
Hari Berjilbab Sedunia
Republik Islam Iran menilai, pemerintah Jerman sangat lambat dalam menyikapi kasus tersebut, juga menekankan pertanggungjawaban Jerman akan jaminan hukum dan keamanan terhadap kelompok minoritas dan warga muslim di negara ini.
Pembunuhan terhadap seorang muslimah di ruang sidang pengadilan Jerman merupakan bukti lain sentimen Islam di Barat. Lebih dari itu, Tehran juga mengkritik pemboikotan media atas kasus pembunuhan terhadap muslimah asal Mesir di Jerman.
Hari Senin lalu, ribuan warga Mesir yang berduka, berbaris di belakang peti mati Marwa el Sherbini. Marwa, seorang wanita Muslim hamil tiga bulan, ditikam hingga tewas dalam ruang sidang Dresden Jerman. Kejadian penikaman itu berlangsung di depan mata anak pertama Marwa yang berusia 3 tahun.
Dilaporkan si pelaku menikam tubuh Marwa 18 kali hanya dalam waktu 30 detik. Suaminya, yang berada di Jerman dalam rangka studi atas beasiswa riset dari Max Planck insititute, langsung membantu dan ditikam pula serta ditembak oleh petugas. Pelaku yang hanya diidentifikasikan sebagai Alex W, 28 tahun, saat ini ditahan dan jaksa tengah melakukan investigasi terhadap tersangka pembunuhan tersebut.
Sidang, yang menyebabkan gugurnya Marwa merupakan sidang pertama pengajuan naik banding si pelaku. Marwa sebelumnya mengajukan gugatan atas pelecehan dan penghinaan yang pernah dilakukan Alex kepadanya. Alex beberapa kali melakukan penyerangan dengan mencoba merenggut paksa jilbab yang dikenakan Marwa. Atas tindakan itu, pengadilan Dresden, memberi denda kepada Alex, imigran asli Rusia, sebesar 730 euro, atau sekitar Rp9,85 juta. Tak puas atas putusan sidang, Alex pun naik banding. Dalam persidangan naik banding pertama itulah Alex menyerang Marwa dan menikammnya hingga tewas.
Dalam sebuah konferensi pers di Jerman, Senin (6/7) kemarin, jurubicara pemerintah Jerman, Thomas Steg mengatakan serangan tersebut adalah rasis. Pembunuhan Marwa mendominasi headline di media-media Mesir selama berhari-hari. Sementara di media-media Jerman dan Eropa, kasus itu hanya menjadi sorotan kecil. Tak lebih dari berita satu-dua kolom di halaman kriminal biasa.
0 comments to "wartawan dimana kalian ?????????"