Republik Islam Iran dan Qatar hari ini (Selasa,9/3/2010) menandatangani kesepakatan keamanan di Doha. Kesepakatan ini merupakan sebuah langkah untuk memperluas dan memperkuat kerjasama bilateral dan penegasan bahwa keamanan Timur Tengah merupakan tanggung jawab negara-negara di kawasan. Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jasim bin Jabir al-Thani dalam pertemuannya dengan Menteri Dalam Negeri Iran Mustafa Mohammad Najjar di Doha hari ini, menyatakan kepuasannya atas penandatanganan kesepakatan keamanan Iran dan Qatar.
Sheikh Hamad al-Thani menilai kesepakatan itu sebagai langkah maju kerjasama kedua negara. Ia berharap hubungan Qatar dan Iran dapat terus ditingkatkan. Seraya mendukung program nuklir damai Iran, Sheikh Hamad al-Thani menyatakan bahwa Doha tidak akan mengizinkan negara manapun mengintervensi hubungan Iran dan Qatar.
Dalam pertemuan itu, Mohammad Najjar menegaskan bahwa kerjasama keamanan sebagai sebuah strategi di dunia Islam. Seraya menilai pasukan pendudukan dan asing sebagai pemicu ketidakamanan di kawasan, Najjar menandaskan, negara-negara Teluk Persia dapat menciptakan stabilitas dan keamanan melalui kerjasama kolektif. Ditambahkannya, contoh kerjasama itu adalah penandatanganan kerjasama keamanan antara Iran dan Qatar.
Menyinggung proyek Iranphobia yang dilancarkan arogan dunia di kawasan, Najjar menegaskan bahwa Barat bermaksud memisahkan Iran dengan negara-nagara Arab, namun mereka selalu gagal.
Kedua pejabat menegaskan pentingnya peran aktif negara-negara di kawasan dalam menjamin keamanan Teluk Persia. Penegasan ini bukti atas kesiapan kedua negara menerima tanggung jawab menyangkut nasib kawasan.(irib,berbagai sumber)
0 comments to "Strategi Baru Iran"