| Pepesan Kosong Bernama Perundingan Damai | | | |
| | |
| Ironisnya, di saat Bin Alawi menegaskan urgensi berlanjutnya perundingan damai dengan rezim Zionis, ketua Juru Runding Palestina, Saeb Arekat Sabtu lalu mengecam keras pelanggaran yang dilakukan Israel. Pasalnya, belum lama ini, rezim Zionis memutuskan akan membangun 600 unit permukiman Zionis di Baitul Makdis. Arekat menegaskan, tujuan keputusan ini untuk menggerus seluruh upaya memulai perundingan sebagaimana disuarakan publik internasional. Pengumuman penghentian sebagian permukiman Zionis hanya akal bulus Tel Aviv untuk menipu masyarakat dunia. Karena hingga kini, rezim Zionis tidak pernah menghentikan pembangunan permukiman Zionis walaupun sekejap. Sejatinya, pengumuman penghentian parsial pembangunan permukiman Zionis mengemuka, setelah pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas mundur dari perundingan damai dengan rezim Zionis. Pada Desember 2008 lalu, Mahmoud Abbas menyatakan tidak akan memulai perundingan damai, selama Tel Aviv tidak menghentikan seluruh pembangunan permukiman Zionis. Namun, tuntutan ini bukan hanya tidak dijalankan oleh Tel Aviv, bahkan rezim Zionis melakukan aksi lebih brutal dengan mengklaim Mesjid Ibrahim dan Mesjid Bilal sebagai warisan budayanya. Meski demikian, anehnya para menlu Arab termasuk Mesir yang mengecam keputusan terbaru rezim Zionis membangun 600 unit permukiman Zionis di tanah Palestina, masih menghendaki berlanjutnya perundingan damai dengan Israel. Padahal, mereka menyaksikan sendiri fakta sejarah bahwa perundingan damai dengan rezim Zionis yang dimulai sejak 1978 senantiasa merugikan bangsa Palestina. Hani Al-Mesri, salah seorang analis politik Mesir menyatakan, Israel hendak melanjutkan perundingan tanpa janji dan komitmen. Tel Aviv berupaya menutupi kejahatannya dan tetap melanjutkan pembangunan permukiman Zionis serta menutup seluruh jalan alternatif. Para menlu negara Arab, sebagaimana ditegaskan Menlu Oman dalam pertemuan tingkat menlu, menegaskan, Gedung Putih dan sejumlah pemimpin negara Arab berkomitmen melanjutkan perundingan antara Pihak Otorita Ramallah dengan Israel. Lalu, apa yang diharapkan dari perundingan dengan Israel, kecuali hanya sekedar pepesan kosong belaka. Baca juga: Ada Udang di Balik Lawatan Abbas ke Mesir |
0 comments to "Damai atau perang?????.."