Home � Iran Tolak Dialog Nuklir "Tanpa Prasyarat"

Iran Tolak Dialog Nuklir "Tanpa Prasyarat"


Iran Tolak Dialog Nuklir "Tanpa Prasyarat"

TEHRAN - Delegasi Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) PBB, Ali Asghar Soltanieh, mengungkapkan bahwa Tehran siap bernegosiasi dengan negara-negara Barat membahas program nuklir dengan saling menghargai.




Soltaniyeh menolak membuat komentar tentang dialog nuklir 'tanpa prasyarat'.
Duta nuklir Iran telah menolak beberapa laporan media yang mengatakan bahwa Tehran telah siap untuk dialog dengan Barat mengenai program nuklir 'tanpa prasyarat'.

Beberapa media Barat, termasuk kantor berita Italia AKI, telah mengutip ungkapan Soltaneh di TV pemerintah bahwa Iran 'telah siap untuk berundingan mengenai program nuklir dengan Barat 'tanpa prasyarat'.

"Mengenai laporan disiarkan oleh AKI dari Italia, saya harus menjelaskan bahwa saya tidak pernah wawancara baru-baru ini dengan kantor berita ini," kata Ali Asghar Soltaniyeh, utusan nuklir Iran ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA), kepada Press TV pada Selasa.
Soltaniyeh menambahkan, bahwa dia menyebut surat yang dikirimnya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyerukan pelarangan serangan bersenjata terhadap fasilitas nuklir di seluruh dunia.

"Satu-satunya isu yang dimunculkan baru-baru ini adalah seruan untuk melarang
ancaman dan serangan di instalasi nuklir di dunia yang merupakan isu internasional dan menjadi keprihatinan semua negara," katanya.

"Sikap utama Iran adalah untuk melanjutkan kegiatan nuklir damai ... dan bekerja sama dengan IAEA," Soltaniyeh menyimpulkan.

AS, Israel dan beberapa negara di Eropa yang menuduh Iran mengejar senjata nuklir.

Dia juga berulang kali mengatakan program nuklir Iran ditujukan untuk kepentingan damai dan itu telah dicek oleh pakar dan kamera pengintai. Barat menuding Iran berencana membangun senjata nuklir. Namun, negara pengekspor minyak kelima terbesar di dunia itu mengungkapkan program nuklirnya ditujukan untuk pembangkit listrik dan menolak untuk membekukan aktivitas nuklirnya.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama memberikan kesempatan bagi Iran hingga September untuk bergabung ke meja perundingan.

Iran pun dijanjikan akan mendapatkan insentif, yaitu keuntungan perdagangan jika menghentikan pengayaan nuklir. Jika tidak, sanksi pun akan diperkeras. Sebenarnya banyak pejabat Iran yang mengungkapkan pernyataan seperti Soltanieh di masa lalu mengenai kemungkinan perundingan mengenai isu nuklir. Namun ketegangan politik di negara Islam tersebut sepertinya menjadi awan kelabu bagi dialog dengan Barat.

Apalagi, Iran menuding Barat terlibat dalam aksi demonstrasi yang menentang hasil pemilu Juni lalu. Sepertinya Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memberikan sinyal akan menempuh langkah lebih keras terhadap Barat.

Pekan lalu dia mendeklarasikan bahwa pemerintahannya ke depan akan menjatuhkan arogansi global sebagai bentuk sindiran terhadap AS dan sekutunya.

Obama telah menentukan tenggat waktu akhir tahun untuk mengkaji ulang kebijakan luar negeri dengan Iran. Nantinya, keputusan tersebut akan dibahas pada pertemuan G-20, perkumpulan negara maju dan berkembang.

Teheran memang masih menahan jawaban atas tenggat waktu yang diberikan Obama tersebut. [IslamTimes/R]

Tags:

0 comments to "Iran Tolak Dialog Nuklir "Tanpa Prasyarat""

Leave a comment