Thursday, 06 August 2009 Raja Oman, Sultan Qaboos, setelah beberapa hari berada di Tehran, mengakhiri lawatannya yang dilepas secara resmi oleh Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Sultan Qaboos, hari Rabu (5/8), bertolak ke negaranya setelah menandatangani tujuh nota kesepakatan di bidang ekonomi, pengurangan pajak berkali-lipat pada income modal, keamanan dan kerjasama budaya. Diantara nota kesepakatan lainnya adalah pembangunan sebuah uni petrokimia yang berkapasitas satu juta ton pupuk orea dan 600 ribu ton amoniak dengan investasi bersama sebesar 800 juta dolar AS dan saham setara kedua pihak. Selain itu, mereka juga menandatrangani nota kesepakatan soal pembangunan reaktor di kawasan Qeshm.
Kunjungan Sultan Qaboos ke Iran mendapat perhatian tersendiri bagi para pengamat politik. Sultan Qaboos berkunjung ke Iran setelah Presiden Ahmadinejad mengundangnya dua tahun yang lalu. Kunjungan tersebut bersamaan dengan periode kedua masja jabatan Ahmadinejad sebagai Presiden Republik Islam Iran. Hal ini menunjukkan tekad kuat kedua pihak dalam mewujudkan hubungan yang lebih baik. Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki, mengatakan, kedua peimpin negara menandatangani nota-nota kesepakatan di Iran yang mencerminkan babak baru Tehran dan Muscat untuk perluasan hubungan kedua negara. Komprehensifitas nota-nota kesepakatan ditandatangani antara Iran dan Oman pada tingkat yang dapat membuka babak baru kedua negara.
Menteri Luar Negeri Oman, Yusuf bin Alawi yang juga mendampingi Sultan Qaboos dalam kunjungannya ke Iran mengatakan, pembicaraan dengan para pejabat tinggi Iran bertujuan meningkatkan stabilitas dan keamanan di kawasan. Selain itu, kunjungan Rja Oman ke Iran mencerminkan hubungan kuat kedua negara.
Menurut para pengamat politik dan ekonomi, hubungan Tehran dan Muscat di bidang ekonomi, politik dan budaya memasuki tahap kecemerlangan. Bahkan kesepakatan dan perundingan para pejabat Iran dan Oman mencerminkan tingkat hubungan yang luar biasa. Kedua negara bertekad melanjutkan dan memperluas kerjasama serius dan insentif. Tidak berlebihan, bila kunjungan Raja Oman ke Iran disebut-sebut sebagai hasil upaya yang spektakuler dalam sejarah hubungan Tehran dan Muscat.
Raja Oman juga bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei. Dalam pertemuan tersebut, Rahbar mengatakan, hubungan Iran dan Oman dalam 30 tahun terakhir ini mempunyai ikatan persaudaraan dan positif. Oman dan Iran mempunyai sisi persamaan dari sisi agama, geografi dan sejarah yang semua itu merupakan peluang besar bagi kemajuan kedua negara.
Pada dasarnya, penjelasan yang ada menyampaikan pesan bahwa Teluk Persia merupakan perairan damai dan sarana besar untuk menjalin kerjasama lebih luas di kawasan. Meski terdapat tekanan dan fitnah dari pihak-pihak asing, negara-negara di kawasan tetap menilai pentingnya masa depan mereka dan tidak mempunyai pilihan lain kecuali menjalin kerjasama guna mencapai tujuan yang sama.
• Program gratis untuk web/blog: http://www.persbiro.com
• Desain logo, banner, kartu, brosur: http://www.persbiro.com
• Web design & development: http://www.persbiro.com
• News analysis, translator & editor: http://www.persbiro.com
• E-marketing: http://www.persbiro.com/paket_epromo.html (heboh!)