
Gempa di Yogya
Joko dan Sekeluarga Terbangun Akibat Kuatnya Getaran
Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Gempa sebesar 6,8 SR kembali melanda kawasan Yogyakarta. Saking kuatnya getaran, warga yang tinggal di Girimarto, Jawa Tengah terbangun dari tidur lelapnya.
"Kami semua terbangun, saya beserta keluarga berhamburan keluar rumah," ujar salah seorang warga, Joko saat dihubungi detikcom, Selasa (8/9/2009).
Joko menjelaskan, gempa yang dirasakan cukup kencang. Bahkan, diakuinya, gempa tersebut berlangsung hampir 30 detik.
"Yang pertama ringan, makin lama justru makin keras," paparnya.
Bukan hanya keluarga Joko saja yang keluar, namun hampir seluruh warga di perumahan tersebut juga melakukan hal yang serupa. Namun setelah yakin kondisi sudah aman, warga berangsur-angsur kembali masuk ke dalam rumah mereka.
Penghuni Kos Tinggalkan Kamar Pakai Sarung
Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Kepanikan tiba-tiba melanda warga di Yogyakarta dan sekitarnya akibat gempa berkekuatan 6,8 SR melanda kawasan tersebut. Penghuni salah satu kos-kosan di Yogya bahkan ada yang lari terbirit-birit hanya dengan menggunakan sarung saja.
"Ada yang keluar hanya pakai sarung saja, ada juga yang cuma pakai celana pendek," ujar salah seorang pembaca detikcom, Bani, Selasa (8/9/2009).
Bani menceritakan, saat itu ia sedang asyik menikmati saluran televisi. Tiba-tiba saja ia mendengar suara bergemuruh.
"Saya pikir tikus, tapi ternyata gempa," ungkapnya.
Saat semua sedang berhamburan keluar rumah, gempa susulan juga kembali terjadi. Bahkan suara gemuruhnya, dijelaskan Bani, terdengar jauh lebih keras.
"Hal ini mengingatkan akan kejadian 3 tahun lalu saat gempa yang lebih besar melanda Yogya," tegasnya.
Berdasarkan situs BMKG, gempa itu berpusat di 263 kilometer Tenggara Wonosari, Yogyakarta. Tepatnya terjadi pada pukul 23.12 WIB, Senin (7/9/2009). Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Home � Berita � Gempa di Jogja....
Gempa di Jogja....
Posted by cinta Islam on 4:01 PM // 0 comments
0 comments to "Gempa di Jogja...."