Iran menuntut tindakan hukum bagi para petugas keamanan di pengadilan Dresden yang membiarkan penikaman Marwa Al-Sherbini berlangsung. Mahmoud Shahroudi, kepala badan yudikatif Iran, menyatakan bahwa semua pihak berwenang yang tak berhasil menghalau penikaman sampai 18 kali itu patut untuk dimintai tanggungjawabnya.
“Insiden menyedihkan seperti ini pasti akan terus menodai sistem hukum di suatu negara,” tandas Sharoudi. “Para pihak berwenang itu bukan saja tak berhasil menyelamatkan Marwa, tapi yang lebih buruk lagi, para aparat keamanan di sana justru menembak suami Marwa yang datang untuk menyelamatkan istrinya,” tandasnya.
Pemerintah Jerman sebelumnya menolak tuduhan Presiden Iran Ahmadinejad bahwa negerinya hanya bisa mengingkari tumbuhnya Islamofobia dan rasisme. Ahmadinejad menyatakan hal tersebut lantaran, menurutnya, penikaman Marwa sebanyak 18 kali tak mungkin terjadi jika bukan karena adanya stereotip di kalangan petugas keamanan.

0 comments to "Penikaman Marwa Ciderai Sistem Hukum"