Home � � Garda Revolusi Iran Minta Mousavi, Karroubi dan Khatami Diadili

Garda Revolusi Iran Minta Mousavi, Karroubi dan Khatami Diadili


Mousavi, Karroubi dan Khatami
Seorang pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menuduh Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi, dua kandidat presiden yang kalah, sebagai dalang di balik kerusuhan. Tuduhan juga dialamatkan kepada mantan Presiden Mohammad Khatami.

Brigadir Jenderal Yadollah Javani, kepala biro politik IRGC, mengatakan sangat penting untuk mempertahankan integritas Revolusi Islam yang kini sudah berumur 30 tahun, di tengah-tengah rencana untuk menggulingkan pemerintahan melalui sebuah kudeta yang didukung negara-negara Barat.


"Pertanyaannya adalah siapa perencana utama dan agen-agen dari kudeta ini. Apakah peran Khatami, Mousavi, dan Karroubi dalam kudeta ini?" tulis Javani dalam artikel di jurnal mingguan IRGC, yang dikutip dari jaringan televisi Iran Press TV, Senin (10/8/2009).

Hasil resmi pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad digoyang oleh serangkaian provokasi dan aksi unjuk rasa yang masif. Buntutnya, aparat keamanan menahan ribuan demonstran, tokoh oposisi, dan para jurnalis.

Dalam upaya meredakan amarah masyarakat luas, Iran memenjarakan kepala pusat penahanan Kahrizak setelah sedikitnya tiga orang tewas dalam penahanan di penjara Teheran selatan itu, dan pengadilan menangguhkan persidangan para tahanan yang ditangkap terkait dengan kerusuhan pasca pemilu tersebut.

"Kepala pusat penahanan itu telah dipecat dan dipenjara. Tiga polisi yang memukuli tahanan juga telah dipenjara," kata IRNA mengutip kepala kepolisian Iran Esmail Ahmadi-Moghaddam.

Saat memberikan keterangan di Pengadilan Revolusi, banyak dari terdakwa mengakui adanya bantuan dari negara-negara asing dalam perkembangan pasca-pemungutan suara.

Pemerintah Iran menyalahkan kekuatan-kekuatan utama dunia, khususnya Inggris dan Amerika Serikat, berada di balik huru-hara.

"Jika Mousavi, Khatami, Mousavi Khoeiniha (jaksa penuntut umum setelah kemenangan revolusi 1979), dan Karroubi adalah tersangka utama di balik rencana kudeta, kami mengharap pengadilan untuk memeriksa mereka, menaham mereka, menempatkan mereka pada persidangan, dan menghukum mereka sesuai hukum," tulis Javani.

Para pemimpin Iran mengecam "campur tangan" negara-negara Barat, khususnya AS serta Inggris, dan menuduh media asing, yang sudah menghadapi pembatasan ketat atas pekerjaan mereka, telah mengobarkan kerusuhan di Iran.

Mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani mengecam propaganda yang dilakukan media asing mengenai pergolakan kekuasaan di jajaran tinggi kepemimpinan Iran.

"Propaganda yang dilakukan media asing yang berusaha mengisyaratkan bahwa terjadi pergolakan kekuasaan di tingkat puncak pemerintahan merupakan hal yang tidak adil sama sekali bagi revolusi Islam," kata Rafsanjani.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menghadapi krisis terbesar Iran sejak revolusi Islam 1979 setelah protes luas yang terjadi setelah pemilihan kembali Mahmoud Ahmadinejad pada 12 Juni menewaskan puluhan orang.

Sayyid Ali Khamenei mengecam protes itu dan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ahmadinejad dan mengumumkan bahwa pemilihan itu sah.

Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menunjuk langsung lembaga-lembaga siaran global seperti BBC dan Voice of America, dengan mengatakan bahwa mereka adalah agen-agen Israel yang bertujuan "memperlemah solidaritas nasional, mengancam integritas bangsa dan mendorong disintegrasi Iran".

Sementara itu, AS dan Eropa membantah keterlibatan mereka dalam kerusuhan di Teheran, namun Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, dengan tegas mengakui keterlibatan dan dukungan Washington terhadap para perusuh pasca pemilu presiden di Iran, sebagaimana dirilis Kantor berita AFP.




Dalam wawancara dengan TV CNN, Clinton menjelaskan bahwa, Washington mendukung penuh berbagai aktivitas terselubung pasca pemilu di Iran dan akan melanjutkan dukugannya.

"Kita banyak beraksi secara terselubung dan kita telah melakukan banyak hal, sehingga tanpa terjun ke medan, kita tetap dapat memperkuat para penentang." Jelas Clinton.

Clinton menambahkan, Washington khawatir jika dukungan AS terhadap para penentang di Iran terkuak akan menuai kebencian masyarakat Iran dan pemimpin besar negara ini terhadap para perusuh. Di bagian lain pernyataannya, Clinton juga mengkritik pengadilan terhadap para terdakwa mata-mata di Iran.[islammmuhammadi/mt/irna/farsnews]

Tags:

0 comments to "Garda Revolusi Iran Minta Mousavi, Karroubi dan Khatami Diadili"

Leave a comment