

Clotilde Reiss: Mata-Mata Perancis menyamar sebagai guru
Sidang kedua pengadilan penyelidikan kasus tersaksa pelaku kerusuhan pasca pemilu presiden ke-10, kali ini menghadirkan seorang perempuan warga negara Prancis karena terlibat menjadi provokator sekaligus mata-mata dalam demonstrasi menentang hasil pemilihan presiden, Juni lalu. Sebagaimana rilis situs Fars News. Selain itu seorang staf lokal kedutaan Prancis juga ikut diadili, Sabtu hari ini.
"Di antara yang dibawa ke pengadilan hari ini adalah seroang warga Prancis karena mengumpulkan informasi dan melakukan aksi provokasi kepada demonstran," demikian dilaporkan kantor berita Fars News, Sabtu (8/8/2009).
Sementara itu Alaeddin Boroujerdi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran terkait keterlibatan warga Perancis mengatakan, "Hal yang pasti, ketika Republik Islam Iran dalam rongrongan pihak lain, maka Islam Iran akan mempertahankannya. Oleh karena itu siapapun pelaku kerusuhan akan diadili secara adil".
Clotilde Reiss
Clotilde Reiss: Mata-Mata Perancis
Perempuan bernama Clotilde Reiss itu ditahan di Teheran setelah ditangkap pada 1 Juli lalu. Dia ditangkap dengan tuduhan melakukan mata-mata dengan mengumpulkan informasi. Reiss sudah tinggal selama 5 bulan di Iran dengan berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di kota Isfahan.
Sementara itu Prancis menolak tuduhan Iran atas Reiss dan menyebut tuduhan itu "tidak beralasan". Presiden Nicolas Sarkozy sendiri mendesak Iran untuk membebaskan warganya secepat mungkin sebagaimana yang dilangsir oleh Reuter.[islammuhammadi/mt/Fars News]
Home � � Sebagai Mata-Mata, Iran Adili Warga Prancis
Sebagai Mata-Mata, Iran Adili Warga Prancis
Posted by cinta Islam on 5:49 PM // 0 comments
0 comments to "Sebagai Mata-Mata, Iran Adili Warga Prancis"