UNGKAPAN bernada keprihatinan membahana di Lapangan Senaman Mantikei Palangkaraya, Kalteng. Saat itu, bendera merah putih yang dibentangkan penggerek, sesaat sebelum dinaikkan ternyata tergulung. Dengan susah payah petugas penggerek memperbaiki posisi hingga bendera akhirnya bisa dibentangkan.
Insiden kecil itu terjadi saat penaikkan bendera merah putih pada upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang dipimpin Gubernur Agustin Teras Narang, Senin (17/8). Upacara itu disaksikan seribu lebih peserta yang hadir.
Usai insiden kecil itu, raut 71 anggota Paskibra terlihat tegang meski tetap berusaha tenang. Untungnya, tidak ada kesalahan lagi hingga bendera dinaikkan dengan sempurna.
Air mata pun menetes dari di pipi sebagian anggota Paskibra saat barisan berjalan keluar lapangan menuju halaman depan Lapangan Senaman Mantikei. Bahkan ketika pasukan diistirahatkan, sedikitnya tiga orang anggota Paskibra jatuh pingsan.
Perasaan bersalah karena tidak bisa menjalankan tugas dengan baik jelas terlihat di wajah Hendra Maulani. Air mata pun tak terbendung ketika dia bersalaman dengan para pelatih dan seniornya yang tampak berusaha menenangkannya. Dia tidak menyangka terjadi kesalahan seperti itu padahal sudah berlatih keras selama 17 hari.
"Sudah sesuai, tapi tidak tahu pas membentangkan tadi jadi seperti itu. Saya tidak grogi. Yang melipat bendera sudah bagus dan pagi tadi juga dicek. Latihan tiap hari sekitar tiga jam pada pagi dan sore," kata Hendra yang masih terisak menahan tangis.
Tidak hanya Hendra, rekan-rekannya juga merasa bersalah. Mereka menangis seraya meminta maaf kepada senior dan instruktur yang telah melatih mereka selama ini.
Komandan Pasukan Pengibar Bendera, Ipda Wawan tampak sedih dengan kejadian itu. Namun dia berusaha membesarkan hati bahwa anggotanya telah berusaha keras dan maksimal untuk menjalankan tugas.
"Mungkin karena kecapekan atau karena gugup. Saya tidak tahu apakah ada faktor lain dari mereka. Kemarin sore bendera kita tata dan disetrika. Apakah ada yang membuka lagi atau bagaimana. Itu kita lakukan untuk menghindari agar tidak tergulung seperti tadi. Saya tidak tahu salahnya dimana," katanya.
Wawan mengaku masih mengevaluasi dimana letak kesalahan sehinga terjadi seperti itu. Terkait sanksi, dia mengaku belum memikirkan masalah tersebut.
sumber: banjarmasinpost.co.id
Home � Berita � Tragedi 17 Agustus
Tragedi 17 Agustus
Posted by cinta Islam on 6:02 PM // 0 comments
0 comments to "Tragedi 17 Agustus"