Home � 'Hamas Buktikan Link Al-Qaeda dengan 'Dahlan'

'Hamas Buktikan Link Al-Qaeda dengan 'Dahlan'

Sumber-sumber Palestina melaporkan Minggu bahwa pemerintah Hamas di Gaza mengungkapkan dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa Loyalists al-Qaeda - yang bersengketa dengan aparat keamanan kelompok perlawanan Islam Hamas - telah didukung oleh sejumlah negara-negara Arab dan elemen yang terkait dengan anggota senior Fatah Mohammad Dahlan.

Jund Ansar Allah



Pertikaian bersenjata yang terjadi hari Jumat ketika pasukan Hamas mengepung sebuah masjid di kota Rafah Gaza selatan di perbatasan Mesir dimana sekitar 100 anggota Ansar Jund Allah atau Tentara Pembantu Allah, telah terjadi. Pertempuran ini telah menewaskan 24 orang, termasuk pemimpin Jund Allah Ansar Moussa Abdel-Latif. Moussa dilaporkan meledakkan dirinya sendiri pada hari Sabtu sewaktu terjadinya tembak menembak dengan pasukan keamanan Hamas.

Dalam pesan yang diposting oleh website Al-Qaeda's, Islam swords of Justice, sebuah kelompok yang berafiliasi dengan gerakan Salafi, bernazar untuk membalas dendam atas kematian tersebut. "Kami mengatakan kepada sakti yang melihat kejahatan bahwa ini belum selesai, dan perang akan datang," kata pesan tersebut.

Grup ini peringatan dari penduduk Jalur Gaza untuk jauhi departemen pemerintah dan kantor keamanan Hamas. "Kami menyeru orang kami agar menjauh diri dari Mesjid dimana dihadiri oleh pemimpin penghianat Ismail Haniyeh dan legislator dan para menteri pemerintah, yang menjalankan hukum menentang kehendak Allah," pesan tambahnya.

Warga Palestina di Gaza juga diserukan untuk "tinggal jauh dari lingkungan daerah dewan legislatif dan terutama pangkalan militer."

Sumber Palestina mengatakan bahwa Hamas mengungkap beberapa dokumen dua bulan lalu, jauh sebelum keputusan untuk menyerang masjid di Rafah dicapai.

Menurut dokumen, sumber itu mengatakan,bahwa kegiatan Loyalists al-Qaeda ' dibiayai oleh sejumlah negara Arab, serta dari asosiasi Dahlan.

Dahlan adalah kepala keamanan pasukan Fatah di Gaza sebelum Hamas mengambil alih daerah kantong ditepi pantai itu di musim panas 2007.

Sumber-sumber Palestina yang menambahkan bahwa pasukan keamanan Hamas merekam komunikasi yang dikirim antar Loyalists dimana mengungapkan rencana penyernagan sejumlah tokoh Hamas dan institusi untuk membuat destabilisasi pemerintah. Loyalists itu jug telah berdiri di belakang sejumlah ledakan terakhir yang terjadi pada pesta pernikahan dan kafe Internet di Gaza, kata mereka.

Menteri Dalam Negeri Hamas Fathi Hamad mengatakan grup Al-Qaeda ini berpendapat untuk menolak berjuang bersama Hamas sepanjang pendudukan Israel di Gaza pada awal 2009. "Mereka mengatakan ini adalah perang melawan orang kafir melawan kafir, dan mengadakan hubngan dengan aparat keamanan di Ramallah," kata Hamad.

Hamas mengatakan selama akhir pekan yang tidak akan mentolerir adanya kelompok-kelompok ekstremis di Jalur Gaza dan memperingatkan bahwa aparat keamanan akan terus menggunakan tangan besi untuk menggagalkan upaya organisasi-organisasi seperti itu.

A-Taher Nunu, juru bicara untuk pemerintah Hamas, "Jund Ansar Allah bertanggung jawab atas pemboman di kedai kopi, salon rambut, warrnet dan restoran di seluruh Jalur Gaza selama beberapa tahun.

Hamas tidak akan mengizinkan pelanggaran hukum dan anarki kembali ke Jalur Gaza, kata Nunu. "Tidak seorang pun ada di atas hukum. Semua anggota kelompok ini harus menyerah diri dan senjata mereka, jika tidak, mereka akan dihukum berat," katanya.

Wartawan di Jalur Gaza Hamas mengatakan bahwa kesuksesan dalam menumpas kelompok radikal ini akan menguatkan gerakan kewenangan dan menakutkan musuh. "Hamas telah menunjukkan dimana dia tidak akan mengizinkan siapapun untuk menantang otoritas di Jalur Gaza," kata salah satu wartawan. "Ini akan memastikan yang lain untuk tidak menentang Hamas"

Moussa, adalah seorang karyawan Departemen Kesehatan PA milik pemerintah di Tepi Barat, yang lebih dikenal dengan kelompok grilyawan, Abu al-Nur Maqdisi. [IslamTimes/R]

Tags:

0 comments to "'Hamas Buktikan Link Al-Qaeda dengan 'Dahlan'"

Leave a comment