Home � � Marwa el-Sherbini, seorang wanita hamil Mesir yang ditikam sampai mati di dalam ruang sidang Jerman.

Marwa el-Sherbini, seorang wanita hamil Mesir yang ditikam sampai mati di dalam ruang sidang Jerman.

Jamaah shalat Jumat di Teheran mengadakan pemakaman simbolis untuk Marwa el-Sherbini, seorang wanita hamil Mesir yang ditikam sampai mati di dalam ruang sidang Jerman.
Pemakaman simbolis




Mereka meneriakkan slogan dan celaan pada Chancellor Jerman Angela Merkel atas kelalaian terhadap perkembangan "rasisme" dan "fasisme" di negaranya, lapor IRNA.

Sherbini, dikenal dengan "Syahid Hijab," tewas dalam sebuah ruang sidang di timur kota Dresden Jerman di depan putranya yang berusia 3 tahun pada 1 Juli ditangan seorang penganggur kelahiran Rusia Axel M. Sherbini telah memberikan bukti bukti melawan dia karena telah menghinanya.

Axel M., 28, (nama lengkap yang tidak dapat dipublikasikan sebelum akhir proses hukum di bawah undang-undang Jerman), telah dibawa ke pengadilan banding terhadap putusan pengadilan sebelumnya yang mengenakan denda kepadanya karena telah menghina Sherbini dengan memanggilnya - antara lain "teroris"-. Axel M adalah tetangga kepada korban.

Sherbini suami, Elwi Ali Okaz, datang membantuan tetapi juga ditikam oleh tetangganya itu dan ditembak kakinya oleh seorang petugas keamanan yang salah faham dengan mengira akan penyerang, ujar jaksa Jerman. Dia kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Jerman.

Para Protester menyatakan kepada IRNA bahwa Merkel harus fokus pada perluasan rasisme yang bergerak di Jerman, bukan campur tangan dalam urusan domestik Iran.

"Mengapa Chancellor Jerman tidak memutuskan untuk menyatakan penyesalan atas kematian hak-hak asasi manusia di negerinya?" demonstran bertanya.

Kementerian Luar Negeri Iran telah memanggil Duta Besar Jerman untuk Teheran atas pembunuhan kejam wanita Muslim tersebut.

Duta Besar Honsowitz Herbert dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Iran untuk mendengar teguran keras dari Republik Islam atas kebrutalan pembunuhan Marwa El-Sherbini.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Hassan Qashqavi Kamis mengutuk pembunuhan el-Sherbini dengan - perbuatan keji melanggar "semua nilai-nilai dan hak asasi manusia."

Hampir empat juta muslim yang tinggal di Jerman telah mengutuk pembunuhan el-Sherbini, dan menyatakan keprihatinan terhadap konsekuensi dari serangan teroris terhadap umat Islam.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier yang memngucapkan rasa belasungkawa kepada pasangan Mesir Ahmed Aboul Gheit kemarin.

"Kematian Marwa el-Sherbini yang menyedihkan di Dresden telah sangat mengejutkan orang Jerman dan saya sendiri. Saya ingin mengucapkan belasungkawa kepada masyarakat Mesir dan terutama keluarga Marwa el-Sherbini, belasungkawa sepnuh hati dan semua rasa simpati," ujar Steinmeier dalam pesannya.

Tags:

0 comments to "Marwa el-Sherbini, seorang wanita hamil Mesir yang ditikam sampai mati di dalam ruang sidang Jerman."

Leave a comment