Pekan lalu, Presiden AS Barack Obama menyerahkan draft anggaran belanja pemerintah untuk tahun 2011 senilai $ 3.8 triliun dolar. Program ini termasuk kenaikan anggaran bagi penciptaan lapangan kerja dan pemotongan di bidang lain. Saat ini, dapat diprediksikan bahwa defisit anggaran Pemerintah Federal AS akan mencapai 1,6 miliar dolar pada tahun mendatang. Pertumbuhan pengeluaran pemerintah termasuk anggaran pertahanan dan penurunan pendapatan pajak akibat keterpurukan ekonomi merupakan alasan utama berlanjutnya peningkatan defisit anggaran di AS dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun keuangan 2010 yang berakhir September tahun lalu, defisit anggaran pemerintah AS mencapai angka 1,37 triliun dolar. Tahun depan, Gedung Putih juga akan mengeluarkan biaya sebesar 1,6 miliar dolar melebihi pendapatan mereka. Namun Obama berjanji akan melakukan penghematan anggaran pemerintah pada tahun-tahun mendatang. Berdasarkan draft anggaran yang diajukan Gedung Putih, penghematan itu tidak mencakup bidang militer dan keamanan. Karena itu, anggaran Kementerian Pertahanan AS pada tahun depan mencapai 708 miliar dan hampir 200 miliar diprioritaskan untuk perang Afghanistan dan Irak.
Anggaran ini diajukan Obama saat dirinya dalam pertarungan pemilu lalu berjanji mengakhiri perang warisan George W. Bush di Irak dan Afghanistan. Kini tampak jelas bahwa proses peningkatan biaya perang di masa Bush ditindaklanjuti secara serius oleh Obama demi kepentingan ilegal AS.
Dewan Perwakilan Rakyat AS pekan lalu mensahkan sebuah rancangan yang membolehkan pemerintah menambah utang nasional sekitar 1,9 miliar. Saat ini utang nasional AS mendekati angka 14,078 miliar dan hingga beberapa bulan ke depan, jumlah utang akan melebihi ketentuan undang-undang. Oleh karena itu, Gedung Putih meminta Kongres meningkatkan jumlah level utang nasional AS untuk melancarkan kegiatan pemerintah.
Berdasarkan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat AS, utang nasional meningkat sekitar enam ribu dolar untuk setiap warga AS dan
gedung putih,Washington DC
setiap warga negara adidaya ini minimal punya utang 46 ribu dolar. Dengan kata lain, anak-anak AS sejak hari kelahirannya sudah dibebani dengan utang tersebut dan kecil kemungkinan pemerintah AS dapat membayarnya jika memperhatikan kondisi ekonomi sekarang. Utang-utang tersebut meningkat karena penambahan anggaran belanja pemerintah dan defisit anggaran dalam beberapa dekade terakhir.
Sementara itu pekan lalu, Direktur Dinas Intelijen AS Dennis Blair mengabarkan tekad pemerintah AS untuk meneror warganya. Dennis Blair di depan Komisi Intelijen DPR Amerika mengatakan, suatu waktu Washington mungkin akan menjadikan warga Amerika sebagai targetnya. Di bulan-bulan terakhir, situasi keamanan Amerika semakin diperketat dan tampaknya situasi pasca 11 September 2001 bakal terulang di negeri Paman Sam ini. Mayoritas pengamat meyakini bahwa tindakan serius anti terorisme pemerintah AS termasuk meneror warganya punya tujuan politis.
Saat ini Amerika tengah dililit masalah krisis ekonomi, pengangguran dan perang antara kubu Republik dan Demokrat terkait sejumlah masalah seperti draf kontroversi reformasi sistem pelayanan kesehatan yang menciptakan friksi politik dan sosial yang mendalam di negara ini. Dalam kondisi yang semacam ini, penekanan mengenai ancaman keamanan dan menebar ketakutan terorisme telah menjadi faktor terciptanya persatuan di Amerika.
Dengan dasar ini, pemerintah Barack Obama akhirnya memilih melanjutkan kebijakan pemerintah Bush. Sejatinya, upaya Obama membesar-besarkan seriusnya ancaman AlQaeda terhadap keamanan nasional AS, hanya bertujuan menutup-nutupi masalah ekonomi yang dihadapi dan mengharmoniskan perpolitikan dan kepartaian di Washington. Mencermati masalah ini membuat tidak aneh bila Lembaga Intelijen Nasional Amerika secara vulgar menyatakan akan mengambil langkah meneror warganya dengan alasan memberantas terorisme.
Pekan lalu, Scott Brown diambil sumpahnya sebagai senator Amerika kubu Republik yang ke-41. Kemenangannya dalam pemilu senator Massachuset bulan lalu, bukannya hanya berhasil merebut kursi Edward Kennedy, tapi lebih dari itu, Brown berhasil menyudahi dominasi kubu Demokrat di Senat Amerika selama setahun sebagai mayoritas. Bulan lalu, Brown mengalahkan rivalnya dari partai Demokrat pada pemilu Senat di Massachusetts dan meraih kursi Senat di negara bagian itu.
Dalam pemilu untuk memilih pengganti senator Edward Kennedy yang meninggal dunia, kandidat dari kubu Republik, Scott Brown tampil sebagai pemenang mengalahkan rivalnya dari kubu Demokrat, Martha Coakley. Dengan demikian kursi senator yang hampir setengah abad milik keluarga besar Kennedy akhirnya jatuh ke kubu Republik. Padahal Massachusetts adalah kantong utama kubu Demokrat dan sejak 36 tahun lalu kubu Republik tidak pernah menang di wilayah ini.
Kalangan media yang pro kubu Konservatif Amerika menilai masuknya Brown secara resmi ke Senat berarti menghidupkan kembali kekuatan kubu Republik. Scott Brown dalam wawancara pertamanya pasca pengambilan sumpahnya mengritik program ekonomi Gedung Putih dan mengatakan, sampai sekarang rencana ini tidak pernah menciptakan satu lapangan kerja pun.
Dalam beberapa bulan terakhir, kubu Republik memfokuskan diri pada masalah pengangguran dan penciptaan lapangan kerja. Menurut mereka, jaminan pekerjaan lebih penting ketimbang jaminan asuransi kesehatan dan menilai rencana Obama bakal meningkatkan defisit anggaran, penghamburan uang hasil pajak dan akhirnya, peningkatan angka pengangguran.
Pekan lalu, Barack Obama untuk pertama kalinya mengkonfirmasikan kemungkinan pengesahan draft kontroversial reformasi sistem kesehatan AS. Saat berpidato di Komisi Nasional Partai Demokrat di Washington, Obama mengatakan, "Kita perlu menunggu untuk mengetahui hasil pembahasan final draft tersebut dan berdasarkan itu, para pemilih AS akan menilai kinerja Kongres." Saat ini draft usulan Obama untuk mengasuransikan sedikitnya 30 juta warga AS tanpa asuransi kesehatan terhenti di Kongres negara itu.
Tahun lalu, Dewan Perwakilan Rakyat AS dan Senat mensahkan draft usulan Obama itu, namun hingga kini draft itu belum siap untuk ditandatangani oleh Presiden karena friksi di kedua lembaga tersebut. Draft reformasi sistem kesehatan mendapat penentangan serius anggota Kongres. Kubu Republik menilai peningkatan peran pemerintah dalam program jaminan sosial bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi pasar bebas dan mengkhawatirkan melemahnya sistem kesehatan dan menurunnya laba perusahaan-perusahaan farmasi dan asuransi.
Sementara sebagian kalangan Demokrat selain mengkhawatirkan masalah tersebut, juga merisaukan kehilangan kursi-kursinya dalam pemilu mendatang. Obama bahkan menyatakan bahwa dirinya lebih memprioritaskan reformasi meski harus duduk sebagai Presiden untuk satu periode saja.
Akhirnya pekan lalu, Gedung Putih berupaya menghapus larangan perekrutan homo dan lesbi di Angkatan Bersenjata AS. Untuk itu, Menteri Pertahanan Robert Gates dan Kepala Staf Gabungan Militer AS, Laksamana Michael Molen hadir di Senat untuk menarik dukungan para wakil rakyat guna membatalkan undang-undang larangan perekrutan kaum homo dan lesbi di militer. Meski demikian, mayoritas kelompok-kelompok sosial termasuk para keluarga AS, kubu konservatif, organisasi agama dan juga kebanyakan panglima militer AS secara tegas menentang kehadiran kaum homo di militer.
Mereka meyakini bahwa tingkah kaum homo selain bertentangan dengan ajaran agama dan prinsip-prinsip moral, juga akan menurunkan kemampuan pertahanan dan tempur AS. Karena itu, hingga saat ini kaum homo belum dibolehkan menjadi anggota militer.
Dalam beberapa tahun ini, kelompok liberal berupaya menghapus pembatasan di militer AS. Langkah ini diambil dengan alasan melindungi hak-hak seluruh warga AS termasuk hak kaum homoseksual. Dan mungkin saja Pentagon akan menerima kehadiran mereka di militer mengingat negara itu tengah menghadapi kekurangan pasukan akibat perang yang berkepanjangan di Afghanistan dan Irak.
sumber:Irib
0 comments to "Amerika banyak hutang???"