Ruhut: Pemecatan Saya Hanya Strategi
JAKARTA, RABU - Lain Ruhut namanya jika tidak punya jawaban. Pengacara bernama lengkap Ruhut Sitompol tersebut, Selasa (9/6), dipecat sebagai juru kampanye nasional pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Pemecatannya menimbulkan kesan negatif mengingat pengacara tersebut adalah salah satu ketua Dewan Pimpinan Pusa Partai Demokrat (DPP PD), yang merupakan pengusung Yudhoyono.
Ruhut tidak sendiri. Dia ditemani Wakil Ketua Umum DPP PD Achmad Mubarok. "Pencoretan nama saya sebagai jurkamnas hanya sebuah strategi. Pak SBY bilang Hut, jangan kendor menghadapi serangan lawan," ujarnya melalui pesan singkat, kemarin.
Pria berkuncir itu bahkan mengaku mendapat tugas khusus sebagai bayonet untuk memenangkan SBY-Boediono dalam satu putaran. Tidak dijelaskan apa yang dimaksud bayonet.
Namun banyak pihak meyakini pemecatan Ruhut terkait pernyataannya yang berbau SARA (suku, ras, agama dan antargolongan) belakangan ini. Pemecatan Ruhut diharapkan dapat mengunci mulutnya yang ceplas-ceplos agar tidak merugikan pencalonan SBY sebagai presiden.
Alasan serupa juga menjadi dasar pemecaran Mubarok. Agar tidak kentara, Ruhut dan Mubarok dinyatakan mendapatkan tugas lain.
Adanya reshuffle di tim kampanye SBY-Boediono diketahui dari surat pemberitahuan yang diterima KPU pada 4 Juni lalu. Ruhut digantikan oleh Amir Sambodo dan Mubarok digantikan Achdari. Surat tertanggal 1 Juni 2009 tersebut ditandatangani oleh Ketua Tim Kampanye Hatta Radjasa dan sekrataris tim, Marzuki Ali.
"Kalau Pak Mubarok itu kan masih PNS, jadi karena takut melanggar kita tidak masukan. Hanya mendampingi dari luar," ujar Marzuki.
Sedangkan Ruhut, diakuinya, terkait pernyataan-pernyataan yang terlalu keras. "Ruhut kita ganti untuk mengurangi ketegangan dengan komunitas yang kemarin sempat tersinggung dengan pernyataanpernyataannya" ungkap Marzuki.
Bagaimana dengan Rial Mallarangeng yang juga kerap melontarkan pernyataan keras? Adik Andi Mallarangeng tersebut selamat dan tetap berada di tim kampanye.
"Kalau kita lihat SBY setengah-setengah. Kalau mau kan Rizal dikeluarkan juga," kata pengamat politik Universitas Gadjah Mada
Ari Sujito.
Pemecatan Ruhut berawal dari pernyataannya bahwa orang Arab tidak memberikan kontribusi kepada bangsa ini. Ini tentu saja membuat mereka yang keturunan Arab tersinggung. Apalagi sejarah mencatat bahwa bangsa Arab memberi pengaruh besar kepada negeri ini dengan masuknya agama Islam. Selain itu bangsa Arab lah yang pertama mendukung kemerdekaan negeri ini.
Protes disampaikan Partai Persatuan Pembangunan. Ini karena pendukungnya yang keturunan Arab protes dengan pernyataan Ruhut. Namun Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, M Romahurmuziy, membantah menekan PD mengeluarkan Ruhut dari tim kampanye nasional.
SBY Akhirnya Copot Ruhut

JAKARTA, SELASA - Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul kini tidak lagi menjadi bagian dari tim kampanye SBY-Boediono. Pencopotan Ruhut itu dikabarkan karena seringkali selip lidah dan mudah terpancing mengeluarkan statement yang kontraproduktif.
"Ruhut itu dicopot memang karena ada masalah dengan pernyataan-pernyataanya yang selama ini dianggap sering kali kontraproduktif," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut Mubarok, agar tidak ada lagi pernyataan bernada SARA yang keluar dari tim kampanye SBY-Boediono, maka Ruhut dikeluarkan dari tim kampanye nasional. Selain dikeluarkan, Ruhut juga dicopot dari daftar juru kampanye nasional pasangan SBY-Boediono.
"Ya itu harus dilakukan demi kesolidan tim agar pasangan SBY-Boediono dapat menang secara terhormat tanpa melukai perasaan siapa pun," katanya.
Ucapan Mubarok itu diperkuat dengan adanya surat masuk dari Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono yang menyatakan adanya pergantian posisi kepada KPU. Surat itu bernomor 08/TIMKAMNAS/VI/2009 tertanggal 1 Juni 2009 tentang pencabutan tim kampanye nasional.
Isi surat itu menyatakan bersama ini kami beritahukan bahwa kami selaku tim kampanye SBY-Boediono tingkat nasional melakukan perubahan yaitu Ruhut Sitompul digantikan oleh Amir Sambodo dan Achmad Mubarok digantikan Achdari terhitung 2 Juni 2009 karena yang bersangkutan mendapat tugas lain.
Surat ditandatangani oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Hatta Rajasa dan Sekretaris Marzuki Alie.
Sebelumnya, dalam debat antar tim sukses peserta Pilpres 2009, di gedung DPD Jakarta, Ruhut yang mewakili kubu SBY-Boediono melancarkan sejumlah kritikan pada kubu Jusuf Kalla-Wiranto, yang diwakili Fuad Bawazier. Saat itu Ruhut terpancing karena sebelumnya juga dikritik habis oleh Fuad.
Entah bermaksud ditujukan kepada Fuad yang kebetulan beretnis Arab, Ruhut mengatakan negara Arab tidak pernah membantu Indonesia. Namun, Ruhut kemudian menyatakan permohonan maaf atas pernyataannya itu.
Mobil paling murahTata Nano Masuk Thailand, kapan Indonesia?

BANGKOK, SELASA - Mobil termurah di dunia Tata Nano dipastikan akan masuk Thailand dalam waktu dekat.
“Mereka (Tata Motors) punya rencana untuk memperkenalkan Tata Nano di Thailand di masa yang akan datang untuk dan kemungkinan mereka akan mencoba mengemabangkan produksinya di sebuah negara di ASEAN,” ujar Sekretaris Jendral Thailand Board of Investment (BOI) Atchaka Brimble.
Menteri Perindustrian Thailand Chanchai Chairungruang pekan lalu sempat berkunjung ke pabrik Tata Motors di Pune, India.
Sales Director Tata Motors (Thailand) Abhichet Sitakalin, yang nantinya Tata Motors dan Thonburi Group akan menjadi perusahaan joint venture, mengatakan bahwa Chanchai suka dengan Nano.
Sementara itu Tata Motors baru-baru ini mengungkapkan bahwa Nano yang diluncurkan di India 23 Maret lalu akan dipasarkan di Eropa tahun 2011.
Menyoal NAMRU-2 di Kampus
Nampaknya gelagat yang ditangkap Menteri Kesehatan Suparti mengenai adanya operasi sistematis membuka kembali Namru-2 AS melalui kampus-kampus ternyata cukup tepat dan akurat.
Buktinya, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran di Bandung dengan bekerjasama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, secara diam-diam masih tetap menjalin kerjasama penelitian dengan Namru-2. Padahal, Namru-2 AS jelas-jelas terindikasi sebagai proyek illegal militer Amerika Serikat.
Anehnya lagi, Menteri Kesehatan ternyata tidak tahu menahu mengenai keberlangsungan proyek Namru-2 di Fakultan Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung tersebut. Sehingga Menteri Kesehatan menyerukan agar semua pihak berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan.
Bayangkan. Menteri Kesehatan Supari baru tahu adanya proyek Namru-2 di Universitas Padjaran ketika melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Cicendo Bandung.
Menteri Kesehatan menegaskan, penghentian ini dilakukan karena MOU dengan pihak luar negeri saat ini masih digodok, dan hingga sekarang belum selesai. Sehingga jika masih ada penelitian dengan atas nama Namru-2, maka kegiatan tersebut illegal. “Segala bentuk kerjasama harus koordinasi dengan saya, tidak dengan pihak lain,” tegas Menteri Kesehatan Supari.
Karena itu Supari dengan tegas melarang semua rumah sakit yang ada di Bandung untuk mengirimkan sample ke Namru-2 untuk diteliti. Penegasan Menteri Kesehatan memang tidak main-main.
Sekitar April lalu, sebulan sebelum Menteri Kesehatan Suparti melakukan inspeksi mendadak ke Bandung yang bermuara pada terbongkarnya keberlangsungan Namru-2 di Fakultas Kedokteran Padjajaran, Supari sudah mendapat informasi bahwa sejak 2006 hingga 2009, Namru telah mengambil sample darah di sebuah pabrik tekstil di Jawa Timur sebanyak sembilan kali. Pengambilan sample terakhir, menurut Suparti, pada Februari lalu.
Ini jelas sebuah indikasi bahwa kegiatan Namru-2 ternyata masih tetap berlangsung secara diam-diam meskipun sudah ditutup secara resmi pada 2008 lalu. Berarti, ada jaringan terselubung yang tetap beroperasi agar Namru-2 tetap berlangsung.
Satu ilustrasi dengan jelas menggambarkan hal tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Luchiati ternyata tidak tahu menahu bahwa proyek Namru-2 masih tetap berjalan padahal sudah dihentikan pada 2008. Rupanya Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat pada 2008 sudah diberitahu oleh pihak Padjajaran bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran sudah tidak melakukan penelitian lagi dengan Namru-2 AS.
Tentu saja Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat percaya mengingat kredibilitas para akademisi Universitas Padjajaran dikenal cukup tinggi. Sehingga ketika terbukti ada kebohongan di balik informasi tentang Namru-2 itu, maka muncullah berbagai kecurigaan adanya konspirasi Amerika dan para komparadornya di Indonesia. Buktinya, pihak Universitas Padjajaran ada indikasi dengan sengaja bermaksud menutup-nutupi kenyataan yang sebenarnya mengenai Namru-2 AS.
Padahal, jika ada kerjasama antara universitas dengan lembaga lain apalagi luar negeri seperti Namru-2, maka harus ada koordinasi dengan Departemen Kesehatan, dan baru setelah itu ditembuskan ke Dinas setempat
Mekanisme semacam itu memang perlu, apalagi untuk mengantisipasi adanya operasi terselubung ala Namru-2 AS. Sebagaimana secara tidak langsung diungkap oleh Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, selama hasil penelitian berlangsung, pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sama sekali tidak tahun detil dan pola kerja penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dan Namru-2 AS.
Menurut Direktur Utama RS Hasan Sadikin Bandung, hasil penelitian tidak pernah diberitahukan kepada RS Hasan Sadikin. Karena hasil penelitian sepenuhnya milik Namru dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Sebuah fakta yang cukup aneh dan misterius.
Dan hal ini semakin menguatkan kecurigaan bahwa memang ada konspirasi antara UNPAD dan Namru. Apalagi ketika keterangan Direktur Utama RS Hasan Sadikin nampak senada alur ceritanya dengan Menteri Kesehatan mengenai soal pengambilan sampel darah.
Seperti juga halnya dengan Menteri Kesehatan Supari, Dirut RS Hasan Sadikin mengatakan bahwa UNPAD selama ini mengambil sampling darah buruh pabrik di tiga perusahaan tekstil di kota Bandung. Kegiatan tersebut telah dilakukan sejak 2004 hingga 2006. Selanjutnya 2006 vakum, dan beroperasi lagi pada 2007 hingga April 2008.
Soalnya adalah, apa hasil penelitian dan untuk apa hasil penelitian tersebut digunakan? Tak ada yang tahu, kecuali Fakulta Kedokteran UNPAD dan Namru-2 AS.
Jadi ya sudahlah. Lebih baik dihentikan saja kegiatan Namru-2 AS di Indonesia. Daripada berakibat buruk di kemudian hari.
Pulau Soqotra - Pulau Teraneh di Dunia
Pulau yang berada di wilayah negara Yaman ini adalah pulau terpencil yang didiami sekitar 40.000 orang. Nama Soqotra itu sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya 'Pulau Kebahagiaan'.
Kalau dilihat pantainya sih sekilas gak ada yang aneh. Pasir putih, batuan koral, air laut yang jernih, kayanya pantai-pantai di Indonesia juga gak kalah menarik dengan pantai di pulau Soqotra. Tapi.. liat dulu deh pohon-pohon dan tanaman-tanaman yang ada di pulau ini.. Huaaaaaa..
Aneh banget! Berasa kaya liat tanaman dari planet lain! Nggak heran sih.. Karena banyak pohon dan tumbuhan di pulau ini termasuk dalam kategori flora endemis, yang artinya tidak akan pernah ditemukan di tempat lain di dunia selain di pulau Soqotra. Bahkan ada beberapa varietas yang diprediksikan telah mencapai usia 20 juta tahun louh! Hueeew..
Kita liat lebih dekat beberapa contoh tanaman-tanaman yang ada di sana..
Nah, ini yang pertama. Pohon dengan bentuk yang sangat aneh dan pastinya gak akan pernah kita temuin di halaman tetangga sebelah, Namanya pohon Darah Naga atau dracaena cinnabari. Bentuknya aneh kan?! Mirip pesawat ruang angkasa atau mirip jamur kalau diliat dari atas. Pohon ini, oleh penduduk setempat, biasa dijadikan sumber obat 'segala macam' jenis penyakit. Konon pohon ini juga dijadikan bahan untuk ritual sihir pada jaman abad pertengahan. Dan dapat dipastikan ini akan menjadi pohon favorit saya buat background foto kalau suatu saat nanti saya bisa ke Soqotra xD
Pernah denger tentang tanaman adenium? Itu loh tanaman yang suka ada di pot-pot yang bentuknya kaya talas bogor tapi berbunga.. Nah, kalo Adenium biasa sih, kayanya kita udah sering liat. Tapi liat deh Adenium yang ada di pulau Sokotra. Nama latinnya adenium obesium atau disebut juga Mawar Padang Pasir. Adenium jenis ini kayanya gak bakal muat deh kalo ditaro di pot. Gede banget Tapi hebatnya tanaman ini kayanya gak perlu tanah deh. cukup taro aja di batu-batuan dan jadilah dia sebesar ini.
ini adalah contoh adenium yang mengalami obesitas
Kalo yang ini katanya, masih satu famili sama pohon ketimun. namanya dendrosicyos socotranum. Saya sendiri sih nggak pernah liat yang namanya pohon ketimun, tapi feeling saya mengatakan bahwa pohon ketimun di Indonesia akan terlihat jauh berbeda dari yang ini
pohon sejenis timun yang kesepian….
Sewaktu saya memperlihatkan gambar-gambar ini kepada salah seorang teman saya dan mengungkapkan keinginan untuk pergi ke Sokotra, dia malah menganggap saya aneh. Karena buat dia tanaman-tanaman itu memberi efek rasa yang tidak menyenangkan. Semacam 'geli' katanya. xD
Mungkin persepsi orang memang berbeda-beda. Tapi saya sendiri tetap menganggapnya mengagumkan Walaupun saya mungkin akan berpikir ulang mengenai keinginan saya untuk pergi ke Pulau Soqotra karena beberapa fakta ini :
- Pulau Soqotra adalah pulau yang memiliki iklim tropis padang pasir. Panasnya dapat mencapai 40 derajat celcius. - 22 tahun tinggal di negara tropis, kalo liburan ke tempat yang panas juga kayanya gak seruuu deh >,<
- Karena Pulau Soqotra adalah pulau yang dilindungi kelestariannya di sana hampir tidak dibangun jalanan. Satu-satunya jalanan yang ada di sana, baru dibangun sekitar 2 tahun lalu. itu pun dengan perjanjian yang alot antara Pemerintah Yaman dan UNESCO. - heuuu, dapat dibayangkan kalo pengen keliling-keliling di pulau ini, mungkin kita harus membawa onta pribadi.
- Agar tidak banyak turis yang datang ke Pulau Soqotra dan agar kealamian dari pulau Soqotra itu tetap terjaga maka jangan harap menemukan hotel atau tempat peristirahatan di sana, -silakan bawa tenda sendiri kalau mau berkunjung -,-"
Akhirnya, mungkin pulau Soqotra memang bukan tujuan wisata yang tepat dan nyaman. Lagipula jauh lebih baik jika pulau ini tidak terlalu banyak dijamah oleh manusia, yang ada nanti malah habitat aslinya rusak. kita cukup mengagumi keanehan pulau ini melalui gambar-gambarnya ^^.
Banjarmasin Miliki Taman Hutan Kota!

BANJARMASIN, SABTU - Hutan Kota sebagai suatu alternatif mengurangi polusi udara di Banjarmasin, masih sangat minim sekali terdapat ruang terbuka. Ruang terbuka yang hijau tidak sebanding dengan jumlah kendaraan bermotor yang bak tumbuh seperti tidak pernah ada kata maksimal alias semakin bertambah tiap tahunnya.
Penambahan jumlah kendaraan bermotor berdampak pada meningkatkan kadar polusi. Hal ini mengharuskan keberadaan ruang terbuka hijau sangat diperlukan untuk menjadi solusi cerdas menekan tingkat kepadatan polusi.
Jum'at (5/6) berlokasi di Jalan Lambung Mangkurat, tepat di lahan milik Korem 101/Antasari dan eks gedung RRI, bertepatan dengan Hari lingkungan hidup Sedunia, Taman Hutan Kota diresmikan.
Acara peresmian yang dihadiri sejumlah pejabat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang lingkungan serta tidak ketinggalan dari kalangan media elektronik dan media cetak.
Kehadiran hutan kota atas sumbangsih TNI itu, mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. termasuk dari tamu undangan yang turut hadir, di antaranya Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group HG Rusdi Effendi AR, Pemimpin Perusahaan Banjarmasin Post Group, A Wahyu Indrianta, Ketua PWI Cabang Kalsel, Faturrahman, Asisten II daerah mewakili Wali Kota Banjarmasin, Bambang, juga Pembantu Rektor I Unlam, Prof M Hatta mewakili Rektor Unlam.
"Kehadiran hutan kota memberikan nilai tambah sebagai ruang terbuka hijau. Hal ini bisa menjadi nilai tambah untuk tahun 2010 nanti bagi Banjarmasin dalam meraih adipura. Nuansa hijau di Kota Banjarmasin sangat minim dan krisis, padahal dalam satu wilayah itu minimal 30 persen ada ruang terbuka hijau," ujar Asisten II daerah mewakili Walikota Banjarmasin, Bambang.
Menurutnya, solusi krisis nuansa hijau hutan kota dapat menciptakan ruang teduh dan dapat memacu berbagai pihak untuk peduli dengan lingkungan hidup sekaligus mengembangkan pertumbuhan dan keberadaan hutan kota - hutan kota yang lainnya.
"Dengan adanya taman kota sumbangsih dari TNI ini sudut kota yang lain masih bisa dan banyak yang bisa dihijaukan, wujudkan Banjarmasin Bungas," ujarnya.
Sebagai tokoh masyarakat, Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group HG Rusdi Effendi AR berpendapat keberadaan hutan kota memiliki suatu arti sebagai suatu mahakarya yang kreatif, meski kecil gaungnya besar dan bermanfaat.
"Saya tidak bangga dengan pembangunan gedung-gedung tinggi tapi dengan hutan kota saya sangat bangga sekali, Banjarmasin harus benar-benar bungas,sekelilingntya bisa ditanam pohon untuk orang yang yang berolahraga, saya sangat berharap pembangunan dilanjutkan oleh berbagai pihak dan semakin dihijaukan," ujarnya.
Dikatakan, dirinya sangat menunggu dan mendukung gagasangagasan pintar selanjutnya mengenai pembangunan yang didasari dengan kecintaan terhadap lingkungan hidup, andai kata taman kota di kembangkan dengan menjadikan lapang tenis sebagai hutan kota dirinya siap mendukung.
Menurut Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Heros Paduppai, hutan kota sangat penting keberadaannya guna meminimalisir polusi udara yang semakin kotor, keadaan iklim yang semakin panas, dan dalam rangka mengatasi global warning.
"Besar manfaatnya, dapat menyimpan cadangan air, menjadikan paru-paru kota membantu pemerintah daerah dalam progra menghijaukan kota, kedepan bila pohon sudah besar akan dilepas burung," ujar Heros.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Hegar Wahyu Hidayat yang turut hadir pada acara peresmian hutan kota itu berpendapat, Banjarmasin hanya memiiki kurang lebih 11 persen saja hutan kota. "Padahal kita butuh 30 persen untuk satu wilayah kota, sehingga perlu ditambah hutan kotanya."
Sementara selaku pakar kehutanan Unlam Prof Hatta, berpendapat yang paling terpenting dari keberadaan hutan kota adalah bukan jenis tanaman nya melainkan pemeliharaannya, menyerap karbondioksida, sementara pohon yang ditanam di hutan kota ini merupakan jenis pohon-pohon yang cepat tumbuh.
Ironis! Melupakan TKW, Menghebohkan Manohara

Perempuan itu berwajah cantik. Dalam dirinya mengalir darah Indonesia, Perancis dan Amerika Serikat. Perempuan itu juga masih sangat muda. Usianya belum 20 tahun.
Karena kecantikan dan kemudaannya, seorang pangeran dari Kesultanan Kelantan, Malaysia, terpikat. Predikat sebagai istri seorang bangsawan diperolehnya dengan cukup mudah.
Namun, kecantikan, usia muda dan predikat kebangsawanan itu tidaklah menumbuhkan rasa bahagia di hatinya. Dia justru tersiksa secara fisik dan psikis.
Adalah Manohara yang menjadi lakon dalam cerita itu. Dialah perempuan muda yang dinikahi Pangeran Tengku Temenggong Muhammad Fakhry Putera. Manohara pun menjadi perhatian publik Indonesia dan Malaysia.
Namun ingat, warga negara Indonesia (WNI) di negeri jiran itu tak hanya Manohara. WNI yang mendapat siksa di negeri itu juga tak cuma Manohara. Mungkin sudah ribuan tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang mengadu nasib di Malaysia, mengalami penyiksaan fisik dan psikis. Dipukul, ditendang, disetrika, diperkosa bahkan dibunuh! Suatu penderitaan yang luar biasa. Tragisnya, semua itu terus terjadi.
Seandainya semua TKW Indonesia seperti Manohara, alangkah beruntungnya mereka. Para TKW itu akan mendapat banyak simpati, dukungan morel dan bantuan hukum. Andaikan itu terjadi, tentu para TKW itu bisa bekerja dengan tenang. Bisa ikut menghidupi keluarganya tanpa harus selalu dicekam rasa takut.
Penanganan kasus Manohara dengan siksaan terhadap para TKW, sangatlah beda. Ketika Ibunda Manohara, Daisy Fajarina mengungkapkan derita anaknya, simpati sontak bertebaran.
Semua media mewartakannya. Polri, departeman luar negeri dan kedutaan langsung bereaksi. Semua melakukan advokasi agar seorang Manohara bisa kembali ke Indonesia dan terbebas dari jerat penyiksaan sang suami. Pemerintah terkesan takut kasus Manohara akan memiliki efek politik yang besar.
Nuansa terjadi tatkala media mewartakan TKW yang menangis karena terkurung dalam tindak kekerasan. Tanggapan pemerintah terkesan klise. Landai. Datar-datar saja. Reaksi agak keras baru muncul ketika mereka mengalami cacat permanen atau tewas akibat penyiksaan. Perhatian pemerintah memang kurang berpihak kepada TKW.
Manohara masih berkewarganegaraan Indonesia. Para TKW itu juga warga negara ber-Pancasila ini. Di mata hukum, mereka memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada perbedaan. Kenyataan di lapangan menunjukkan ‘teori’ itu hanyalah manis di atas kertas.
Terlepas dari keberuntungan Manohara dan tidak beruntungnya para TKW, pemerintah harus memberi perhatian ekstra tanggap dan cepat terhadap kasus kekerasan yang dialami warganya di luar negeri. Siapa pun dia.
Kasus kekerasan itu juga harus dijadikan pembelajaran bagi semua pihak –pemerintah dan masyarakat– untuk lebih peduli terhadap kaum perempuan. Kekerasan terhadap perempuan sudah bukan zamannya. Cara pandang yang menempatkan perempuan adalah warga ‘kelas dua’, harus dihilangkan. Perempuan pada era sekarang tak bisa dianggap sekadar properti atau aset milik kaum laki-laki.
Selain itu, kasus yang dialami Manohara bisa dijadikan cermin bagi orangtua untuk tidak mudah tergiur harta sehingga menikahkan putrinya pada usia muda. Pernikahan harus mempertimbangkan kondisi psikologi dan biologis anak.
Ada hikmah lain yang bisa direnungkan dari kasus Manohara. Setiap perbuatan baik dan buruk pasti memiliki imbas di kemudian hari. Apalagi jika perbuatan itu semata-mata didasarkan pada pertimbangan materi dan gengsi. Jangan karena mengejar nikmat sesaat, malu dan rasa sakit yang didapat.
Ironis, Pembagian Raskin di AS
Resesi ekonomi AS tampaknya belum akan segera pulih. Dampaknya pun terus meluas dan melebar ke berbagai sendi kehidupan masyarakat. Pemerintah federal AS sampai membuat program anti-lapar untuk mencegah terjadinya kelaparan massal di Negeri Paman Sam ini.
Satu dari sembilan warga AS kini menggunakan kupon pangan dari pemerintah federal untuk membantu membeli sembako. Bulan Maret kemarin, jumlah orang yang mendaftar untuk memperoleh santunan kupon meningkat dua persen dari 591,000 orang yg sebelumnya sudah terdaftar. Departemen Pertanian memberi sekitar 113,87 dolar AS tiap orang.
Di 20 negara bagian AS, satu dari depalan orang sudah masuk dalam daftar food stamp program (bantuan kupon untuk membeli sembako), menurut Food Research Center.
Sejak musim gugur tahun lalu, hampir enam juta orang mendadak menganggur.
Kongres kini telah mengalokasikan sekitar 54 milyar dolar AS untuk santunan makanan pada tahun fiskal ini, naik dari 39 milyar dolar AS tahun lalu. Pada tahun fiskal baru yg dimulai 1 Oktober mendatang, para pengamat memperkirakan kenaikan sampai 60 milyar dolar AS untuk bantuan makanan.
Ironis kalau negara yg sudah mendekati jurang kebangkrutan ini kita harapkan uluran tangannya untuk membantu negara kita yg kaya raya. Apa kata dunia?

BANJARBARU, JUMAT - Pesona HM Sjachriel Darham memang masih begitu kuat. Seperti yang terlihat ketika mantan orang nomor satu di Kalsel ini kembali Banua pasca penahanannya di Lapas Cipinang, di Bandara Syamsudin Noor disambut ratusan kerabat, orang dekat dan pendukungnya, Kamis (4/6).
Sjachriel kembali ke Banua dari Jakarta dengan menumpang Pesawat Garuda kedatangan paling awal. Di layar informasi yang terpampang di terminal kedatangan Bandara Syamsudin Noor, pesawat dengan nomor penerbangan GIA 530 itu mendarat pukul 09.00 Wita.
Sejak pukul 08.15 wita, putri Sjachriel, Hj Ira Erlianty Putri bersama suami, Gusti Yuli Rahman dan kedua anaknya, Gusti Muhammad Arya Syahrazza Putra (8) dan Gusti Salsabila Zulaicha Rivera (2) tiba di ruang tunggu bandara menanti orang yang mereka cintai.
Bersama dengan Ira, terlihat juga menantu Sjachriel yang merupakan istri Erlan, Yulita Apriana dan putri tunggalnya Kansa Milenia Putri (9). Anak, menantu, dan cucu-cucu Sjachriel tampil dengan dandanan rapi.
Selain itu, ikut masuk ke ruang tunggu beberapa orang keluarga dan kerabat dekat Sjachriel. Sementara di luar ruangan atau di terminal kedatangan, ratusan keluarga, kerabat dan pendukung Sjacriel menunggu dengan setia.
Pasukan pemadam kebakaran dari Ira Fire yang menggenakan seragam BPK lengkap juga ikut hadir. Mereka membentuk barisan untuk menyiapkan upacara penyambutan yakni berupa pembacaan shalawat dan penaburan bunga layaknya ucapan selamat datang bagi tamu penting.
Namun tidak tampak Ny Herlinawati Sjachriel Darham dan putra sulungnya Herlan juga putra bungsunya, Try Nugraha. Ketiganya disertai beberapa keluarga dan kerabat lainnya (total 16 orang) ternyata menjemput langsung ke Jakarta.
Akhirnya, sekitar pukul 09.00 Wita pesawat Garuda yang ditumpangi rombongan Sjachriel mendarat. Beberapa menit kemudian, sosok Sjachriel yang masih lamak mungkal dengan jas coklat yang sengaja terbuka dengan hem batik dipadu celama coklat tua dan kopiah hitam plus sorban putih, terlihat turun dari bus bandara.
Namun ada sedikit berbeda penampilan Sjachriel kali ini. Sjachriel yang tangan kirinya terus dipeluk mesra sang istri berjalan dengan mengenakan tongkat di tangan kanannya. Tampak saat berjalan tekanan ditongkat cukup tyerlihat jelas.
Masuk ruang tunggu, Sjachriel langsung disambut anak, cucu, dan menantu dengan peluk cium yang hangat. Tidak mau ketinggalan, puluhan keluarga dan kerabat dekatnya juga meluapkan kerinduan dengan pelukan. Tampak kebahagiaan bercampur haru di wajah mereka.
Tidak ketinggalan ikut berjubel sejumlah pejabat Pemprov Kalsel yang diketahui orang dekat Sjachriel. Seperti Hj Helena, Hadi Soesilo dan yang juga pejabat yang sudah pensiun, Asefah Rifai dan lainnya.
"Ahlamdulillah ulun baik-baik saja selama di sana (Lapas Cipinang, Red). Saya bersyukur telah diberkahi Allah sehingga diberikan kebebasan," ujar Sjachrile kepada semua orang yang menyambutnya.
Sementara senyum sumringah Sjachriel tidak henti-henti terpancar seraya mengucapkan Alhamdulillah dan sapaan terkait kabar masing-masing. Pemandangan ini memicu perhatian pengunjung bandara setempat yang tampak ingin tahu.
Usai adegan luapan kerinduan di dalam ruangan, ratusan orang yang sengaja menunggu Sjachriel juga bersiap-siap berebut jabat tangan, cium tangan sampai peluk cium.
Di pintu keluar terminal, pasukan pemadam kebakaran langsung menghamburkan bunga ke atas saat Sjachriel melintas seraya mengucapkan shalawat dan takbir. Suasana yang riuh ini pun kian memancing rasa ingin tahu pengunjung bandara lainnya.
Uniknya, di depan terminal mobil Polisi Pengawalan jenis Ford Escape yang sering menggawal Gubernur juga sudah standby siap untuk mengantarkan Sjachriel dan rombongan ke tujuan berikutnya lewat darat.
Begitu Sjachriel dan rombongan masuk mobil, iring-iringan mobil langsung meluncur dengan dikawal mobil pengawal bak orang nomor satu di Kalsel itu. Sirine mobil yang berbunyi keras membuka jalan bagi belasan mobil rombongan, yang terdiri dari bus, mobil pribadi dan mobil operasi BPK.
Rombongan tidak langsung ke Banjarmasin melainkan singgah ke Taman Makam Syuhada di Landasan Ulin. Di makam ini, Sjachril berziarah ke makam para syuhada yang merupakan korban kecelakaan pesawat haji di Colombo.
Di makam ini Sjachriel meneteskan air mata sebelum bersujud. Maklum, dari sekian ratus korban, di antaranya adalah ayah, ibu dan adik kandung sjachriel yang bernama, H Anang Darham, Hj Ratna, dan Hj Siti Fatimah.
Selanjutnya rombongan mampir lagi ke Alkah Keluarga Amuntai yang tidak jauh jaraknya dari Makam Syuhada. Di alkah tersebut, rombongan berziarah ke makam orangtua Herlinawaty, H Utuh Darham dan Hj Atut. Setelah itu baru rombongan meluncur ke Banjarmasin.
