Home � Apakah PKS bukan Wahabi dan Salafi?

Apakah PKS bukan Wahabi dan Salafi?

Dilihat sejarah berdirinya Partai Keadilah Sejahtera (PKS) dibidani oleh tokoh-tokoh Kelompok Tarbiyah dan Usroh. Sehingga tak dapat disangkal bahwa kader-kader militan PKS berbasis pada mazhab Wahabi dan Salafi.

Jika itu benar, maka bukankah PKS akan mendukung dan menyuburkan paham terorisme. Karena para teroris itu pada dasarnya berpaham Wahabi dan Salafi. Setidaknya PKS menyembunyikan dan menyelamatkan para teroris. Karena merasa bersaudara dalam pemahaman keislaman dan mazhab.






Jika pernyataan tersebut benar dan ingin membasmi teroris, maka tidakkah selayaknya:
1. Bangsa Indonesia dan para tokoh masyarakat mengirim surat kepada Bpk SBY agar tidak memberi jabatan penting pada tokoh2 PKS, karena akan menambah suburnya teroris?
2. Jika Departemen Agama dipimpin oleh tokoh PKS, bukankah akan menambah akrabnya dengan para penyandang dana dari keluarga kerajaan Saudi? Sehingga nantinya akan membuka peluang besar RI menjadi negeri Taliban.
3. Jika menteri kordinator kesejahteraan sosial diserahkan kepada tokoh PKS, apa kira2 jadinya bangsa ini?
4. Apa buktinya kalau PKS bukan tempat bersembunyinya dan berlindungnya para teroris?
5. Bagaimana semangat kader2 PKS dalam menyebarkan misinya di SMU2 dan Kampus2. Bukankah dari sini juga bibit paham radikal dan ekstrimis ttg Islam. Sehingga selanjutnya mempermudah ruang gerak pengkaderan para teroris.

Oh, jika semua ini benar. Alangkah sulitnya membasmi kader2 dan pengkaderan terorisme di Indonesia! Oh..oh..oh, bangsa Indonesia mesti benar-benar waspada terhadap para teroris dan embrionya.

Kiriman 2
1 balasan
Sastro Harjono menulispada 10 Agustus 2009 jam 1:00
Apa bener PKS berpaham wahabi dan Salafi? Bukankah PKS itu sekarang telah menjadi partai nasionalis? wah, saya ingin tahu juga yg sbnrnya. Tolong teman2 sharing informasi, ini sangat penting.

Kiriman 3
Omar Baraqbah menulispada 10 Agustus 2009 jam 1:13
NASIONALISnya Nga Jelas......tergantung ANGIN BERTIUP KEMANA...kekekkek

Kiriman 4
Ayodya Tenggara menulispada 10 Agustus 2009 jam 1:29
Saya heran:
Ukuran yang digunakan masih tidak jelas.
1. Dari diskusi sebelumnya, dikatakan bahwa: Wahhabi=pendukung Amerika.
2. Diskusi yang lain: Wahhabi=teroris.
3. Diskusi ini: PKS=Wahhabi=teroris.

Marilah kita luruskan terlebih dahulu pengertian wahhabi:
1. Apakah definisi Wahhabi?
2. Wahhabi itu pendukung Amerika atau teroris?
3. Apakah karena didirikan oleh kelompok tarbiyah dan usroh, maka dengan serta merta kita dapat menyimpulkan bahwa PKS itu sama dengan Wahhabi?
4. Kalau memang PKS itu termasuk dlm kategori Wahhabi,kenapa PKS digolongkan Wahhabi yang teroris, bukan Wahhabi yang pendukung Amerika?

Kiriman dihapus pada 09 Agustus 2009 tanggal 10:47

Kiriman 6
Abd Rakhman menulispada 10 Agustus 2009 jam 1:49
JANGAN SAMPAI ORANG PKS MEMANDIKAN MAYAT.......ATO MEMIMPIN ACARA RITUAL ISLAM DIWILAYAH ANDA...
Kiriman dihapus pada 09 Agustus 2009 tanggal 10:50

Kiriman 8
Tuti Jawa menulispada 10 Agustus 2009 jam 2:19
Untuk mengenal sejarah berdirinya Al-Qaedah sarang teroris, dan kaitannya dengan AS dan keluarga kerajaan Saudi, mesti membaca 2 topik berikut secara cermat:

Bom Marriott-Ritz: Blast from the Past
http://www.facebook.com/topic.php?uid=55699992009&topic=18481
Keluarga Kerajaan Saudi terlibat dalam mendanai Al-Qaeda
http://www.facebook.com/topic.php?uid=55699992009&topic=18482

Kiriman 9
Wanda Ali Akbar menulispada 10 Agustus 2009 jam 4:33
Kenapa nggak langsung tanya aja ke para tokoh PKS? Apa bener mereka teroris? Atau supaya lebih obyektif pertanyaannya bisa dialamatkan ke lembaga intelejen. Mungkin kedamaian yang dicintai dan dituju tapi dengan semangan curiga dan tuduh seenaknya, malah kebencian dan perpecahan yang dicapai, sungguh ironis.

Kiriman 10
Rochim Armando menulispada 10 Agustus 2009 jam 6:29
Salah satu ciri orang beriman adalah saling mencintai sesama kaum mukminin, bersikap lembut kepadanya, memberikan kritik yang membangun. Sementara kepada orang-orang kafir...ia bertindak tegas.

Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, melainkan mereka yang saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran (Al Ashr: 1-3)

Tuhan kita satu, Kitab kita satu, Nabi kita satu, dan imam-amir-khalifah kita pun satu. Terapkan syariah...tegakkan khilafah, lebih cepat, lebih baik.

Kiriman 11
2 balasan
M Nurul Humaidi menulispada 10 Agustus 2009 jam 7:19
Saya bukan aktivis PKS, juga bukan pendukung PKS. Saya hanyalah akademisi yang menekuni aliran-aliran dalam Islam. Terlalu dini jika disimpulkan bahwa PKS itu teoris--atau pendukung teroris. Jika PKS dikatakan salafi masih ada benarnya, meski tidak sepenuhnya. Memang genealogi PKS berasal dari para alumni Timur Tengah (khususnya Saudi) dan aktivis masjid kampus2 di Indonesia. Saudi memang tidak bisa dilepaskan dengan salafi. Tapi gerakan salafi dalam perkembangan telah berdiaspora menjadi beberapa varian: salafi dakwah, haraki, jihadi, dan sururi. Dalam konteks itu, PKS termasuk salafi. yang awal dan mainstrean salafi adalah salafi dakwah, ciri utamanya adalah anti kekerasan, bahkan aktivitas semacam demonstrasi saja dilarang. Dalam perkembangan ini, PKS itu ada di antara dakwah dan haraki (gerakan). Dan, salafi yang paling genuine adalah tidak berpolitik. Lalu mengapa mengapa justru PKS (ketika itu PK) didirikan oleh para lulusan Saudi seperti Hidayat Nur Wahid, dkk.? Karena, pada era tertentu (1980-an) universitas2 di Saudi terkena pengaruh gerakan Ikhwan Muslimun (IM), melalui dosen-dosen yang berasal dari Mesir. Itu diluar mainstrean salafi Saudi. Nah dari kenyataan itulah, lulusan-lulusan pada era tsb menyebar ke seluruh penjuru dunia, lalu berdirilah partai2 politik yang berafiliasi dengan IM, termasuyk PKS di Indonesia. Jadi salah besar, kalau PKS itu berpotensi radikal dengan ciri kekerasan. Jadi PKS itu lebih banyak IKHWAN-nya daripada SALAFI-nya. Yang jihadi dan Sururi (berasal dari Yaman), mungkin, karena konsep jihad mereka ada;ah qital. Contoh salafi Jihadi itu Laskar jihad yang berperang di Ambon. Dan, yang perlu diketahui, di antara varian salafi itu sendiri terjadi saling bertentangan. Jadi salafi itu tidak satu. Ada hipotesis yang cukup mencengankan: bahwa terorisme itu dibuat oleh Amerika (AS) sendiri, untuk kepentingan politik dan ekonomi AS. Semoga bermanfaat. Wa Allahu a'lam bi al-shawab!

Kiriman 12
1 balasan
Ahmad Wiyono menulispada 10 Agustus 2009 jam 8:17
pks itu partai/gerakan yang akan memperjuangkan syariat islam dan tegaknya negara islam, jadi jangan terpengaruh oleh pakar politik dan media massa yang menuruti kepentingan kaum barat kafir. Yang ingin memojokkan gerakan2 pro syariah dan khilafah. tetap berjuang demi tegaknya syariah wa khilafah!

Kiriman 13
Awi Sirep membalas kiriman Ahmadpada 10 Agustus 2009 jam 8:23
@Wiyono, yakin lu?? ini baca,

PKS itu partai Nasionalis, perjuangannya juga demokrasi dan jatah menteri.

http://pkswatch.blogspot.com/2008/01/mukernas-bali-selamat-tinggal-partai.html

Kiriman 14
Djineman Rowoh menulispada 10 Agustus 2009 jam 8:32
Menurut saya , mmasih banyak yg 'salah faham' dg Wahabi atopun Salafi. Sejauh yg saya fahami ttg ajaran Syekh M Abd Wahab, Ajarannya terfokus pada pemurnian tauhid sbgmn yg dibawa oleh Muhammad SAW diawal2 penyebaran Islam. 'Memerangi' kemusrikan/pemberhalaan / penghambaan terhadap selain Allah, Harta Tahta , kuburan, apalagi kepada musuh2 'legendaris ' Islam spt Yahudi dan antek2nya. Kalau PKS yg katanya sebagai partai dakwah benar2 konsisten dakwahnya sesuai dg dakwah Muhammad ( dakwah Wahabi yg masih orisinil ), bisa dikatakan ya sama antara PKS dan Wahabi. Gitu aja kok repot.

Kiriman 15
Ayodya Tenggara menulispada 10 Agustus 2009 jam 10:31
@Mas/Mbak Cinta: Namanya logika ya harus digunakan, baik dia pernah atau belum pernah belajar ilmu logika. Baik, kalau cara berpikir saya dapat membawa kebuntuan, tolong tunjukkan di mana letaknya (Tapi tetap yang berhubungan dengan konteks yg kita bahas, yaitu PKS dan Wahhabi)

@All: Kembali ke masalah PKS dan Wahhabi, saya kira posting dari teman2 banyak memperjelas pertanyaan saya yang lalu. Silakan dilanjutkan.

Terima kasih

Kiriman 16
Arif Handono menulispada 10 Agustus 2009 jam 11:14
aku bukan pendukung PKS..namun saya kira,para aktifis PKS tidaklah sebodoh itu, dengan menggunakan kekerasan untuk dakwahnya..( saya juga gak sepakat dengan penerjemahan mereka thd Islam, entah namannya apa..aku meliahtnya seperti arabisasi..)

Kiriman 17
Ihsan Taufiq menulispada 10 Agustus 2009 jam 11:58
Saya berharap kita tidak terjebaik dalam situasi saling curiga yang tidak perlu, yang penting berantas aja terorismenya, kalau orang mau berfaham wahabi, salafi, liberalis, sekularis, atheis, komunis, biarin aja, tidak boleh orang dihukum karena pemahamannya, yang jelas, Indonesia adalah negara yang menghormati segala perbedaan. Tapi menyangkut terorisme, kita semua sama, bahwa tidak boleh dibiarkan. Tidak ada yang boleh berbuat terorisme terhadap Indonesia dan kemudian bisa bebas begitu saja, Tangan-tangan hukum Indonesia harus mampu menjangkau semua yang terlibat terorisme dan extrimisme. Mari kita jadikan terorisme sebagai musuh bersama, bukan menjadikan kita terpecah-pecah pula dalam memerangi terorisme itu, nanti akan membuat terorisme itu jadi sulit diberantas, karena yang saling lempar tuduhan itu kita sama kita, sementara para teroris itu mentertawakan kebodohan kita. Saya khawatir, malah nanti yang buat statemen menuding itu malah yang teroris, kalau begini, jadi kacau semuanya kan?
Wallahua'lam bisshawab..

Kiriman 18
Syarief Ibra Hendowan menulispada 10 Agustus 2009 jam 12:31
Sudah sangat jelas pernyataan mantan kepala BIN am hendro priyono yang sudah tentu mengerti betul peta teroris di indonesia, bahwa teroris berkembang biak dalam madzhab wahabi, lha PKS udah jelas2 partai wahbabi yang mendapat dana dari saudi,

saat pembantaian gaza oleh israel tahun kemaren, ormas2 mendemo kedubes saudi di jkt karena saudi bungkam atas pembantaian gaza, PKS tidak mendemonya, dan saat ditanya wartawan pimpinan pks diam. ya gimana mau didemo lha wong bosnya.

sudah saatnya rakyat indonesia waspada dengan gerakan wahabisme yang suka berbusana ahlusunnah wal jamaah dan menyusup untuk membid'ahkan maulud, ziarah kubur dll.

mereka dikenal dengan ''JI'' jenggot indah dengan gamis selutut dan wanitanya dengan cadar memakai kaos kaki walaupun berenang.

merekalah cikal bakal kelompok sufiyani yang akan memerangi al-qaim hujjah al mahdi al-munthadzar namun pada akhirnya berhasil ditumpas oleh tentara al-mahdi.

Kiriman 19
Roedy Dian Pandu menulispada 10 Agustus 2009 jam 13:05
Apa yg disodorkan oleh saudara M Nurul Humaidi lebih cermat. beberapa catatan penting adalah bahwa wahabi tidak mengenal gerakan dalam bentuk orsospol. Berbalik dengan PKS yg sudah jelas adalah Parpol. Hanya memang, semua bentuk komunitas / gerakan Salafi tidak pernah saling bertentangan, bahkan jika ada hal2 yg kontroversial oleh satu gerakan salaf, maka komponen lain tidak pernah menggubrisnya (atau diam2 saja). Bahkan banyak hal mereka akan saling membangun kerjasama dalam beberapa point kepentingan bersama.

Ciri khas (paten) dari wahabi adalah doktrin keagamaan mereka yg sebenarnya menganggap bahwa golongan mereka adalah satu-satunya golongan yg benar, sehingga sebenarnya golongan lain kafir/tersesatkan. (Silahkan rujuk sejarah tumbuh kembangnya Wahabi dan kerjasamanya dengan klan saud, yg saat ini membentuk negara saudi arabia).

Kepentingan-kepentingan politik global (Wahabi dan penguasa saudi arabia) lah yg membuat mereka agak sedikit terbuka kepada beberapa gerakan/aliran salafi lainnya.

*** Dalam beberapa informasi khusus, Penguasa Arab Saudi mengeluarkan dana besar dengan tujuan Indonesia dengan tujuan :

1. Pengkondisian Indonesia untuk meredam dan menolak ajaran dan pengikut Ahlulbait (Syiah)
2. Melemahkan institusi dan gerakan Nahdliyin
3. Mengembangkan kekuatan Politik PKS.

Sebagai renungan bersama kita, Penguasa Arab Saudi adalah bentuk kekuasaan di Jazirah Arab yang paling "Keras Diamnya" kepada israel atas penjajahanna di palestina, dan paling mesra kepada Amerika Serikat.

Kesimpulan, bergantung kepada diri kita masing-masing.

Kiriman 20
Pencerah Hati menulispada 10 Agustus 2009 jam 14:18
Tapi kan kader2 terbaik PKS sekarang pada gerah dengan cap wahabi di tubuh PKS...ato barangkali mereka adalah wahabi dlm bentuk lain atau kaum wahabi yg sedang menjalankan tagiyah yg selama ini bahkan selalu mereka tentang utk mendeskreditkan syi'ah atau..atau...dan masih banyak atau..tetapi desertasi Doktornya Hidayat Nur Wahid adalah tentang pengaruh syi'ah/rawafiudh dalam maulid barzanji dan dengan sinisnya membid'ahkan para pelaku maulid barzanji....wah semakin bingun ya???????

Kiriman 21
Pencerah Hati menulispada 10 Agustus 2009 jam 14:35
YANG JELAS WAHABISME / SALAFISME DALAM SEGALA BENTUK VARIANNYA ADALAH PERLU MENDAPATKAN KEWASPADAAN DARI KITA SEMUA KAUM MUSLIMIN BAIK SUNNAH MAUPUN SYI'AH JANGAN SAMPAI KITA TERLENA KARENA MEREKA BOLEH BUAT MAKAR DAN KEHANCURAN.....


Kiriman 22
Pencerah Hati menulispada 10 Agustus 2009 jam 14:49
Wahaby / Salafy bukan saja gemar mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya tetapi sesama Salafy saja mereka juga saling mengkafirkan..coba simak tulisan dibawah ini :
ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( tempat mankalnya salafy wahdah islamiyyah), Ustadz salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu (geng salafy sururi), ustad-ustadz nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij umat ini.

ketika saya hadir di masjid fatahillah (salah satu salafy yamani), ustadz salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis
Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as Seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

ironis sekali, salafy yang mengaku-ngaku anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

ironis sekali, ustadz-usyadz salafy indonesia yang konon belajar jauh-jauh dan lama ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat BEJAT DAN AROGAN.

mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku-buku tebal.
yah…keledai ditengah tumpukan buku-buku tebal tetap saja keledai.
jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.
jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.
jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

BEGINILAH TABIATNYA SALAFY / WAHABI

Kiriman 23
Dzakiyyah Nawawi menulispada 10 Agustus 2009 jam 14:54
aduh,,bingung euy,,,,,,,,
smoga kita selalu di tunjukan jalan yang lurus oleh yang kuasa.....
amiin,

Kiriman 24
Andi Hakim menulispada 10 Agustus 2009 jam 15:03
....hmm
wahabi itu ajaran atau orangnya
PKS itu partainya apa pemikiran atau perilaku orang....

coba diperjelas biar diskusinya semakin ciamik

pak andihakim Anti-Telor

Kiriman 25
Wildan Julian menulispada 10 Agustus 2009 jam 15:54
Bagaimana dengan HTI?? apa bisa disebut "saudara tua PKS"?

Kiriman 26
Joko Sulistianto menulispada 10 Agustus 2009 jam 16:45
ustadz-ustadz di PKS menganut paham ibnu taimiyah dan syekh abdul wahab, yg artinya sama dg wahabi. Anti TBC (Tahlil, bidah, kurafat), anti tasawuf. partai ini jelas partai Islam, meski sekarang merubah menjadi seolah olah Nasionalis agar mendapat simpati masyarakat dan simpatisannya bertambah (demi suara di pemilu), tujuan sejatinya tetap saja partai Islam, menjadikan syariat Islam melalui perjuangan di dewan / DPR

Kiriman 27
Djineman Rowoh menulispada 10 Agustus 2009 jam 17:44
Semua baik, Suni, Syiah, wahabi, ( yg orisinil ). Yang tidak baik oportunis, plin plan, maaf munafik fasik dan sejenisnya, apalagi musyrik memberhalakan harta, tahta, wanita, mengkultuskan 'tokoh idola', mengkultuskan akal pikiran. Tdk ada dosa terampuni kecuali musyrik.

Kiriman 28
Djineman Rowoh menulispada 10 Agustus 2009 jam 17:45
Maaf , ralat Tidak ada dosa tidak terampuni kecuali musyrik.

Kiriman 29
Siti Romadoni menulispada 10 Agustus 2009 jam 17:59
Waduh2 kok jadi ribet kiye ya, intinya dikroscek dulu semua, jangan sampai fitnah menyebar kemana2.

Kiriman 30
Djineman Rowoh menulispada 10 Agustus 2009 jam 18:11
@ Siti : Yg bertepuk tangan itu Zionis dan antek2nya. Marilah sdr2ku sadarlah kita diadu domba.

Eko Susanto menulispada 10 Agustus 2009 jam 18:26
Salam..
Perbedaaan mahzab, paham, gerakan, pemikiran ,metode dan strtegi berdakwah merupakan keniscayaan dan sunatullah adanya . Menurut hemat saya sebenarnya yang lebih urgent kita pertanyakan bagaimana menyatukan potensi umat dengan berbagai pemikiran dan kekuatan untuk menjadi sebuah kekuatan diatas perbedaan pandangan. Kita mesti realistis dengan kondisi umat yang memang sudah terpecah-pecah, kenapa kita harus menambah runyam permasalahan. Isyu yang terpenting adalah bagaimana kita bersikap toleran memahami perbedaan , tidak saling menyalahkan bahkan mengkafirkan dengan memulai dari kita menanamkan sikap tasamuh dan menghormati tidak mudah memfonis dan menghukumi, menyalahkan perbedaan pemikiran dan mahzab. Wallahu'alam

Kiriman 32
Nora Efanoura Alatas Full menulispada 10 Agustus 2009 jam 18:47
saya heran sama grup2 disini, ada yg nama accountnya cinta damai, cinta kebenaran dan tentunya cinta dengan dienul Islam, tapi kok ya seneng ya memperkeruh atau mempertanyakan bahkan membenarkan teroris itu berasal dari Islam or saudaranya sendiri sesama Islam.
Saya sangat respect dgn tokoh alm. Ohashem, tapi kecewa dengan penerusnya disini yg mau mengangkat masalah2 yg memecah belah umat.. BUkannya bangga ada saudara kita yg memperjuangkan syiar2 Islam malah memperlebar fitnah kpd saudaranya sendiri..
Jika ini terus terjadi, maka kpn umat islam akan maju. Umat islam akan selamaya terpecah belah dan strategi musuh2 islam utk memecah belah umat islam berhasil dgn sukses jika kita masih merasa bhw golongan/sekretarian Islam kitalah yg paling benar!

Kiriman 33
Nora Efanoura Alatas Full menulispada 10 Agustus 2009 jam 18:59
saya salut sama PKS! bisa sampai pd level politik yah minimal bisa meminimalisir kalo dapet pemeritah yg benci sm islam atau setidaknya mereka(PKS) bisa berjuang di level pemerintahan ketika ada sebagian org or kelompok yg akan mendeskreditkan islam.. kalau kita tidak masuk ke wilayah politik, anda mau menanggung kepedihan spt jaman 'orde baru' para aktivis islam yg disiksa& dizolimi scr tdk berprikemanusiaan?? masih ada tuh saksi hidupnya!
Jangan selalu yg dicari kekurangan terus.. segala sesuatu memang tidak ada yg sempurna, tetapi ambillah sisi positifnya! dan yg paling penting CONCERN lah terhadap PERSATUAN UMAT!
Saya sangat sepakat sekali dengan bp. Eko Suanato. Bravo pak!

Kiriman 34
Nora Efanoura Alatas Full menulispada 10 Agustus 2009 jam 19:02
upss sorry bp Eko Susanto. Maaf salah ketik, buru-buru nulisnya..

Kiriman 35
Abdurrahman Shahab menulispada 10 Agustus 2009 jam 22:21
kita punya ketakutan akan faham wahabi : yang note bane nya sangat suka mengambil hak tuhan untuk memutuskan seseorang musyrik atau kafir dan kemudian menghukum halal darah seseorang yang tidak sefaham dengan mereka (nauzhubilla min dzhalik).

lalu apakah kita juga menjerumuskan diri pada cara dan prilaku yang sama dengan mereka??
Jangan sampai secara tidak kita disadari hal yang serupa tumbuh dalam diri kita juga. sehingga kita pun dengan sangat gampang memberikan label-label tertentu kepada kelompok islam yang lain

Marilah kita lebih membuka kajian pada pokok-pokok persoalan yang kita anggap salah dalam pemahaman berfikir saja dan bukan pada kesimpulan terlalu ektrem
Saya masih berharap bahwa seluruh kelompok islam akan mengalami metamorfosis pada kesadaran persatuan islam untuk memperkuat melawan musuh-musuh yang lebih nyata
InsyaAllah....
Kiriman dihapus pada 10 Agustus 2009 tanggal 15:05

Kiriman 37
Tuti Jawa menulispada 11 Agustus 2009 jam 7:56
Prilaku manusia ditentukan oleh pikiran dan hatinya. Beda dengan hewan ditentukan oleh instingnya, krn memang tdk punya pikiran dan hati.

Karena itu prilaku dan pola hidup manusia dipengaruhi oleh mazhabnya. Mereka yg eksklusif karena mazhbanya mengajarkan yg demikian. Mereka yg libral karena mazhabnya mengajarkan seperti itu.

Kalau ada manusia yg pola hidupnya tdk dipengaruhi oleh mazhabnya, maka itu bukan manusia tetapi hewan karena ia memang tdk punya mazhab. Jika ada manusia mengaku tdk punya mazhab, maka itu tdk mustahil bahkan banyak juga. Karena setiap manusia punya potensi hewan sebagaimana yg dinyatakan oleh Allah SWT:

“Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al-A’raf: 179)

Jadi, menurut Al-Qur'an ada juga manusia yg tdk bermazhab, tetapi mereka yg seperti hewan bahkan lebih parah dari hewan. Mazhab artinya aliran pemahaman, pemikiran, perasaan untuk memahami dan merasakan Al-Qur'an dan sunnah Nabi saw. Hendaknya direnungkan baik2!

Jadi, mereka yang satu mazhab punya kesamaan dalam hal2 yg esensial. Yg berbeda hanya dalam hal2 yg tdk esensial. Karena itu penghuni sunni punya kesamaan di antara mereka. Penghuni wahabi, punya kesamaan di antara mereka. Demikian juga penghuni syiah.

Dilihat dari segi pola hidup dan budayanya sunni dan syiah punya banyak kesamaan, dibanding dengan penghuni wahabi. Ini menunjukkan bahwa sunni jauh lebih dekat dg syiah ketimbang dg wahabi/salafi, kecuali sunni yang dibayar oleh wahabi/salafi. Itu jelas bukan ideologi yg mempengaruhi tetapi Fulus.

Di akhir zaman ini banyak juga yg dipengaruhi oleh fulus, bukan oleh mazhab yg sebenarnya. Karena itu, ada saat nanti akan muncul mazhab fulus. Mungkin saja mazhab fulus sdh ada tapi blm dilaunching, hehehe. Kapan yak dilaunchingnya? bisa jadi pengikutnya cepat membludak, hehehe.

Rupanya akhir zaman ini manusia banyak dipengaruhi oleh Mazhab Fulus yg blm dilaunching. Dan mungkin sdh banyak pengikutnya. Di mazhab Fulus ini bisa bergabung dan bersatu bermacam2 pengikut mazhab ideologi.

Saya tidak tahu apakah PKS dan Terorisme itu ikut mazhab wahabi/salafi atau mazhab Fulus?

Kiriman 38
Ardius Prihantono membalas kiriman Cintapada 11 Agustus 2009 jam 15:20
Terima kasih atas informasi "PKS", jujur saya bukan kader PKS akan tetapi mari kita sikapi permasalahan ini dengan :
1. Sikapi pandangan kita dari pikiran yang jernih dan tidak tendensius serta memancing suasana yang tidak kondusif.
2. Fakta di lapangan adalah apa yang dilakukan oleh teman2 PKS adalah konkret cinta damai, seperti : aksi2 demo yang tidak destruktif, aktif pada gerakan sosial dan bencana alam, anggota legislatif baik dipusat maupun di daerah2 yang "relatif" bersih dari suap.
3. saya tidak paham wahabi atau salafi akan tetapi apabila melihat fakta2 dilapangan tadi bagaimana mungkin proses pendidikan kader yang ada di PKS akan menjurus ke terorisme atau radikalisme...???????
4. Kesimpulan : Janganlah kita membuat suasana instabilitas negara yang sedang banyak masalah ini, akhir kalam mari kita perbanyak istighfar mohon ampun pada Allah SWT sebanyak-banyaknya...Insya Allah pertolonganNya akan dekat dengan Kita lebih dekat dari urat nadi leher kita...amiin.

Kiriman 39
Roedy Dian Pandu menulispada 11 Agustus 2009 jam 16:06
Benar memang kita sedang diadu domba oleh Israel dan Amerika beserta seluruh sekutu jahatnya. Tapi ingat, cara mereka yg paling jitu adalah memecah kesatuan umat Islam melalui tubuh kaum muslim. Sehingga memang kita perlu memetakan gerakan dari segenap komponen umat Islam, agar penyakit dari dalam kita ketahui. Nah, salah satu gerakan yg menopang dan pelaku strategi pecah belah didalam tubuh kaum muslim adalah kelompok yg selalu mengkafirkan kelompok diluar mereka. Siapa dia, saya pikir sebagain besar dari kita sudah mengetahui.

Kiriman 40
Muhammad Kamal menulispada 11 Agustus 2009 jam 17:10
PKS kayaknya lagi Taqiyah dulu tu,,hhhhhh..

Kiriman 41
Awi Sirep menulis15 jam yang lalu
@Muhammad Kamal, emang luu tau taqiyah cirinya kayak gimana?? PKS itu emang rusak dari sononye, bukan taqiyah.

Kiriman 42
Tuti Jawa menulis15 jam yang lalu
Bener, taqiyyah itu prakteknya ada di setiap kelompok umat Islam. Mungkin lagi zamannya taqiyyah. Tapi ada yang lebih aneh lagi, lempar batu sembunyi tangan, lempar bom sembunyikan wajah. Mengapa tdk terang2an dlm melawan kezaliman, AS dan Zionis kalau memang punya nyali? Sehingga korban tdk mengena pada org2 yg tak berdoa, dan tuduhan juga tdk mengena pada org2 yg tak berdosa. Kasihan kan!

Kiriman 43
Dinejad Indonesi menulis14 jam yang lalu
Salafi yang sejati mudah diucapkan, tapi tak mudah diikuti kecuali oleh orang-orang yang melepaskan duniawi dalam perjuangan. Siap berkorban dan siap hidup sederhana. Itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (as).

Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (as), mereka itulah Salafi yang sejati. Sekarang tinggal bertanya pada diri kita: Siapa dan kelompok mana yang telah mampu menteladani hidup mereka secara pribadi, keluarga, masyarakat; ibadah, muamalat, mendahulukan hajat orang lain di atas hajat dirinya, dan lainnya.

Siapa yang berani menyangkal bahwa Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (as) adalah para kekasih Allah swt yang paling mulia disisi-Nya di dunia dan akhirat?

Kiriman 44
1 balasan
Muhammad Hasadi menulis13 jam yang lalu
Barangsiapa dengan rela atau terpaksa mengucapkan/melafazkan kalimat syahadatain
"asyhadu an La ilaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah"
maka berhak dipanggil MUSLIM dan mendapat 3 hak:
1. Harta haram diambil
2. Darahnya haram ditumpahkan
3. Perlakuan yg sama dalam hukum islam

dan perlu dimaklumi bahwa muslim itu maqam terendah dalam agama Islam yg sangat identik dengan Muallaf,
tidak banyak tahu masalah agama, baru ngerti sedikit dan banyak gak fahamnya.
muslim itu sama dengan mukmin yg paling buruk.
maaf kalau ana blak2an muslim=sunny dan mukmin=syi'ah
nah dalam tubuh PKS, maaf juga Partai Kerajaan Saudi
semua cuman muslim tok isinya banyak yg gak fahamnya.... maaf lagi.
perlu jg diingat karena dalam muslim ada yg terpaksa melafazkan syahadatain maka dalam tubuh muslim banyak MUNAFIKnya dan ini musuh agama Islam dan semua agama juga.

Kiriman 45
Limpat Tahta Ainullah menulis12 jam yang lalu
tapi kenapa orang wahabi salafi lebih kelihatan sholeh, mereka rajin jamaah ke masjid, rajin membaca alquran, membuang mukanya bila ketemu wanita, sementara kita...? hrs kita akui mereka orang yang taat dan fanatik baragama

Kiriman 46
Syaith Ibn Bass menulis10 jam yang lalu
@ lipet :Ta'at belon tentu, panatik iye

Kiriman 47
Sadawcapper Caper membalas kiriman Sastro9 jam yang lalu
saya pernah bertaya pada anggota pks katanya bukan. yang mendirikan itu adalah yang sekarang menjadi ketua pks

Kiriman 48
Sadawcapper Caper membalas kiriman Muhammad9 jam yang lalu
masalah munafik di kalangan islam sendiri sudah ada pada jaman Rasulullah tetapi tidak langsung di omangkan satu persatu orangnya.Rasulullah haya ingin membangun komunitas islam yang sangat besar dan kuat. menurut saya yang penting jangan ada banjir darah sesama muslim itu sendiri.

Kiriman 49
Mansyur Alkatiri membalas kiriman M Nurul21 jam yang lalu
Sebuah paparan yang mencerahkan, dengan argumentasi yang sangat kuat. Jelas ini jauh lebih bermutu dan bernilai dibanding banyak pendapat lain disini yang asal njeplak (asal omong). Mas Nurul, terima kasih atas keterangannya.

Kiriman 50
Ghalib Sayyidu Syuhada' menulis20 jam yang lalu
semoga ini bisa menjadi bahan pikir kita kedepnnya melihat sisi PKS dari berbagai sisi.
klo seandainya dalam Facebook ini ada kader2 PKS tolong berikan sedikit penjelasan akan hal tersebut!!!

Kiriman 51
Ibnu Zaki menulis20 jam yang lalu
jgan sampai mengeneralisir, bnyak kader2 pks yg brangkat dari ketulusan bergabung dengan PKS. tetapi mreka tidak bgitu mngerti tentang cuapan2 politik. motif mrk bergabung dgan PKS hnya krna mreka menganggap "mungkin dsinilah saya bisa lebih bnyak berperan dalam kebaikan"

misal : pada saat palestina d gmpur habis2an oleh zionis israel, PKS indonsia berhasil mengumpulkan dana bantuan kurang lebih senilai 2M.
tapi sayangnya krna ketidaktahuan mereka.bantuan itu di berikan pada/lewat pimimpin otorita palestina mahhmud abbas. pdhal saat itu mahmud abbas tidak berpihak pada rkyat palestina..

.:how shame:.

Kiriman 52
Wahyu Hidayat membalas kiriman M Nurul18 jam yang lalu
Saya setuju dengan bung M Nurul Humaidi, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa PKS=teroris, atau WAHABI/SALAFI=teroris. Saya ndak yakin Nurdin M Top dkk mermahzab WAHABI/SALAFI. Mahzab mahzab yang ada sekarang tidak ada yang mengenal martir (bom bunuh diri). Martir sendiri tidak pernah ditemukan di dalam sirah Nabi Muhamad SAW.
Saya juga ndak yakin kalo teroris ini adalah sempalan dari NII (Negara Islam Indonesia), setahu saya NII dalam pergerakannya mengikuti sirah Nabi SAW secara tartil. Teroris yang ada sekarang bisa jadi bermahzab Al Qaeda yang mahzabnya juga ndak jelas.
Untuk itu saya menghimbau jangan sampai hal ini menyebabkan golongan umat Islam menjadi suudzon terhadap golongan yang lain. Hal inilah yang sangat diinginkan teroris itu sendiri, yaitu umat Islam berpecah belah dengan saudaranya sendiri. Dengan begitu saya yakin anda semua bisa menyimpulkan siapa dalang sebenarnya.
Wa Allahu a'lam bi shawab


Kiriman 53
Her Budiarto (Universitas Gadjah Mada) menulis15 jam yang lalu
Saya orang yang termasuk masih menunggu dalam penilaian terhadap PKS?
Dalam lingkungan masih campur aduk pengikut PKS ada wahabi/salafi ada yang bukan. Kalau dilihat pendiri dan tokohnya memang salafi gerakan dan dakwah.


Tags:

2 comments to "Apakah PKS bukan Wahabi dan Salafi?"

  1. enoz says:

    PKS dulunya adalah TARBIYAH yang secara aqidah maupun fiqihnya Wahabi. sepengetahuanku gitu maaf bila salah. karena dulu aku aktivis TARBIYAH yang sekarang menjelma menjadi PKS

    http://www.alqoimkaltim.com

  2. Unknown says:
    This comment has been removed by the author.

Leave a comment