Home � � Ketua Eksekutif Blackwater Terlibat Pambunuhan

Ketua Eksekutif Blackwater Terlibat Pambunuhan


Pengadilan Iraq memperkarakan kontraktor AS Blackwater atas tuduhan mantan karyawan dan mantan Marinir AS terhadap pemilik perusahaan (Blackwater) sebagai pembunuhan.
Blackwater


Dalam pernyataan bersumpah pada 3 Agustus di pengadilan federal di Eastern District of Virginia, dua kesaksian menyatakan bahwa pemilik perusahaan dan CEO Erik Prince telah membunuh atau mengatur pembunuhan terhadap beberapa orang yang bekerja sama dengan otoritas federal AS yang dsedang menyelidiki kasus tersebut.

"[Prince] melihat dirinya sebagai seorang pejuang Kristen yang bertugas menghapuskan umat Islam dan agama Islam dari dunia," kata mantan karyawan - disebut sebagai "John Doe 2" - mendakwa.

"Perusahaan [Prince's] mendorong dan menghargai setiap tindakan pemusnahan kehidupan di Irak," ia menambahkan.

Kedua lelaki itu, yang identitas tidak diungkapkan karena takut akan keselamatannya , mengatakan bahwa Blackwater telah penyelundupan senjata ke Irak, salah satu dari mereka bahkan menyatakan bahwa Prince telah memasok sejata dengan "ilegal" atau "haram" ke Irak dengan pesawat pribadinya.

Dalam dua deklarsi masing masing lima halaman tentang Blackwater, yang sekarang beroperasi di bawah Xe Services LLC, menuduh bahwa Prince dakn eksekutif Blackwater lainnya telah menghancurkan video, email dan dokumen lainnya yang membuktikan kesalahan mereka dan dengan sengaja menipu Kementerian Luar Negeri AS dan agen-agen federal lainnya.

Tuntutan ini dan lainnya, tertulis dalam mosi tujuh puluh halaman yang terdiri dari serangkaian tuduhan dan sumpah affidavits hukuman yang diberikan dengan ancaman terhadap sumpah palsu.

Mosi ini dubuat oleh pengacara mengatas-namakan warga sipil Irak yang menuduh Blackwater atas tuduhan sebagai penjahat perang dan tindakan jahat lainnya.

Pengacara Blackwater bersikeras bahwa Prince dan perusahaannya bersih dari kesalahan. Namun Jubir Perusahaan, menolak memberikan komentar kepada media.

Menurut sumber yang dekat dengan kasus, John Doe 2 adalah mantan anggota tim manajemen Blackwater. Berdasarkan kesaksian sendiri, dia bekerja dengan perusahaan itu selama empat tahun.

"Nampaknya Prince dan karyawannya telah membunuh, atau telah berusaha membunuh, satu orang atau lebih pemberikan informasi, atau yang berencana akan memberikan informasi kepada pihak berwenang federal tentang kejahatan yang mereka sedang lakukan," kata John Doe 2, menyampaikan informasi yang didapatkan dari mantan rekan-rekannya.

"Saya takut terhadap kekerasan balasan atas penyampaian 'Pernyataan' ini ... Pada beberapa kesempatan setelah saya tidak berkerja lagi dengan Prince, pekerja Prince secara pribadi telah mengancam saya dengan kematian dan kekerasan," ia menambahkan.

Berdasarakan orang yang disebut sebagai "John Doe 1", mantan Angkatan laut AS yang bekerja untuk Blackwater di Irak juga membuat pernyataan serupa.

"Saya mengetahui dari rekan dan mantan rekan kerja di Blackwater bahwa mereka yang telah memberikan informasi, atau yang berencana untuk memberikan informasi tentang Erik Prince dan Blackwater telah tewas dalam keadaan yang mencurigakan," katanya.

Kantor Pengacara di District Columbia telah menolak untuk mengomentari kasus tersebut, sebagai larangan hukum.

Jaksa Federal AS yang berkumpul dengan dewan setelah kejadian 16 September 2007, penembakan di bundaran Nisour di Baghdad, di mana tujuh Iraq telah tewas.

Lima karyawan Blackwater sedang menunggu untuk persidangan dan beberapa orang yang dituduh sebagai pembunuh dan yang keenam, Jeremy Ridgeway, telah mengaku bersalah atas pembunuhan orang dan usaha membunuh orang.

Sidang yang akan dipimpin oleh hakim Ellis dalam kasus perdata terhadap Blackwater dijadwalkan pada 7 Agustus. [IslamTimes/R]

Tags:

0 comments to "Ketua Eksekutif Blackwater Terlibat Pambunuhan"

Leave a comment