
KOLOMBO, SELASA - Sri Lanka menyatakan, Senin (7/9), hasil penyelidikan teknis yang dilakukannya menunjukkan bahwa video yang menggambarkan prajurit-prajurit negara itu mengeksekusi orang Tamil direkayasa. Kolombo menantang stasiun televisi Inggris yang menyiarkannya untuk membantah kebenaran temuan tersebut.
Rekaman video yang disiarkan televisi Saluran 4 Inggris bulan lalu itu menunjukkan sejumlah orang berseragam militer menembak mati orang-orang yang diikat dan telanjang. Sri Lanka sebelumnya sudah membantah kebenaran tayangan tersebut.
Penyiar televisi itu mengatakan, video tersebut mungkin merupakan bukti mengenai kejahatan perang yang dilakukan pasukan Sri Lanka terhadap orang Tamil pada tahap terakhir perang 25 tahun mereka melawan separatis Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE), yang berakhir dengan kemenangan pemerintah pada Mei.
Menteri Hak Asasi Manusia Mahinda Samarasinghe mengatakan, empat penyelidikan yang dilakukan ahli-ahli sipil dan militer di Sri Lanka menunjukkan bahwa tayangan itu direkayasa dan suaranya dimanipulasi -- ciri-ciri operasi propaganda LTTE. "Saya meminta Saluran 4 segera menarik apa yang sayangnya telah mereka siarkan tanpa pemeriksaan terlebih dulu. Kami akan menyediakan temuan-temuan ilmiah kepada mereka," kata Samarasinghe kepada wartawan.
Televisi Saluran 4 Inggris belum memberikan komentar segera mengenai hal itu.
Dalam laporan sebelumnya, televisi itu menyatakan tidak bisa membuktikan kebenaran video tersebut. Namun, televisi itu mengulangi lagi tuduhan eksekusi yang katanya disampaikan oleh sebuah kelompok yang memberikan rekaman itu, yang menamakan diri Wartawan bagi Demokrasi di Sri Lanka.
Video itu tampaknya merupakan yang terakhir dalam perang propaganda yang berlangsung lama antara pemerintah Sri Lanka dan simpatisan LTTE.
Pemerintah Sri Lanka pada 18 Mei mengumumkan berakhirnya konflik puluhan tahun dengan Macan Tamil setelah pasukan menumpas sisa-sisa kekuatan pemberontak tersebut dan membunuh pemimpin mereka, Velupillai Prabhakaran. Pernyataan Kolombo itu menandai berakhirnya salah satu konflik enik paling lama dan brutal di Asia yang menewaskan puluhan ribu orang dalam berbagai pertempuran, serangan bunuh diri, pengeboman, dan pembunuhan.
Macan Tamil juga telah mengakui bahwa Velupillai Prabhakaran tewas dalam serangan pasukan pemerintah Sri Lanka.
Juga dinyatakan tewas dalam operasi final militer adalah dua deputi Prabhakaran -- pemimpin Macan Laut Kolonel Soosai dan kepala intelijen LTTE Pottu Amman.
Tokoh penting lain Macan Tamil yang juga tewas adalah putra Prabhakaran dan calon penggantinya, Charles Anthony (24), pemimpin sayap politik B. Nadesan dan pemimpin Sekretariat Perdamaian LTTE yang sudah tidak berfungsi lagi, S. Pulideevan.
Home � Politik � Video Tembak Mati di Sri Lanka Ternyata Rekayasa
Video Tembak Mati di Sri Lanka Ternyata Rekayasa
Posted by cinta Islam on 4:22 PM // 0 comments
0 comments to "Video Tembak Mati di Sri Lanka Ternyata Rekayasa"