Tim medis yang dikoordinasi dr Heri Purwosusanto telah membuang kotoran yang menumpuk di ususnya. Perut Ridho yang selama ini membesar pun telah mengempis.
SAAT disambangi, Jumat (12/3/2010), bocah bernama lengkap Muhammad Ridho Rifai itu sedang tidur dengan pulas. Di dada dan perut nya terpasang tiga alat pendeteksi tekanan jantung. Pada bagian perut juga terdapat balutan perban. Pun dengan tangan kanannya. Balutan perban membungkus jarum infus.
Begitu kain putih yang menutupi tubuh dibuka sang ibu, Yuniana (29), Ridho sontak bangun. Dia meringis sambil berkata,"mimik...mimik."
Yuniana langsung menyusuinya. Ridho kembali tenang. "Alhamdulilah, dia lebih sehat. Menyusunya juga sudah banyak. Sebelum dioperasi, Ridho sering rewel dan susah makan serta minum. Semoga dia segera sembuh," katanya.
Ridho dioperasi selama satu jam sejak pukul 09.00 Wita. "Dia sudah bisa buang angin makanya boleh dikasih minum," katanya.
Meski harus menjalani dua operasi lagi, Yuniana mengaku lega, "Kata dokter, operasi selanjutnya paling lama enam bulan lagi. Operasi pertama pengeluaran kotoran, kemudian perbaikan saluran pembuangan, terakhir operasi pengembalian saluran anus," kata Yuniana.
Sejak dilahirkan, Ridho mengalami penyempitan di bagian usus dan menyebabkan ia susah buang air besar dan buang angin. Akibatnya, perut bocah itu menggembung seperti bayi yang mengalami busung lapar.
Agar bisa buang air besar, Yuniana terpaksa memasukkan jarinya ke dalam dubur putra keduanya tersebut. Itu pun tidak terlalu banyak. Alhasil, Ridho lebih sering menahan rasa sakit setiap kali buang air besar.
Menurut yuniana, saat dilahirkan di RSUD Banjarbaru, dokter sudah memvonis Ridho mengalami penyempitan usus. Untuk bisa buang air besar, saat itu dokter menyarankan agar memasukkan termometer untuk merangsang kotoran keluar.
Namun, cara ini tak selamanya efektif. Lama kelamaan, dubur Ridho lecet. Karena tak tega melihat anaknya kesakitan dan takut menjadi infeksi, Yuniana akhirnya mengurangi intensitas memasukkan jari ke dalam dubur Ridho. Ironisnya, hal tersebut justru membuat Ridho makin tersiksa.
Diakui Yuniana yang mengandalkan hidup dengan berjualan lontong --sang suami menikah lagi-- jika dua sampai tiga hari tidak dirangsang dan tidak buang air besar, perut Ridho akan membesar karena kembung tidak bisa buang angin. Dalam situasi seperti ini, Yuniana hanya bisa menangis.(b.post)
0 comments to "Perut Ridho Mengempis"