Home � � Uni Eropa Ramai-Ramai Keroyok Iran

Uni Eropa Ramai-Ramai Keroyok Iran


Uni Eropa
Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengatakan pengadilan di Teheran tersebut adalah "provokasi paling akhir Iran", sementara Swedia, yang saat ini memangku jabatan presiden Uni Eropa, menyatakan itu adalah tindakan yang bertentangan dengan seluruh blok 27 negara itu.

Prancis menyeru Iran agar membebaskan perempuan berkebangsaan Prancis, Clotilde Reiss (24), dan Nazak Afshar --orang Prancis-Iran yang bekerja di bagian kebudayaan di Kedutaan Besar Prancis di Teheran.
Miliband mengatakan ia "sangat prihatin dengan tuduhan tidak adil" yang diajukan terhadap Hossein Rassam, seorang kepala analis politik di Kedubes Prancis.

"Hossein adalah anggota staf kedubes kami yang telah melaksanakan tugas sahnya. Tindakan Iran terhadap dia, dan tuntutan terhadap Clotilde Reiss dan seorang anggota staf Kedubes Prancis di Teheran hanya makin membuat malu rejim Iran," katanya.

Kantor berita Iran IRNA melaporkan bahwa Hossein dituntut melakukan kegiatan mata-mata. Hossein maupun Clotilde Reiss mengakui kesalahannya dengan memberikan laporan-laporan kerusuhan pasca pemilu di Teheran ke duta besar masing-masing negara.

Hossein Rassam adalah salah satu dari sembilan staf lokal di Kedubes Inggris yang ditangkap tak lama setelah pemilihan umum di Iran. Semantara delapan staf lain dibebaskan.

Hossein, Afshar dan Reiss tampil dalam pengadilan bersama para otak kerusuhan yang membuat kerusakan pasca pemilu pada 12 Juni lalu.

Stasiun televisi resmi Iran menyatakan Reiss dan Afshar telah menyulut kerusuhan tersebut dengan memasok informasi kepada berbagai kedubes asing.

Miliband mengatakan Eropa bersatu dalam menentang pengadilan tersebut.

Ia mengatakan ia telah berbicara dengan timpalannya di Prancis dan Swedia, dan "kami telah menegaskan kembali solidaritas kami dalam menghadapi provokasi paling akhir Iran ini".

Presiden UE, Swedia, mengatakan dalam satu pernyataan, "Semua tindakan terhadap satu anggota staf, warganegara atau negara UE dipandang sebagai tindakan terhadap semua anggota UE, dan akan dihadapi secara setimpal."

"UE akan secara seksama mengikuti perkembangan pengadilan itu dan menuntut bahwa semua orang tersebut akan dibebaskan dengan segera," katanya.





Prancis menyerukan pembebasan Reiss, dan Kementerian Luar Negerinya menyatakan dakwaan terhadap wanita itu "tak memiliki dasar" dan tuduhan terhadap Nazak Afshar "tidak ada" dan Reiss mesti dibebaskan segera.

Prancis juga keberatan dengan kenyataan bahwa Iran telah gagal memberitahu Kedubes Prancis sebelumnya bahwa perempuan itu akan dibawa ke pengadilan, yang katanya melanggar peraturan internasional serta perlindungan konsuler.

Iran dengan keras telah menuduh Inggris menyulut unjuk rasa pasca-pemilihan umum. Inggris menolak pernyataan itu.[islammuhammadi/mt]

Tags:

0 comments to "Uni Eropa Ramai-Ramai Keroyok Iran"

Leave a comment