Home � Iran vs Amerika memanas.......

Iran vs Amerika memanas.......

Iran Pertanyakan Standar Ganda AS pada Warga
Setelah Amerika Serikat membuat keluh kesah atas ketiga warganya yang ditahan di Iran setelah memasuki negara secara ilegal, Iran mempertanyakan sikap hipokrit Washington dan warga Iran penjara AS.

Hukum Internasional AS

"Para pejabat dan media AS terus-menerus memuat berita tentang warganya yang ditahan karena agenda mereka, tetapi tidak mengambil tindakan sehubungan dengan diplomat Iran yang sudah dua setengah tahun dipenjara secara ilegal di Arbil [Irak] yangmana dia memiliki hak keamanan politik bagi mereka ," kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Hassan Qashqavi menanggapi pertanyaan standar ganda AS terhadap warga negara Amerika dan Iran.

Para pejabat keamanan Iran telah mengkonfirmasikan bahwa tiga orang Amerika diidentifikasi sebagai Shane Bauer, 27, Sarah Shourd, 30 dan Yosua Fattal, 27 ditahan di Iran barat- kota Marivan pada 31 Juli, setelah masuk secara 'ilegal' ke negara.

"Mengejutkan sekali, dimana pejabat dan media AS tidak memiliki rasa kemanusiaan tentang orang Iran yang ditangkap atau diculik di Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk alasan yang tak berdasar," kata Qashqavi.

Pada tanggal 11 Januari 2007, tentara Amerika masuk ke konsulat Iran di utara Kurdi -kota Arbil, merampok komputer konsulat, dokumen dan staf, termasuk lima diplomat. Dua diplomat itu kemudian dibebaskan.

Ada lima orang Iran, termasuk tiga diplomat – 'disimpan' di Irak di tahanan AS tanpa tuduhan - dibebaskan dan dikembalikan kembali setelah 2,5 tahun.

Mereka dilepaskan 12 Juli 2009 sejalan dengan Status of Forces Agreement (SOFA) antara AS dan Irak. Dibawah syarat-syarat perjanjian, militer AS harus memberikan lebih dari 1.500 tahanan termasuk negara non-Irak yang dalam penjaraya kepada pemerintah Baghdad

Pada kesempatan lain, Komandan Korps Angkatan Laut Pengawal Revolusi Islam Iran mengatakan musuh-musuh telah bergeser ke strategi melancarkan "perang lunak" terhadap Negara Iran.

"Iran wilayah yang besar, dengan pendudukan, militer, dan lokasi geografis yang unik di Timur Tengah sehingga telah mengubahnya menjadi kekuatan yang kuat. Pakar politik di negara-negara Barat tahu bahwa mereka tidak akan dapat mengalahkan Iran dengan meluncurkan serangan militer atau perang keras," kata Laksamana Morteza Saffari dikutip IRNA pada hari Selasa.

Dia mengatakan bahwa "perang media" telah diluncurkan terhadap Iran. Upaya ini dilakukan untuk membangkitkan "pembangkangan sipil" di negara ini, yang merupakan bagian dari perang lembut musuh terhadap Iran.

"Strategi AS untuk menghadapi Republik Islam Iran didasarkan pada langkah-langkah lunak," tapi AS juga melanjutkan ancaman untuk melancarkan serangan militer, katanya. [IslamTimes/R]

Tags:

0 comments to "Iran vs Amerika memanas......."

Leave a comment