| Kyrgyzstan Kecele, Tapi Terlanjur Basah | | | |
| | |
Harapan Kyrgyzstan untuk menaikkan posisinya di kawasan melalui persetujuannya atas pembangunan pangkalan militer AS pupus. Tidak hanya itu, selain harapan tersebut musnah, kini Kyrgyzstan menghadapi krisis baru yang lebih rumit yaitu terkikisnya kepercayaan sekutu negara ini menyusul keberadaan pangkalan Amerika Serikat di Kyrgyzstan. Manas, Pangkalan militer AS di Kyrgyzstan, dibangun pada masa yang sangat sensitif, ketika media massa Amerika Serikat gencar mempropagandakan anti-terorisme pasca 11 September dan pemberantasan Al-Qaeda di dunia. Kyrgyzstan termakan jebakan propaganda tersebut. Saat itu, Kyrgyzstan memiliki ketergantungan besar dengan Amerika Serikat dan berharap kehadiran militer Amerika di Bishkek akan mendongkrak posisi Kyrgyzstan di tingkat regional maupun global. Sejumlah pejabat dan pakar politik Kyrgyzstan beranggapan keberadaan pangkalan militer AS Manas itu akan memperkokoh posisi Kyrgyzstan dalam politik luar negeri As. Secara otomatis investasi dan dana bantuan Amerika untuk perkembangan Kyrgyzstan. Delapan tahun berlalu sejak kehadiran pasukan Amerika di Bishke, namun bantuan pembangunan untuk Kyrgyzstan tidak pernah tercantum dalam agenda pemerintah AS. Bahkan kondisi Kyrgyzstan lebih buruk dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum 2001. Bagaimana dengan pendapatan dari penyewaan pangkalan Manas tersebut? Secara lahiriah, dana yang didapatkan dari penyewaan lokasi untuk pangkalan militer AS itu membantu bujet Kyrgyzstan. Namun pada hakikatnya, hanya sedikit dana yang mengalir ke kantong pemerintah. Karena sebagian besar dana yang diterima dari layanan dan jasa untuk pangkalan militer Manas itu dikuasai oleh perusahaan-perusahaan swasta milik pejabat tinggi Kyrgyzstan. Dalam hal ini, Amerika Serikat lebih memilih kontrak ilegal dengan pihak Kyrgyzstan sehingga dengan demikian mereka akan lebih bergantung pada Amerika. Di sektor politik internasional, harapan Kyrgyzstan untuk tampil bangga karena keberadaan militer AS di negaranya itu juga justru berdampak kontraproduktif. Rusia menilai kehadiran militer AS itu sebagai ancaman bagi kepentingan geopolitiknya. Kini, pilihan sulit menghadang Kyrgyzstan apakah harus melanjutkan kontrak penyewaan wilayah untuk pangkalan militer Amerika itu atau tidak. Baca juga: |
Harapan Kyrgyzstan untuk menaikkan posisinya di kawasan melalui persetujuannya atas pembangunan pangkalan militer AS pupus. Tidak hanya itu, selain harapan tersebut musnah, kini Kyrgyzstan menghadapi krisis baru yang lebih rumit yaitu terkikisnya kepercayaan sekutu negara ini menyusul keberadaan pangkalan Amerika Serikat di Kyrgyzstan.
0 comments to "Kyrgyzstan terpedaya Amerika"