- Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia
- Dosen pasca sarjana ST Maqdum Ibrahim Tuban
- Dosen pasca sarjana Universitas Nahdlatul Ulama UNU solo
- Dosen pasca sarjana Unisma, Malang
- Dosen pasca sarjana UIN Syarif Hidayatulah Jakarta
- Penasehat dosen MKDU di Universitas Surabaya
- Dosen luar biasa Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri
Apa Kata Tokoh Indonesia Tentang Syiah
Said Agil Siradj (Ketua
Umum PB NU):
“ Ajaran syiah tidak sesat
dan termasuk Islam seperti halnya sunni. Di universitas di dunia
manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat “(tempo.co)
Din Syamsuddin (Ketua
Umum PP Muhammadiyah):
“ Tidak ada beda Sunni dan Syi’ah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan
tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama
muslim” (republika.co.id)
Buya Syafii Ma’arif (Cendikiawan Muslim,
Mantan Ketua PP Muhammadiyah):
“Kalau Syiah dikalangan
mazhab, dianggap sebagai mazhab kelima,” (okezone.com)
Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah):
“Sunnah dan Syi’ah
adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam “
(satuislam.wordpress.com)
Marzuki Ali (Ketua DPR
RI):
“ Syi'ah itu mahzab yang
diterima di negara manapun diseluruh dunia, dan tidak ada satupun
negara yang menegaskan bahwa Islam Syi'ah adalah aliran sesat “
(okezone.com)
Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden RI):
“ Harus ada toleransi terhadap perbedaan karena perbedaan adalah rahmat ” (tempo.co)
“ Harus ada toleransi terhadap perbedaan karena perbedaan adalah rahmat ” (tempo.co)
Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Cendikiawan
Muslim, Direktur Sekolah PascaSarjana UIN Jakarta):
“Syiah adalah bagian integral dari umat
Islam dan tidak ada perbedaan yang prinsipil dan fundamental dalam Syiah
dan Sunni, kecuali masalah kepemimpinan politik”
“ Fatwa haram atau sesat Syiah itu tidak diperlukan, baik secara
teologis, ibadah dan fiqh karena pertaruhannya Ukhuwah Islamiyah di
Indonesia,”
(republika.co.id)
Prof. Dr. Komaruddin
Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta):
“ Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan
kekuasaan, dari masa sahabat, Karenanya akidahnya sama, Alqurannya, dan
nabinya juga sama,”
(republika.co.id)
KH. Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia):
“Dengan tergabungnya
Iran yang mayoritas bermazhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI
tersebut, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah
cukup. Yang jelas, kenyataannya seluruh dunia Islam, yang tergabung
dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.”(tempointeraktif)
Rhoma Irama ( Seniman
dan Mubaligh ):
“Tuhan kita sama, nabi
kita sama, kiblat kita sama, sholat kita sama, puasa kita sama, zakat
kita sama, haji kita sama, kenapa harus saling mengkafirkan” (tempo.co)
Slamet Effendy Yusuf (Ketua PB NU):
“ Caranya terus menjaga persamaan sesama Umat
Islam, bukan mencari perbedaannya,”
(republika.co.id)
Muhammad Mahfud MD (Ketua MK):
“ Kalau saya mengatakan semua keyakinan itu
tidak boleh diintervensi oleh negara. Keyakinan itu tak boleh diganggu
orang lain, kecuali dia mengganggu keyakinan orang lain,”
(Okezone.com)
Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat):
“ Syiah bukan ajaran
sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam
International sebagai bagian dari Islam,”
(rakyamerdekaonline.com)
Alm, Buya Hamka (Mantan
Ketua Umum MUI Pusat):
Mengutip pernyataan Imam
Syafi’i
“ Jika saya dituduh Syiah karena mencintai
keluarga Muhammad Saw, maka saksikanlah wahai Jin dan Manusia, bahwa
saya ini orang Syiah. Jika dituduhkan kepada saya bahwa saya Syiah
karena membela Imam Ali, saya bersaksi bahwa saya Syiah”
(majalah.tempointeraktif.com)
KH Nur Iskandar Sq (Ketua Dewan Syuro PPP):
“ Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah, ”
(Inilah.com)
Komentar Pembaca
- mgkn, lebih baiknya juga
cantumkan tokoh2 yg anti syiah serta komentarnya... agar umat bisa
membandingkan tingkat kualitas intelektualitasnya... diantara kedua
kubu yg berseberangan.. [aris]
- 1. Imam Malik
Imam Malik telah ditanya tentang Rafidhah (syiah), maka beliau menjawab : Janganlah kamu berbicara dengan mereka, dan janganlah mengambil riwayat dari mereka, sesungguhnya mereka itu orang-orang yang berdusta (pembohong).
2. Imam Syafii
“Saya belum pernah melihat seseorang yang lebih mudah bersaksi dengan kepalsuan daripada Rafidhah (syiah)”.
3. Imam Ahmad
Saya (Abdullah bin Ahmad bin Hambal) telah bertanya kepada bapakku tentang Rafidhah (syiah), maka ia mengatakan : “Yaitu orang-orang yang mencaci maki atau mencela Abu Bakar dan Umar”. Dan Imam Ahmad ditanya tentang Abu Bakar dan Umar, maka ia menjawab : Doa’kanlah mereka berdua agar diberi rahmat, dan berlepas dirilah dari orang yang membenci mereka berdua”.
4. Hasyim Asy'ari (pendiri NU)
“Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti” [elfarisi]
Imam Malik telah ditanya tentang Rafidhah (syiah), maka beliau menjawab : Janganlah kamu berbicara dengan mereka, dan janganlah mengambil riwayat dari mereka, sesungguhnya mereka itu orang-orang yang berdusta (pembohong).
2. Imam Syafii
“Saya belum pernah melihat seseorang yang lebih mudah bersaksi dengan kepalsuan daripada Rafidhah (syiah)”.
3. Imam Ahmad
Saya (Abdullah bin Ahmad bin Hambal) telah bertanya kepada bapakku tentang Rafidhah (syiah), maka ia mengatakan : “Yaitu orang-orang yang mencaci maki atau mencela Abu Bakar dan Umar”. Dan Imam Ahmad ditanya tentang Abu Bakar dan Umar, maka ia menjawab : Doa’kanlah mereka berdua agar diberi rahmat, dan berlepas dirilah dari orang yang membenci mereka berdua”.
4. Hasyim Asy'ari (pendiri NU)
“Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti” [elfarisi]
- semua manusia
sama disisi Allah...mau Shia atau Sunni...kalau tidak bertaqwa ya
tempatnya di neraka... [noorhayati]
Merayakan Maulid Nabi, Amalan Bid'ah yang Tidak Ada
Dasarnya
Menurut Kantor
Berita ABNA, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Ali As Syaikh seorang ulama
Mufti Arab Saudi berkata, "Penyelenggaraan acara untuk memperingati
kelahiran Rasulullah saw adalah perbuatan bid'ah yang tidak pernah
dianjurkan Rasulullah dan juga tidak pernah dicontohkan oleh para
Khulafaur Rasyidin."
Dengan melihat adanya peringatan maulid
yang diselenggarakan secara semarak di negara-negara muslim, beliau
mengajukan kritiknya, "Sebagian besar kaum muslimin berkeyakinan jika
tidak memperingati Maulid Nabi maka mereka menganggap itu merupakan
pelecehan terhadap Nabi yang menunjukkan ketidakcintaan dan ketidak
sukaan terhadap Nabi. Sementara keyakinan tersebut jelas salah. Justru
dengan tidak melakukan amal bid'ah tersebut (yaitu dengan tidak
memperingati kelahiran Nabi) adalah sebuah amalan sunnah yang terpuji."
Pandangan
Ulama Mufti Arab Saudi tersebut berseberangan dengan pandangan mayoritas
ulama Sunni dan Syiah yang justru menganggap penyelenggaraan acara
mengenang kelahiran Nabi adalah sebuah amalan yang bernilai pahala
selain dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw. Menurut ulama
Sunni dan Syiah, mengenang hari-hari penting yang pernah dilalui
Rasulullah saw dapat menumbukan kecintaan dan kerinduan kepada Nabi saw
selain dapat lebih mengenal sejarah perjalanan dan kepribadian Nabi saw.
Perintah mencintai Nabi dan keluarganya adalah perintah yang tidak bisa
ditawar-tawar lagi dalam Islam. Sementara menyelenggarakan maulid Nabi
hanyalah sekedar wasilah untuk lebih mencintai Nabi dan merupakan syiar
Islam. Dengan kedudukannya sebagai wasilah, tentu saja tidak bisa
dihukumi bid'ah, bahwa menyelenggarakan maulid Nabi tidak pernah
dianjurkan Nabi dan dicontohkan orang-orang saleh terdahulu. Sama halnya
perintah menuntut ilmu. Belajar di sekolah, mulai dari tingkatan dasar
sampai perguruan tinggi dengan fasilitas gedung tetap,
persyaratan-persyaratan tertentu sampai pemberian ijazah dan gelar tentu
tidak pernah dianjurkan Nabi atau dilakukan ulama-ulama saleh
terdahulu, namun dengan melakukannya bukan berarti amalan tersebut
adalah amalan bid'ah, sebab sekolah hanyalah wasilah dari pelaksanaan
atas perintah menuntut ilmu. Begitu pula jika dikaitkan dengan perintah
mencintai Nabi dan keluarganya.
Komentar Pembaca
- Sepertinya syaikh tersebut
punya NABI lain .... [Ranggalawe]
- Sepertinya syaikh tersebut punya NABI
lain .... [Ranggalawe]
- Yo...., syekhnya agak kuper. zaman seperti ini kok masih
membid'ahkan mauludan. suruh ngaji ke Tuban saja. bisa di langitan, di
senori atau di makam agung Tuban....[Adike Ranggalawe Tuban]
AS Cawe-Cawe, Mendikte Urusan Dalam Negeri RI
Posted by KabarNet
pada 18/01/2013
Jakarta – KabarNet: Inilah bukti bahwa
dalam urusan dalam negeri pun, Pemerintah Indonesia selalu “disetir”
oleh negara-negara Barat. Seperti misalnya Amerika Serikat, ternyata
ikut “cawe-cawe” menentukan kebijakan dalam negeri Indonesia.
Bahkan saat pemerintah berniat membantu para petani udang dengan
memberikan subsidi ala kadarnya pun dipersoalkan oleh Amerika Serikat.
Ironisnya, Pemerintah RI
kelihatannya menurut saja diatur-atur oleh negara asing. Pemerintah
Indonesia bahkan terlihat ketakutan dan tergopoh-gopoh membuat
pernyataan bahwa tidak akan melakukan ‘tindakan subsidi’ seperti yang didiktekan oleh asosiasi pengusaha
udang Amerika atau ‘Coalition of Gulf Shrimp Industries’ (COGSI).
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan
mengatakan sudah mempelajari tudingan AS soal dugaan subsidi dari produk
udang ekspor Indonesia.
“Ada beberapa asosiasi lainnya di
Amerika yang cukup sepadan pandangannya dengan pandangan kita dan ini
kita akan coba lakukan dengan pengusaha, asosiasi dan pemerintah AS
dalam waktu dekat,” ujar Gita, Rabu (16/1/2013).
Senada, Wakil Menteri Perdagangan Bayu
Krisnamurthi mengatakan tuduhan subsidi ini baru datang dari COGSI yang
memberikan petisi kepada pemerintah AS. Namun, secara resmi AS belum
mengirimkan surat kepada Indonesia terkait masalah ini.
Masalah ini, kata Bayu juga belum sampai
ke WTO. Ia mengatakan tambak udang di Indonesia justru masih perlu
didukung. “Tambak udang masih kurang, kita perlu lebih besar lagi
mendukung mereka,” katanya.
Indonesia, kata Bayu juga sudah siap
memberikan jawaban terhadap tuduhan dari pengusaha COGSI ini. Jika
masalah ini bisa diselesaikan hingga tingkatan antar pengusaha maka
masalah ini tidak perlu dilanjutkan lagi hingga tingkat WTO.
Selain Indonesia, AS juga menuduh Cina,
Ekuador, India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam melakukan subsidi
terhadap produk udang yang diekspor.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C
Sutadjo yakin tuduhan subsidi ini tidak akan berdampak pada ekspor udang
Indonesia.
Selain itu, revitalisasi tambak udang
untuk meningkatkan produksi juga akan terus dilakukan. Ditargetkan,
tambak-tambak udang yang direvitalisasi akan panen pada bulan Februari
mendatang.
Sekalipun ada semacam kesepakatan
internasional yang mengatur masalah subsidi perdagangan, namun
pemerintah Indonesia harus memprioritaskan kepentingan dalam negeri,
dalam hal ini kepentingan para petani udang. Kalau sebuah perjanjian
internasional ternyata hanya akan merugikan kepentingan rakyat
Indonesia, maka tak seharusnya pemerintah menandatangani perjanjian itu,
dan mestinya lebih mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia diatas
kepentingan negara-negara asing yang menjebak pemerintah RI dalam sebuah
kesepakatan yang jelas-jelas merugikan negara kita.
Sampai kapan negara Indonesia tercinta
ini harus didikte dan diatur-atur oleh negara asing tentang apa yang
boleh dan tidak boleh dilakukan untuk dan demi rakyat Indonesia? [KbrNet/adl – Source: ROL]
Video: Teroris Menjarah Rumah Penduduk Aleppo
Sabtu, 2013 Januari 19 11:56Menurut laporan Fars News Sabtu (19/1), dalam beberapa pekan belakangan ini media-media massa memberitakan bagaimana orang-orang bersenjata di Aleppo dan di kota-kota lain di Suriah tengah membagi harta jarahan yang diambil dari rumah-rumah penduduk yang meninggalkan rumahnya untuk mencari selamat. Diberitakan juga mengenai konflik di antara para teroris ini soal pembagian harta jarahan itu.
Para teroris
Suriah
Televisi Aljazeera sebagai salah satu media pendukung para teroris di Suriah menayangkan laporan tentang masalah ini dan berusaha ingin menunjukkan bagaimana orang-orang bersenjata ini berusaha membantu masyarakat yang ingin memindahkan barang-barang mereka ke tempat yang lebih aman.
Aljazeera menayangkan kawasan Saif ad-Daulah, Aleppo dan menunjukkan sejumlah orang bersenjata yang tengah menaikkan barang-barang ke mobil bak terbuka. Seorang dari kelompok bersenjata ini mengklaim bahwa barang-barang ini miliknya dan ia datang lagi untuk mengembalikan barang-barangnya.
Sebelum ini, para teroris terlibat konflik di antara mereka soal pembagian harta jarahan milik penduduk dan bahkan perempuan yang sempat ditahan mereka. (IRIB Indonesia)

