JAKARTA, RABU - Sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan SBY-Boediono memimpin perolehan suara sementara dibandingkan dua capres lainnya. Atas kemenangan ini, SBY layak mendapat gelar double winner.
"Sedangkan JK dan Mega double loser. Pertama kalah di pemilu legislatif kedua kalah di pilpres ini," ujar Direktur LP3ES Suhardi Suharyadi saat jumpa pers di kantornya, Jalan S Parman, Jakarta, Rabu (8/7).
Dengan kalahnya JK, menurut Suhardi Golkar akan mendapat lampu kuning dari masyarakat. Ini menunjukkan klaim keberhasilan JK yang ditunjukkan selama ini ke masyarakat tidak terbukti.
"Seperti konversi minyak tanah ke gas, justru yang telihat malah memukul perekonomian rakyat," kata Suhardi.
Berdasarkan hasil perhitungan cepat yang dilakukan LP3ES, pasangan bernomor urut 2, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono memenangi pemilihan presiden kali ini dalam satu putaran.
Dari data yang masuk pada pukul 16.12 WIB SBY-Boediono mendapatkan 60,28 persen, Megawati-Prabowo 27 persen dan urutan terakhir adalah JK-Wiranto 12,32 persen dan angka golput mencapai 28 persen.
Dasar perhitungan tersebut diperoleh dari data yang diperoleh dari pemantauan dan pencatatan hasil penghitungan suara di 1890 TPS, 90,45 persen dari total TPS sampel (data dari Papua Barat belum masuk) yang tersebar di seluruh Indonesia.
TPS-TPS tersebut dipilih secara acak menurut metodologi statistik, ambang batas kesalahan dari perkiraan tersebut adalah +/-1 persen dari tingkat kepercayaan.
Home � � SBY Double Winner, JK dan Mega Double Loser
SBY Double Winner, JK dan Mega Double Loser
Posted by cinta Islam on 5:15 PM // 0 comments
0 comments to "SBY Double Winner, JK dan Mega Double Loser"