Home , , , , � Rusia panen.....

Rusia panen.....

Rusia Petik Buah Dualismenya Terhadap Iran



Sample ImageRusia akhirnya memetik buah dari dualismenya terhadap Republik Islam Iran. Sebagai imbalannya Perancis setuju menjual empat armada kapal perangnya kepada Rusia.

Perundingan

Perancis dan Rusia kemarin (1/3) berunding soal penjualan empat kapal Mistral, kapal pengangkut helikopter tipe amphibi. Ini merupakan pembelian perangkat perang pertama Rusia dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sejak Perang Dingin. Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, dalam jumpa pers bersama sejawatnya asal Perancis, Nikola Sarkozy, di Paris menyatakan, " Ini merupakan simbol kepercayaan antarnegara kita."

Menyikapi kecemasan bahwa kapal tersebut akan digunakan untuk negara-negara tetangga Rusia seperti Georgia dan negara-negara Baltik, Sarkozy mengatakan, era Perang Dingin telah berakhir. Ia mengharapkan peningkatan kepercayaan di Rusia seraya menyatakan bahwa pihaknya menilai Rusia sebagai partner strategis dan "sahabat Perancis."

Kesepakatan Baik dan Sanksi Iran

Sarkozy menilai kontrak pembelian empat kapal tersebut sebagai kesepakatan baik. Dua kapal Mistral akan dibangun di Perancis dan dua sisanya di Rusia.

Adapun kesepakatan dua negara itu dinilai sejumlah pihak sangat erat kaitannya dengan sanksi Iran. Selama beberapa waktu, Rusia menunjukkan penentangan keras atas sanksi baru terhadap Iran yang gencar di kampanyekan oleh Amerika Serikat.

Secara terpisah Medvedev menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung sanksi baru terhadap Iran oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa jika sanksi tersebut benar-benar dipikirkan matang.

"Sayangnya seluruh upaya kita untuk meyakinkan para pejabat tinggi Iran, harapan kami untuk menggulirkan program nuklir di bawah kontral masyarakat dunia hingga kini tidak membuahkan hasil," kata Medvedev. Namun ia menekankan sanksi yang tidak merugikan rakyat.

Hanya Satu Tersisa

Menyusul persetujuan Rusia terhadap pemberlakuan sanksi baru terhadap Iran meski bersyarat, kini hanya tersisa satu negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang bersikeras menolak sanksi tersebut, yaitu Cina. Negara pemegang hak veto ini sebelumnya mengancam akan menggunakan hak istimewanya guna mementahkan resolusi sanksi baru atas Iran.

Tidak mustahil jika Cina pun pada akhirnya mengiringi langkah Barat memberlakukan sanksi terhadap Iran. Cina hingga kini masih menghadapi embargo senjata dari Amerika Serikat. Apabila Washington bersedia mencabut embargo senjatanya terhadap Cina, maka boleh jadi Beijing menunjukkan sikap yang lebih lunak di hadapan persuasi Barat soal Iran.

Reaksi Iran

Rencana sanksi yang diharapkan berpangkal pada penghentian program nuklir Iran itu, direaksi keras oleh Republik Islam Iran. Para pejabat negara ini mulai dari Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, presiden dan parlemen, bahkan hingga rakyat, menegaskan bahwa program nuklir untuk tujuan sipil akan terus dilanjutkan.

Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, (1/3) menyatakan, "Sanksi terhadap program nuklir sipil Iran tidak akan berdampak apapun."

Di sektor ekonomi, Kepala Kamar Dagang Republik Islam Iran (ICC) Mohammad Nahavandian menyatakan, "Iran telah membutikan bahwa perekonomiannya tidak akan goyah dengan sanksi... tujuan yang telah dikemukakan dari sanksi tersebut sepenuhnya politis dan tidak akan pernah tercapai."

Menurutnya, sanksi pasti berpengaruh pada harga dan dipastikan harga transaksi akan melambung. Namun perdagangan tidak akan berhenti. 14:40:17

Baca juga:

Iran Akan Uji Coba Bom Qassed-2

Surat Iran ke IAEA Bongkar Ingkar Janji AS, Perancis dan Jerman

Iran akan Hukum Barat

0 comments to "Rusia panen....."

Leave a comment