Pemilu Afganistan
Ketua kampanye Hamid Karzai mengatakan bahwa inkumben presiden telah tegas memenangkan mayoritas dalam pemilihan presiden di Afghanistan, tetapi saingan utamanya menolak klaim tersebut.
Sementara pejabat komisi pemilihan umum setempat (IEC) mengungkapkan sampai saat ini belum ada hasil pemilu yang diumumkan. Baik manajer kampanye Karzai maupun Abdullah sama-sama mengklaim hasil sementara pemilu menunjukkan bahwa mereka cukup mendapatkan suara untuk menghindari pemilu putaran presiden pada Oktober mendatang.
"Hasil awal menunjukkan bahwa presiden mendapatkan suara mayoritas," ujar manajer kampanye Karzai Din Mohammad. "Kita tidak butuh putaran kedua. Kita sudah mendapatkan suara mayoritas."
Dia menekankan bahwa Karzai telah sukses mendapatkan mayoritas untuk menghindari pemilu ulang di bulan Oktober.
Juru bicara Abdullah, Sayyid Agha Hussain Fazel Sancharaki telah menolak pendapat tersebut,dia mengatakan bahwa Abdullah yang memimpin suara. Dia mengungkapkan, hasil penghitungan sementara di tiga provinsi yakni Kandahar, Ghazni, dan Wardak, Abdullah mendapat 63% suara dan Karzai 31% suara.
"Kamilah yang semestinya mengatakan bahwa Abdullah-lah yang menang dalam putaran pertama," ungkap dia.
Abdullah adalah rival utama dari inkumben presiden Hamid Karzai telah mengeluarkan pernyataan rinci tentang 40 insiden dugaan penyimpangan. pejabat Abdullah mengatakan bahwa adanya tekanan pada masyarakat untuk memberikan suara bagi Karzai.
Klaim dan kounter klaim berjalan ketika penghitungan kertas suara sedang dilakukan setelah TPS ditutup dalam pemilihan wakil daerah dan presiden di Afghanistan pada akhir Kamis.
Sementara itu, pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan karena adanya beberapa keluhan dari penyimpangan.
Pejabat Pemilu Jumat mengatakan penghitungan suara dalam pemilihan presiden negara itu telah selesai . "Penghitungan suara telah selesai untuk pemilhan presiden."
Hasil resmi yang diharapkan akan dirilis minggu depan dan hasil harapan pada 40 - 50 persen, menurut pejabat komisi pemilihan.
Para pengamat, mengharapkan nomor yang akan keluar jauh lebih rendah. Banyak laporan independen yang menyarakan adamua perlambatan mulai pemungutan suara.
Pemungutan suara diadakan dengan pengamanan ketat karena adanya ancaman dari militan Taliban. Tetapi pihak berwenang Afghan mengatakan mereka telah menggagalkan ancaman untuk mencegah mesyarakat berpartisipasi dalam pemilu tersebut.
Sejumlah orang meninggal pada hari Kamis, termasuk anak-anak dalam serangan roket yang dilaporkan terjadi di selatan provinsi Kandahar, Helmand dan Ghazni, sebelah timur provinsi Nangarhar, Kunar dan Khost, juga di utara.
Namun, menurut laporan resmi yang terbaru disebutkan bahwa pada hari pemilu terlihat insiden kekerasan sporadis di mana lebih dari 26 orang meninggal. Para korban termasuk warga sipil, serta prajurit grilyawan Taliban.
Pemerintah Afghan telah melarang liputan laporan kekerasan selama pemungutan suara.
Ada laporan serangan militan di 15 provinsi.
Kekerasan dalam konflik dalam negara terus berkembang walaupun dengan adanya lebih dari 100.000 prajurit AS di Afghanistan. [IslamTimes/R]
Home � Politik � Karzai dan Abdullah Sama-Sama Klaim Menang
Karzai dan Abdullah Sama-Sama Klaim Menang
Posted by cinta Islam on 5:20 PM // 0 comments
0 comments to "Karzai dan Abdullah Sama-Sama Klaim Menang"