Kepastian tewasnya gembong teroris Dulmatin oleh Densus 88 Polri sangat positif tingkatkan kepercayaan investor Bursa Efek Indonesia (BEI). Kantor berita ANTARA melaporkan, Kepala Divisi Pemasaran PT BEI, Yoyok Isharsaya di Manado, Kamis (11/3/2010) mengatakan, "Investor menyambut dengan baik pengumuman aparat keamanan bahwa gembong teroris Dulmatin dipastikan tewas dalam penyergapan di Pamulang Tangerang." Yoyok mengatakan, isu teroris sangat rentan bagi investor khususnya investor asing. Ketika Dulmatin dinyatakan tewas, hal itu disambut reaksi positif.
Senior Auditor Satuan Pemeriksa Internal PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Suryadi mengatakan faktor keamanan dan penegakan hukum menjadi pertimbangan utama investor untuk bertransaksi. "Tewasnya Dulmatin dan penyelesaian kasus Century oleh panitia khusus (Pansus) DPR RI, membuat investor kembali bergairah melirik beberapa saham unggulan di lantai bursa," kata Suryadi.
Keamanan kondusif dan penegakkan hukum yang terus diintensifkan pemerintah, menjadi nilai plus sehingga tahun ini BEI optimistis indeks harga saham gabungan (IHSG) dapat menembus ke level 3000.
Suryadi mengatakan bursa sangat terpengaruh politik bila selesai dengan baik, dengan posisi sekarang berkisar 2800, maka besar kemungkinan dapat menembus angka 3000.(irib)
0 comments to "Bursa Efek Indonesia (BEI) VS Dulmatin"