Home , � Apa itu Osteoporosis ?

Apa itu Osteoporosis ?



Osteoporosis berarti “tulang keropos”, adalah suatu kemunduran kondisi tulang dengan berkurangnya kepadatan mineral, massa, dan kekuatan tulang. Hal ini berakibat pada tipisnya tulang dan kemungkinan terjadinya keretakan.


Gejala Osteoporosis

Gejala awal osteoporosis bisa dari tidak begitu terasa sampai pada nyeri punggung.
Gejala tingkat lanjut osteoporosis antara lain turunnya berat badan, perubahan bentuk tulang belakang (bongkok, berpunuk), keretakan pinggul/ lengan/pergelangan tangan, diikuti dengan rasa sakit ringan sampai pada rasa sakit yang sangat, dan mendadak sakit pada tulang belakang.


Test Kepadatan Tulang untuk mengetahui Osteoporosis

1. Metode test yang terpercaya saat ini adalah DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry). Cara ini lebih aman karena rendah radiasi.
2. “Osteomark-NXT test”, cara ini dengan mengukur kadar “cross-linked N-telopeptide of Type I” dalam kolagen, yaitu senyawa dalam tulang yang terpecah ke dalam urine.

Proses Terjadinya Osteoporosis

Apa yang menyebabkan tulang dapat kehilangan kadar/ kepadatan mineral?
Bagian tubuh manakah yang paling menderita akibat osteoporosis?
Tulang tersusun dari jaringan-jaringan yang secara terus-menerus mengalami kerusakan dan selalu memperbarui pada tingkat sel. Pengobatan konvensional hanya memperhatikan pada sebab diet kekurangan kalsium dan kemunduran estrogen setelah menopause.
Tetapi metabolisme tulang sangatlah kompleks, melibatkan berbagai nutrisi termasuk vitamin D, K, B6, B12, asam folat, dan mineral-mineral ( Boron, Magnesium, dan Fosfor serta Kalsium.
Estrogen sering mengalihkan betapa pentingnya progesteron pada perlakuan dan pencegahan osteoporosis. Meskipun estrogen mengatur “osteoclast” (sel-sel tulang khusus yang menghilangkan bagian tulang mati dikarenakan kekurangan mineral), progesteron mempengaruhi pembentukan sel-sel tulang, yang disebut “osteoblast” yang melibatkan kalsium, magnesium, dan fosfor dari darah untuk mengganti massa tulang yang hilang. Kombinasi dari nutrisi dan hormon inilah yang membentuk sistem penanggulangan dan pencegahan osteoporosis.
Osteoporosis dapat terjadi di mana saja pada susunan tengkorak kita, tetapi paling sering pada tulang belakang, pinggul, dan rusuk. Bagian inilah yang paling berat menanggung berat badan, oleh karena itiu seiring dengan bertambahnya usia (lanjut) timbul rasa sakit, berubah bentuk, dan kemungkinan terjadi keretakan.

Penyebab Osteoporosis dari dalam tubuh

Massa tulang secara normal berkurang 1.5% – 2% per tahun baik pada pria maupun wanita setelah usia 40 tahun. Tetapi kaum wanita umumnya mempunyai risiko yang lebih besar untuk terkena osteoporosis karena secara alami ukuran / massa tulang dan otot kaum wanita lebih kecil daripada kaum pria.
Sekitar 1 dari 4 wanita menderita osteoporosis setelah menopause, sebagaian lagi karena berkurangnya progesteron sebelelum masa menopause dan menurunnya estrogen setelah masa menopause.
Pada kaum pria osteoporosis kejadiannya lebih sering ditemukan pada pecandu alkohol, obat-obat terlarang, dan penderita hipertiroid.

Penyebab Osteoporosis karena pola makan

Protein penting bagi kesehatan, tetapi kelebihan asupan protein secara kimiawi dapat mengarah pada osteoporosis seiring bertambahnya usia. Tulang berada pada kondisi terbaik dalam tubuh yang sedikit alkali, sehingga pada saat banyak mengkonsumsi protein hewani tubuh menjadi bersifat asam. Selanjutnya tubuh akan menangkal ke-asam-an tersebut dengan cara menarik mineral alkali dari dalam tulang, misalnya kalsium.
Selain protein hewani, hal yang sama juga berlaku pada pemanis buatan, gula halus, minuman ringan (softdrink – mengandung kadar fosfat yang tinggi, sehingga menggangu kesetimbangan mineral dalam dalam tubuh), dan kurangnya asupan sayuran hijau (sayuran hijau banyak mengandung vitamin dan mineral).

Nutrisi yang perlu untuk Osteoporosis

Perbanyak makan yang mengandung kalsium dan mineral lainnya, misalnya produk susu, keju, buah dan sayur (bayam, brokoli, kobis/kol, dan juga teh hijau, dll).
Produk olahan dari kedelai, dengan kandungan isoflavon-nya (tahu, tempe, susu kedelai) juga baik untuk tulang terutama bagi yang sudah masuk masa menopause.
Apel mengandung flavonoid unik yang disebut floridzin dapat mencegah osteoporosis yang berkaitan dengan masa menopause.

Makanan yang perlu dihindari / dikurangi :

Kopi, daging, softdrink, pemanis buatan, gula halus.

Semoga bermanfaat

==================================================
Referensi : http://www.whfoods.org/, berbagai sumber.
Pustaka :
* Armamento-Villareal RC, Thompson JN, Napoli N, Civitelli R. Poster presentation #P696MO. Effects of Dietary Calcium vs. Calcium Supplements on Estrogen Metabolism and Bone Density. Toronto Bone-Health Congress, 2006.
* Chen YM, Ho SC, Lam SS, Ho SS, Woo JL. Soy isoflavones have a favorable effect on bone loss in Chinese postmenopausal women with lower bone mass: a double-blind, randomized, controlled trial. J Clin Endocrinol Metab. 2003 Oct;88(10):4740-7.
* Cheng S, Lyytikainen A, Kroger H, Lamberg-Allardt C, Alen M, Koistinen A, Wang QJ, Suuriniemi M, Suominen H, Mahonen A, Nicholson PH, Ivaska KK, Korpela R, Ohlsson C, Vaananen KH, Tylavsky F. Effects of calcium, dairy product, and vitamin D supplementation on bone mass accrual and body composition in 10-12-y-old girls: a 2-y randomized trial. Am J Clin Nutr. 2005 Nov;82(5):1115-26. PMID:16280447.
* Devine A, Hodgson JM, Dick IM, Prince RL. Tea drinking is associated with benefits on bone density in older women. Am J Clin Nutr. 2007 Oct;86(4):1243-7. PMID:17921409.
* Lukacs JL, Booth S, Kleerekoper M, Ansbacher R, Rock CL, Reame NE. Differential associations for menopause and age in measures of vitamin K, osteocalcin, and bone density: a cross-sectional exploratory study in healthy volunteers. Menopause. 2006 September/October;13(5):799-808. PMID:16912661.
* Ma DF, Qin LQ, Wang PY, Katoh R. Soy isoflavone intake increases bone mineral density in the spine of menopausal women: meta-analysis of randomized controlled trials. Clin Nutr. 2008 Feb;27(1):57-64. PMID:18063230.
* Ma DF, Qin LQ, Wang PY, Katoh R. Soy isoflavone intake inhibits bone resorption and stimulates bone formation in menopausal women: meta-analysis of randomized controlled trials. Eur J Clin Nutr. 2008 Feb;62(2):155-161. PMID:17392695.
* Napoli N, Thompson J, Civitelli R, Armamento-Villareal RC. Effects of dietary calcium compared with calcium supplements on estrogen metabolism and bone mineral density. Am J Clin Nutr. 2007 May;85(5):1428-33. PMID:17490982.
* Puel C, Quintin A, Mathey J, Obled C, Davicco MJ, Lebecque P, Kati-Coulibaly S, Horcajada MN, Coxam V. Prevention of bone loss by phloridzin, an apple polyphenol, in ovariectomized rats under inflammation conditions. Calcif Tissue Int. 2005 Nov;77(5):311-8. Epub 2005 Nov 16. PMID:16307390.
* Sun D, Krishnan A, Zaman K, Lawrence R, Bhattacharya A, Fernandes G. Dietary n-3 fatty acids decrease osteoclastogenesis and loss of bone mass in ovariectomized mice. J Bone Miner Res Jul;18(7):1206-16. 2003.
* Watkins BA, Li Y, Seifert MF. Nutraceutical fatty acids as biochemical and molecular modulators of skeletal biology. Am J Clin Nutr 2001;20(5):410S-420S 2001.

sumber:http://melileasehat.wordpress.com/

0 comments to "Apa itu Osteoporosis ?"

Leave a comment