Home � � AS Butuh Iran

AS Butuh Iran

Thonthowi: Harus Diakui, AS Butuh Iran
JAKARTA – Akhirnya Amerika Serikat terpaksa mengakui legitimasi terpilihnya Mahmoud Ahmadinejad, yang tidak dapat dipungkiri lagi oleh Negeri Paman Sam itu, karena dia membutuhkan Iran untuk mendekati dunia Muslim.
Presiden Mahmud Ahmadinejad

Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menyebut Presiden Mahmoud Ahmadinejad sebagai pemimpin Iran terpilih. Pernyataan itu disampaikan dia ketika ditanya apakah Presiden Barack Obama akan mengakui hasil pemilihan umum Iran.

"Ini adalah sebuah keputusan dan perdebatan masih terus terjadi di Iran oleh rakyat Iran. Mereka memilih kepemimpinan mereka sendiri," kata Gibbs. "Dia adalah pemimpin terpilih," tambahnya.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Presiden Barack Obama yang mencoba lebih dekat dengan dunia Muslim.

"Dengan mendekati Iran, AS akan membuktikan janjinya untuk lebih dekat dengan dunia Muslim dan Iran bisa menjadi salah satu contoh," tutur Jawahir Thonthowi, pengamat hukum internasional Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta saat dihubungi okezone, Rabu (5/8/2009).

Menurutnya AS akan juga akan menggunakan pengaruhnya untuk menekan Israel. Dunia Islam, jelas Jawahir, penting untuk didekati untuk menunjukkan wajah AS yang yang bersahabat. Ini merupakan kebijakan kontras seperti yang ditunjukkan pendahulunya, George W Bush. Dalam mewujudkan realisasinya itu, AS akan menggunakan pengaruhnya kepada negara Barat lainnya, termasuk di Eropa.

Jawahir juga menilai, Iran memiliki peran strategis terkait perdamaian di Timur Tengah. Seperti diketuhui, Iran memiliki sekutu di Timur Tengah yang memiliki peran sentral, seperti Suriah.

AS juga sempat mengharapkan kehadiran Iran dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri negara-negara G8 di Italia pada bulan lalu untuk membahas konflik di Afghanistan dan Pakistan. Ini merupakan bentuk pengakuan atas pentingnya peran Iran di kawasan regional.

Jawahir memandang ada peluang hubungan AS-Iran akan kembali terbuka di bawah pemerintahan Ahmadinejad. Selain karena Obama sudah menyatakan membuka dialog, Ahamadinejad, menurut Jawahir, merupakan sosok garis keras. Hubungan diplomatik AS dan Iran putus sejak 1980 pascarevolusi. Saat itu lebih dari 50 diplomat AS ditahan selama 444 hari oleh para mahasiswa Iran
Dari Tehran- Pemimpin Iran yang terpilih untuk periode kedua itu menegaskan tidak menunggu pesan ucapan selamat dari para pemimpin negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat.
"Kami mendengar sejumlah pemimpin Barat memutuskan untuk mengakui, tetapi tidak akan mengucapkan selamat kepada pemerintahan (Iran) yang baru. Baik, tidak ada ada satu pun di Iran yang menantikan pesan Anda," kata dia dalam pidato seusai diambil sumpahnya, Rabu (5/8/2009), seperti dikutip dari Reuters. [IslamTimes/R]

Tags:

0 comments to "AS Butuh Iran"

Leave a comment