Home � Tafsir Mimpi Jahat Zionis (Serial)

Tafsir Mimpi Jahat Zionis (Serial)














Tafsir Mimpi Jahat Zionis (Bagian 1)


Baitul Maqdis (Al-Quds al-Sharif/Tempat Yang Suci) adalah sebuah kota kuno yang terletak di wilayah Palestina pendudukan. Kota tua ini memainkan peran penting bagi agama Islam, Kristen, dan Yahudi. Ia merupakan kota paling suci bagi umat Kristen dan Yahudi, dan tempat ketiga paling suci bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah. Di tengah masyarakat dunia, kota ini lebih dikenal dengan nama Jerusalem yang berarti tempat yang aman untuk didiami. Baitul Maqdis menyimpan banyak peninggalan sejarah yang berhubungan dengan agama-agama langit dan salah satunya adalah Masjid al-Aqsa. Bangunan suci ini telah menjadi saksi kunci dari peristiwa bersejarah Isra dan Mikraj Nabi Muhammad Saw.

Kitab suci al-Quran dalam ayat pertama surah al-Isra menyatakan bahwa Allah Swt telah memberkati sekitar Masjid al-Aqsa. Perjalanan Nabi Saw ke langit yang dimulai dari masjid ini merupakan peristiwa monumental bagi umat Islam. Namun dengan segala keagungan dan kemegahan yang dimilikinya, tempat suci itu telah menjadi bulan-bulanan rezim Zionis Israel. Kehadiran Zionis di bumi Palestina mengancam eksistensi Masjid al-Aqsa dan melecehkan semua umat beragama di dunia. Sejak tahun 1967 hingga sekarang, Zionis tak pernah berhenti berupaya untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa dan mengklaim bahwa tempat suci itu dibangun di atas Kuil Nabi Sulaiman as. Dengan klaim itu, Zionis ingin meratakan Masjid al-Aqsa dan membangun kembali Kuil Sulaiman.

Kuil Sulaiman diyakini sebagai tempat ibadah bani Israil yang dibangun tahun 960 sebelum masehi oleh Nabi Sulaiman. Akan tetapi 370 tahun setelah itu, tempat tersebut dihancurkan oleh bangsa Babilonia yang melakukan ekspansi ke sana. Pada tahun 70 Masehi, tentara Rumawi juga menyerang kota Jerusalem dan meratakan tempat ibadah umat Yahudi tersebut. Tentara Rumawi tidak menyisakan bekas apapun dari tempat ibadah yang amat diagungkan oleh bani Israil ini. Namun setelah munculnya ideologi Zionisme, kaum Zionis mulai mengklaim bahwa Masjid al-Aqsa dibangun di atas lokasi Kuil Sulaiman. Pasca terbentuknya Israel di negeri Palestina tahun 1948 yang disusul dengan pendudukan kota Baitul Maqdis tahun 1967, Zionis semakin gencar melakuan upaya perusakan Masjid al-Aqsa untuk membangun Kuil Sulaiman di lokasi itu.

Menurut keyakinan Zionis, lokasi Masjid al-Aqsa adalah pusat dari negeri Palestina. Untuk itu, dengan menghancurkan masjid ini dan mendirikan Kuil Sulaiman di atas lokasi tersebut, akan tercipta imipian Zionis. Tak diragukan bahwa agama Yahudi telah mengalami perubahan dan pendistorsian sepanjang sejarah. Dan sekarang, agama yang telah disimpangkan ini dimanfaatkan oleh Zionis untuk mengejar tujuan dan kepentingan mereka. Masalah pembentukan sebuah pemerintahan Yahudi dan kepulangan kaum Yahudi ke bumi Palestina yang dijanjikan, merupakan salah satu contoh nyata dalam kasus ini. Padahal, tidak sedikit pengikut agama Yahudi dan rabi mereka yang menentang berdirinya rezim Zionis di negeri Palestina.

Sejumlah pakar sejarah dan arkeolog dunia meragukan keberadaan Kuil Sulaiman di lokasi Masjid al-Aqsa. Setelah melakukan riset panjang dan berkali-kali meninjau masjid ini, Maier Boun Douf, seorang arkeolog terkenal di tahun 2004 menyatakan, "Kuil Sulaiman tidak berada di bawah Masjid al-Aqsa dan dapat dipastikan bahwa hal ini termasuk di antara mitos-mitos yang dikarang oleh rezim Zionis untuk membubuhkan nuansa religius pada eksistensi Israel yang illegal." Pandangan semacam ini juga dikuatkan oleh sejumlah pakar independen setelah melakukan riset panjang. Meski demikian, Zionis masih terus melakukan penggalian di bawah Masjid al-Aqsa, dan hingga kini penggalian masih berlanjut karena mereka masih belum berhasil menemukan sedikitpun bukti yang menunjukkan puing-puing reruntuhan Kuil.

Pada 25 Agustus 1095, pecahlah rangkaian Perang Salib antara kaum Muslimin dan umat Kristiani. Tujuan jangka pendek orang-orang Kristen adalah menguasai Baitul Maqdis, namun tujuan mereka sesungguhnya adalah bergerak ke arah Timur untuk menguasai wilayah Islam yang luas dan menjajah kaum Muslimin. Tentara Salib setelah beberapa kali berperang dengan kaum Muslimin sepanjang perjalanan menuju Baitul Maqdis, akhirnya berhasil mencapai kota ini dan menjajahnya pada tahun 1099. Rakyat kota ini dibunuh massal dan harta benda mereka dijarah. Pada akhir abad ke-12, pasukan Muslim di bawah pimpinan Salahuddin al-Ayubi berhasil mengalahkan Tentara Salib dan pada tahun 1187, kota Baitul Maqdis berhasil direbut kembali oleh kaum Muslimin.

Perang antara kedua pihak masih terus berlangsung hingga tahun 1270, tetapi Tentara Salib tetap tidak mampu merebut kembali kota Baitul Maqdis. Namun demikian, perang ini telah memperkenalkan peradaban Islam kepada Barat dan memberikan pengaruh kebudayaan, ilmu, dan sosial yang besar terhadap Eropa abad pertengahan.

Sejak menduduki Baitul Maqdis tahun 1967, Zionis berkali-kali melakukan upaya penghancuran Masjid al-Aqsa, yang salah satunya adalah pembakaran masjid ini tahun 1969. Untuk mencegah kemarahan umat Islam sedunia dan kutukan masyarakat internasional, rezim Zionis mengesankan bahwa aksi pembakaran dilakukan oleh seorang Yahudi ekstrem. Setelah peristiwa itu, Israel sering mengungkap adanya kelompok-kelompok Yahudi ekstrem yang ingin menghancurkan Masjid al-Aqsa. Secara terorganisir, mereka juga melakukan penggalian di bawah lokasi masjid dengan alasan untuk melakukan riset arkeologi dan mencari sisa-sisa peninggalan Kuil Sulaiman.

Tak dipungkiri bahwa Israel mendukung dan merestui aksi perusakan Masjid al-Aqsa oleh warga Zionis. Akan tetapi, untuk mengelabui opini publik dunia, khususnya umat Islam, Tel Aviv menyatakan menentang tindakan ekstrem tersebut. Israel berusaha mengesankan bahwa segala bentuk aksi perusakan Masjid al-Aqsa tidak ada kaitannya dengan rezim Tel Aviv, sebab dilakukan oleh orang-orang ekstrem. Padahal, selama ini rezim Zionis telah melakukan berbagai tindakan yang bisa dikategorikan sebagai upaya penghancuran Masjid al-Aqsa, seperti larangan bagi warga Palestina untuk memasuki masjid itu, Judaisasi kota Baitul Maqdis, pengusiran umat Islam dari kota ini, pembanguan tembok pemisah di kota itu, dan pelarangan untuk merenovasi Masjid al-Aqsa.

Untuk melegalisasi tindakan perusakan Masjid al-Aqsa, kelompok-kelompok Yahudi ekstrem meminta surat izin dari pengadilan Israel. Mahkamah Agung Israel, yang selama ini berusaha mengesankan netralitasnya, telah mengeluarkan keputusan yang secara tidak langsung mendukung penghancuran Masjid al-Aqsa secara perlahan. Pada tahun 1983, Mahkamah Agung Israel mengeluarkan keputusan yang mengizinkan umat Yahudi menjalankan ibadah di pintu Babul Magharibah yang berada di luar komplek Masjid al-Aqsa. Dan pada 1999, Mahkamah ini mengeluarkan keputusan baru yang mengizinkan warga Yahudi beribadah di halaman Masjid al-Aqsa. Tragisnya lagi, pada 2001 Mahkamah Agung Israel membolehkan umat Yahudi untuk meletakkan batu pondasi bagi pembangunan Kuil Sulaiman di Babul Magharibah.

Salah satu hal menarik dalam proses penghancuran Masjid al-Aqsa adalah kerjasama yang dilakukan orang-orang Kristen Zionis dengan Yahudi Zionis. Kristen Zionis adalah kelompok pengikut agama Kristen yang memiliki kepercayaan dan pemikiran yang mirip dengan orang-orang Zionis. Mereka juga meyakini bahwa di akhir zaman, Yesus akan kembali ke dunia. Untuk menyongsong kedatangan Yesus, Masjid al-Aqsa harus dihancurkan dan Kuil Sulaiman harus dibangun di lokasi itu. Kesamaan pandangan inilah yang mendorong dua kelompok dari dua agama berbeda ini saling bekerjasama untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa.

Saat ini, masih ada kesempatan bagi umat Islam untuk melindungi kiblat pertama mereka dan tempat Mikraj Nabi Saw. Umat Islam harus bersatu untuk menghadapi arogansi Zionis dan para pendukungnya. Umat Islam memiliki kekuatan besar yang selama ini mereka lupakan. Dengan bersatu, kekuatan dan rasa percaya diri akan mereka raih kembali. Sejarah beberapa puluh tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa PBB dan pihak manapun juga tidak akan bisa menghentikan aksi perusakan Masjid al-Aqsa oleh Zionis. Masjid al-Aqsa hanya bisa diselematkan oleh umat Islam, dan mereka inilah yang harus berbuat sesuatu. (IRIB Indonesia)

Tafsir Mimpi Jahat Zionis (Bagian 2 Akhir)


Pendiri Gerakan Zionisme Internasional, Theodor Herzl pada sidang pertama organisasinya di Swiss pada tahun 1898 mengatakan, "Jika kita berhasil menduduki kota Jerusalem, dan saya masih hidup serta mampu bekerja, maka saya akan membongkar semua tempat suci selain Yahudi. Saya akan bakar semua peninggalan sejarah yang pernah ada di kota tersebut selama berabad-abad." Para pemimpin dan pendiri Zionisme mulai dari Theodor Herzl sampai Ben Gurion (Perdana menteri Israel pertama) percaya bahwa yahudisasi al-Quds tidak akan sempurna kecuali dengan menghancurkan sakralitas Islam dan Kristen di kota itu.

Mereka percaya bahwa pembangunan Kuil Nabi Sulaiman as di lokasi Masjid al-Aqsa di Baitul Maqdis adalah sebuah masalah yang menunggu kesempatan baik saja. Oleh sebab itu sejak menduduki Baitul Maqdis tahun 1967 sampai sekarang, Zionis melakukan upaya luas untuk menghancurkan tempat-tempat suci di tanah Palestina, terutama Masjid al-Aqsa. Para pejabat Tel Aviv menggunakan semua sarana untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa dan membangun kuil yang diklaim oleh Yahudi. Salah satu peristiwa memilukan pada tahun-tahun itu adalah pembakaran Masjid al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam oleh seorang Yahudi ekstrem keturunan Australia, Denis Michael Rohan pada Agustus 1969.

Rohan masuk ke Masjid al-Aqsa, lalu mengguyur minyak ke mimbar. Api disulut, dan papan berusia 800 tahun di mimbar itu pun hangus. Peristiwa itu juga menghanguskan peninggalan-peninggalan bersejarah, seperti mimbar yang dibuat oleh tokoh Islam legendaris masa Perang Salib, Salahudin al-Ayubi, Masjid Umar, Mihrab Zakariya, Maqam Arbain, dan Darul Khatabah. Alasan Rohan membakar Masjid al-Aqsa, seperti diakuinya di pengadilan Israel, adalah untuk memperkuat kebangkitan kembali Isa al-Masih (Yesus), dan membantu Zionis membangun kembali kuil di tempat masjid itu. Pembakaran Masjid al-Aqsa memantik reaksi serius dari dunia Islam waktu itu.

Peristiwa itu terjadi melalui kerjasama dengan para pejabat Tel Aviv, sebab walikota al-Quds pendudukan waktu itu, sengaja memutus aliran air ke Masjid al-Aqsa dan mobil-mobil pemadam kebakaran juga baru tiba di lokasi kejadian setelah api padam. Selain itu, Israel membebaskan Rohan dengan alasan sakit jiwa. Atas alasan itu  Rohan tidak bisa dituntut atas perbutannya. Perilaku tersebut membuktikan konspirasi jahat Zionis untuk memusnahkan Masjid al-Aqsa dan membangun kembali Kuil Sulaiman. Tragedi ini merupakan catatan sejarah yang paling menyedihkan dalam sejarah umat Islam. Masjid al-Aqsa yang begitu suci itu dihina sedemikian rupa.

Pembakaran Masjid al-Aqsa pada 21 Agustus 1969 hanya bagian kecil dari upaya Zionis untuk memusnahkan tempat suci itu. Setelah peristiwa itu, Zionis mulai gencar melakukan operasi perusakan terhadap simbol suci agama itu. Pada dekade 1990, Benjamin Netanyahu meluncurkan proyek penggalian tunel di bawah Masjid al-Aqsa. Aksi ini bertujuan untuk menggoyah pondasi-pondasi masjid sehingga bisa rubuh jika terjadi gempa kecil. Operasi perusakan itu mendapat reaksi keras dari umat Islam dunia dan faksi-faksi Palestina dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga terpaksa melibatkan diri dalam kasus itu. Akan tetapi, semua usaha gagal menghentikan brutalitas Israel yang mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat.

Kini, setelah hampir dua dekade dari penggalian itu, Yayasan Wakaf al-Aqsa menyatakan bahwa Israel telah menambah jumlah penggali dan jam kerja mereka serta memperluas area galian sampai ke jalan yang berujung di Babul Magharibah, di luar komplek Masjid al-Aqsa. Mereka sekarang telah merampungkan enam tunel di bawah bangunan suci tersebut. Israel bahkan ingin memperluas Tembok Buraq (tempak Mikraj Nabi Muhammad Saw) atau Tembok Ratapan, dengan alasan untuk tempat ibadah kaum Yahudi serta membangun sebuah tempat ibadah untuk perempuan di samping Babul Magharibah.

Sebenarnya, tujuan utama Israel dari aksi itu adalah untuk menghancurkan peninggalan-peninggalan sejarah Islam yang bersebelahan dengan Tembok Buraq dan membangun kuil di dalam Masjid al-Aqsa. Israel ingin menghapus semua syiar-syiar agama dan sejarah Muslim di Baitul Maqdis dan mengubahnya menjadi sebuah wilayah yang sepenuhnya Yahudi. Langkah-langkah yang diambil Israel untuk tujuan itu antara lain, menghapus identitas penduduk asli di kota itu, menutup bank-bank Arab, menghancurkan rumah-rumah warga Palestina, memperluas pemukiman Zionis, dan mengganti simbol-simbol Arab di tempat itu.

Para pengamat berpendapat, tindakan penjajah Israel menggusur sejumlah gedung dan bangunan milik umat Islam di kawasan al-Buraq, sebagai langkah awal membangun kuil, yang sangat mengancam tempat suci umat Islam. Pengamat masalah al-Quds, Jamal Amru menyatakan, penggusuran bangunan milik umat Islam di areal al-Buraq menjadi ancaman besar dan aplikasi nyata keputusan Israel yang menganggap kawasan Masjid al-Aqsa bagian tak terpisahkan dari Israel. Saat ini, Masjid al-Aqsa mengalami bahaya terbesar sepanjang sejarahnya, pasukan Israel bersenjata lengkap lalu lalang memasuki halaman masjid, di samping kelompok Yahudi yang melakukan ritual agama mereka di halaman al-Aqsa.

Sekarang setelah 45 tahun pendudukan Baitul Maqdis dan penistaan terhadap semua resolusi internasional oleh Israel, dunia menyaksikan peningkatan upaya-upaya untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa dan yahudisasi kota suci tersebut. Zionis sedang berusaha menjadikan Baitul Maqdis sebaga ibukota Yahudi dunia dengan terlebih dahulu menghapus identitas Islam di kota itu. Pembangunan pemukiman ilegal Zionis di sekitar Masjid al-Aqsa, pengusiran warga Palestina dari wilayah itu, dan penghancuran rumah-rumah penduduk asli adalah sekelumit dari aksi brutal Zionis terhadap al-Aqsa.

Menurut sejumlah laporan, pemukiman Zionis di timur al-Quds mencapai lebih dari 250 ribu unit dan jumlah itu akan terus bertambah mengingat Israel tidak berniat menghentikan proyek ilegal tersebut. Rezim Israel juga berencana membangun hotel-hotel mewah di lingkungan pemukiman Zionis di timur al-Quds. Pembangunan 1.100 kamar hotel akan dilakukan di Givat Hamatos, sekitar wilayah timur al-Quds. "Rencana tersebut telah disampaikan kepada distrik Yerusalem lima tahun yang lalu dan telah disetujui," kata juru bicara kementerian dalam negeri Efrat Orbach.

Kepolisian Israel bahkan mengubah kota al-Quds menjadi barak militer dan melarang warga berusia kurang dari 40 tahun memasuki Masjid al-Aqsa untuk menunaikan shalat Jumat. Pasukan Israel secara rutin menambah konsentrasinya di sekitar al-Quds dan di gerbang kota serta gerbang Masjid al-Aqsa. Mereka mamasang barikade militer dan menyita indentitas jamaah shalat. Para aktivis Palestina yang berkampanye membela Masjid al-Aqsa, telah banyak gugur syahid di tangan tentara Israel. Rakyat Palestina juga mati-matian membela kiblat pertama umat Islam itu dan menumpahkan darah mereka demi al-Quds al-Sharif.

Umat Islam harus bergerak membela Masjid al-Aqsa yang menjadi bagian dari akidahnya, dan jangan membiarkan Israel menghancurkannya untuk diganti dengan kuil Yahudi. Yakinlah bahwa dunia Islam dan Arab belum menggunakan semua kapasitasnya untuk melawan penjajahan Israel. Namun, ketidakkompakan negara-negara Arab dan ketidakberdayaan lembaga-lembaga dunia telah mendorong Israel untuk melecehkan aturan internasional dan melakukan segala aksi brutal tanpa rasa takut. Beberapa negara Arab malah bekerjasama dengan Israel untuk melestarikan pendudukan dan mengusir warga Palestina dari wilayah itu.  

Isu Palestina merupakan salah satu masalah besar peradaban dunia dewasa ini. Sebab, di sanalah terjadi pengusiran sebuah bangsa dari negerinya. Terjadi pengusiran sebuah bangsa dari rumah dan negeri mereka. Kemudian sebagai gantinya datang orang-orang lain dari berbagai penjuru dunia yang sengaja dikumpulkan dan didatangkan ke Palestina. Pada dasarnya, Israel berdiri di atas pilar agresi, penjarahan, dan perampasan hak-hak bangsa lain. Tanpa hal itu, Israel tidak akan pernah berkembang. Di balik fenonema ini, ada jejak Inggris dan kemudian Amerika Serikat. (IRIB Indonesia)



Tags:

0 comments to "Tafsir Mimpi Jahat Zionis (Serial)"

Leave a comment