TENTANG PLURALISME DAN LIBERALISME :
-------------------------------------------------------------------------------------
1. PLURALISME dan Liberalisme JIL menurut GUS DUR :
(Ini yang Terakhir kalinya saya sebut2 Gus Dur, bila kemungkinan
saat ini Dia mau Bertobat dari JIL)
Ayat Al Qur’an yang dipakai GUS DUR untuk pembenaran PLURALISME :
( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
Pada hemat saya, fatwa pengharaman pluralisme agama tersebut mengidap
sejumlah masalah teologis dan sosial yang tidak ringan. Pertama,
pengharaman ini bertentangan dengan norma-norma ajaran Alquran yang
justeru mendorong tersemainya pluralisme agama. Allah SWT berfirman di
dalam Alquran; [1] al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya orang-orang
mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang Nashrani, siapa
saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari
kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”; [2] al-An’am (6): 108,
“dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain
Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas
tanpa pengetahuan”. [3] al-Kafirun (109):6 yang berbunyi lakum dinukum
wa liya diniy (untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku). [4]
al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi la ikraha fiy al-din (tidak ada
paksaan dalam agama).
Alasan lain yang dipakai GUS DUR untuk pembenaran PLURALISME :
( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
Kedua, pengharaman pluralisme agama tersebut menentang sunnatullah.
Bahwa bumi sebagai tempat hunian umat manusia adalah satu, itu diakui.
Namun, telah menjadi sunnatullah, para penguhuni bumi tidak berada
dalam satu warna yang tunggal, tapi selalu terpecah-pecah ke dalam
berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama.
Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para
perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat
agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira
amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti
Indonesia.
Keempat, .... Haraplah diketahui, bahwa gagasan pluralisme agama hanya
menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang fakta pluralisme
agama-agama. Pendeknya, pluralisme agama berarti adalah kesiapan
seseorang untuk menerima kehadiran dan eksistensi orang lain.
Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni kultur
dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara setara
dalam posisinya sebagai hamba Allah, terlepas dari keragaman simbol
dan identitas yang melekatinya.
2. PLURALISME dan Liberalisme JIL menurut CAK NUR :
(Sudah Almarhum)
Menurut Barton, ada empat tokoh Islam Liberal di Indonesia, yaitu
Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid (Cak Nur), Ahmad Wahib,
dan Djohan Effendi.
INFO Tentang PENTOLAN JIL : Maklum beberapa pentolan JIL kini tengah
berada di luar negeri. Sebut saja Ulil Abshar Abdalla yang tengah
studi di AS, Nong Darol Mahmada yang juga studi di Australia, Luthfi
Assyaukani di Singapura, Burhanuddin di Australia dan Anick (web
editor JIL) di India. Praktis kendali JIL untuk sementara berada di
tangan Novi (panggilan akrabnya). Ia juga kini bertugas sebagai
pengurus harian. Selain Cak Nur, beberapa tokoh yang turut
menginspirasi JIL adalah Gus Dur, Munawir Sadjali maupun Harun
Nasution.
( Reference : http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/
)
Jawaban JIL : Karena dianggap keluar dari mainstream ajaran Islam,
beberapa pihak menyarankan agar JIL membikin agama baru saja, tidak
mengatasnamakan Islam. Namun hal ini ditolak mentah-mentah oleh Novi.
“Bikin agama baru? Anda mau tidak disuruh bikin agama baru? Mestinya
Hizbut Tahrir juga disuruh bikin agama baru, MMI juga bikin agama MMI.
Bagi kita Islam itu constested, dikontestasikan. Segmen pasarnya
masing-masing, terserah Anda mau ambil pasar yang sebelah mana,”
tandasnya. (Reference :
http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/ )
SUMBER DANA JIL : Sebelumnya, Asia Foundation merupakan penyokong dana
terbesar bagi JIL, namun sejak satu setengah tahun yang lalu, lembaga
itu tidak lagi memberikan sumbangan. Bagi para aktivis JIL,
terhentinya aliran dana dari Asia Foundation bukan suatu masalah. JIL
masih banyak mendapatkan dana dari donatur-donatur lain, selain dari
swadaya sendiri.
(Reference : http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/
)
Ayat Al Qur’an yang dipakai CAK NUR untuk pembenaran PLURALISME :
Cak Nur berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan
Tuhan (Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga
juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Dan Islam adalah agama yang
Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali
yang berdasarkan paganisme atau syirik, untuk hidup dan menjalankan
ajaran masing-masing dengan penuh kesungguhan. Al-Quran memperingatkan
bahwa seluruh ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara (Q,
49:13). Setiap kelompok manusia dibuatkan oleh Tuhan jalan dan tatanan
hidup mereka, agar manusia dengan sesamanya berlomba dalam berbagai
kebaikan (Q, 5:48).
Dalil-dalil yang otentik tentang kemajemukan dan kebebasan itu
disimpangkan oleh keberlebihan terhadap aspek-aspek lahiriyah dan
simbolistik agama dan oleh absolutisme keagamaan. “Hendaklah kita
selalu mampu melihat titik-titik persamaan antara semua ajaran itu dan
jangan terpukau oleh hal-hal lahiriyahnya.Halangan terhadap
pertumbuhan dan perkembangan ialah sikap-sikap serba mutlak
(absolutistic) akibat adanya keyakinan diri sendiri telah sampai dan
mencapai kebenaran mutlak,…bagaimana mungkin suatu wujud nisbi seperti
manusia dapat mencapai suatu wujud mutlak.”
Menurut Cak Nur, konsep pluralisme berkaitan dengan konsep tentang
kesatuan Kebenaran. Sikap-sikap unik Islam dalam hubungan antar agama
ialah toleransi, kebebasan, keterbukaan, kewajaran, keadilan dan
kejujuran. Kebenaran Universal adalah tunggal, meskipun ada
kemungkinan manifestasi lahiriyahnya beraneka ragam. “Tiadalah manusia
itu melainkan semula merupakan umat yang tunggal, kemudian mereka
berselisih.” Menurutnya, pokok pangkal kebenaran universal yang
tunggal itu ialah paham Ketuhanan Yang Maha Esa atau Tawhid. Al-Quran
mengajarkan paham Kemajemukan keagamaan (religious plurality). Ajaran
itu tidak perlu diartikan sebagai secara langsung pengakuan akan
kebenaran semua agama dalam bentuknya yang nyata sehari-hari (dalam
hal ini, bentuk-bentuk nyata keagamaan orang “Muslim” pun banyak yang
tidak benar, karena secara prinsipil bertentangan dengan ajaran dasar
Kitab Suci Al-Quran, seperti sikap pemitosan kepada sesama manusia
atau makhluk yang lain, baik yang hidup atau yang mati). Akan tetapi,
demikian Cak Nur, ajaran kemajemukan keagamaan itu menandaskan
pengertian dasar bahwa semua agama diberi kebebasan untuk hidup,
dengan resiko yang akan ditanggung oleh para pengikut agama itu
masing-masing, baik secara pribadi maupun secara kelompok. Sikap ini
dapat ditafsirkan sebagai suatu harapan kepada agama-agama yang ada
untuk bertumpu pada suatu titik pertemuan, common platform, kalimah
sawa, sebagaimana firman Allah, yang Muhammad Asad terjemahkan sbb:
Say: “O followers of earlier revelations! Come unto that tenet which
we and you hold in common: that we shall worship none but God, and
that we shall not ascribe divinity to aught beside Him, and that we
shall not take human beings for our lords beside God.” (Q, 3:64)[26]
(Reference : http://muhamadali.blogspot.com/2006/11/mengapa-membumikan-pluralisme-dan.html
)
Kesimpulan : Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat
jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama.
3. PERSAMAAN antara LIBERALISME/PLURALISME JIL dengan KRISTENISASI :
a. Salah satu Strategi KRISTENISASI adalah : “ Jauhkan UMAT ISLAM
dari AL QURAN dan agamanya, dengan menyebarkan pemikiran bahwa :
“Semua agama adalah SAMA dan semua agama adalah benar, sehingga
apabila mereka sudah jauh dari agamanya mereka akan mudah di MURTAD
kan” (ini yang selalu didengung-dengungkan oleh setiap aktivis
KRISTENISASI)
b. Jaringan Islam Liberal (JIL) mengajarkan bahwa : “Seluruh agama
adalah Relatif dan semuanya masuk surga dan masing-masing AGAMA adalah
benar dan Setiap Agama hanyalah sekedar salah satu jalan menuju ke
SURGA/TUHAN. “Kayak Pendeta lagi ceramah he..he..” Dalam bahasa
Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang
menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama.
(Tambahan Reference : http://www.nojil.8m.net/selingkuh.html )
“Selingkuh Kristen dengan ISLAM Liberal”
Kesimpulan : Sama-sama mengajarkan “ SEMUA AGAMA SAMA, SEMUA AGAMA BENAR.”
4. PEMBUKTIAN dan ANALISIS bahwa DALIL yang Dipakai GUS DUR dan CAK
NUR dalam Pembenaran PLURALISME, adalah RUSAK dan KACAU :
Yang membuat terkejut adalah pernyataan JIL bahwa : “Bikin agama
baru? Anda mau tidak disuruh bikin agama baru? Mestinya Hizbut Tahrir
juga disuruh bikin agama baru, MMI juga bikin agama MMI. Bagi kita
Islam itu constested, dikontestasikan. Segmen pasarnya masing-masing,
terserah Anda mau ambil pasar yang sebelah mana,”
Sekarang barulah saya Paham cara berpikir JIL. Ternyata ISLAM itu
dijadikan bahan EXPERIMENT macam ROBOT, masing-masing berlomba-lomba
membuat INOVASI baru pada ISLAM , ditambah2, dirubah, dikurangi,
direkayasa dan dimanipulasi persis macam LOMBA ROBOT atau LOMBA KARYA
INOVATIF PRODUKTIF yang bisa menghasilkan Produk Teknologi Tepat Guna
yang punya kelebihan dari sebelumnya, karena bagi mereka ISLAM itu
Contested dipertandingkan bagi yang paling Inovatif dan Pasarannya
Paling laris dan Laku akan mendapatkan Penghargaan dan Hadiah yang
tinggi. Sehingga mereka (Orang-orang JIL) merasa ISLAM hasil penemuan
baru mereka labih baik dari ISLAM nya Rosulullah dan Para sahabatnya.
Karena bagi Mereka (orang JIL)Agama itu tercipta karena adanya
Pluralisme/Keberagaman jadi gak ada Agama yang benar2 datang dari
Langit, persis seperti prinsipnya TEORI DARWIN semua terjadi dengan
sendirinya karena Faktor Alam dan kemampuannya Beradaptasi.
Yang lebih membuat saya lebih terkejut lagi, ternyata semua ini
ada kaitannya dengan SIKAP frustasi Para Orientalis yang Kewalahan
Menandingi dan Memalsukan Al Quran. Cara satu2nya adalah merusak ISLAM
nya orang ISLAM dengan membuat kontes kompetisi Jenis-jenis Agama
ISLAM model baru yang dipertandingkan dan dilihat mana yang lebih
Inovatif dan Laku di Pasaran. Jadi Mereka (Orang2 Orientalis dan
Missionaris) tak perlu repot2 lagi menyerang dan memurtadkan ISLAM.
Cukup Orang ISLAM itu sendiri yang menghancurkan Agamanya sendiri
dengan mempergunakan jasa (ULAMA dan USTADZ yang dapat disuap) yang
bersedia menghancurkan ISLAM dari dalam dengan ALIRAN2 SESAT
penemuannya. Benar2 Cara Berpikir yang JENIUS, Menyerang Lawan dengan
Mempergunakan Tenaga Lawan.
(Analisis Dalilnya GUS DUR)
Dalil GUS DUR-01 : ( Reference :
http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
Pertama, pengharaman ini bertentangan dengan norma-norma ajaran
Alquran yang justeru mendorong tersemainya pluralisme agama. Allah SWT
berfirman di dalam Alquran; [1] al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya
orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang
Nashrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman
kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”;
Analisis DALIL GUS DUR-01 berdasarkan kaitan antar Ayat :
(Ayat Sebelumnya)
al-Ma`idah (5): 68. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak
dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran
Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu."
Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan
menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka
janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
(Ayat dalam Dalil GUS DUR-01)
al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang
Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang Nashrani, siapa saja (di antara
mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan
beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati”;
(Ayat Setelahnya)
70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani
Israil[432], dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi
setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang
tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari
rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.
(ANALISIS AYAT)
Ayat ini bukan pembenaran terhadap pluralisme dan Liberalisme dalam
segala hal termasuk dalam ber-Tuhan, melainkan penjelasan dan
penegasan ALLAH Swt, terhadap ahli2 Kitab pada zaman Rosulullah dan
zaman sebelum Rosulullah yang masih berpegang teguh pada TAURAT dan
INJIL yang Asli yang mengajarkan Kalimat SYAHADAH/TAUHID dan
membenarkan kenabian Muhammad Rasulullah Saw serta Beriman pada ALLAH
dan Hari Akhirat dan beramal Shaleh. Hanya merekalah yang berhak
menyandang sebutan AHLI KITAB yang MUSLIM (Yahudi yang Muslim ataupun
Nasrani yang Muslim), Bukan yang ber-Tuhan Trinitas dan bukan pula
yang ber-Tuhan Anak Lembu dengan INJIL dan TAURAT yang telah berhasil
dipalsukan seperti saat ini.
Ini bukan Fitnah tapi FAKTA/Kenyataan, anda boleh lihat PELECEHAN
SEXUAL yang dilakukan oleh para NABI dan ROSUL yang ditulis dalam
INJIL, tapi justru ALQURAN lah yang melakukan pembelaan terhadap Para
NABI dan ROSUL. (Reference) :
http://suryaningsih.wordpress.com/2007/12/19/surat-untuk-gusdur-tentang-pornografi-al-quran/#more-2633
INJIL mengatakan YESUS/ISA AS. mati tersalib sebagai ANAK Tuhan
Penebus Dosa sementara YESUS/ISA AS. sendiri tak pernah mengatakan hal
seperti ini dalam INJIL melainkan PAULUS, tapi justru AL QURAN lah
yang melakukan pembelaan terhadap YESUS/ISA AS. Bahwa ia tidak mati
tersalib dan bukan Anak Tuhan, melainkan NABI/ROSUL yang lurus dan
diselamatkan ALLAH Swt naik ke langit, justru lawannya YUDAS lah yang
diserupakan wajahnya persis seperti ISA dan MATI Disalib.
Dalil GUS DUR-02 : ( Reference :
http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
al-An’am (6): 108, “dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang
mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah
dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”.
Analisis DALIL GUS DUR-02 berdasarkan kaitan antar Ayat :
(Ayat Sebelumnya)
al-An’am (6): 107 Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak
memperkutukan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi
mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.
(Ayat dalam Dalil GUS DUR-02)
al-An’am (6): 108, “dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang
mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah
dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”.
(Ayat Setelahnya)
al-An’am (6): 109, Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan
segala kesungguhan, bahwa sungguh
jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman
kepada-Nya. Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya
berada di sisi Allah." Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa
apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman[497].
(ANALISIS AYAT)
Ayat ini pun bukan pembenaran terhadap pluralisme dan Liberalisme
dalam segala hal termasuk dalam ber-Tuhan (semua agama benar, semua
Tuhan tiap agama sama, sehingga kita bebas bertukar-tukar ibadah ke
Agama mana saja), melainkan penegasan/teguran Allah kepada Umat Islam
agar tidak saling memaki-maki Tuhannya Orang KAFIR agar mereka tidak
memaki ALLAH Swt melampaui batas diluar pengetahuannya. Larangan ALLAH
Swt agar tidak saling hina menghina TUHAN bukan berarti ALLAH Swt
menyatakan semua agama adalah benar, semua agama diridhoi Allah, dan
bukan pula pembenaran Pluralisme dalam ber-Tuhan.
Disini jelas perbedaan agama tidak menghalangi seseorang Moslem dalam
berMuamalah, bersosial dan bertetangga dengan Non Moslem selama mereka
tidak memerangi, menganiaya, dan menzholimi Umat Islam serta menghina
ISLAM. Tapi tidak dalam AREA IBADAH maupun dalam BERTUHAN. Khusus yang
ini PRINSIP ISLAM tegas : “ Lakum dinukum Waliyadiin.” (Untukku
Agamaku Untukmu Agamamu).
Hal inilah yang tidak dipahami oleh para penganut dan penyebar ALIRAN
SESAT termasuk JIL (Jaringan Islam Liberal), AJARAN LIA EDEN, AL
QIYADAH AL ISLAMIYAH, HT (Hizbut Tahrir), dll didalamnya.
Dalil GUS DUR-03 : ( Reference :
http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
al-Kafirun (109):6 yang berbunyi lakum dinukum wa liya diniy
(untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku)
Analisis DALIL GUS DUR-03 berdasarkan kaitan antar Ayat :
(Ayat Sebelumnya)
al-Kafirun (109):5 yang berbunyi : “dan kamu tidak pernah (pula)
menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.”
(Ayat dalam Dalil GUS DUR-03)
al-Kafirun (109):6 yang berbunyi : “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
(ANALISIS AYAT)
Ayat ini bukan pembenaran PLURALISME dalam hal ber-IBADAH maupun dalam
ber-TUHAN, melainkan penegasan sikap dan prinsip seorang Muslim dalam
hal beribadah maupun dalam hal ber-TUHAN, bahwa ISLAM tidak
membenarkan Semua AGAMA BENAR dan semua TUHAN BENAR, apalagi
berpindah-pindah menyembah TUHAN, bersama2 mengikuti RITUAL IBADAH
Agama lain secara bergantian, ataupun berpindah-pindah Ritual IBADAH
ke agama mana saja karena semua AGAMA SAMA dan semua AGAMA BENAR.
Dalil GUS DUR-04 : ( Reference :
http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi la ikraha fiy al-din (tidak ada
paksaan dalam agama).
Analisis DALIL GUS DUR-04 berdasarkan kaitan antar Ayat :
(Ayat Sebelumnya)
(al-Baqarah (2): 255) “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus
(makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang
di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah
tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di
belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah
melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit
dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah
Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(Ayat dalam Dalil GUS DUR-04)
al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi : “Tidak ada paksaan untuk
(memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar
daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada
Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah
berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[162]. Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain
dari Allah s.w.t.
(Ayat Setelahnya)
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari
kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang
kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka
daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah
penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
(ANALISIS AYAT)
Ayat yang dipakai oleh Gus DUR untuk DALIL ini hanya sepenggal saja,
Dia tak berani menggunakan seluruh ayat ini (Al Baqarah:256) sebab
justru akan bertentangan dengan PLURALISME yang dianutnya dalam
ber-TUHAN. Anda bisa lihat dalam kalimat ini : “Karena itu barangsiapa
yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang
tidak akan putus.”
Disini jelas-jelas dinyatakan Tuhan yang benar hanyalah ALLAH Swt,
Tuhan yang harus diingkari adalah THOGUT (TUHAN yang disembah Selain
dari ALLAH Swt.)
DALIL YANG DIPAKAI GUS DUR DILUAR AL QUR’AN :
Kedua, pengharaman pluralisme agama tersebut menentang sunnatullah.
Bahwa bumi sebagai tempat hunian umat manusia adalah satu, itu diakui.
Namun, telah menjadi sunnatullah, para penguhuni bumi tidak berada
dalam satu warna yang tunggal, tapi selalu terpecah-pecah ke dalam
berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama.
ANALISIS DALIL : DALIL inipun bukan pula pembenaran terhadap
PLURALISME dalam beragama, ber-IBADAH, dan ber-TUHAN melainkan
penjelasan dan penegasan ALLAH Swt. Bahwa manusia diciptakan bersuku2
dan berbangsa2 dengan tujuan agar saling kenal mengenal, sesuai dengan
Surat Al Hujurat ayat : 13 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Memang Sunatullah munculnya keberagaman ini dalam berbagai suku, ras,
bahasa, profesi, kultur, agama. Tapi itu bukan berarti pembenaran
PLURALISME yang kebablasan bahwa masing2 AGAMA itu berbeda-beda tetapi
tetap satu kebenaran, Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama
adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan)
yang sama. Jadi mau beriman pada Tuhan yang mana saja, baik beriman
pada THAGHUT (TUHAN Selain ALLAH) maupun beriman pada ALLAH Swt.
Dua-duanya adalah benar karena akan menuju pada pusat roda (TUHAN)
yang sama.
Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para
perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat
agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira
amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti
Indonesia.
ANALISIS DALIL : DALIL ini bertentangan dengan Surat Al Maidah ayat:
3 yang berbunyi “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,
dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam
itu jadi agama bagimu.” Ayat ini menjelaskan bahwa hanya ISLAM
satu-satunya AGAMA yang di ridhoi ALLAH Swt. Sehingga jelas-jelas ayat
ini menentang DALIL GUS DUR tentang Pembenaran PLURALISME yang
dianutnya dan penolakannya pada FATWA MUI.
DALIL ini juga bertentangan dengan Surat Al Baqarah
ayat: 256 yang berbunyi : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama
(Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang
sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan
beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada
buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Ayat ini menyatakan bahwa sudah jelas mana yang sesat mana yang tidak,
yang SESAT adalah yang beriman pada Thaghut (Tuhan selain ALLAH) dan
ingkar pada ALLAH Swt. Yang BENAR adalah yang ingkar pada Thaghut
(Tuhan selain Allah) dan beriman pada ALLAH Swt. Bagaimana dengan
PLURALISME yang beriman pada Thaghut (Tuhan selain ALLAH) dan beriman
juga pada ALLAH Swt? Apakah menggabungkan Thaghut dan ALLAH Swt
sebagai TUHAN yang sama-sama BENAR dan sama-sama diimani adalah suatu
KEBENARAN ataukah suatu KESESATAN? Silahkan difikirkan sendiri..
Keempat, .... Haraplah diketahui, bahwa gagasan pluralisme agama hanya
menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang fakta pluralisme
agama-agama. Pendeknya, pluralisme agama berarti adalah kesiapan
seseorang untuk menerima kehadiran dan eksistensi orang lain.
Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni kultur
dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara setara
dalam posisinya sebagai hamba Allah, terlepas dari keragaman simbol
dan identitas yang melekatinya.
ANALISIS DALIL :
01. PLURALISME menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang
fakta pluralisme agama-agama, silahkan saja dan sah-sah saja SELAMA
MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN DALAM HAL
BERTUHAN DAN BERIBADAH.
02. Pluralisme agama berarti adalah kesiapan seseorang untuk
menerima kehadiran dan eksistensi orang lain ya silahkan saja sah-sah
saja SELAMA MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN
DALAM HAL BERTUHAN DAN BERIBADAH.
03. Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni
kultur dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara
setara dalam posisinya sebagai hamba Allah silahkan saja sah-sah saja
SELAMA MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN DALAM
HAL BERTUHAN DAN BERIBADAH.
“JUGA BUKAN BERARTI HARUS MAU MENGAKUI SEMUA AGAMA SAMA SEMUA AGAMA
BENAR, DAN SEMUA TUHAN SAMA SEMUA TUHAN BENAR. JADI MAU BERTUHAN ALLAH
SWT MAUPUN BERTUHAN THAGHUT IS NO PROBLEM.”
(Analisis Dalilnya CAK NUR)
1. DALIL CAK NUR-01 :
Cak Nur berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan
Tuhan (Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga
juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Dan Islam adalah agama yang
Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali
yang berdasarkan paganisme atau syirik, untuk hidup dan menjalankan
ajaran masing-masing dengan penuh kesungguhan. Al-Quran memperingatkan
bahwa seluruh ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara (Q,
49:13).
Analysis Dalil CAK NUR-01 Berdasarkan kaitan antar Ayat :
Ayat Sebelumnya : (QS 49:12)
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka
(kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan
janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan
satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat
lagi Maha Penyayang.
Ayat Dalil CAK NUR-01 : (QS 49:13)
13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling
taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal.
Ayat Setelahnya : (QS 49:14)
14. Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman."
Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk',
karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada
Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala
amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(ANALISIS DALIL CAKNUR-01)
DALIL inipun bukan pula pembenaran terhadap PLURALISME dalam beragama,
ber-IBADAH, dan ber-TUHAN melainkan penjelasan dan penegasan ALLAH
Swt. Bahwa manusia diciptakan bersuku2 dan berbangsa2 dengan tujuan
agar saling kenal mengenal. Dalil ini tidak menjelaskan bahwa seluruh
ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara. Tak ada satupun Ayat Al
Qur’an yang menjelaskan hal tersebut, justru persudaraan yang ada
dalam Al Quran adalah (QS 49:10) “10. Orang-orang beriman itu
sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan)
antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu
mendapat rahmat.”
Yang aneh adalah pernyataan CAK NUR bahwa : “Islam adalah agama yang
Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali
yang berdasarkan paganisme atau syirik” Disatu sisi dia bicara
mengenai syirik disisi lain dia membenarkan semua Agama dan diakui hak
nya dalam ISLAM. Apa bertuhan THOGUT (Bertuhan Selain ALLAH Swt) tak
termasuk Syirik? Apa bertuhan Trinitas tak termasuk Syirik? Apa
bertuhan Patung dan menyembah banyak DEWA tak termasuk kedalam Syirik?
Apa beriman pada semua Agama dan semua TUHAN juga tak termasuk SYIRIK?
ISLAM tak ada paksaan, karena sudah jelas mana jalan yang LURUS mana
jalan yang SESAT Jadi silahkan pilih mau jalan yang lurus Beriman pada
ALLAH Swt dan ingkar pada THOGUT(Tuhan selain ALLAH) atau jalan yang
sesat Beriman pada Thogut dan ingkar pada ALLAH Swt (Non ISLAM),
Beriman pada ALLAH dan beriman juga pada THOGUT (JIL) atau INGKAR pada
ALLAH dan juga INGKAR pada THOGUT (ATHEIS) (Reference Al Quran - QS
2:256)
ISLAM mengakui hak Agama lain hanya dalam hal bermuamalah,
bersosialisasi, dan bertetangga, dan TIDAK dalam hal ber-TUHAN maupun
Beribadah/ RITUAL apalagi pindah-pindah TUHAN karena semua TUHAN sama
ataupun pindah-pindah IBADAH/Ritual ke Agama mana saja karena semua
AGAMA Sama dan semua AGAMA Benar. Untuk yang satu ini tak ada
toleransi sedikitpun dalam ISLAM..!!
Yang lebih aneh lagi adalah pernyataan CAK NUR bahwa : “Cak Nur
berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan
(Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga juga
tidak mungkin dilawan atau diingkari.” Inilah sumber/inti Ajaran
Pluralisme yang diagung2kan CAK NUR. CAK NUR terlalu men-dramatis.
Memang Sunatullah munculnya keberagaman ini dalam berbagai suku, ras,
bahasa, profesi, kultur, agama. Tapi itu bukan berarti pembenaran
PLURALISME yang kebablasan, bahwa masing2 AGAMA itu berbeda-beda
tetapi tetap satu kebenaran atau SEMUA AGAMA SAMA dan SEMUA AGAMA
BENAR. Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat
jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama. Jadi
mau beriman pada Tuhan yang mana saja, baik beriman pada THAGHUT
(TUHAN Selain ALLAH) maupun beriman pada ALLAH Swt. Dua-duanya adalah
benar karena akan menuju pada pusat roda (TUHAN) yang sama.
PLURALISME memang Sunatullah (kenyataan hidup dan Ujian hidup), akan
selalu ada orang JAHAT atau orang BAIK, akan selalu ada (orang
KAFIR)INGKAR atau orang yang BERIMAN. Tergantung pribadi masing2 mau
tetap KAFIR, mau tetap MURTAD, mau tetap menjadi penjahat, mau tetap
korupsi atau mau BERTAUBAT. Tapi kalau Pluralisme adalah sesuatu yang
tak mungkin dilawan atau diingkari adalah KELIRU BESAR, karena
terbukti Muhammad Rosulullah Saw berhasil membuktikan untuk menyatukan
keberagaman dan PLURALISME bangsa arab MEKAH dan MADINAH hanya dalam
waktu 23 tahun masa kenabian kepada persaudaraan, kesatuan dan
persatuan ISLAM, tanpa pemaksaan dan bukan ISLAM LIBERAL.
Pluralisme adalah sesuatu yang tak mungkin dilawan atau diingkari
adalah KELIRU BESAR, karena terbukti pula dalam Al Quran (Surah Ali
Imran QS 3:103) “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan,
maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat
Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi
jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk.”
DALIL YANG DIPAKAI CAK NUR DILUAR AL QUR’AN :
5. Penentangan PLURALISME dan Liberalisme Oleh Rosulullah SAW dalam AL HADITS :
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha
mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi
seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan
yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah
yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau
jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah
tuhan-tuhan kami selama setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan
menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan
dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum
kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk
menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.
(Az Zumar:64) Katakanlah: "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah
selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?"
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari
Ibnu Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada
Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah
berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun
pula." Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).
(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul
Mundzir yang bersumber dari Juraij.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah,
al-'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf
bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita
bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa
yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah
pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6)
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.)
6. Penentangan PLURALISME dan Liberalisme Oleh ALLAH Swt dalam AL QURAN. :
Paham PLURALISME dan LIBERALISME dalam segala hal termasuk dalam
beribadah dan ber-TUHAN bertentangan dengan :
a. Seluruh ayat dalam Surat AL-KAFIRUN :
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
ANALISIS : Tak ada Toleransi sedikitpun dalam urusan ibadah/ritual
maupun dalam ber-Tuhan, termasuk didalam nya RITUAL AGAMA Bersama,
Berpindah-pindah IBADAH ke Agama LAIN karena semua AGAMA SAMA, Apalagi
Berpindah-pindah menyembah TUHAN. Toleransi, Pluralisme dan
keberagaman hanya dibolehkan dalam hal BERSOSIALISASI dan BERTETANGGA.
b. Ayat terakhir turunnya AL-QURAN Surat Al Maidah: ayat 3
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi
agama bagimu.”
ANALISIS: Ayat ini menjelaskan bahwa hanya ISLAM satu-satunya AGAMA
yang di ridhoi ALLAH Swt. Sehingga jelas-jelas ayat ini menentang
DALIL GUS DUR tentang Pembenaran JIL dalam penolakan FATWA MUI :
“Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para
perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat
agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira
amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti
Indonesia.” Sementara maunya Gus DUR dan JIL adalah semua AGAMA SAMA
dan SEMUA AGAMA BENAR , jadi tak ada lagi kecenderungan eksklusif yang
tak toleran terhadap agama lain dan tak ada lagi pandangan bahwa hanya
ISLAM lah satu-satunya agama yang diridhoi ALLAH Swt dan juga tak ada
lagi yang berpandangan bahwa umat agama lain dalam kegelapan dan
kesesatan.
Tapi anehnya justru kata-kata inilah yang sering didengung-dengungkan
oleh Para Aktivis KRISTENISASI (Semua AGAMA SAMA dan semua AGAMA
BENAR), dan sekarang mereka berhasil buka cabang, dengan mengatas
namakan ISLAM, HAM dan DEMOKRASI.
CONCLUSSION :
Terciptanya paham Pluralisme dan Liberalisme ISLAM pada dasarnya
adalah akibat ajakan dan rayuan Kaum Non Moslem untuk bersekutu dan
bersatu dengan Moslem (Umat ISLAM) dalam SEGALAi HAL termasuk dalam
Beribadah dan ber-TUHAN dan ULAMA yang tergiur akan diangkat jadi
pemimpinnya.
Persis seperti zaman NABI Muhamad Rosulullah Saw ketika didatangi
Umayyah bin Khalaf dan berkata : "Hai Muhammad! Mari kita bersama
menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau
sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin
kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6) SUJRAT AL KAFIRUN.
Dan Rosulullah Saw membaca surat AL KAFIRUNdengan tegas MENOLAKNYA..!!
“DISINI TERBUKTI AJAKAN PLURALISME DAN LIBERALISME SUDAH ADA SEJAK
ZAMAN ROSULULLAH SAW..!! CUMA BEDANYA DULU ROSULULLAH SAW dan AL QURAN
MENOLAKNYA, TAPI JUSTRU SEKARANG ULAMA KITA MENDUKUNGNYA.. !! TANYA
KENAPA..!!??”
APA KARENA ISLAMNYA LEBIH HEBAT DARI ROSULULAH SAW. DAN PARA SAHABATNYA ATAU :
KARENA DIRINYA MERASA LEBIH HEBAT DARI AL QURAN?
Best Regards
[Emilliano]
Lecturer and Researcher
Muslim KL
-------------------------
Saya bersumpah bahwa YESUS adalah seorang MOSLEM dan bukan TUHAN, Dia
mengajarkan Kalimat TAUHID Dalam AL KITAB INJIL, dan dia Membenarkan
Kenabian ROSULULLAH Muhammad Saw dalam AL KITAB INJIL, Membenarkan AL
Quran yang merupakan KITAB Penyempurna dari INJIL, TAURAT dan ZABUR
yang telah dirusak dan dipalsukan oleh UMAT sebelumnya. Dan YESUS akan
tetap seorang MOSLEM hingga akhir zaman, yang melindungi UMAT ISLAM.
Dialah ISA AL Masih AS.
sumber : Emilliano Tasrif
Home � Persatuan Islam � PLURALISME DAN LIBERALISME
PLURALISME DAN LIBERALISME
Posted by cinta Islam on 5:18 PM // 0 comments
0 comments to "PLURALISME DAN LIBERALISME"