Home � � Investigasi Pembantaian Era Bush

Investigasi Pembantaian Era Bush


Investigasi itu menyangkut kematian sekitar 1.000 tahanan Taliban yang telah menyerahkan diri ke Aliansi Utara dukungan AS pada penghujung 2001. Para militan itu ditahan oleh pasukan pimpinan Jenderal Abdul Rashid Dostum, seorang panglima perang terkemuka Afganistan yang menjabat sebagai kepala staf militer Afganistan pascapemerintah Taliban.
Investigasi Pembantaian Era Bush

Presiden AS Barack Obama telah memerintahkan pejabat keamanan nasionalnya untuk menyelidiki penolakan pemerintah George W Bush untuk menginvestigasi seorang panglima perang Afganistan yang dituduh bertanggung jawab atas tewasnya ratusan tahanan Taliban. "Indikasi tentang investigasi itu tidak dijalankan sebagaimana mestinya telah menjadi perhatian saya," kata Obama dalam wawancara eksklusif dengan Anderson Cooper dari CNN saat Presiden AS itu berkunjung ke Ghana.

"Jadi apa yang saya perintahkan ke tim keamanan nasional saya adalah mengumpulkan fakta, dan kami kemungkinan akan memutuskan pendekatan yang akan diambil segera setelah seluruh fakta terkumpul," kata Obama.

Dostum memihak AS dan menerima dukungan militer dari AS dan CIA untuk memerangi Taliban saat AS menggelar invasi ke Afganistan.
Tuduhan terhadap Dostum muncul dalam sebuah laporan Newsweek pada 2002 yang mengutip sebuah memo rahasia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Memo itu menyebutkan sejumlah tahanan yang disekap di beberapa truk kontainer tewas saat dipindahkan dari markas Taliban di Koduz, Afganistan utara, menuju penjara Sheberghan yang terletak di sebelah barat markas Dostum di Mazar-e Sharif.

Pada saat itu, kelompok HAM Physicians for Human Rights yang berbasis di Boston mengungkap penemuan sebuah makam massal di dekat Dasht-e Leili, yang menurut beberapa saksi mata, menjadi tempat dikuburkannya sejumlah tahanan Taliban. Penemuan ini menggerakkan Jenderal Tommy Franks yang memimpin invasi di Afganistan untuk mendukung investigasi terhadap dugaan pembantaian. Namun, harian The New York Times, yang mengutip keterangan dari beberapa pejabat AS dan organisasi HAM, melaporkan bahwa pemerintah Bush "telah berulang kali mengurungkan upaya investigasi itu."

Saat ditanya oleh CNN, apakah Obama akan mendukung investigasi itu, presiden AS ini menyatakan, "Saya berpendapat ada tanggung jawab yang harus dipikul oleh semua negara, dalam perang sekalipun. Dan apabila AS terbukti mendukung pelanggaran hukum perang, maka saya berpendapat, Pemerintah AS (saat ini) harus mengetahuinya."
Sementara Pentagon akan segera menerbitkan ratusan foto yang menunjukkan dugaan penyiksaan oleh personil AS di penjara di Irak dan Afghanistan pada masa pemerintah George W. Bush. "Saya kira foto itu mencapai ratusan," kata seorang pejabat Pentagon yang menolak menyebutkan identitasnya.

Pentagon telah menyetujui penerbitan sejumlah foto "substansial" pada 28 Mei sebagai jawaban atas penuntutan perkara Undang-undang Kebebasan Informasi yang telah berjalan lama yang diajukan oleh kelompok hak asasi manusia bermarkas di New York, Uni Kebebasan Sipil Amerika (ACLU). Foto-foto itu berasal dari 60 penyelidikan kejahatan dari 2001-2006 oleh personil militer yang diduga menyiksa para tahanan.

Kelompok HAM tersebut menduga para pejabat senior di bawah pimpinan mantan presiden George W. Bush bertanggungajwab dalam kasus ini karena mendukung taktik interogasi yang penuh aksi kekerasan. [IslamTimes/R]

Tags:

0 comments to "Investigasi Pembantaian Era Bush"

Leave a comment