Mbah Surip Belum Nikmati Uang Rp 4 M
MBAH Surip disebut-sebut berharta miliaran rupiah berkat ringback tone Tak Gendong. Namun tak secuil pun uang hasil RBT itu dinikmati olehnya sampai menghembuskan nafas terakhir.
"Dia tidak butuh harta, karena dia sendiri belum menikmati. Dia terkenal RBT, belum ada reportnya dari operator ke Palcon," ujar Adit Obe yang membawa lagu-lagu Mbah Surip di RBT, di Bengkel Teater WS Rendra di Citayam, Depok, Selasa (4/8).
Menurut Adit, Mbah Surip adalah orang yang pantang menyerah. Sejak 1989, dia tidak pernah lelah mengirimkan demo kasetnya ke Musika. Namun tak pernah dianggap.
Adit mengaku sedikit tertarik dengan lagu-lagu Urip Ariyanto. Setelah keluar dari Musika, Adit mengajak Mbah Surip bergabung ke Palcon, yang khusus memasarkan lagu untuk RBT.
"Dia sempat nanya, apa tuh RBT? Saya ingin ngrasain tuh uang RBT," tuturnya.
RBT Mbah Surip Diaktivasi 130.000 Pelanggan
"Jumlah pelanggan yang mengaktifkan RBT (ring-back tone) Mbah Surip dari Februari 2009 sampai Juni 2009 saja sekitar 60.000 pelanggan," kata Division Head Content Management Indosat Dhoya Sugarda yang dihubungi, Selasa (4/8) di Jakarta.
Meskipun belum dihitung secara detail, Dhoya mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 3.500 pelanggan Indosat yang mengaktivasi bulanan dengan biaya Rp 7.000 dan ada 51.500 pelanggan Indosat yang mengaktivasi mingguan dengan Rp 3.000. "Untuk pendapatan dari RBT Mbah Surip, kita belum tahu karena kita belum hitung," kata Dhoya.
Dia juga enggan menjelaskan lebih lanjut, berapa persen dari pendapatan RBT untuk Mbah Surip. Alasannya karena kerja sama Indosat itu melalui label tempat Mbah Surip bernaung.
Indosat sendiri belum melakukan rencana apa pun terkait dengan meninggalnya Mbah Surip. "Sampai detik ini, belum ada rencana apa-apa karena masih koordinasi dengan label dan CP (content provider), mereka akan melakukan apa," tambah Dhoya.
Sementara itu, sekitar 70.000 pelanggan operator XL menggunakan "Lagu Tak Gendong" sebagai RBT. Demikian dikatakan GM Corporate Communication XL Myra Junor di Jakarta, Selasa.
Jumlah pengguna RBT Mbah Surip tersebut terhitung mulai 17 Juni 2008 sampai dengan saat ini. "Tak Gendong" termasuk RBT populer karena masuk dalam Top 10 dalam dua bulan terakhir.
Mengenai iklan XL yang menampilkan Mbah Surip sebagai salah satu bintang iklan, Myra mengatakan, saat ini tengah dilakukan proses editing sehingga mulai 10 Agustus dan selanjutnya iklan tersebut sudah tidak akan menampilkan seniman yang meninggal Selasa pagi itu.
Mbah Surip (60) meninggal dunia Selasa pagi dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Kramat Jati, Jakarta Timur. Pemilik nama lengkap Urip Ariyanto itu lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 5 Mei 1949.
Putri Mbah Surip Seharusnya Menikah 16 Agustus
"Mbah Surip semasa hidup bilang tanggal 15 Agustus mau datang karena akan menghadiri pernikahan putrinya pada 16 Agustus," ujar Mujiono (50), sepupu Mbah Surip, di rumah duka, Megarsari, Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (4/8).
Risna merupakan putri ketiga hasil pernikahan Mbah Surip dengan Minuk Sulistyowati. Seusai Mbah Surip bercerai, keempat anaknya tinggal bersama Minuk yang kini tinggal di Prajurit Kulon, Mojokerto, Jawa Timur.
Usai bercerai, Minuk menikah kembali dengan Mariadji dan dikarunai dua orang putra. Minuk berselaturahmi kepada keluarga besar Mbah Surip hanya setahun sekali.
"Mantan istrinya jarang silaturahim, hanya datang saat lebaran aja," terang Mujiono.
Mbah Surip Ingin Dikubur di Rumah Rendra
MBAH Surip semasa hidup sangat menginginkan dikubur di kediaman keluarga WS Rendra. Alasannya, ia menyukai suasananya yang enak dan terjamin."Mbah suka suasananya. Di tempat keluarga Rendra tempatnya enak dan terjamin. Mbah mau dikubur di tempat itu. Kuburan pasti enak dan terjamin," jelas putra kedua Mbah Surip, Alfarid mengulang perkataan ayahnya sebelum meninggal, di Bengkel Teater WS Rendra, Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8).
Pesan itu, sebelum meninggal kerap diulang-ulang Mbah Surip. Farid dan keluarga pun mengabulkan pesan ayah tercintanya.
"Iya, malam ini akan langsung dikubur di tempat ini, sesuai permintaan bapak," katanya.
Sampai berita ini diturunkan, penguburan belum juga dilakukan karena masih menunggu akad nikah puteri ketiga Mbah Surip, Resia Tri Kesnawati (25) dengan calon suaminya, Sam didepan jenazah Mbah Surip.
Mengapa Kepergian Mbah Surip Begitu Cepat?
MENINGGALNYA Mbah Surip telah menyedot perhatian publik. Semua TV seperti berlomba memberitakannya. Metro TV bahkan mengulas kisah hidupnya secara khusus panjang lebar. Itu semua menunjukkan betapa sosok pelantun tembang Tak Gendong itu begitu lekat di hati publik.Tak hanya anak-anak dan kaum muda, sejak muncul di layar TV pertengahan tahun 2009, tembang yang renyah itu sering dilantunkan kaum tua. Padahal Tak Gendong bukanlah lagu baru, karena diluncurkan 2003.
Dengan lagu yang diciptakan pada 1983, saat Mbah Surip bekerja di Amerika, seniman eksentrik itu pun tampil di mana-mana. Dengan usianya yang tak lagi muda, Mbah Surip manggung di berbagai tempat dengan jadwal yang padat. Ia juga mengisi berbagai acara di televisi. Altivitas itulah yang membuat Mbak Surip kelelahan.
Kondisi itulah yang ia alami Selasa pagi. Oleh Mamiek Prakoso yang selama ini hidup bertetangga, Mbah Surip pun mengeluh sakit kepala. Ia lalu dibawa ke RS Pusat Pendidikan Kesehatan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Diperkirakan, penyanyi yang lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 5 Mei 1949, itu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
Tak ada yang tahun penyebab Mbah Surip meninggal. Tak ada pula yang mau berspekulasi. Begitu juga dengan tim medis dan para sahabat almarhum. Maka siang itu jenazah Mbah Surip langsung disemayamkan di rumah Mamiek. Sejak itu tak henti-hentinya rumah duka itu dikunjungi para pelayat yang ingin melihat penyanyi yang terkenal dermawan itu. Mbak Surip meninggalkan empat orang anak dan empat cucu.
Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan ucapan ikut berbelasungkawa. Kata SBY, Mbah Surip telah memberikan pelajaran berharga dalam semangat menekuni bidang tertentu seperti di bidang kesenian.
Seniman bernama asli Urip Ariyanto yang menyandang gelar Drs, Ir, dan MBA itu memang terkenal ulet. Ia pernah bekerja di perusahaan pengeboran minyak dan tambang berlian. Semasa hidupnya, ia bahkan telah melanglang buana ke luar negeri, seperti ke Kanada, Texas, Yordania, dan California.
Selain Tak Gendong, album lain yang pernah dirilis Mbah Surip adalah Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), dan Barang Baru (2004).
Mengapa kau terlalu cepat pergi, Mbah Surip? Kepergianmu telah meninggalkan kesan yang baik di dunia musik Indonesia. Mudah-mudahan kebaikanmu akan tetap dikenang sepanjang masa. Semoga.
All info from Banjarmasinpost.co.id

0 comments to "Mbah Surip in memoriam......."