MISTERI : Mengenang 1 tahun wafatnya Pak Wid / Wamen ESDM (Dr. Widjajono Partowidagdo), 21 april 2012 – 21 april 2013, Subsidi BBM dan Hizbuztahrir Indonesia serta Bom Boston & Suriah
Wakil menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo dilantik Presiden SBY baru sekitar enam bulan, sebelum kepulangannya menghadap Tuhan. Pengabdiannya kini harus diakhiri karena peristiwa wafatnya beliau ketika mendaki gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat.
Widjajono Partowidagdo adalah Guru Besar dalam bidang Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas pada Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Dia merupakan merupakan dosen Manajemen dan Analisis Ekonomi Proyek Migas dan Pengelolaan Energi, Sumber Daya Mineral, dan Lingkungan pada Program Studi Teknik Perminyakan ITB.
Gelar sarjana teknik diraih pria kelahiran Magelang 16 September 1951 ini dari Program Studi Teknik Perminyakan ITB pada 1975. Selanjutnya, gelar Master of Science (M.Sc) juga diperolehnya dalam bidang Petroleum Engineering (1980), dilanjutkan M.Sc dalam bidang Operation Research (1982), dan MA dalam bidang Economics (1986) dengan judul tesis "An Energy Economy Model for Indonesia" dari University of Southern California (USC). Gelar Ph.D ia dapatkan dari universitas yang sama pada 1987 setelah merampungkan desertasi berjudul "An Oil and Gas Supply and Economic Model for Indonesia".
Menjadi Ketua Program Pasca Sarjana Studi Pembangunan ITB (1993-2004) pernah dijabatnya selama berkarir di ITB. Tak hanya itu, ia pun sempat menjadi Ketua Kelompok Keahlian Pemboran, Produksi dan Manajemen Migas Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (kini dipecah menjadi FTTM dan FITB) (2005-2007), dan Sekretaris Komisi Permasalahan Bangsa, Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung.
Penampilan dan profile Widjajono memang yang terlihat paling sederhana diantara deretan wakil menteri lainnya. Rambutnya panjang dan terurai. "Saya dulu ini anak kolong. Kalau soal rambut, saya potong dua bulan sekali. Tapi tumbuh lagi, tumbuh lagi," ucapnya usai dilantik menjadi wakil menteri ESDM,.
Dengan penampilan seperti itu, dia tak pernah merasa canggung. Senyum lebar selalu merekah dari wajahnya. Namun kini senyum itu telah tiada untuk selamanya atas kehendak lain dari Tuhan. Meski demikian, kesederhanaannya, jasa-jasanya, patut diteladani.
Widjajono Partowidagdo adalah Guru Besar dalam bidang Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas pada Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Dia merupakan merupakan dosen Manajemen dan Analisis Ekonomi Proyek Migas dan Pengelolaan Energi, Sumber Daya Mineral, dan Lingkungan pada Program Studi Teknik Perminyakan ITB.
Gelar sarjana teknik diraih pria kelahiran Magelang 16 September 1951 ini dari Program Studi Teknik Perminyakan ITB pada 1975. Selanjutnya, gelar Master of Science (M.Sc) juga diperolehnya dalam bidang Petroleum Engineering (1980), dilanjutkan M.Sc dalam bidang Operation Research (1982), dan MA dalam bidang Economics (1986) dengan judul tesis "An Energy Economy Model for Indonesia" dari University of Southern California (USC). Gelar Ph.D ia dapatkan dari universitas yang sama pada 1987 setelah merampungkan desertasi berjudul "An Oil and Gas Supply and Economic Model for Indonesia".
Menjadi Ketua Program Pasca Sarjana Studi Pembangunan ITB (1993-2004) pernah dijabatnya selama berkarir di ITB. Tak hanya itu, ia pun sempat menjadi Ketua Kelompok Keahlian Pemboran, Produksi dan Manajemen Migas Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (kini dipecah menjadi FTTM dan FITB) (2005-2007), dan Sekretaris Komisi Permasalahan Bangsa, Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung.
Penampilan dan profile Widjajono memang yang terlihat paling sederhana diantara deretan wakil menteri lainnya. Rambutnya panjang dan terurai. "Saya dulu ini anak kolong. Kalau soal rambut, saya potong dua bulan sekali. Tapi tumbuh lagi, tumbuh lagi," ucapnya usai dilantik menjadi wakil menteri ESDM,.
Dengan penampilan seperti itu, dia tak pernah merasa canggung. Senyum lebar selalu merekah dari wajahnya. Namun kini senyum itu telah tiada untuk selamanya atas kehendak lain dari Tuhan. Meski demikian, kesederhanaannya, jasa-jasanya, patut diteladani.
DAN REPUBLIK ISLAM IRAN PUN CABUT
SUBSIDI BBM TRANSPORTASI
Dina Y. Sulaeman
Pemerintah mulai mewacanakan lagi pengurangan subsidi BBM. Seperti biasa, tulisan seorang pengamat ekonomi soal ‘kebohongan subsidi BBM’ kembali disebarluaskan di media sosial (FB, blog, dll). Argumen soal ‘kebohongan subsidi’ memang membuat nyaman masyarakat yang memang umumnya anti pencabutan subsidi. Namun, menurut sebagian orang, hitung-hitungan yang dilakukan sang pengamat ekonomi ini sangat banyak menyederhanakan, terlalu banyak berasumsi, dan banyak variabel yang tidak dilibatkan, terutama yang dari segi keteknikan. Saya tidak akan membahas detil soal hitungan ini karena bukan bidang saya. Yang jelas, di internet kita bisa menemukan cukup banyak tulisan yang dengan detil menjelaskan dimana letak kesalahan kalkulasi sang pengamat ekonomi.
Ada argumen yang banyak diulang-ulang oleh pihak-pihak yang antipencabutan subsidi, yang saya tahu pasti kesalahannya, yaitu argumen yang melibatkan Iran. Iran disebut-sebut sebagai negara yang menjual minyak dengan harga sangat rendah kepada rakyatnya, yaitu Rp 1287/liter. Ini tidak benar. Harga bensin di Iran saat ini minimalnya 4000 IRR/liter dan ada pembatasan pembelian; akan saya jelaskan nanti. (IRR= Iranian Riyal; per 21 April 2013, 4000 IRR= Rp3160)[1]
Yang mungkin akan mengejutkan banyak orang, Iran pun MENCABUT subsidi BBM-nya. Pernah di suatu masa, harga bensin di Iran memang sangat murah, sekitar Rp1500/liter. Tapi, itu bukan harga asli, melainkan disubsidi 80%.
Sejak akhir tahun 2006, pembelian bensin bersubsidi dibatasi (setiap mobil cuma boleh beli bensin 120 liter/bulan/mobil), dan akhirnya mulai akhir 2010 subsidi pun dikurangi. Menariknya, semua itu terjadi tanpa gejolak (tentu saja, kalau protes-protes minor, selalu ada dalam masyarakat Iran yang memang karakternya outspoken –blak-blakan-itu). Yang lebih menarik, Wamen ESDM kita dulu, Dr. Widjajono Partowidagdo (alm) pernah berkunjung ke Iran untuk mempelajari apa yang dilakukan Iran dalam efisiensi energi. Tapi, sayang sebelum beliau bisa mengaplikasikan apapun , beliau meninggal dunia (yang menurut pengamatan sebagian orang, agak ‘misterius’).
Ada satu fakta penting yang perlu dicermati: Iran memberikan subsidi BBM. Ini jelas kontradiktif dengan pernyataan seorang pengamat ekonomi terkenal: ‘tidak ada yang disebut subsidi BBM itu’. Padahal, Iran adalah negara dengan cadangan minyak nomor 3 di dunia dan dengan cadangan gas nomor 2 di dunia. Iran jauh lebih kaya minyak daripada Indonesia, tapi mereka tetap memberikan subsidi.
Artinya apa? Pemakaian BBM di Iran sangat tinggi karena (dulu) harganya murah, bahkan 18 kali lipat tingkat konsumsi orang Jepang dan 9 kali lipat orang AS. Kasus penyelundupan BBM ke luar negeri pun banyak terjadi. Iran pun terpaksa mengirim minyak mentahnya ke negara-negara lain untuk di-refinery, karena hasil refinery di dalam negeri tidak cukup, saking borosnya. Ketika harus di-refinery di luar negeri, jelas memakan biaya besar. Dan ketika dijual di dalam negeri, pemerintah harus memberikan subsidi agar harga tetap murah. Artinya, pemerintah terbebani oleh subsidi ini.
Saya sempat berada di Iran ketika harga bensin di sana sangat murah. Saat itu, saya menyaksikan sendiri, betapa borosnya rakyat Iran. Mereka mengisi tangki mobil sendiri (karena tidak disediakan pelayan di pom bensin) dengan ceroboh, sehingga bensin itu berceceran. Mereka cuek karena harga yang sangat murah.
Apa yang dilakukan Iran untuk mengatasi masalah ini? Pemerintah di sana dengan tepat melihat bahwa Iran memiliki cadangan gas yang sangat besar. Bila rakyat menggunakan bahan bakar gas (dari jenis CNG), Iran akan menghemat sangat banyak uang (yang digunakan untuk subsidi) dan bahkan menghasilkan banyak uang (karena surplus BBM bisa dijual). Inilah yang secara sistematis dilakukan Iran dan dilakukan secara kontinyu, meski presidennya berganti-ganti. Proses sosialisasi pencabutan subsidi itu dilakukan sejak tahun 1993, era Presiden Rafsanjani. Sosialisasi itu bahkan dilakukan lewat film. Di komedi lawak Powarchin, yang membuat kota Teheran lengang (saking semua orang duduk di rumah menonton film serial tersebut), sering diselipkan propaganda (dengan cara yang mengundang tawa) betapa subsidi minyak itu membebani pemerintah. Bayangkan bila uang untuk subsidi itu dialihkan membuat rumah sakit, sekolah, bla…bla..(demikian’iklan’ di film lucu tersebut).
Di saat yang sama, sejak 1999 (era Khatami), dimulailah proyek jangka panjang pembangunan stasiun pengisian CNG; dimulai dengan membangun pipa-pipa gas hingga ke pelosok desa-desa. Tahun 2004, seorang periset senior lembaga riset milik pemerintah berhasil menciptakan tabung CNG untuk mobil dan hasil risetnya itu diproduksi massal oleh pemerintah tahun itu juga. Stasiun pengisian CNG pun dibangun di seantero negeri. Tahun 2004 itu pula, Iran-Khodro (industri mobil terbesar Iran) mulai membuat kit-converter untuk mobil yang mau beralih dari BBM ke CNG. Iran-Khodro juga memulai produksi mobil berbahan bakar CNG yang selesai tahun 2005 (era Ahmadinejad).
Masih tahun 2004 itu pula, kepolisian Iran mulai menertibkan lagi sistem pendataan kepemilikan mobil untuk menunjang program e-smart-card untuk kartu bensin subsidi.
Tahun 2005, Pemerintahan Ahmadinejad memberikan subsidi kepada rakyat yang ingin mengganti sistem mobilnya agar berbahan bakar CNG. Subsidi itu berupa kit-converter, juga subsidi untuk pengadaan tabung CNG-nya, bahkan subsidi untuk orang-orang yang mau membuka usaha pompa CNG. Seseorang hanya perlu punya tanah kosong minimal 1000 m2 dan uang modal 500 juta IRR. Selanjutnya, semua alat, keperluan, dan berbagai biaya tambahan untuk membangun pompa CNG itu disuplai pemerintah.
Selanjutnya, sejak 2010, mulailah pembatasan subsidi dilakukan dengan menggunakan semacam kartu subsidi (e-smart card). Setiap mobil cuma berhak membeli 60 liter/bulan bensin yang disubsidi 50%. Harga bensin super 5.000 IRR dan bensin biasa 4.000 IRR perliter. Kartu subsidi ini ada PIN-nya dan harus cocok antara nomor mobil, nama pemilik mobil, dan warna mobil. Satu mobil tidak bisa memakai jatah mobil lain saat membeli bensin. Jika pemakaian bensin sebuah mobil lebih dari 60 liter/bulan, pemilik mobil tersebut harus membeli bensin dengan harga pasar Iran (yang sebenarnya masih juga disubsidi 20 %), yaitu 8.000 IRR/liter (bensin super) dan 7.000 IRR/ liter (bensin biasa).
Sementara itu, harga 1 tabung CNG adalah 60.000 IRR yang bisa dipakai untuk jarak sekitar 750 km.Ketika di pasar terjadi perbedaan harga: harga BBM lebih mahal daripada CNG, jelas, rakyat akan memilih dengan sukarela: mengganti sistem mobilnya dengan sistem CNG (apalagi ditunjang dengan berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah).
Jadi, inilah yang umumnya kita abaikan di tengah hiruk-pikuk perdebatan tentang pencabutan subsidi BBM. Publik lebih fokus kepada dampak negatif pencabutan subsidi BBM. Padahal, ada masalah lain yang lebih penting diangkat yaitu upaya mencapai kemandirian energi.
Minimalnya ada tiga fakta yang sepertinya agak diabaikan para pengamat yang berkali-kali muncul di televisi (atau menulis di koran).
Pertama,Indonesia bukan lagi negeri yang kaya minyak. Indonesia saat ini berada di peringkat 22 dalam daftar pemilik cadangan minyak terbanyak dunia. Sejak era Orde Baru, kebijakan energi Indonesia sangat bertumpu kepada minyak, tanpa melakukan upaya pengembangan sumber-sumber energi terbarukan. Semakin lama, cadangan minyak Indonesia semakin menurun sementara minyak tetap menjadi sumber utama energi di Indonesia.
Kedua,minyak Indonesia pun tidak sepenuhnya diproduksi bangsa ini. Pertamina hanya memproduksi 13,8% dari total produksi minyak Indonesia, sementara sisanya diproduksi oleh perusahaan asing, antara lain Chevron (41%), Total E&P Indonesie (10%), Chonoco Philips (3,6%), dan CNOOC (4,6%). Perusahaan-perusahaan asing itu tentu saja menjual minyaknya dengan harga pasar internasional karena berdasarkan aturan UU Migas, pemerintah tidak berhak lagi ikut campur dalam kebijakan perusahaan-perusahaan asing tersebut. Sementara, demi memenuhi konsumsi dalam negeri, Indonesia setiap harinya harus mengimpor 600.000 barel minyak dengan harga internasional dan dijual dengan harga Indonesia. Inilah sebabnya pemerintah mensubsidi BBM.
Ketiga,terjadi ketidakefisienan dalam pengelolaan energi kita. Antara lain, mengapa kita hanya mengelola 13% minyak Indonesia dan sisanya diserahkan kepada perusahaan asing dengan bagi hasil yang tidak adil? Selain itu, mengapa kita harus memilih untuk mengimpor minyak, sementara kita mempunyai sumber energi yang jauh lebih murah bila dimanfaatkan, yaitu batu bara dan gas? Anehnya, batu bara dan gas justru dijual murah kepada negara asing.
Jawaban dari pertanyaan ini sudah banyak yang tahu: kalau ada energi alternatif, pastilah itu mafia-mafia minyak Indonesia maupun asing akan rugi besar! Itulah sebabnya mereka menekan pemerintah supaya tidak mengembangkan energi alternatif. Yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi beban anggaran hanya mencabut subsidi, tanpa ada upaya penyiapan infrastruktur untuk penggunaan energi alternatif. Di sinilah letak kesalahan besarnya. Jangan malah dikaburkan pada isu ‘kebohongan subsidi’.
Inti dari tulisan ini hanya satu: marilah kita lebih jernih dalam menyikapi berbagai isu. Tidak semua pencabutan subsidi itu antirakyat. Pencabutan subsidi hanya persoalan di ‘permukaan’, tapi ada hal-hal yang lebih penting dicermati dan disuarakan. Dan yang kunci utamanya memang pada pemerintahan yang jujur, amanah, dan bervisi. Mudah-mudahan kelak kita memiliki pemerintah yang seperti ini. Amin. (IRIB Indonesia)
Dimuat di IRIB Indonesia dan The Global Review
[1] 1 Rupiah = 1,265 IRR; 1 USD = 12, 285 IRR, per 21 April 2013, menuruthttp://www.xe.com/currencyconverter/
In memoriam, 1 tahun wafatnya Pak Wid (Dr. Widjajono Partowidagdo), 21 april 2012 – 21 april 2013.
ISLAM TERORISME ATAU ISLAM CINTA
Upaya mengaitkan pengeboman di Boston dengan kata ‘jihad’ semakin terlihat. Meski mengakui bahwa penyelidikan masih berlangsung, Foreign Policy 22 April merilis artikel berjudul ‘Boston’s Jihadist Past’ (Masa Lalu Pejuang Jihad Boston). Inilah proses stigmatisasi dan stereotyping media Barat terhadap kata ‘jihad’. Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah esensi Islam adalah cinta? Lalu mengapa kini Islam justru seolah identik dengan kekerasan? Konflik yang paling dominan terjadi di Timur Tengah, yang justru didominasi kaum muslim. Apa yang sebenarnya tengah terjadi?
Dalam diskusi bertajuk Islam: Risalah Cinta Semesta yang digelar Masjid Salman dan Penerbit Mizan, serta didukung oleh Studia Humanika, 19 April 2013, dua pembicara, Yasraf Amir Piliang (YAP) dan Haidar Bagir (HB), berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan ini melalui perspektif masing-masing.
YAP menguraikan bahwa ada tiga bagian dalam masalah ini: akar kekerasan, realitas kekerasan, dan citra kekerasan.
1. Realitas kekerasan, yaitu: berbagai aksi terorisme yang dilakukan muslim (misalnya, Al Qaida), atau kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok Islam terhadap umat agama lain, atau terhadap mazhab/aliran yang dianggap sesat.
2. Citra kekerasan. Citra adalah sesuatu yang artifisial, dikonstruksi, dan bahkan disimulasi dengan tujuan untuk menciptakan citra tertentu. Hal ini terkait dengan politik media global. Mereka melakukan ideologisasi Islam; mereka menyebarkan opini bahwa Islam adalah agama yang berideologi kekerasan. Media global adalah ruang perang ‘simbol’ antarkepentingan untuk menguasai opini publik. Artinya, opini publik dibangun melalui perang informasi di ruang publik. Media memiliki dua pilihan: de-re (menyampaikan sesuai realitas) atau de-dicto (menyampaikan sesuai kepentingan sekelompok tertentu). Media Barat telah melakukan de-dicto, membangun opini publik tentang Islam sebagai agama kekerasan.
Proses yang dilakukan media Barat untuk membangun opini publik tentang Islam:
- Simulasi: menciptakan model-model realitas yang seakan tampak nyata, seakan-akan realitas, padahal rekayasa. Tragedi Boston misalnya, di jejaring sosial telah banyak tersebar berbagai foto kejanggalan dalam peristiwa itu, antara lain kehadiran tentara bayaran (private military forces) di lokasi. Para tentara itu berasal perusahaan bernama Craft yang di logonya tertera ‘Violence does solve problem’ [kekerasan pasti menyelesaikan masalah]. Meskipun memang ada kemungkinan segelintir ‘jihadist’ yang terlibat tapi ada indikasi kuat keterlibatan orang ‘dalam’ AS sendiri.
- Stigmatisasi: mendiskreditkan (setiap ada kekerasan, dimunculkan foto-foto orang Arab secara sistematik sehingga Arab identik dengan kekerasan). Dalam tragedi Boston, stigmatisasi menimpa muslim Chechnya.
- Naturalisasi: proses pewajaran, melalui kartun atau film, sehingga terasa ‘wajar’ jika pelaku terorisme adalah muslim/Arab.
- Stereotyping: ketika disebut ‘Islam’, yang terbayang adalah teroris, Saddam Husein, irrasionalitas, atau fanatisme.
Dan akhirnya, muncullah: Islamophobia.
3. Akar kekerasan
Ada banyak analisis soal mengapa ada kelompok-kelompok muslim yang melakukan terorisme. YAP membahas tentang pergeseran pemaknaan Islam di tengah masyarakat. Islam kini telah menjadi gaya hidup. Apa itu gaya hidup? Yaitu, sikap memperhatikan atau menunjukkan tampak luar; merayakan penampilan luar, tapi melupakan nilai-nilai dan spiritualitas. Dalam gaya hidup, eksistensi manusia diperlihatkan oleh benda-benda yang dimiliki. Ketika Islam menjadi gaya hidup, maka kesalehan akan muncul dari cara berjilbab, baju koko merek apa, atau ‘ngaji dimana’. Tak heran, kini ada ustadz atau ustadzah yang menjadi trendsetter model baju.
Gaya hidup ditegakkan atas dasar ketidakpuasan abadi. Misalnya, jilbab terbaru (mahal dan bermerek) sudah dibeli, ada kepuasan. Namun sekejap kemudian, kepuasan itu akan hilang karena akan muncul lagi jilbab model lain yang terlihat lebih cantik. Substitusilah jilbab dengan tas, mobil, gadget, atau hal-hal lain yang dikejar oleh gaya hidup. Intinya, tidak ada kepuasan akhir, selalu dikejar oleh keinginan membeli yang baru. Menurut YAP, ‘azan’-nya gaya hidup adalah iklan TV. Iklan TV mendorong manusia untuk ke mall, bagaikan azan yang (seharusnya) mendorong manusia untuk ke masjid.
Gaya hidup adalah antitesis cinta. Cinta adalah kebahagiaan dan keabadian; sedang gaya hidup menyeret pada ketidakpuasan abadi. Gaya hidup menimbulkan krisis makna. Ketika Islam sudah terlepas dari maknanya, maka tidak ada lagi yang disebut ‘dunia Islam’ ; karena dunia ada ketika ada makna. Krisis makna, atau krisis spiritualitas, telah melahirkan culture of zombie, manusia yang bergerak ke segala penjuru tetapi tidak memiliki kesadaran. Dalam situasi seperti ini, manusia akan kehilangan orientasi. Misalnya, kekerasan dianggap sebagai sesuatu yang benar dan harus dilakukan untuk menegakkan ‘kebenaran’ yang dipersepsinya sendiri.
Penjelasan lain diberikan oleh Haidar Bagir. Menurutnya, di era posmodernisme, terjadi paradoks. Di satu, sisi dunia menjadi desa global, dimana arus informasi beredar dengan sangat cepat dan nyaris tak terbendung. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi ini membuat banyak orang menjadi galau danketakutan, sehingga mencari ‘tempat aman’. Agama adalah salah satu tempat aman itu. Manusia-manusia posmo mencari perlindungan kepada agama, namun karena mereka mendapati bahwa di dalam agama pun sangat banyak paham/aliran. Padahal, di tengah berbagai kegaduhan informasi itu,mereka menginginkan ketenangan dan kepastian. Itulah sebabnya mereka bersikap eksklusif, mengecilkan ‘Tuhan’ (Tuhan menjadi milik mereka saja), dan ‘memastikan’ kebenaran (kebenaran satu-satunya hanya milik mereka; di luar mereka semua adalah sesat, bahkan kafir).
Pilar yang membangun sikap seperti ini adalah kebencian kepada pihak lain yang mereka anggap sesat. Awalnya, mereka mengklaim diri melakukan dakwah secara damai. Namun, ketika ide-ide mereka tidak diterima, mereka pun memilih jalan kekerasan. Akibatnya, dari luar (hegemoni media Barat) citra Islam dirusak, sementara dari dalam pun memang ada orang-orang yang memberi ‘makanan’ kepada upaya perusakan citra Islam itu.
Lalu, apa argumennya bahwa Islam memang agama cinta?
HB mengutip tulisan Syekh Yusuf Makassari, yang merupakan rangkuman beberapa hadis Nabi, “Agama adalah ma’rifah (mengenali) Allah. Ma’rifah Allah adalah akhlak yang baik. Akhlak yang baik adalah silaturahim (membina hubungan berdasarkan kasih sayang). Dan silaturahim adalah memunculkan rasa bahagia ke dalam hati sesama.”
HB juga mengutip hadis Qudsi, bahwa satu-satunya ibadah untuk Allah adalah ‘memasukkan rasa bahagia ke dalam diri orang yang hancur hatinya’. Ibadah-ibadah lain, seperti sholat, zakat, puasa, pada hakikatnya adalah untuk diri manusia sendiri (manfaatnya). Allah pun dalam Quran surah Thaha:43-44 menyuruh Nabi Musa untuk mendatangi Firaun yang thagha (thoghut, zalim), dan memberi peringatan dengan lemah lembut (qaulan layyinan).
Tetapi apa yang dilakukan sebagian umat Islam hari ini? Dalam melawan Assad (beberapa media Islam menyebut Assad thoghut dan menyamakannya dengan Firaun) sekelompok muslim mengobarkan ‘jihad’ dan melakukan berbagai kekerasan atas nama agama. Korbannya bukan saja lingkaran pendukung Assad, tetapi juga masyarakat sipil (akibat berbagai pertempuran, bom bunuh diri, atau bom jarak jauh). Di Indonesia, kita saksikan kekerasan dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim yang merasa ‘benar’, terhadap kelompok muslim yang mereka anggap ‘sesat’, seperti Ahmadiyah atau Syiah. Hingga kini warga Syiah di Sampang sudah 8 bulan hidup mengungsi di GOR Sampang karena rumah-rumah mereka dibakar massa.
Karena itu, tugas besar kaum muslim adalah melakukan counter-hegemony(perlawanan untuk mematahkan penguasaan opini dan kesadaran) melalui berbagai media. Mari kita secara kolektif (beramai-ramai) mengangkat konsep Islam dan cinta karena memang sejatinya, esensi Islam adalah cinta. Hal ini harus dimulai dari diri sendiri. Sekesal apapun kita terhadap kaum takfiri (kelompok yang suka mengafir-kafirkan pihak lain), misalnya, kita tetap bersikap santun dalam membantah argumen mereka. Di tengah keluarga, kita harus membesarkan anak-anak yang mampu menyerap nilai cinta dalam Islam. Misalnya, saat menjauhkan anak dari perbuatan buruk, jangan katakan ‘Nanti masuk neraka!’ atau “Nanti dimarahin Allah!”, karena ini akan menanamkan pemahaman bahwa Allah itu ‘kejam’ dan ‘suka menghukum’. Katakanlah, “Allah cinta pada perbuatan baikmu.” Kenalkanlah pada anak-anak kita bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah adalah keindahan dan cinta. Bahkan bilapun Dia menghukum (neraka), itu adalah bentuk cinta-Nya, agar manusia yang tersesat bisa tersadarkan. Di sekolah, perlu ditanamkan rasa toleransi, bahwa berbeda itu biasa. Bahwa memegang teguh keyakinan pribadi tidak berarti harus memaksa orang lain untuk memiliki keyakinan yang sama.
Esensi dunia Islam adalah cinta. Alam tercipta karena cinta, prinsip penggeraknya adalah cinta, pengikatnya cinta, dan tujuan akhirnya cinta. Dan cinta, hanya bisa disebarluaskan dengan cinta.
*magister Hubungan Internasional Unpad, research associate di Global Future Institute
(Dimuat di IRIB Indonesia dan The Global Review)
FOTO PALSU MHTI..???
Di FP Muslimah For Khilafah (Kantor Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia), diposting foto dan press release berikut ini:
Hizbut Tahrir Menyelenggarakan Seminar Perempuan yang Krusial:
“Bersegera Menegakkan Khilafah Untuk Melindungi Para Perempuan Mulia Syam”
Dengan dukungan ulama Ushul Fiqh terkemuka, politisi ulung, dan pemikir ternama Ata Ibnu Khalil Abu Arrashtah, Amir Hizbut Tahrir, Hizbut Tahrir akan menyelenggarakan seminar perempuan yang sangat penting pada tanggal 27 April 2013di Amman, Yordania untuk membicarakan penderitaan perempuan dan anak-anak Suriah yang menyayat hati serta menyajikan solusi efektif untuk segera mengakhiri pembantaian yang dilakukan oleh rezim tiran Ash-Sham. Acara yang khas dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan tema ”Bersegera Menegakkan Khilafah untuk Melindungi Perempuan Mulia Syam” adalah forum pertemuan tokoh perempuan yang pertama kali diadakan dan bertujuan untuk memfokuskan perhatian dunia, khususnya pada penderitaan dan kebrutalan luar biasa yang dialami oleh perempuan dan anak-anak Suriah di tangan pembunuh massal Bashar Al-Assad dan rezim Ba’athistnya yang kufur… [dst]
Saya tidak akan mengomentari pemikiran MHTI soal Syria (analisis saya soal Syria sudah banyak saya tulis, silahkan baca di blog ini, menu kategori ‘Syria’, klik ini). Saya hanya ingin memberitahukan bahwa foto-foto yang dipakai MHTI untuk poster itu ternyata foto palsu.
Perhatikan foto ini:
Ini adalah foto yang diambil dari situs Baghdad Council. Wanita di foto itu adalah wanita Irak yang sedang meratapi kematian anggota keluarganya yang tewas dibunuh teroris. Foto asli bisa lihat di sini.
Dan foto ini:
Ini adalah foto bayi di reruntuhan gempa di Azerbaijan Timur
Apa arti semua ini?
Terlalu sulitkah buat MHTI mencari foto ‘asli’ korban kejahatan Assad? Mengapa MHTI meniru langkah BBC: memakai foto korban terorisme di Irakdan menyebutnya korban pembantaian Assad di Houla?
Apakah menegakkan kebenaran dibolehkan dengan menggunakan kebohongan? [Belum lagi bila kita bicara soal aksi terorisme para pejuang 'jihad': apakah dibolehkan mendirikan khilafah dengan cara meledakkan bom di tempat-tempat publik serta berbagai pembunuhan sadis?]
Kalaupun dijawab ‘tidak tahu’ dan ‘tidak sengaja’, maka artinya,pihak MHTI dan siapapun, perlu lebih jeli lagi dalam membaca berita-berita tentang Syria. Sekali lagi, saya sudah cukup banyak menuliskannya. Silahkan membacanya disini dan menggunakan akal yang jernih, bukan fanatisme buta pada harakah dan golongan.
يَأُيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيْبُوا قَومًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai orang-orang beriman! Jika datang kepadamu orang fasik yang membawa sesuatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kejahilan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”
(Al Quran Surat Al Hujurat ayat 6)
Sumber awal info soal foto: FB Berita Harian Suriah
"Sekarang Saat yang Tepat Naikkan Harga BBM"
Selain sederhana, rambutnya gondrong, dan berani berkata apa adanya.
Senin, 5 Desember 2011, 09:44, Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
VIVAnews - Usianya sudah 60. Pria ini masih sehat. Jalannya tegap. Masih seperti usia 45. Dialah profesor yang telah menaklukkan 40 gunung tertinggi di dunia yang juga Wakil Menteri Energi: Widjajono Partowidagdo.
Rabu pagi, 30 November 2011, pukul 08.00 WIB, profesor perminyakan itu menepati janji mengunjungi redaksiVIVAnews.com di Menera Standard Chartered Bank, Lantai 31, Jakarta.
Rabu pagi, 30 November 2011, pukul 08.00 WIB, profesor perminyakan itu menepati janji mengunjungi redaksiVIVAnews.com di Menera Standard Chartered Bank, Lantai 31, Jakarta.
Penampilannya tak seperti Wakil Menteri, mengenakan kemeja besar tak dimasukkan dan tas kumal bermerek Pekan Energi Nasional 2011: Energi Pro Rakyat. Tak ada tanda, kalau yang datang itu wakil menteri.
Dia merupakan petinggi negeri ini yang unik. Selain sederhana, rambutnya gondrong, dan berani berkata apa adanya. Termasuk mengatakan perlunya pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.
Laki-laki yang dilahirkan di Magelang, 16 September 1951 ini, lebih suka berkata terus terang dan tidak berpura-pura. "Karena dengan berterus terang, negeri ini akan menjadi lebih baik," katanya.
Berikut petikan perbincangan Widjajono dengan redaksi VIVAnews.com:
Bagaimana pengalaman Anda dalam menaklukkan gunung?Kalau mau naik gunung, naik saja. Tapi kalau ada larangan, lebih baik ikuti saja: jangan naik. Beberapa waktu lalu saya ke Rinjani sama tvOne. Ada larangan dari Dinas Kehutanan.
Dia merupakan petinggi negeri ini yang unik. Selain sederhana, rambutnya gondrong, dan berani berkata apa adanya. Termasuk mengatakan perlunya pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.
Laki-laki yang dilahirkan di Magelang, 16 September 1951 ini, lebih suka berkata terus terang dan tidak berpura-pura. "Karena dengan berterus terang, negeri ini akan menjadi lebih baik," katanya.
Berikut petikan perbincangan Widjajono dengan redaksi VIVAnews.com:
Bagaimana pengalaman Anda dalam menaklukkan gunung?Kalau mau naik gunung, naik saja. Tapi kalau ada larangan, lebih baik ikuti saja: jangan naik. Beberapa waktu lalu saya ke Rinjani sama tvOne. Ada larangan dari Dinas Kehutanan.
Tapi kami tetap ingin naik. Mereka akhirnya setuju menemani kami dengan syarat, yang boleh menentukan sampai puncak atau tidak, adalah mereka. Bapak-bapak ini menemani lengkap mengenakan pakaian dinas. Belakangan kami tahu, di tengah perjalanan cuaca sangat buruk: petir di mana-mana. Kami satu rombongan memutuskan turun.
Sudah berapa gunung yang sudah ditaklukkan?Hampir 50 gunung, 40 lebih. Kalau di Indonesia awalnya naik gunung sama mahasiswa UPN Yogya. Saya kan dulu sering menguji di UPN, bukan dosen tapi penguji. Mereka kalau ingin disamakan, harus diuji oleh ITB.
Sudah berapa gunung yang sudah ditaklukkan?Hampir 50 gunung, 40 lebih. Kalau di Indonesia awalnya naik gunung sama mahasiswa UPN Yogya. Saya kan dulu sering menguji di UPN, bukan dosen tapi penguji. Mereka kalau ingin disamakan, harus diuji oleh ITB.
Nah, saya bukan dosen, tapi penguji. Setiap tahun menguji, dan setiap tahun itu saya naik gunung bersama mereka: anak Mapalanya. Saya senang naik gunung bersama anak UPN itu karena mereka yang bawain barang saya, kalau sama mahasiswa ITB suruh bawa barang sendiri. Gak kuat saya, hehehehe.
Pertama kali naik gunung umur berapa?Pertama kali naik Gunung Gede itu masih SMA. Saya di SMA 5 Bandung. Waktu itu saya masih kuat sekali. Kalau Gunung Gede saya sering naik sama ibu-ibu Equatorial Peaks for Lupus (E4L), mereka kuat-kuat loh. Bahkan ada yang masih single juga sih. Mereka gak terkena lupus, tapi menyiarkan penyakit lupus. Female tracker, seperti Ami Saragih, Diah Bisono, Amalia Yunita, Veronica, mereka terkenal-terkenal kok.
Punya pengalaman spiritual dari mendaki gunung?Pengalaman spriritual saya naik ke Himalaya, di Kala Patthar, sebuah gunung hitam di Himalaya, Nepal, saya dikasih nasihat oleh pendeta Tibet, "Kamu kalau naik Himalaya jangan cepat-cepat, harus pelan. Dengan pelan kamu menghormati gunung ini dan menyesuaikan diri. Kalau kamu penyesuaian diri dengan bagus, kamu diterima gunung ini dan kamu akan sampai. Tapi kalau buru-buru tidak akan sampai."
Pertama kali naik gunung umur berapa?Pertama kali naik Gunung Gede itu masih SMA. Saya di SMA 5 Bandung. Waktu itu saya masih kuat sekali. Kalau Gunung Gede saya sering naik sama ibu-ibu Equatorial Peaks for Lupus (E4L), mereka kuat-kuat loh. Bahkan ada yang masih single juga sih. Mereka gak terkena lupus, tapi menyiarkan penyakit lupus. Female tracker, seperti Ami Saragih, Diah Bisono, Amalia Yunita, Veronica, mereka terkenal-terkenal kok.
Punya pengalaman spiritual dari mendaki gunung?Pengalaman spriritual saya naik ke Himalaya, di Kala Patthar, sebuah gunung hitam di Himalaya, Nepal, saya dikasih nasihat oleh pendeta Tibet, "Kamu kalau naik Himalaya jangan cepat-cepat, harus pelan. Dengan pelan kamu menghormati gunung ini dan menyesuaikan diri. Kalau kamu penyesuaian diri dengan bagus, kamu diterima gunung ini dan kamu akan sampai. Tapi kalau buru-buru tidak akan sampai."
Akhirnya saya pelan-pelan sambil berdoa, berjanji kalau sampai saya tidak akan berbuat jahat lagi. haha
Itu tahun berapa?2007. Kala Pattar itu basecamp Everest, tapi sekarang dipindahin lebih rendah lagi. Saat itu kami bertemu tim dari Malaysia mau ke Everest. Dalam website mereka ditulis ketemu Profesor Widjajono dan mereka sangat bangga. Dari tujuh pendaki Malaysia, enam sampai dan satu tidak. Yang satu itu bekas menteri.
Pengalaman paling menantang?
Ya tentunya Aconcagua. Yang gak sampai itu dan El-bruce, Mesir. Di Elbruce saya gak sampai juga, itu team. Ada petir dan hujan badai.
Itu tahun berapa?2007. Kala Pattar itu basecamp Everest, tapi sekarang dipindahin lebih rendah lagi. Saat itu kami bertemu tim dari Malaysia mau ke Everest. Dalam website mereka ditulis ketemu Profesor Widjajono dan mereka sangat bangga. Dari tujuh pendaki Malaysia, enam sampai dan satu tidak. Yang satu itu bekas menteri.
Pengalaman paling menantang?
Ya tentunya Aconcagua. Yang gak sampai itu dan El-bruce, Mesir. Di Elbruce saya gak sampai juga, itu team. Ada petir dan hujan badai.
Sebenarnya kalau saya tidak ikut tim internasional, saya masih bisa menunggu. Kalau ikut tim lokal saya bisa nunggu hingga cuaca bagus lalu naik lagi, tapi karena ikut tim internasional mereka langsung pindah lagi ke tempat lain. Jadi saya kalau nanti naik lagi ke Elbruce, saya akan ikut tim lokal.
Yang Aconcagua itu sama tvOne juga. Salahnya berangkat sudah awal Februari, karena awal Februari sudah masuk musim dingin, jadi cuacanya sudah jelek. Itu sudah diumumkan tidak boleh naik seminggu ke depan karena cuaca buruk. Itu suhunya sudah seperti di kulkas, air itu beku dan setiap malam itu ditenda yang gak ada heater, pakai sleeping bag saja. Aku gak kuat kalau nunggu seminggu lagi, tim tvOne nunggu seminggu lagi. Ternyata minggu depannya cuaca lebih buruk lagi, jadi mereka turun juga.
Fanatik naik gunung?
Saya gak fanantik, tapi senang jalan. Kalau di Bandung dulu, kalau tidak ke Tangkuban Perahu ya ke Maribaya atau ke Lembang setiap minggu. Saya bukan pemakan daging merah, karena dari bayi saya lepeh. Di Tangkuban Perahu sampai ada tukang nasi goreng langganan yang tahu saya tidak makan daging.
Sudah umur 60 masih gondrong?
Saya tidak merasa tua kok. Kita tuh tua kalau kita merasa tua. Sewaktu naik Himalaya saya ketemu 15 orang pendaki dari Korea, mereka mengatakan: Age ain't nothing but a number.
Yang Aconcagua itu sama tvOne juga. Salahnya berangkat sudah awal Februari, karena awal Februari sudah masuk musim dingin, jadi cuacanya sudah jelek. Itu sudah diumumkan tidak boleh naik seminggu ke depan karena cuaca buruk. Itu suhunya sudah seperti di kulkas, air itu beku dan setiap malam itu ditenda yang gak ada heater, pakai sleeping bag saja. Aku gak kuat kalau nunggu seminggu lagi, tim tvOne nunggu seminggu lagi. Ternyata minggu depannya cuaca lebih buruk lagi, jadi mereka turun juga.
Fanatik naik gunung?
Saya gak fanantik, tapi senang jalan. Kalau di Bandung dulu, kalau tidak ke Tangkuban Perahu ya ke Maribaya atau ke Lembang setiap minggu. Saya bukan pemakan daging merah, karena dari bayi saya lepeh. Di Tangkuban Perahu sampai ada tukang nasi goreng langganan yang tahu saya tidak makan daging.
Sudah umur 60 masih gondrong?
Saya tidak merasa tua kok. Kita tuh tua kalau kita merasa tua. Sewaktu naik Himalaya saya ketemu 15 orang pendaki dari Korea, mereka mengatakan: Age ain't nothing but a number.
Mereka umurnya 55-70 tahun, dan masih mau naik Everest. Orang Korea itu punya kepercayaan umur di atas 60 tahun mereka merasa dilahirkan kembali karena shionya yang kembali, dan kebanyakan pemimpin di sana tua-tua karena wisdom-nya.
KONSEP CINTA
Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, menyebut Anda sebagai orang jenius. IQ Anda berapa?Gak tau saya, hehehe.. Jangan tanya saya, yang nilai kan orang lain.
Pernah tes IQ?Saya biasanya kalau dites itu hasilnya bagus, karena saya biasanya kalau dalam kondisi kritis itu justru bagus. Misal tes Toefl, kalau tes biasa saya gak bagus, tapi kalau tes beneran saya bagus. Hehehe.
IQ-nya berapa?Gak tau saya. IQ saya gak tau, tapi yang jelas kalau saya mengajar, murid saya banyak. Kelas saya itu namanya kelas manajemen dan ekonomi migas. Itu muridnya sampai 348. Mereka senang dengar saya cerita.
Murid saya bukan hanya dari perminyakan. Ada yang dari geofisika, tambang, geologi, teknik industri, bisnis manajemen bahkan ada yang dari astronomi, dan planologi. Yang dari perminyakan cuma 100 orang.
Biasanya kalau saya ngajar, saya minta setiap perwakilan kirim alamat email, saya kirim mereka cerita-cerita naik gunung, cerita seminar, kirim cerita sekolah di Amerika dan Eropa, jadi saya tidak hanya mengajar perminyakan tetapi saya ajarkan juga hidup yang, kata saya, baik.
Saya bilang ke murid-murid "cara belajar yang paling baik adalah mengajar dan menulis,". Kalau bisa mengajar dan menulis pasti pintar. Dan cara mengajar yang paling baik adalah memberi contoh.
Saya suka mengajarkan cara hidup saya, sudah bisa agak membuktikan cara hidup saya benar karena saya kan jadi orang.
KONSEP CINTA
Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, menyebut Anda sebagai orang jenius. IQ Anda berapa?Gak tau saya, hehehe.. Jangan tanya saya, yang nilai kan orang lain.
Pernah tes IQ?Saya biasanya kalau dites itu hasilnya bagus, karena saya biasanya kalau dalam kondisi kritis itu justru bagus. Misal tes Toefl, kalau tes biasa saya gak bagus, tapi kalau tes beneran saya bagus. Hehehe.
IQ-nya berapa?Gak tau saya. IQ saya gak tau, tapi yang jelas kalau saya mengajar, murid saya banyak. Kelas saya itu namanya kelas manajemen dan ekonomi migas. Itu muridnya sampai 348. Mereka senang dengar saya cerita.
Murid saya bukan hanya dari perminyakan. Ada yang dari geofisika, tambang, geologi, teknik industri, bisnis manajemen bahkan ada yang dari astronomi, dan planologi. Yang dari perminyakan cuma 100 orang.
Biasanya kalau saya ngajar, saya minta setiap perwakilan kirim alamat email, saya kirim mereka cerita-cerita naik gunung, cerita seminar, kirim cerita sekolah di Amerika dan Eropa, jadi saya tidak hanya mengajar perminyakan tetapi saya ajarkan juga hidup yang, kata saya, baik.
Saya bilang ke murid-murid "cara belajar yang paling baik adalah mengajar dan menulis,". Kalau bisa mengajar dan menulis pasti pintar. Dan cara mengajar yang paling baik adalah memberi contoh.
Saya suka mengajarkan cara hidup saya, sudah bisa agak membuktikan cara hidup saya benar karena saya kan jadi orang.
Cara mengajar paling baik itu memberi contoh, dengan melakukan. Melakukan paling baik itu dengan cinta. Kalau kita melakukan segala sesuatu dengan cinta, itu baik. Jadi kalau kita berbuat baik ke setiap orang, maka pasti kita tidak akan pernah rugi. Saya pengagum The Beatles, all you need is love. Cinta itu sharing, caring, giving, dan forgiving.
Siapa yang mencintai sesama ciptaan Tuhan maka kita akan berhasil, karena cinta itu sifat Tuhan yang paling utama dan Tuhan pasti menyayangi orang yang menyayangi ciptaannya.
Saya dulu kenapa termasuk pintar di kelas karena saya ngajarin teman-teman saya. Bahkan angkatan yang lebih tua seperti Pak Bambang Nugroho, dulu Direktur Hulu Pertamina, belajar ke saya. Mereka punya motor, saya gak punya motor, saya suka dijemput sama mereka. Orang punya sepeda motor jaman dulu adalah orang-orang kaya.
Saya pernah memikirkan ekonomi cinta. Kalau kita saling mencintai satu sama lain segala permasalahan lain itu selesai.
Berkebalikan dengan hukum ekonomi?Ya justru hukum itu harus dibenerin. Menurut hukum ekonomi biasa orang yang memberi itu rugi, tapi ini gak. Orang yang kaya itu orang yang memberi paling banyak.
Siapa yang mencintai sesama ciptaan Tuhan maka kita akan berhasil, karena cinta itu sifat Tuhan yang paling utama dan Tuhan pasti menyayangi orang yang menyayangi ciptaannya.
Saya dulu kenapa termasuk pintar di kelas karena saya ngajarin teman-teman saya. Bahkan angkatan yang lebih tua seperti Pak Bambang Nugroho, dulu Direktur Hulu Pertamina, belajar ke saya. Mereka punya motor, saya gak punya motor, saya suka dijemput sama mereka. Orang punya sepeda motor jaman dulu adalah orang-orang kaya.
Saya pernah memikirkan ekonomi cinta. Kalau kita saling mencintai satu sama lain segala permasalahan lain itu selesai.
Berkebalikan dengan hukum ekonomi?Ya justru hukum itu harus dibenerin. Menurut hukum ekonomi biasa orang yang memberi itu rugi, tapi ini gak. Orang yang kaya itu orang yang memberi paling banyak.
Lihat saja Bill Gates dan sebagainya itu karena charity luar biasa. Lalu ada orang bilang, kalau gak kasih itu lebih kaya lagi. Saya bilang gak, karena dia memberi itu makanya kaya. Pada dasarnya, cinta itu ringan, membebaskan. Benci itu berat. Saya pernah benci seseorang, saya sendiri yang menderita.
TUGAS KHUSUS
Awal mula diberi tugas jadi Wakil Menteri?Awalnya sih, terus terang saja, dua tahun lalu ada yang menghubungi saya untuk menyerahkan CV, waktu pembentukan kabinet baru. Saya gak tahu siapa yang telepon, mungkin Pak Kuntoro.
TUGAS KHUSUS
Awal mula diberi tugas jadi Wakil Menteri?Awalnya sih, terus terang saja, dua tahun lalu ada yang menghubungi saya untuk menyerahkan CV, waktu pembentukan kabinet baru. Saya gak tahu siapa yang telepon, mungkin Pak Kuntoro.
Mereka minta saya, tapi gak lolos karena yang dipilih orang partai. Nah kemarin ini, mungkin karena orang partainya kurang perform saya dihubungi lagi sama Pak Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian. Dia juga dari perminyakan dan pernah menjadi murid saya. Hatta bilang minta CV-nya dong, akhirnya malam Minggu saya kirim CV.
Lalu Minggu siang ditelepon lagi sama Pak Hatta, "Mas nanti ditelepon Pak Sudi".
Lalu Minggu siang ditelepon lagi sama Pak Hatta, "Mas nanti ditelepon Pak Sudi".
Eh pas Jumatnya sebelum salat Jumat Pak Sudi telepon "Pak Wid, siap-siap saja datang ke Istana, tapi mungkin gak hari ini."
Saya bilang, saya siap kapan saja. Habis salat Jumat ditelepon lagi, "Pak Wid bisa gak datang jam 1.".
Pak Sudi bilang beliau ingin bertemu saya di Istana Negara. Lalu pas saya datang ke sana, Pak Hatta bilang, "Mas kalau sama Jero Wacik cocok ga?" Saya bilang oke saja.
Seminggu sebelum itu, ada reuni ITB angkatan 70, Jero Wacik datang cerita, kalau dirinya masih bisa berkarya. Dia bilang kita ini usia enam puluh masih ranum-ranumnya, tiga tahun ke depan saya masih bisa berkarya lagi.
Seminggu sebelum itu, ada reuni ITB angkatan 70, Jero Wacik datang cerita, kalau dirinya masih bisa berkarya. Dia bilang kita ini usia enam puluh masih ranum-ranumnya, tiga tahun ke depan saya masih bisa berkarya lagi.
Dia juga memberi buku "Berpikir Positif" dan saya baca ternyata ada 8 saudaranya meninggal semua, dia satu-satunya yang bertahan, lalu dirawat pemimpin agama dan menjadi pemimpin agama.
Karena dia mempunyai cara hidup yang sama dengan saya, jadi saya bilang saya cocok sama dia. Saya yakin kalau kita mempunyai cara berpikir yang positif, pasti kita akan bisa memaafkan. Saya baca buku The Secret, kalau kita mempunyai pikiran positif maka akan mendapatkan hal yang positif.
Setiap pagi kalau saya jalan-jalan semua orang saya sapa dan ajak ngobrol. Dari satpam, pembantu, polisi hingga orang membawa anjing. Dengan begitu saya merasa, karena diawali dengan hal yang baik, maka pada hari itu saya baik. Itu rahasianya, kenapa saya seharian merasa baik, karena diawali dengan baik.
Ditugasi jadi menteri kenapa bersedia?
Waktu diwawancara Pak SBY, Pak Sudi, dan Pak Boediono ada pertanyaan: saudara bersedia tidak menjadi wakil menteri?
Setiap pagi kalau saya jalan-jalan semua orang saya sapa dan ajak ngobrol. Dari satpam, pembantu, polisi hingga orang membawa anjing. Dengan begitu saya merasa, karena diawali dengan hal yang baik, maka pada hari itu saya baik. Itu rahasianya, kenapa saya seharian merasa baik, karena diawali dengan baik.
Ditugasi jadi menteri kenapa bersedia?
Waktu diwawancara Pak SBY, Pak Sudi, dan Pak Boediono ada pertanyaan: saudara bersedia tidak menjadi wakil menteri?
Saya bilang, saya ini guru dan saya awalnya guru ITB yang juga mengajar analisis kebijakan. Mengajarkan ke murid-murid suatu negara baik jika negara seperti ini, dan kenyataannya gak pas, saya penasaran.
Saya ikut Dewan Energi Nasional, saya melamar dengan serius, tes psikotes, wawancara, tes DPR, dapat 44 dari 48 suara DPR. Sesudah di DEN saya jadi guru yang lebih baik, setiap ketemu setiap orang, saya bagikan dua buku tentang energi migas di Indonesia dan analisis kebijakan.
Kalau Bapak tawari saya jadi wakil menteri saya bisa menjadi guru yang lebih baik lagi. Saya tidak hanya ngomong doang, tapi mungkin ikut membantu permasalahan bangsa. Beliau manggut-manggut saja.
Ada tugas khusus?Diminta menyelesaikan masalah lifting migas. Kedua masalah listrik. Beliau tidak menyebut BBM, tapi saya kira itu salah satu tugas saya.
Anda sering mengeluarkan pernyataan berbeda dengan pejabat lain, mengapa?
Ada tugas khusus?Diminta menyelesaikan masalah lifting migas. Kedua masalah listrik. Beliau tidak menyebut BBM, tapi saya kira itu salah satu tugas saya.
Anda sering mengeluarkan pernyataan berbeda dengan pejabat lain, mengapa?
Saya tidak pernah reluctant karena pada dasarnya saya akademisi. Kalau boleh milih menjadi pejabat yang tidak boleh ngomong atau akademisi, maka saya akan memilih menjadi akademisi. Saya ngomong apa adanya saja, karena dengan ngomong apa adanya itu negara dapat menjadi lebih baik.
Banyak orang Indonesia itu pretending, pura-pura saja. Saya buat apa sih seperti itu. Sayanothing to lose saja. Saya sudah kaya. Saya menjadi pejabat bukan untuk mencari uang.
Banyak orang Indonesia itu pretending, pura-pura saja. Saya buat apa sih seperti itu. Sayanothing to lose saja. Saya sudah kaya. Saya menjadi pejabat bukan untuk mencari uang.
Pernyataan Anda sering kontroversial lebih seperti akademisi. Menurut Anda?
Saya anggap pemimpin itu guru dan fasilitator, pemimpin itu seharusnya akademisi. Pemimpin harus bisa mengubah pandangan masyarakat yang tidak benar. Pemimpin itu bukan hanya George Bush atau Pak Harto, tapi bisa saja seperti Ghandi dan Nelson Mandela, mereka itu guru. Jadi kalau pemimpin itu harus dipisahkan birokrat dan akademisi saya tidak setuju.
Kalau saya harus pilih antara birokrat dan guru, saya memilih jadi guru. Karena pemimpin itu guru, pemimpin harus bisa bilang ke masyarakat ini loh yang benar.
Saya anggap pemimpin itu guru dan fasilitator, pemimpin itu seharusnya akademisi. Pemimpin harus bisa mengubah pandangan masyarakat yang tidak benar. Pemimpin itu bukan hanya George Bush atau Pak Harto, tapi bisa saja seperti Ghandi dan Nelson Mandela, mereka itu guru. Jadi kalau pemimpin itu harus dipisahkan birokrat dan akademisi saya tidak setuju.
Kalau saya harus pilih antara birokrat dan guru, saya memilih jadi guru. Karena pemimpin itu guru, pemimpin harus bisa bilang ke masyarakat ini loh yang benar.
Sewaktu di DPR saya dicaci maki, saudara bukan pengamat. Saya harus kasih tahu ke bangsa Indonesia bahwa yang benar seperti ini, kalau saya salah mari kita diskusi mana yang lebih baik.
Justru yang membuat Indonesia tidak maju ini karena orang tidak berani mengambil keputusan yang berbeda, tidak ada kreativitasnya dan ini harus diubah. Konghucu itu dulu mau jadi pejabat tidak jadi, karena yang mengetes kalah pintar dari dia, tapi Konghucu itu lebih terkenal dari raja China mana pun.
Jadi yang terpenting bagi saya itu jadi guru, bukan jadi presiden atau menteri. Guru saya tidak boleh hilang, lebih baik menghilangkan yang lain.
Pernah dimarahi Hatta Rajasa karena statement Anda?
Pak Hatta gak mungkin marahin saya. Dia murid saya, hahaha. Sehabis beri statement, saya SMS ke dia, biar gak salah pengertian dengan maksud saya.
Pak Hatta gak mungkin marahin saya. Dia murid saya, hahaha. Sehabis beri statement, saya SMS ke dia, biar gak salah pengertian dengan maksud saya.
Saya sering mengirim email ke menteri-menteri mengenai pemikiran saya, jadi paling tidak menteri-menteri tahu statement saya.
Saat ini, Anda seberapa kaya?Saya jadi dosen. Mengajar kursus perminyakan dapat Rp6 juta sehari, setiap bulan 3-4 hari. Jadi kalau sama Wamen sekarang gajiannya gedean jadi dosen. Karena saya jadi anggota Dewan Energi Nasional (DEN), tunjangan profesor saya diberhentikan, padahal tunjangan itu lumayan loh, bisa Rp7 juta. Istri saya juga bekerja, sering mengerjakan proyek internasional dari Uni Eropa, Inggris, dan Belanda. Gaji istri saya itu kan dapatnya banyak.
Untuk ukuran pejabat bukankah itu sedikit?Saya itu sederhana, tapi bukan berarti saya miskin. Pengeluaran saya kecil, baju kalau tidak sampai lecek gak ganti. Saya senang baju lecek kalau boleh sama istri.
Anak?
Anak saya satu. Masih SMA kok.
Main Golf?
Gak golf, saya cuma jalan kaki naik gunung. Setahun sekali lah paling ga, ada juga yang disponsori oleh teman kalau naik gunung di luar negeri.
Untuk ukuran pejabat bukankah itu sedikit?Saya itu sederhana, tapi bukan berarti saya miskin. Pengeluaran saya kecil, baju kalau tidak sampai lecek gak ganti. Saya senang baju lecek kalau boleh sama istri.
Anak?
Anak saya satu. Masih SMA kok.
Main Golf?
Gak golf, saya cuma jalan kaki naik gunung. Setahun sekali lah paling ga, ada juga yang disponsori oleh teman kalau naik gunung di luar negeri.
SALAH SUBSIDI
Apa target Bapak di Kementerian Energi?Beresin permasalahan energi di Indonesia.
Soal kenaikan harga BBM, menurut Anda bagaimana?
Saya hanya bilang, sebagai pengamat cuma tiga caranya mengurangi subsidi BBM: satu menaikkan harga, kedua membatasi pemakaian, dan ketiga mengalihkan BBM ke bahan bakar yang lebih murah.
Membatasi pemakaian, mobil pribadi dilarang menggunakan Premium harus pakai Pertamax, itu kan pengurangan subsidi BBM.
Membatasi pemakaian, mobil pribadi dilarang menggunakan Premium harus pakai Pertamax, itu kan pengurangan subsidi BBM.
Mengenai memakai energi lain atau konversi, itu seperti minyak tanah pindah ke gas elpiji. Itu kan biayanya separuhnya. Premium dan BBG itu biaya cuma setengahnya, listrik dari BBM menjadi gas, panas bumi, batu bara, dan air itu biayanya hanya sepertiga.
Panas bumi, batu bara, air, gas itu biayanya sekitar 9 sen dolar AS, kalau BBM bisa 36 sen. sekarang ini kalau mau nurunin biaya pokok listrik pakailah yang lain.
Jadi selama ini kita menggunakan barang mahal. Saya istilahkan, orang miskin pakai barang mahal, pasti susah.
Kita terus terang saja salah alokasi, subsidi energi Rp200 triliun itu lebih baik digunakan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia. Kita mau eksplorasi gak punya duit, PTDI gak punya duit, Pindad gak punya duit, perbatasan ada masalah, tapi kita masih enak-enak menikmati subsidi BBM Rp200 triliun.
Apakah opsi nomor tiga itu sulit?Nomor tiga itu jangka panjang, gak sulit yang penting kita niat. Gas itu yang penting ada floating storage and regasification unit (FSRU), kaya minyak tanah jadi LPG, gak sulit kan. Sekarang Premium jadi gas itu gak sulit, di Aconcagua, Argentina, sejak 1980an. Listrik di kaki desa Aconcagua itu sudah menggunakan gas, tidak ada masalah. Kalau niat itu enam bulan jadi. Tinggal niat saja, convertion kit itu sudah ada di mana-mana. China itu semua transportasi umum harus pakai gas, sepeda motor pakai listrik.
Ekonomi itu ilmu memilih. Kenapa kita harus memilih, karena kita tidak tinggal di surga. Di sini keadaan serba terbatas, sehingga kita harus memilih.
Apakah opsi nomor tiga itu sulit?Nomor tiga itu jangka panjang, gak sulit yang penting kita niat. Gas itu yang penting ada floating storage and regasification unit (FSRU), kaya minyak tanah jadi LPG, gak sulit kan. Sekarang Premium jadi gas itu gak sulit, di Aconcagua, Argentina, sejak 1980an. Listrik di kaki desa Aconcagua itu sudah menggunakan gas, tidak ada masalah. Kalau niat itu enam bulan jadi. Tinggal niat saja, convertion kit itu sudah ada di mana-mana. China itu semua transportasi umum harus pakai gas, sepeda motor pakai listrik.
Ekonomi itu ilmu memilih. Kenapa kita harus memilih, karena kita tidak tinggal di surga. Di sini keadaan serba terbatas, sehingga kita harus memilih.
Analis itu tugasnya memberitahu dampak dari setiap pilihan. Jadi pilihan tidak menaikan harga BBM, dampaknya seperti ini. Politik itu proses untuk menentukan pilihan siapa yang dilakukan. Pilihan politik ini dua, satu tidak mengerti, bisa saja karena informasi keliru.
Contoh, Indonesia itu negara kaya minyak, untuk itu harga BBM harus rendah, ini salah informasi. Indonesia itu sudah mengimpor minyak 600 ribu barel per hari.
Contoh, Indonesia itu negara kaya minyak, untuk itu harga BBM harus rendah, ini salah informasi. Indonesia itu sudah mengimpor minyak 600 ribu barel per hari.
Kedua, bisa saja informasi tidak keliru tapi punya interest. Contoh, perusahaan mobil, Indonesia bangga pertumbuhan mobil paling tinggi di Asia Tenggara, padahal BBMnya disubsidi. Ini bangga yang tidak tepat. Singapura itu bangga, karena mobilnya tidak pernah bertambah seumur hidup. Setiap lima tahun diganti sama jumlahnya, untuk itu mobil di Singapura mahalnya bukan main.
Kalau konversi cuma enam bulan, kenapa bukan itu?Kalau naik Avanza masa mau beli BBM Rp8.000 per liter. Mengembangkan BBG itu lebih gampang kalau BBM itu harganya tinggi.
Kalau konversi cuma enam bulan, kenapa bukan itu?Kalau naik Avanza masa mau beli BBM Rp8.000 per liter. Mengembangkan BBG itu lebih gampang kalau BBM itu harganya tinggi.
Kalau BBG itu biayanya Rp4.100, sedangkan BBM Rp4.500, gak akan muncul keinginan masyarakat untuk pindah karena perbedaan harganya sedikit. Jadi, misalnya, harga BBM harus naik menjadi Rp6.000. Jadi ada insentif ekonomi untuk bikin fasilitas untuk konversi ke BBG.
Saya anjurkan perusahaan mobil kalau mau berpartisipasi, buatlah mobil yang pakai gas, motor pakai listrik, kerjasama dengan baik. Untuk teman-teman yang mengimpor BBM, impor LNG saja yang diperlukan. 50 persen gas kita kan diekspor, sebelum kontrak itu selesai, boleh saja kita impor gas. Australia impor gas besar, Amerika sekarang bukan main impor gasnya.
Infrastrukur BBG bukannya mahal?Kalau harganya gak cocok ya gak mahal. Kalau harganya Rp4.100 jalan, saat ini harga sebenarnya Rp4.100 tapi disuruh jual Rp3.100 ya gak akan jalan. Sekarang kalau harga BBG Rp4.100 pemerintah diam saja, ini akan jalan sendirinya. Kalau harganya terlalu murah, marginnya di mana? Pemerintah itu kan mengemudi, sedangkan mendayung itu urusannya swasta. Kalau pemerintah mengemudi sekaligus juga mendayung, itu sudah tidak benar.
Anda mengusulkan kenaikan harga BBM Rp1.000 itu kenapa?Kalau seribu itu kan tidak terlalu berat. Kita pernah Rp6.000 dan Rp5.500 per liter, lalu turun lagi Rp4.500. Dulu saya ditanya waktu Rp5.500 per liter sebaiknya bisa turun berapa lagi. Saya jawab kenapa musti turun? Kenapa gak kelebihan uang ini digunakan membangun infrastruktur BBG. Apa itu SPBG, FSRU, atau membeli busway.
Infrastrukur BBG bukannya mahal?Kalau harganya gak cocok ya gak mahal. Kalau harganya Rp4.100 jalan, saat ini harga sebenarnya Rp4.100 tapi disuruh jual Rp3.100 ya gak akan jalan. Sekarang kalau harga BBG Rp4.100 pemerintah diam saja, ini akan jalan sendirinya. Kalau harganya terlalu murah, marginnya di mana? Pemerintah itu kan mengemudi, sedangkan mendayung itu urusannya swasta. Kalau pemerintah mengemudi sekaligus juga mendayung, itu sudah tidak benar.
Anda mengusulkan kenaikan harga BBM Rp1.000 itu kenapa?Kalau seribu itu kan tidak terlalu berat. Kita pernah Rp6.000 dan Rp5.500 per liter, lalu turun lagi Rp4.500. Dulu saya ditanya waktu Rp5.500 per liter sebaiknya bisa turun berapa lagi. Saya jawab kenapa musti turun? Kenapa gak kelebihan uang ini digunakan membangun infrastruktur BBG. Apa itu SPBG, FSRU, atau membeli busway.
Coba lihat, waktu itu mau pemilu Amerika Serikat. Kalau Barack Obama menang, pasti harga minyak naik lagi dan ternyata benar. Memang gampang menaikkan harga BBM?
Saya ditanya, nanti bapak jadi tidak populer? Saya jawab kenapa saya harus populer, saya tidak mau jadi presiden. Bapak kan anggota DEN? Kan ketua DEN kan Presiden. Saya bilang saya akademisi. Saya bilang apa adanya.
Secara politik, menaikkan harga BBM masih memungkinkan?Liat saja nanti, itu urusan politik. Tetapi kalau saya menjadi Pak SBY, Pak SBY itu kan sudah tidak ikut pemilu lagi, jadi lebih baik menggunakan uang Rp200 triliun itu untuk memakmurkan masyarakat Indonesia daripada kasih subsidi yang tidak seharusnya. Rp200 triliun itu banyak, kita bisa membangun apa saja.
Biaya ekonominya besar?Tidak. Inflasi kecil. Begini, masalahnya pada 2012 kita sudah bilang tidak akan menaikkan BBM kecuali ada APBN-P. Tapi di 2011 ini kita boleh menaikkan BBM. Gak melanggar undang-undang.
Secara politik, menaikkan harga BBM masih memungkinkan?Liat saja nanti, itu urusan politik. Tetapi kalau saya menjadi Pak SBY, Pak SBY itu kan sudah tidak ikut pemilu lagi, jadi lebih baik menggunakan uang Rp200 triliun itu untuk memakmurkan masyarakat Indonesia daripada kasih subsidi yang tidak seharusnya. Rp200 triliun itu banyak, kita bisa membangun apa saja.
Biaya ekonominya besar?Tidak. Inflasi kecil. Begini, masalahnya pada 2012 kita sudah bilang tidak akan menaikkan BBM kecuali ada APBN-P. Tapi di 2011 ini kita boleh menaikkan BBM. Gak melanggar undang-undang.
Saya ngomong gak asal ngomong, Saya juga baca undang-undang, tahun 2011 itu boleh menaikkan harga BBM dengan syarat ICP, harga minyak mentah Indonesia, sudah di atas 10 persen dari target APBN-P.Lalu kuota sudah dilampui dan ditambah inflasi tahun ini rendah. Bahkan deflasi.
Jadi kalau mau menaikkan ya sekarang ini. Syaratnya hanya sampai 31 Desember ini. Kita tunggu saja sampai akhir tahun ini naik apa gak.
Kalau tahun depan, belum ada aturan untuk menaikkan, kecuali ada APBN-P. Kalau sekarang gak usah macam-macam, naikkan saja,
DPR gak bisa protes karena sesuai Undang-Undang, dan sebagian besar DPR juga setuju.
Kalau kita menaikkan harga BBM bisa digunakan untuk PT Kereta Api, ini PT KA yang seharusnya disubsidi tapi gak disubsidi akibatnya orang-orang beralih ke mobil dan lihat saja jembatan jadi ambruk. Jalan mobil itu bebannya berat sekali, jadi kadang kita subsidi salah pilih. Transportasi orang disubsidi, tapi transportasi barang gak disubsidi padahal di mobil disubsidi, mereka minta peraturan yang setara.
Pembatasan BBM gampang saja, mobil pribadi gak boleh pakai premium tahun 2012. Kendaran komersial, plat kuning itu tetap disubsidi. Kalau truk transportasi boleh menggunakan BBM subsidi, hanya mobil pribadi dilarang pakai premium.
Kebocoran gak banyak-banyak amat, yang penting jangka panjang seluruh kendaraan pilihannya Pertamax sama BBG.
Prosesnya bagaimana?
Itu sedang dibicarakan menteri. Saya tidak boleh bicara. Lihat saja nanti naik atau gak...hahaha.
Pembatasan BBM gampang saja, mobil pribadi gak boleh pakai premium tahun 2012. Kendaran komersial, plat kuning itu tetap disubsidi. Kalau truk transportasi boleh menggunakan BBM subsidi, hanya mobil pribadi dilarang pakai premium.
Kebocoran gak banyak-banyak amat, yang penting jangka panjang seluruh kendaraan pilihannya Pertamax sama BBG.
Prosesnya bagaimana?
Itu sedang dibicarakan menteri. Saya tidak boleh bicara. Lihat saja nanti naik atau gak...hahaha.
Beda harga antara BBM bersubsidi dan non-subsidi terlalu besar. Mengapa tidak dibuat harga yang bervariasi di antara keduanya, sehingga masyarakat lebih punya pilihan?
Memang rencananya 2012 mobil pribadi gak boleh pakai Premium. Kalau tahapan, lebih baik naikkan Rp1.000. Pilihan. Ekonomi itu memilih.
Sebenarnya Premium itu ongkos produksinya tidak murah. Sekitar delapan ribu ke atas, seperti Pertamax. Yang mahal itu minyak mentahnya. Biayanya sama, cuma subsidinya yang besar, hampir 100 persen. China dan Vietnam tidak ada subisidi sehingga mereka tidak pusing-pusing.
Akibatnya di Indonesia orang mencari BBM yang paling murah. Premium kalau harganya dua kali lipat pasti orang akan pindah ke transportasi umum. Waktu Premium Rp6.000 banyak teman yang pindah ke busway, saat turun lagi ke Rp4.500 ya pindah lagi ke mobil pribadi.
Transportasi umum di Indonesia kan jelek?
Makanya busway di perbanyak. Singapura itu bensin mahal, mobil dipersulit, akibatnya orang naik transportasi umum, sehingga transportasi umum bagus. Uangnya digunakan untuk infrastruktur.
Kalau kereta api?
Pilihan politik itu dua: satu enggak ngerti, dua dia punya interest. Kereta paling bagus jelas. Di Cheng Du, tahun lalu ada subway, padahal itu kota kecil kaya Bandung. Semua sepeda motor pakai listrik. Di Jepang bahkan ada idiom: yang pinjam mobil naik Roll-Royce yang pinjemin naik subway. Di Jepang dan Paris itu tidak pernah macet, transportasi umum murah sekali. Kenapa kita gak seperti itu? Itu akan menarik turis juga, tinggal niat saja.
Kesimpulannya?
Kesalahan manajemen. Ada orang yang mengambil keuntungan dari impor BBM. Saya gak mau menyalahkan orang. Kita lihat ke depan.
Sebenarnya Premium itu ongkos produksinya tidak murah. Sekitar delapan ribu ke atas, seperti Pertamax. Yang mahal itu minyak mentahnya. Biayanya sama, cuma subsidinya yang besar, hampir 100 persen. China dan Vietnam tidak ada subisidi sehingga mereka tidak pusing-pusing.
Akibatnya di Indonesia orang mencari BBM yang paling murah. Premium kalau harganya dua kali lipat pasti orang akan pindah ke transportasi umum. Waktu Premium Rp6.000 banyak teman yang pindah ke busway, saat turun lagi ke Rp4.500 ya pindah lagi ke mobil pribadi.
Transportasi umum di Indonesia kan jelek?
Makanya busway di perbanyak. Singapura itu bensin mahal, mobil dipersulit, akibatnya orang naik transportasi umum, sehingga transportasi umum bagus. Uangnya digunakan untuk infrastruktur.
Kalau kereta api?
Pilihan politik itu dua: satu enggak ngerti, dua dia punya interest. Kereta paling bagus jelas. Di Cheng Du, tahun lalu ada subway, padahal itu kota kecil kaya Bandung. Semua sepeda motor pakai listrik. Di Jepang bahkan ada idiom: yang pinjam mobil naik Roll-Royce yang pinjemin naik subway. Di Jepang dan Paris itu tidak pernah macet, transportasi umum murah sekali. Kenapa kita gak seperti itu? Itu akan menarik turis juga, tinggal niat saja.
Kesimpulannya?
Kesalahan manajemen. Ada orang yang mengambil keuntungan dari impor BBM. Saya gak mau menyalahkan orang. Kita lihat ke depan.
Okelah yang lalu kita gak benar, ke depan itu kita perbaiki. Kalau kita pakai batu bara, kenapa gak gunakan untuk listrik? Kenapa bisa shortage listrik? karena program batu bara tidak jalan, Panas bumi ga jalan. Gas tidak berjalan dengan baik.
Lalu karena itu kita tertumpu BBM dan solusinya nuklir. Lalu kalau batu bara, panas bumi, dan gas gak jalan apa nuklir semua selesai?
Lalu karena itu kita tertumpu BBM dan solusinya nuklir. Lalu kalau batu bara, panas bumi, dan gas gak jalan apa nuklir semua selesai?
Saya bukan antinuklir. Saya setuju Indonesia bikin nuklir, tapi bikinlah bersama dengan Singapura. Orang Singapura itu masalah kontrak dia baik, pengawasannya hebat. Kalau bikin nuklir dengan Singapura. Bikin saja di pulau Indonesia dekat singapura, Singapura pasti senang ditawari itu.
Kenapa kita gak ganti gas yang dikirim ke Singapura itu dengan batu bara. Batam-Singapura itu cuma 15 kilometer, kalau kita mengembangkan batu bara di Batam, lalu gasnya buat di pulau Jawa kita untung. Yang dibutuhkan Singapura itu bukan gas, tapi listrik.
Alternatif-alternatif itu penting. Out of the box, di Indonesia kenapa Papua jarang ditemukan migas sedangkan Papua Nugini banyak ditemukan migas, karena di Indonesia tidak boleh eksplorasi di hutan lindung. Padahal migas itu tidak mengupas tanah, tapi mencoblos.
Dari 20 ribu hektar operasi migas cuma 100 hektar. Kenapa kita banyak bikin aturan yang membuat negara ini gak maju. Padahal di Papua Nugini ditemukan migas, masa di Papua tidak ada, padahal pulaunya itu menyatu. Masalahnya orang gak boleh eksplorasi di situ. Dilarang oleh Kementerian Kehutanan, bukan orang Papua.
Kenapa kita gak ganti gas yang dikirim ke Singapura itu dengan batu bara. Batam-Singapura itu cuma 15 kilometer, kalau kita mengembangkan batu bara di Batam, lalu gasnya buat di pulau Jawa kita untung. Yang dibutuhkan Singapura itu bukan gas, tapi listrik.
Alternatif-alternatif itu penting. Out of the box, di Indonesia kenapa Papua jarang ditemukan migas sedangkan Papua Nugini banyak ditemukan migas, karena di Indonesia tidak boleh eksplorasi di hutan lindung. Padahal migas itu tidak mengupas tanah, tapi mencoblos.
Dari 20 ribu hektar operasi migas cuma 100 hektar. Kenapa kita banyak bikin aturan yang membuat negara ini gak maju. Padahal di Papua Nugini ditemukan migas, masa di Papua tidak ada, padahal pulaunya itu menyatu. Masalahnya orang gak boleh eksplorasi di situ. Dilarang oleh Kementerian Kehutanan, bukan orang Papua.
Kemarin ketemu orang Papua saya bilang harus dorong eksplorasi di Papua, karena bagian untuk pemerintahnya itu besar, 85:15, lima kali dari bagian kontraktor. Kalau batu bara itu kan lebih banyak kontraktornya daripada pemerintah.
KONTRAK PERTAMBANGAN
Masalah kontrak karya Pertambangan?
Begini, pada dasarnya ada perbedaan antara kontrak perminyakan dengan kontrak pertambangan. Kalau kontrak perminyakan kan manajemen ada di tangan pemerintah, kalau pertambangan manajemen ada di tangan perusahaan. Jadi pemerintah mengatur melalui peraturan pemerintah, sebaiknya mengikuti peraturan pemerintah.
Kan ada UU nomor 4 tahun 2009, pakai UU kalau mau ubah. Seperti masalah di Rusia, LNG Sakhalin di Rusia yang dimiliki poleh Shell. Duma, DPR Rusia, membuat peraturan bahwa semua kontrak migas di Rusia itu 55 persen sahamnya dibeli oleh pemerintah, ya sudah itu semua langsung berlaku di seluruh Rusia. Tadinya Shell yang mempunyai saham 60 persen, tinggal 45 persen.
KONTRAK PERTAMBANGAN
Masalah kontrak karya Pertambangan?
Begini, pada dasarnya ada perbedaan antara kontrak perminyakan dengan kontrak pertambangan. Kalau kontrak perminyakan kan manajemen ada di tangan pemerintah, kalau pertambangan manajemen ada di tangan perusahaan. Jadi pemerintah mengatur melalui peraturan pemerintah, sebaiknya mengikuti peraturan pemerintah.
Kan ada UU nomor 4 tahun 2009, pakai UU kalau mau ubah. Seperti masalah di Rusia, LNG Sakhalin di Rusia yang dimiliki poleh Shell. Duma, DPR Rusia, membuat peraturan bahwa semua kontrak migas di Rusia itu 55 persen sahamnya dibeli oleh pemerintah, ya sudah itu semua langsung berlaku di seluruh Rusia. Tadinya Shell yang mempunyai saham 60 persen, tinggal 45 persen.
Artinya perlu negosiasi ulang?Menurut saya iya. Karena tambang dahulu dengan tambang sekarang berbeda. Dulu batu bara harganya US$18 per ton, biaya US$10 per ton. Sekarang batu bara US$112 per ton, biaya US$30 per ton, kan jadinya untung mereka jadi banyak sekali.
Di samping itu, batu bara mengikuti peraturan pemerintah. Dulu namanya PKP2B, 13,5 persen royaltinya, dan pajak 45 persen. Lalu turun jadi 13,5 persen pajak 30 persen.
Sekarang yang IUP lebih kecil royalti 6 persen pajak 25 persen. Jadi kalau dihitung hanya 33 persen pemerintah dapatnya, padahal di struktur biaya sudah berubah. Kalau di minyak sekarang, bagi hasil 85:15 dimana 85 persen pemerintah dan 15 persen kontraktor.
Di tambang itu sekarang kontraktornya menerima lebih banyak dibandingkan di minyak. Yang benar saja, kamu dapat segitu pemerintah dapat lebih sedikit?.
Renegosiasi perlu memisahkan kepemilikan asing dan nasional?Tidak terlalu masalah. Masalahnya di UU No 4 tahun 2009, adalah luas area, dan lain-lain. Itu juga perlu dibreakdown satu per satu. Luas area kenapa kita persoalkan?
Di tambang itu sekarang kontraktornya menerima lebih banyak dibandingkan di minyak. Yang benar saja, kamu dapat segitu pemerintah dapat lebih sedikit?.
Renegosiasi perlu memisahkan kepemilikan asing dan nasional?Tidak terlalu masalah. Masalahnya di UU No 4 tahun 2009, adalah luas area, dan lain-lain. Itu juga perlu dibreakdown satu per satu. Luas area kenapa kita persoalkan?
Misal Freeport luas area 100 ha. Kalau bisa diselesaikan dalam waktu kontraknya tidak apa-apa, tapi kalau tidak sanggup menyelesaikan kenapa tidak diberikan kesempatan orang lain. Kalau mereka bisa menunjukkan di program kerja sih tidak apa-apa, maka diperlukan ketransparanan. Kalau renegosiasi, program kerja apa, keekonomian seperti apa. Smelting, kenapa 35 persen, gak dibikin jadi 70 persen (wajib di Indonesia). Bikin smelter di Membrano, itu membuat masyarakat Papua menjadi lebih makmur.
Kontrak Karya I Freeport 1967 mereka harus membangun infrasruktur. Membawa alat berat dengan heli, jadi bisa dipahami kalau royalti kita kecil. Sekarang infrastruktur sudah baik sekali, mengapa pada Kontrak Karya II tahun 1991 kita masih bersedia menerima royalti yang kecil?
Kontrak Karya I Freeport 1967 mereka harus membangun infrasruktur. Membawa alat berat dengan heli, jadi bisa dipahami kalau royalti kita kecil. Sekarang infrastruktur sudah baik sekali, mengapa pada Kontrak Karya II tahun 1991 kita masih bersedia menerima royalti yang kecil?
Harusnya royalti waktu itu langsung tinggi, struktur biaya lain. Logikanya kan begitu. Tapi itu bukan zamannya saya.
Nah makanya sekarang ini kita renegosiasi saja. Seharusnya waktu dulu bawa helikopter kita ngerti pemerintah bagiannya kecil. Tapi tahun 1991 biayanya sudah lain, seharusnya bagian pemerintah harus besar, tapi kenapa tidak dinaikkan. Itu alasan kita.
Mengapa renegosiasi seperti jalan ditempat?Tinggal kemampuan politik. Bangsa Indonesia ini kenapa tidak cepat? karena banyak orang yang takut mengambil keputusan. intinya cuma di situ, kalau kita tetap tidak berani ambil keputusan, ya gak akan jalan. Pertama, gak berani ambil keputusan karena takut jabatannya hilang, Kedua, ada istilah kalau bisa dipersulit kenapa tidak itu yang menyebabkan bangsa Indonesia tidak maju.
KORUPSI & FRUSTASI
Sudah dua bulan, belum frustasi kan Pak?Pak Kuntoro meramalkan saya frustasi, hahaha. Orang selama mempunyai pikiran positif, itu gak akan frustasi. Saya kalau dicaci maki saya diam saja. Norman Vincent Peale (penulis The Power of Positive Thinking), dia bilang kalau ada orang yang membuat dia sedih atau caci maki kamu, jadikan dia guru. Bukan karena dia bijaksana, tapi itu membuatmu bijaksana.
Jadi kalau saya dicaci maki orang ya memang itu harus saya lalui. Saya dan menteri saya belum lama ini dicaci maki DPR. Mereka bilang kalau ngomong harus seizin menterinya. Tapi kemarin waktu saya presentasi tentang Kebijakan Energi Nasional, mereka ingin potret dengan saya, hahaha.
Kemarin edang rapat dengan DPR, saya dilarang potret, karena Bapak bukan turis. Tapi orangnya kemudian bilang "Bapak ini idola saya". Kemarin itu lain sekali, padahal itu orang yang sama.
Korupsi di sektor ESDM?
Korupsi itu urusan menterinya bukan saya. Saya kalau ada orang minta sumbangan, saya gak ngurusin sumbangan hubungi saja menterinya.
Kalau masalah minta jatah kontrak migas dan tambang?Kalau kontrak hubungi dirjen. Saya bukan masalah teknis, masalah teknis hubungi dirjen masing-masing. Saya kasih tahu ke dirjen, kalau kamu mau silakan tapi kalau mereka mengacau ya marahin saja.
Kemarin edang rapat dengan DPR, saya dilarang potret, karena Bapak bukan turis. Tapi orangnya kemudian bilang "Bapak ini idola saya". Kemarin itu lain sekali, padahal itu orang yang sama.
Korupsi di sektor ESDM?
Korupsi itu urusan menterinya bukan saya. Saya kalau ada orang minta sumbangan, saya gak ngurusin sumbangan hubungi saja menterinya.
Kalau masalah minta jatah kontrak migas dan tambang?Kalau kontrak hubungi dirjen. Saya bukan masalah teknis, masalah teknis hubungi dirjen masing-masing. Saya kasih tahu ke dirjen, kalau kamu mau silakan tapi kalau mereka mengacau ya marahin saja.
Ngapain saya urusin seperti itu, tanggung jawab yang tidak-tidak. Idenya saya sebagai analis dan Pak Jero Wacik sebagai politisi, keputusan ada di tangan beliau. Saya hanya memberikan alternatif-alternatif.
Apa sih yang sebenarnya membuat negara ini tidak benar?Policy analisys itu seperti dokter aja, pertama dicari penyakitnya. Negara itu cuma dua penyakitnya, penyakit nomor satu itu pasar, pasar itu interaksi antar orang, monopoli, lingkungan dan sebagainya, ketidakadilan. Pasar itu masalah kemakmuran. Kalau ada Jagger, berarti pasarnya tidak berjalan dengan baik, ada mafia. Kedua, pemerataan. Pemerataan ada dua yaitu pemerataan kesempatan dan pemerataan atas pendapatan.
Dalam mengatasi kedua masalah ini, orang membentuk negara, jadi negara itu mengatasi masalah pasar dan pemerataan. Negara itu kan orang, bisa saja dalam kenyataannya tidak benar. Masalah negara ada empat, satu demokrasi, birokrasi, orangnya dan desentralisasi. Tinggal dicari saja masalahnya apa, ada ketidakberesan dimana, penyelesaiannya ada resepnya masing-masing, metode rasionalis.
Apa sih yang sebenarnya membuat negara ini tidak benar?Policy analisys itu seperti dokter aja, pertama dicari penyakitnya. Negara itu cuma dua penyakitnya, penyakit nomor satu itu pasar, pasar itu interaksi antar orang, monopoli, lingkungan dan sebagainya, ketidakadilan. Pasar itu masalah kemakmuran. Kalau ada Jagger, berarti pasarnya tidak berjalan dengan baik, ada mafia. Kedua, pemerataan. Pemerataan ada dua yaitu pemerataan kesempatan dan pemerataan atas pendapatan.
Dalam mengatasi kedua masalah ini, orang membentuk negara, jadi negara itu mengatasi masalah pasar dan pemerataan. Negara itu kan orang, bisa saja dalam kenyataannya tidak benar. Masalah negara ada empat, satu demokrasi, birokrasi, orangnya dan desentralisasi. Tinggal dicari saja masalahnya apa, ada ketidakberesan dimana, penyelesaiannya ada resepnya masing-masing, metode rasionalis.
Jadi kalau saya analisis sesuatu itu menggunakan metode itu saja. Seperti dokter, penyakitnya apa obatnya apa, jangan sampai penyakitnya salah, kalau penyakit salah walaupun obatnya benar tetap saja pasti salah.
Benarkah penilaian kinerja Kementeria Energi merah?
Benarkah penilaian kinerja Kementeria Energi merah?
Ya jelas kan, merah sekali. Programnya gak jalan. Masalahnya yang lalu gak berani ambil keputusan. Jadi menurut saya sangat merah. Tidak ada keputusan sehingga tidak ada proyek, padahal dari dirjen-dirjen usulan sudah ada, cuma tidak berani tanda tangan.
Pemimpin itu fasilitator dan guru, kalau guru gak berani ketemu muridnya, gak pas lagi menjadi pemimpin. Pak Darwin dan Pak SBY aku yakin mereka gak pernah ngomong. Ada masalah komunikasi, kalau saya kan tenang saja. Kalau saya dianggap salah, bisa jelasin selesai. Waktu saya bilang kenaikan harga BBM, menteriku mencak-mencak di Bali "Gak akan ada kenaikan BBM", setelah saya jelasin, baru mereka mengerti.
Komunikasi dengan Pak Jero Wacik cukup intensif?Saya senang bekerja sama dia, orangnya bersih. Saya tidak suka bekerja sama dengan orang pintar tapi gak bersih. Jero Wacik itu pintar dan mau mendengarkan. Dia pemuka agama. Positifnya banyak dan mau belajar.
Prioritas Anda apa?
Setiap orang mempunyai tugas masing-masing, kontrak karya itu Dirjen Minerba, panas bumi itu tugasnya Dirjen EBTKE, lalu lifting itu Dirjen Migas.
Pemimpin itu fasilitator dan guru, kalau guru gak berani ketemu muridnya, gak pas lagi menjadi pemimpin. Pak Darwin dan Pak SBY aku yakin mereka gak pernah ngomong. Ada masalah komunikasi, kalau saya kan tenang saja. Kalau saya dianggap salah, bisa jelasin selesai. Waktu saya bilang kenaikan harga BBM, menteriku mencak-mencak di Bali "Gak akan ada kenaikan BBM", setelah saya jelasin, baru mereka mengerti.
Komunikasi dengan Pak Jero Wacik cukup intensif?Saya senang bekerja sama dia, orangnya bersih. Saya tidak suka bekerja sama dengan orang pintar tapi gak bersih. Jero Wacik itu pintar dan mau mendengarkan. Dia pemuka agama. Positifnya banyak dan mau belajar.
Prioritas Anda apa?
Setiap orang mempunyai tugas masing-masing, kontrak karya itu Dirjen Minerba, panas bumi itu tugasnya Dirjen EBTKE, lalu lifting itu Dirjen Migas.
Indonesia itu migas tetek bengek perlu diatasi, seperti izin. ExxonMobil di Cepu gak jalan-jalan itu karena masalah izin bupati, masalah izin pipa lewat jalan kereta api, pipa lewat jalan darat, izin pembebasan tanah. Pak Jero Wacik sudah niat menelepon satu-satu. Masa lalu itu tidak diapa-apain.
Saya bilang, jangan urusan masyarakat diselesaikan oleh perusahaan. Ada dua paham: saya kaya kamu miskin dan saya baik kamu tidak baik.
Keduanya tidak akan bertemu tanpa cinta, orang miskin itu pikirannya orang kaya itu jahat, yang menyebabkan kaya itu karena jahat, jadi gak ketemu.
Makanya saya bilang kasus Lapindo itu membenci satu sama lain, sekarang begini saja utang Bakrie dibayar lalu kembangkan lapangan itu sehingga bisa menjadi Balikpapan (kota minyak), Jawa Timur itu.
Kenapa selalu ribut menyalahkan orang, sampai kapan seperti itu? Kenapa gak sekarang dibereskan saja dan dikembangkan, itu potensi cadangan migasnya banyak dan Pertamina sudah bersedia melakukan seismik. Ada point of view, manajemen dipegang pemerintah, jadi 50:50, Bakrie suruh membayar ganti rugi tetapi yang menangani pemerintah.
Urusan pembebasan tanah, urusan izin, urusan kehutanan dan sebagainya itu pemerintah yang mengerjakan. Kenapa di Indonesia ini investasi tidak jalan, karena yang disuruh ribut dengan masyarakat itu perusahaan.http://analisis.news.viva.co.id/news/read/269570--sekarang-saat-yang-tepat-naikkan-harga-bbm-
Urusan pembebasan tanah, urusan izin, urusan kehutanan dan sebagainya itu pemerintah yang mengerjakan. Kenapa di Indonesia ini investasi tidak jalan, karena yang disuruh ribut dengan masyarakat itu perusahaan.http://analisis.news.viva.co.id/news/read/269570--sekarang-saat-yang-tepat-naikkan-harga-bbm-
WAFAT : Selamat Jalan Ustad Jeffry Al Buchori, Hak dan Peranan Perempuan Dalam Masyarakat dan BONGKAR Dusta VOA Islam...!!! serta KONSPIRASI Ledakan Boston

Menurut Kantor Berita ABNA, Dia bernama lengkap Jeffry Al Buchori, anak ke tiga pasangan Tatu Mulyana dan Ismail Modal. Sebagai ustaz muda, Uje, demikian dia disapa, tergolong gaul. Sebagai pendakwah muda, tampilanya modis; kaca mata hitam, baju koko bordiran di depan rancangan Itang Yunasz dengan bawahan khas sarung celana Uje.
Bila dia berdakwah, entah lewat radio atau televisi, orang dengan mudah mengenalinya. Suara Uje serak-serak basah, terkadang pelan, terkadang keras melengking ketika melantunkan ayat Alquran, atau sekadar shalawatan dan mengutip syair lagu islami.
Jeffry dibesarkan di tengah keluarga ustaz. Maka wajar bila sejak kecil dia mendapat pendidikan Islam kuat. Buktinya, saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD dia meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) sampai tingkat provinsi.
Setelah lulus SD, bersama ke dua kakaknya, Almarhum Ustaz Abdullah Riyad dan Ustaz Aswan Faisal, bersekolah di Pondok Pesantren El-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun di pesantren Uje terbilang nakal.
Dia sering kali kabur dari pesantren, diam-diam bermain dan menonton di bioskop. Sampai akhirnya dia dikeluarkan dari pesantren. Setelah itu, Uje pindah sekolah ke Madrasah Aliyah. Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah parah.
Apalagi setelah lulus Aliyah pada 1990, dia masuk akademi broadcasting. Kenakalan Uje kian tak terbendung. Dia keluar masuk diskotik, gemar dugem, nge-dance, hingga akhirnya kuliah tak tamat juga. Pada 1991 dia malah pernah menjadi dancer.
Tempat tongkrongan Uje biasanya di Institut Kesenian Jakarta. Dia juga sering mendatangi lokasi syuting sinetron. Ketika para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang dia menjadi pemain pengganti. Bahkan beberapa kali dia juga ikut casting.
Salah satu sinetron yang sempat dia bintangi adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.
Uje baru bisa keluar dari kehidupan semu ketika diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertaubatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya almarhum Ustaz Abdullah Riyad agar melanjutkan dakwah di Jakarta.
Alasannya, saat itu Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura.
Dia menurut Uje pertama kali berdakwah di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.
Dari situ lah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushala, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyarakat dan banyak dikagumi masyarakat. Ujejuga berdakwah dalam bentuk lagu-lagu Islami.
Dari situ lah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushala, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyarakat dan banyak dikagumi masyarakat. Ujejuga berdakwah dalam bentuk lagu-lagu Islami.
Biasanya, saban Ramadhan Ustaz ini laris diminta berdakwah. Wajahnya juga kerap menghiasi televisi. Sebagai ustaz muda, Uje menjadi trendsetter gaya busana muslim pria. Namanya melambung di kalangan remaja.
Uje meninggal dunia di usia 40 tahun Jumat dini hari, 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pukul 02.00 WIB. Dia menabrak pohon setelah kehilangan kendali ketika naik Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ.
Dia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun akhirnya meninggal.
Dia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun akhirnya meninggal.
Usai Salat Jumat, jasad UJe dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak persis di samping pusara ayahnya. Ribuan pelayat membanjiri pemakaman beliau.
Selamat jalan ustad Jeffry, semoga amal-amalmu menjadi kendaraan yang tidak mencelakakanmu di akhirat.
All Crew Team www.banjarkuumaibungasnya.blogspot.com turut berbela sungkawa....!!!!!!!!!!!
Waspadai Konspirasi Pecah Belah Umat Islam !
|

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran menyerukan kesadaran dan solidaritas umat Islam dalam menghadapi berbagai konspirasi dan ancaman terhadap dunia Islam.
Ayatullah Kazem Sadeghi dalam khutbah shalat Jumat Tehran (26/4) menyebut Amerika Serikat dengan CIA-nya, dan Israel dengan Mossad-nya sebagai pihak yang mempersenjatai dan melatih para teroris yang berkeliaran di negara-negara kawasan.
Untuk itu umat Islam, tutur beliau, jangan tertipu oleh sepak terjang mereka, apalagi mengeluarkan fatwa mendukung milisi teroris untuk menyerang sesama muslim sendiri.
"Tujuan mereka menciptakan friksi di tengah umat Islam, menguasai pasar minyak dan penjualan senjata ke negara-negara Islam," tegas Khatib shalat Jumat Tehran itu.
Menjelang digelarnya konferensi internasional "Kebangkitan Islam dan Ulama" yang akan digelar pada tanggal 29-30 April mendatang di Tehran, Ayatullah Sadeghi berharap momentum internasional itu menjadi sarana untuk menemukan solusi bersama demi mengakhiri friksi yang tengah merebak di tengah umat Islam dewasa ini.
Membongkar Kedustaan Voa-Islam Mengenai Fatwa Ayatullah Sistani
|

Menurut Kantor Berita ABNA, Voa-Islam sebuah media berita yang mulai beroperasi pada tanggal 1 Juni 2009 dengan salah satu misinya, "Menjadi media terpercaya yang mengedepankan kebenaran dan keadilan secara professional", kembali menyebar fitnah terhadap ulama marja taklid Syiah. Dengan mengambil kesimpulan secara sembrono redaksi Voa-Islam menulis berita, "Mut’ah dengan Putri Ulama Syiah menyebabkan Kekal di Neraka Bersama Iblis".
Berikut nukilan postingan berita yang dimuat di page Voa-Islam:
Mut’ah dengan Putri Ulama Syiah menyebabkan Kekal di Neraka Bersama Iblis
Sebuah Fatwa yang hanya menguntungkan ulama Syiah, dan merugikan awam Syiah dikeluarkan oleh kantor Samahah As-Sayyid Ayatullah Al-Uzhma Sistani bertanggal 3/9/1421 H bernomor 333, berikut ini,
Penanya: Bagaimana hukumnya jika saya memut’ah anak Anda dan Anda memut’ah anak saya? Perlu diketahui anak saya telah berusia 6 (enam) tahun.
Jawaban: Mut’ah halal bagiku terhadap siapa saja yang saya mau. Karena saya termasuk Ahlul Bait. Saya punya hak untuk itu. Meskipun anak itu masih kecil, kami akan berikan dia wawasan tentang nikah mut’ah.
Adapun Anda memut’ah anak saya, maka itu tidak boleh! Bahkan ini termasuk dosa besar! Anda kekal di neraka bersama Iblis di Neraka. Dan Anda wajib hilangkan pemikiran setan ini dari kepala Anda.
Fatwa oleh Sistani
Tanggapan ABNA:
Pertama, dari pertanyaan yang diajukan dapat dipastikan penanya bukanlah dari kalangan mazhab Syiah, sebab seorang Syiah meskipun awam sekalipun tidak akan mengajukan pertanyaan yang menunjukkan ketidak pahaman mengenai nikah Mut'ah. Syiah awam sekalipun, akan paham nikah Mut'ah sama halnya dengan nikah da'im yang meniscayakan haramnya seorang mertua menikahi anak menantunya. Maka pertanyaan tersebut pada hakikatnya sama sebagaimana dengan pertanyaan yang diajukan kepada seorang muslimah yang telah bersuami, "Kalau memang Islam menerima poligami, bolehkah saya menikahimu dan menjadikanmu sebagai istri yang kedua?". Maka pertanyaan yang seperti ini bisa dipastikan tidak akan pernah diajukan oleh seorang muslim meski paling awam sekalipun, sebab telah sangat diketahui bahwa seorang perempuan yang masih sedang bersuami tidak boleh dilamar apalagi dinikahi. Jadi bisa dipastikan penanya bukan dari kalangan Islam. Jawaban yang diberikan muslimah tentu saja penolakan, "Tidak boleh, pertama, karena kamu bukan muslim (kalaupun muslim kamu terlalu bodoh mengenai agamamu sendiri), kedua karena saya sedang memiliki suami." Dan karena muslimah tersebut memberikan jawaban tidak boleh atas pertanyaan yang diajukan maka kesalahan fatal, jika penanya lantas menyimpulkan, muslimah tersebut menolak hukum bolehnya poligami.
Demikian pula yang dimaksudkan, Ayatullah Sistani. Bahwa karena beliau bermazhab Ahlul Bait yang menghalalkan nikah mut'ah sebagaimana dihalalkannya oleh Rasulullah Saw dengan syarat-syarat yang telah diatur dalam fiqh, maka beliau punya hak untuk melakukannya. Sementara penanya yang bukan dari kalangan mazhab Ahlul Bait yang mengharamkan nikah mut'ah bahkan menganggapnya sama dengan zina bahkan lebih jahat dari itu, maka tentu sesuai akidahnya yang menyebut itu dosa besar maka dia akan masuk neraka dan kekal bersama Iblis. Karena itu beliau menyarankan, untuk menghilangkan pikiran dan niat untuk melakukan mut'ah sebagaimana penanya yakini sebagai dosa besar sejak awal dari kepalanya.
Redaksi Voa-Islam tidak jujur dalam menerjemahkan kalimat, لكن با لنسبت اليك فلا يجوز dengan menulis "Adapun Anda memut’ah anak saya, maka itu tidak boleh!" Terjemahan yang benar, "Akan tetapi terhadap dirimu maka tidak boleh..!" Kekeliruan yang tentu disengaja tersebut untuk menyembunyikan hakikat mazhab dan keyakinan si penanya, yang dalam aqidahnya nikah mut'ah itu haram, karenanya Ayatullah Sistani memberikan jawaban dengan maksud, "Sementara anda (sipenanya) tentu tidak boleh bermut'ah (dengan siapapun bukan hanya dengan puteri ulama Syiah) karena dalam keyakinan anda nikah mut'ah itu haram dan termasuk dosa besar, sehingga jika anda melakukannya maka anda akan masuk neraka bersama Iblis sebagaimana keyakinan anda itu."
Jadi ketika Ayatullah Sistani menyatakan nikah mut'ah tidak boleh dilakukan oleh penanya, bukan ulama Syiah tersebut yang egois dan mementingkan dirinya sendiri melainkan penanya sendiri yang mempersulit dirinya, meyakini nikah Mut'ah haram, namun justru berpikir dan berencana buat melakukannya.
Kedua, surat tersebut sangat besar kemungkinannya adalah rekayasa yang sengaja dibuat untuk menyebar stigma negatif terhadap ulama Syiah. Ayatullah Sistani atas pertanyaan-pertanyaan masalah syar'i yang diajukan kepada beliau senantiasa memberikan jawaban dengan tulisan tangan, bukan dengan ketikan. Hal yang ganjil lainnya, tercantum dibawah surat tulisan Iran-Qom yang menunjukkan surat tersebut beralamatkan di kota Qom Iran sementara Ayatullah Sistani bukan bermukim di kota Qom Iran melainkan di kota Najaf Irak.
Kesimpulan: Kalaupun surat itu benar berisi fatwa dan jawaban dari Ayatullah Sistani sebagaimana yang telah dijelaskan hal tersebut tidak membenarkan fitnah Voa-Islam yang menyebut fatwa tersebut hanya menguntungkan ulama Syiah, dan merugikan awam Syiah. Dan kalau memang pada kenyataannya jawaban tersebut bukan dari Ayatullah Sistani melainkan rekayasa dari pihak-pihak anti Syiah maka dikatakan perbuatan tersebut adalah fitnah yang termasuk dosa besar. Sayang, isu ini sangat digemari mereka yang anti pati terhadap Syiah dan disebarkan secara progresif melalui media-media dan jaringan sosial tanpa ada upaya tabayyun terlebih dahulu sebagaimana yang diperintahkan dalam agama.
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Qs. Al Hujurat: 6)
Ayatullah Sistani telah berkali-kali mendapatkan fitnah dari pihak yang aktif menyebarkan permusuhan dan kebencian terhadap Syiah dan mazhab Ahlul Bait. Mulai fitnah yang menyebutkan beliau tidak tahu bahasa Arab (padahal beliau mengajar di Hauzah Ilmiyah di Najaf Irak yang berbahasa Arab dan telah menulis banyak kitab-kitab agama berbahasa Arab) sampai menyebarnya fatwa yang dinisbatkan kepada beliau yang menyebutkan Ayatullah Sayyid Sistani hf telah memfatwakan bolehnya menggauli hewan.
Berikut pernyataan Kantor Resmi Ayatullah al-Udzma as- Sayyid Ali as-Sistani di Najaf-Irakmengenai fatwa-fatwa palsu yang mengatasnamakan Ayatullah Sayyid Sistani hf yang bertanggal 22 Dzulqa'dah 1426 H:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Seperti yang telah anda ketahui bahwa sembilan persepuluh dari agama wahabi adalah kebohongan, betapa banyak kebohongan dan pemalsuan dari mereka yang berkelanjutan dan salah satunya mereka membawakan fatwa palsu yang dinisbatkan kepada kantor yang terhormat Marja dini A’la Ayatullah al’udzma Sayyid Ali Sistani Dâma ‘Izzuhu, dan kenyataannya mereka wahabi menyebarkan fatwa (palsu) ini di kelompok mereka sendiri dengan maksud untuk penghinaan terhadap fiqih syiah dan kepribadian marja kami Al Adzim Dâma ‘Izzuhu...
***
Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai ulama besar Syiah yang senantiasa aktif menyerukan persatuan Islam dan pendekatan mazhab-mazhab antar Islam ini bisa mengunjungi situs resmi beliau di www.sistani.org yang tersedia dengan 6 pilihan bahasa: Urdu, Turki, Perancis, Inggris, Persia dan Arab. Pengikut dan muqallid beliau tersebar dibanyak Negara.
Petunjuk dan hidayah bagi yang mereka menghendaki keselamatan dan menghindari fitnah dan kedustaan.
"(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (Qs. An Nuur: 15)
*keterangan foto: Surat pernyataan bantahan atas merebaknya fatwa-fatwa palsu yang mengatasnamakan Ayatullah Sistani. Dikeluarkan Kantor Resmi Ayatullah al-Udzma as- Sayyid Ali as-Sistani di Najaf-Irak bertanggal 22 Dzulqa'dah 1426 H.
Saat Iran Habis Dirambah Afifah Ahmad
|

Membicarakan Persia adalah membicarakan kekaguman. Pasalnya, bukan rahasia umum lagi, khazanah Kota Persia sejak dulu hingga hari ini sangatlah menggoda hasrat para pecinta perjalanan di tataran internasional. Ada banyak hal yang bisa dinikmati dari kota ini. Sebagaimana kita tahu Persepolis masih menyimpan misteri nan megah, suguhan aroma romantisme taman-taman penyair kelas dunia banyak ditemui, kubah-kubah nan keemasan yang nampak agung dan memesona, tak lupa eksotisme bundaran Imam, hingga rumah-rumah gua di pedalaman yang sangatlah unik. Itulah aneka warna-warni daya pikat negeri Persia yang saat ini kita kenal dengan Iran. Melakukan perjalanan ke sana sangatlah didamba banyak orang.
Napas Indonesia
Adalah Afifah Ahmad, wanita kelahiran Semarang 10 Desember 1978 yang menjadi istri dari Purkon Hidayat, pada tahun 2008, bersama buah hatinya Mehdi Muhammad Hakim, hijrah ke Teheran, Persia, hingga kini. Berangkat dari pengalamannya tersebut, Afifah kemudian menggerakkan jari-jarinya untuk menulis catatan perjalanan. Hal ini terkuak saat digelarnya acara Bedah Buku “The Road To Persia: Menelusuri Keindahan Iran yang Belum Terungkap” karangan Afifah yang diterbitkan Bunyan (2013) pada Jumat (22/3). Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai pembedah yakni Ahmad Fadhil, dosen IAIN, yang sempat mengenyam pendidikan di Iran.
Fadhil dalam paparannya mengatakan bahwa dalam buku karangan Afifah selalu ada napas Indonesia di setiap tempat yang dikunjungi Afifah. “Di Isfahan, saat Afifah mulai menjauhi gerbang Meydan Emam, ingatannya melompat pada kota-kota tua di Indonesia yang mirip satu sama lain, dalam hal adanya masjid agung, pemerintahan daerah dan alun-alun yang sering menjadi pasar kaget pada hari-hari libur,” katanya. Fadhil menambahkan, ada lagi misalnya ketika Afifah mengunjungi Mausoleum Khayyam, Afifah teringat pada Umar Kayyam, akan tetapi Afifah lalu bersedih karena para penyair di Indonesia akan sulit mendapatkan penghargaan apalagi berupa tugu yang memukau, taman seluas 20.000 meter persegi dengan pepohonan rindang, dilengkapi juga dengan museum dan galeri untuk totalitas kiprah para penyair tersebut.
Penulis yang berasal dari Indonesia ini telah lima tahun tinggal di Iran dan sudah mendatangi tempat-tempat bernilai historis di sana. Isi buku ini sendiri terbagi ke dalam empat bab yang terdiri dari: bab pertama, yang merupakan catatan kunjungannya ke Bundaran Isfahan, Rudkhan Castle, dan reruntuhan Persepolis yang sangat memiliki nilai sejarah yang melekat; bab kedua, Afifah menziarahi makam para penyair sekelas Hafiz, Khayyam, Fariduddin Attar, Sadra, serta juga mendatangi makam Ibnu Sina; bab ketiga, Afifah lalu memilih untuk mereguknya indahnya alam pedesaan Persia seperti Kandovan, Masouleh, Tepian Zayandeh, bahkan juga gugusan Alborz; dan bab keempat, yaitu kisah-kisah aktivitas Afifah sehari-hari, semisal suasana di kereta yang ia naiki, gagap gempita Ramadhan, dan lain sebagainya.
Sendiri dan Nyaris Membeku
Pada sesi diskusi, Afifah membagi perihal proses kreatifnya dalam menulis. “Untuk penulisan naskah, saya mencicilnya. Satu-dua tulisan sudah ada di blog saya. Selama empat tahun perjalanan itu, saya menuliskannya di buku The Road To Persia ini,” ujar Afifah. Banyak cerita suka-duka yang dialami Afifah selama petualangannya menyusuri khazanah Persia. Salah satunya ketika dia menapaki gunung di Hamedan. Saat turun, tak ada mobil yang lewat. Sepi. Dan pada saat itu musim dingin. Afifah menunggu berjam-jam sampai kedinginan. “Tapi, Alhamdulillah ada pemuda baik yang menawarkan tumpangan,” kenang Afifah.
Ternyata kebiasaan menulis pada diri Afifah sebagai salah satu talenta yang sangat mengedepankan jiwa kreativitas dan perenungan, sudah ada sejak ia masih duduk di bangku SMP, saat di mana ia sudah memutuskan keliling Jawa. Biasanya ia menuliskan segala pengalamannya di blog pribadi. “Saya sudah ke Iran, namun baru kali ini ke Banten,” ujarnya sambil terkekeh.
Bedah Buku di UIN Sunan Kalijaga
Tiga hari setelahnya, acara diskudi buku serupa juga diadakan di ruang teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang terselenggara atas kerjasama Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Kedutaan Besar Iran, dan penerbit Bunyan, Senin (25/3). Acara Peluncuran dan Diskusi Buku The Road To Persia karya Afifah Ahmad tersebut dihadiri oleh Mr.Mohammad Ali Rabbani (Atase Kebudayaan Kedubes Iran), Afifah Ahmad, Iqbal Dawami (editor), dan Salman Faridi (CEO Bentang Pustaka)
Acara yang dihadiri seratusan dosen dan mahasiswa tersebut dibuka oleh Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga M. Solihin Arianto, S.Ag., SIP, M. LIS. Sedangkan diskusi dipimpin oleh Furqon Hidayat sebagai moderator. Untuk memeriahkan acara tersebut dihadirkan grup vokal yang terdiri dari para mahasiswa kelas Bahasa Persia yang membawakan lagu kebangsaan kedua negara. Selain itu, untuk menyemangati peserta penyelenggara membagikan souvenir khas Iran kepada sepuluh peserta yang mengajukan pertanyaan.
Di akhir acara, 160 peserta yang hadir mendapatkan buku The Road to Persia secara gratis dari penyelenggara. Secara umum para peserta sangat antusias mengikuti acara ini dan berharap kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan lagi di kemudian hari.
Provokasi AS di Balik Meruncingnya Perselisihan Cina-Jepang
Menurut sejumlah analis politik Amerika, mendisain latihan perang seperti ini justru memprovokasi perselisihan kepemilikan pulau antara Cina dan Jepang semakin meluas. Mereka menegaskan bahwa Amerika tengah berusaha memanas-manasi perselisihan soal kepemilikan pulau antara Cina dan negara-negara tetangganya agar tercipta krisis dengan tujuan mengontrol militer Cina.
Jenderal Martin E. Dempsey, Kepala Staf Militer Amerika dalam pekan ini juga melawat Cina dan negara ini akan memanfaatkan kunjungan itu untuk menyampaikan protes dan kekhawatirannya atas langkah-langkah yang dilakukan Amerika. Karena Cina melihat apa yang dilakukan Amerika bertentangan dengan stabilitas dan mengancam perdamaian. Sebagian pengamat mengatakan bahwa Amerika dengan mengambil kebijakan menekan keamanan Cina dengan menggunakan negara-negara tetangganya, guna menutupi masalah yang sebenarnya. Yakni, perselisihan Washington-Beijing ingin dialihkan menjadi perselisihan antara Cina dan negara-negara tetangganya.
Ketegangan dan perselisihan yang terjadi antara Cina dan Amerika telah meluas mencakup politik, ekonomi dan militer. Sekalipun demikian, dapat dikatakan bahwa perselisihan utama antara kedua negara kembali pada ancaman terhadap keberadaan Partai Komunis Cina dan menurut Cina, aksi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja dan tidak ada kata damai untuk masalah ini.
Washington meminta Cina agar menjadi partner Amerika yang bertanggung jawab di bidang ekonomi. Berdasarkan ide ini, Amerika berharap Cina ikut bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah dunia seperti krisis finansial dunia, pemanasan global dan memastikan Korea Utara menghentikan aktivitas nuklirnya. Sementara Cina tidak punya pikiran seperti itu dan meyakini bahwa sikap tanggung jawab mereka tidak bergantung pada pandangan Amerika.
Beijing mengatakan bahwa menjadi partner bertanggung jawab dengan berpartisipasi aktif di organisasi-organisasi multi lateral seperti kelompok G20 yang berusaha mencegah kemajuan Cina sama artinya dengan kemunduran politik dan jatuhnya ekonomi Cina. Di bidang ekonomi, ketika Barack Obama, Presiden Amerika memunculkan isu pengurangan emisi rumah kaca, itu hanya triknya untuk meningkatkan popularitasnya di tengah masyarakat Amerika. Obama juga berusaha mendapat kesepakatan dari Cina untuk mengurangi emisi rumah kaca itu, tapi Cina melihat masalah ini dari sudut pandang lain. Pengurangan emisi rumah kaca dari sudut pandang Cina sama artinya dengan mengorbankan ekonomi Cina.
Tibet, Xinjiang dan Taiwan termasuk kasus lain yang menjadikan Cina dan Amerika berselisih. Amerika berkali-kali menegaskan soal kebebasan beragama, hak sipil, kebebasan berpendapat warga Tibet, dan kebebasan umat Islam untuk melaksanakan kewajiban agamanya. Cina melihat politik Amerika sebagai bentuk campur tangan urusan dalam negeri Cina dan meyakini bahwa AS tidak berhak melakukan itu.
Dari sisi lain, Cina melihat aksi-aksi Amerika sebagai bentuk penghinaan terhadap pemerintahnya karena dianggap tidak mampu mengelola negara. Hal inilah yang membuat Beijing melihat Amerika dan sekutunya sebagai musuh yang berusaha membagi-bagi Cina menjadi beberapa bagian dan menjadi lemah.
Dengan melihat sejumlah kasus yang menjadi sumber perselisihan Cina can Amerika, apakah masih ada yang meragukan niat Amerika memprovokasi perselisihan yang terjadi antara antara Cina dan Jepang dan negara-negara tetangga lainnya? (IRIB Indonesia)
Iran akan Perkenalkan Senjata dan Peralatan Militer Terbaru
"Sejumlah kendaraan lapis baja pengangkut personel, persenjataan, senapan sniper, baterai anti-pesawat dan peluncur rudal akan diperkenalkan dalam latihan Baitul Muqaddas yang digelar Angkatan Darat," kata Brigadir Jenderal Kioumars Heidari pada Jumat (26/4).
Ia menambahkan, dalam manuver yang bersandi Baitul Muqaddas itu akan dilakukan pula latihan perang asimetris yang telah diadopsi dalam rangka menanggapi ancaman baru.
Selama beberapa tahun terakhir, Tehran telah menggelar beberapa kali latihan militer untuk meningkatkan kemampuan pertahanan angkatan bersenjatanya dan sekaligus menguji taktik militer dan peralatan modern.
Meski demikian, Iran telah berulang kali meyakinkan negara-negara lain, khususnya negara tetangga, bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain, karena doktrin pertahanannya didasarkan pada pencegahan. (IRIB Indonesia/RA)
Ledakan Boston Alasan Buat Menumpas Gerakan Occupy Wall Street
Sebuah website anti Israel dan pendukung gerakan Occupy Wall Street dalam sebuah laporan pada 19 Oktober 2012 mengabarkan dokumen resmi dan rahasia yang diungkap oleh Asosiasi Kebebasan Sipil di Amerika yang berada di Massachusetts yang menunjukkan sudah cukup lama FBI menerapkan program dengan tema "Perang Melawan Terorisme". Dalam operasi intelijen ini, ternyata FBI juga mengejar warga Amerika pendukung Palestina dan menolak perang dengan Iran. Setiap informasi terkait aktivitas dan acara kampanye para aktivis politik ini dikategorikan dalam dokumen kriminal agar undang-undang kriminal di Amerika seperti penangkapan, penyidikan dan hukuman dapat diterapkan kepada mereka.
Dengan tersebarnya dokumen ini, terungkap pula bahwa polisi Boston merekam setiap program yang diselenggarakan untuk mendukung Palestina atau menentang Kapitalisme, sehingga FBI dapat dengan mudah menangkap warga yang ikut.
FBI mengetahui dengan baik bahwa urat nadi gerakan Occupy Wall Street berada di Boston. Pada 30 September 2011, sejumlah aktivis anti Kapitalisme berkumpul di kota Boston yang berada di bawah organisasi rakyat "Occupy Boston" dan mendeklarasikan keberadaannya. Artinya, kurang dari dua pekan sebelum dimulainya gerakan Occupy Wall Street dan hingga kini masih terus melanjutkan aksi protesnya, tidak seperti di daerah lain.
Berdasarkan data yang diberikan dalam situs organisasi warga ini occupybostong.org, sejak bulan Juni 2012 hingga kini secara berkala mereka melaksanakan program anti pemerintah dan Kapitalisme di kota Boston, sekalipun berita aksi demo mereka disensor oleh media-media kapitalis. Para aktivis dari kalangan mahasiswa penentang Kapitalisme di kota Boston tidak tinggal diam dan berhasil menjadikan Universitas Harvard menjadi benteng kuat bagi aksi protes mereka. Organisasi warga-mahasiswa Occupy Boston inilah yang mengacaukan pidato Newt Gingrich, zionis dan kandidat pemilu presiden pada 18 November 2011 di Harvard.
Sejak saat itu hingga kini telah diselenggarakan banyak seminar yang mengritik kebijakan luar negeri pemerintah Amerika di universitas ini. Begitu juga organisasi warga ini tahun lalu melakukan aksi protes menentang keinginan para pejabat Amerika menyerang Iran. Organisasi yang pada awalnya substansinya anti Kapitalisme perlahan-lahan memiliki kecenderungan anti Zionis dan dalam banyak seminar mereka menyatakan sikap protesnya terhadap Israel dan pemikiran zionis.
Gelombang pemikiran protes organisasi ini menyebabkan tahun lalu lembaga-lembaga anti Zionis menyelenggarakan seminar di Harvard yang menyerang kebijakan luar neger Amerika terkait pembentukan dua negara di kawasan Palestina pendudukan. Para peserta membahas rencana menghapus Israel dan pembentukan negara di perbatasan historis Palestina sebelum tahun 1948 dengan partisipasi seluruh warga asli Palestina. Yakni, sebuah rencana yang mirip dengan usulan Iran untuk menentukan nasib Palestina dengan suara warga hakiki Palestina.
Tapi poin yang perlu ditekankan mengenai kekuatan Occupy Boston dan bahaya organisasi ini bagi pemerintah Amerika yang pada gilirannya penumpasan mereka berada dalam prioritas FBI adalah mencetak koran dengan tiras 25 ribu dan disebarkan di seluruh kota Boston, sekaligus situsnya dengan alamat bostonoccupier.com. Surat kabar independen ini dikelola dengan anggaran warga dan disebut Boston Occupier. Makalah-makalahnya biasanya menyebut pemerintah Amerika sebagai Negara Imperialis Amerika.
Surat kabar anti Kapitalisme Boston Occupier di saat-saat pertama terjadi ledakan di Boston segera mengeluarkan kecaman dan berusaha membantu para korban dan menilainya sebuah peristiwa lokal. Berita tentang ledakan Boston tetap berada di bagian "berita lokal", sementara pada bagian "berita nasional" mereka tetap melanjutkan kebijakan anti Kapitalis. Dengan kata lain, ketika seluruh media Amerika menyebut peristiwa ledakan Boston sebagai masalah nasional dan merupakan aksi serangan terhadap keamanan nasional AS, para aktivis anti Kapitalis meyakini ledakan bom itu hanya masalah lokal Boston dan masyarakat tidak boleh lupa masalah nasional dan fokus untuk tetap melawan para kapitalis yang menguasai Wall Street.
Dapat dibayangkan bahwa "think tank" untuk menumpas gerakan Occupy Wall Street setelah mengetahui struktur politik dan tokoh utama gerakan ini di kota Boston, kini mereka mencari kesempatan untuk menghabisi tokoh utama gerakan ini. Mereka melihat kesempatan itu ada pada sebuah perlombaan lari maraton yang memiliki sejarah pelaksanaan yang panjang. Sejak tahun 1897 hingga sekarang setiap hari Senin ketiga bulan April, kota Boston menyelenggarakan lomba lari maraton dan di tanggalan Amerika sendiri hari itu disebut Hari Patriot (Patriots' Day).
Oleh karenanya, ledakan di Boston pekan lalu sudah pasti perasaan rakyat Amerika di tingkat nasional, khususnya warga Boston terluka dan para pejabat Amerika mendapat alasan untuk bermain dengan emosi rakyat guna mengarahkan opini umum terkait sejumlah masalah yang mereka inginkan.
FBI selama ini berusaha mencari alasan untuk mengontrol gerakan anti pemerintah, Kapitalis dan Israel di kota Boston dan memotong urat nadi gerakan ini baik di universitas maupun di lembaga-lembaga non pemerintah Boston. FBI membutuhkan kondisi keamanan khusus dan itu mereka dapatkan pasca ledakan bom di perlombaan maraton Boston. Tentu saja, dengan meminggirkan terlebih dahulu kemungkinan keterlibatan FBI dalam ledakan itu, untuk memunculkan kesempatan ini. (IRIB Indonesia / SL)
Hak dan Peranan Perempuan Dalam Masyarakat (Bagian Pertama)
Kiprah Perempuan di Tengah Masyarakat Manusia
Tema tentang perempuan dan sikap masyarakat terhadap perempuan sejak dulu ramai dibahas oleh berbagai komunitas masyarakat dan peradaban. Perempuan selalu menempati separuh populasi dunia. Peran perempuan bagi kelangsungan hidup manusia di dunia sama besarnya dengan peran laki-laki. Secara alamiah, perempuan bahkan mengemban tugas-tugas terbesar bagi kelangsungan hidup manusia, termasuk melahirkan dan mendidik anak. Karena itu, wajar jika tema perempuan sejak dulu ramai didiskusikan oleh para pemikir di bidang etika, budaya dan tradisi masyarakat berbagai bangsa.
Perspektif Yang Benar Tentang Perempuan
Perempuan harus dipandang sebagai manusia yang bermartabat supaya terlihat bagaimana kesempurnaan perempuan serta apa hak dan kebebasannya. Perempuan harus dipandang sebagai entitas yang dapat menjadi aset bagi kemaslahatan masyarakat melalui proses pembinaan manusia-manusia luhur, supaya terlihat apa hak perempuan dan bagaimana kebebasannya. Perempuan harus dipandang sebagai elemen dasar rumah tangga yang meskipun eksistensinya sama-sama dibentuk dan diperani oleh laki-laki dan perempuan tetapi ketenangan dan ketentramannya sangat bergantung pada peran dan bawaan alamiah perempuan. Perempuan harus dipotret dengan lensa demikian agar terlihat bagaimana perempuan dapat menemukan kesempurnaannya dan dimana hak-haknya berada.
Kezaliman Sejarah Terhadap Perempuan
Perempuan selalu menjadi kaum yang teraniaya di tengah berbagai masyarakat sepanjang sejarah. Ini terjadi karena kebodohan manusia. Watak manusia bodoh cenderung mengarah kepada praktik penindasan pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah selagi mereka tidak terkover oleh daya penekan, baik yang bersifat internal seperti kekuatan iman yang ada dalam jiwa manusia dan ini sedikit sekali terjadi maupun yang bersifat eksternal seperti penerapan hukum dan undang-undang. Praktik penindasan yang terjadi secara begitu naif sepanjang sejarah umumnya terjadi akibat ketidaktahuan terhadap martabat dan kedudukan perempuan. Perempuan sendiri harus menemukan kedudukannya yang sejati dan jangan sampai merasa patut dizalimi hanya lantaran statusnya sebagai perempuan. Banyak kezaliman terhadap perempuan diakui sebagai kezaliman. Sayangnya, banyak pula kezaliman terhadap perempuan yang ternyata tidak terekspos sebagai kezaliman. Contohnya adalah praktik penggiringan kaum perempuan ke lubang konsumerisme, kosmetisme, hedonisme dan trend yang menempatkan perempuan sebagai barang konsumsi, padahal ini merupakan kezaliman besar yang bahkan bisa jadi paling fatal dan tragis terhadap perempuan. Sebab, dengan kezaliman ini perempuan sengaja dipalingkan secara total dari jalur perfeksinya yang sejati agar terjebak pada kecenderungan yang sepele dan absurd.
Isu Perempuan di Dunia
Sudah banyak klaim, upaya dan terobosan-terobosan budaya dilakukan oleh umat manusia, termasuk oleh kalangan yang memang bersimpati dan tulus menyangkut nasib kaum perempuan. Namun, manusia sampai sekarang tidak menemukan konsep yang benar mengenai persoalan gender perempuan, yang pada gilirannya juga berimplikasi pada persoalan gender laki-laki. Hingga kini sikap ekstrim, kesewenang-wenangan dan salah persepsi yang mengakibatkan terjadinya kezaliman, kekacauan mental, dilema rumah tangga dan problematika pergaulan antara kedua jenis masih bertahan sebagai bagian dari problema kemanusiaan yang tak terpecahkan. Padahal, manusia sudah sedemikian maju hingga merambah luar angkasa, kedalaman laut, menghasilkan banyak penemuan, juga mencapai kemajuan di bidang psikologi, sosial, ekonomi dan lain sebagainya. Namun terkait masalah perempuan umat manusia belum punya pemecahan yang jitu.
Peran Hijab Bagi Perfeksi Sosial Perempuan
Agama Islam mengajarkan adanya hijab pemisah antara perempuan dan laki-laki. Namun, hijab bukan berarti bahwa kaum perempuan memiliki alam dan dunia yang berbeda dengan kaum laki-laki. Perempuan tetap dapat bergaul dengan laki-laki dalam satu komunitas masyarakat atau lingkungan kerja yang sama di mana saja. Keduanya dapat bekerjasama mengatasi problematika sosial dan mengelola pertahanan negara sebagaimana keduanya dapat bersama-sama mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Hanya saja, hijab harus dijaga di luar rumah tangga atau di luar lingkungan keluarga terdekat. Hijab adalah satu poin substansial dalam pembentukan karakter Islami. Jika ini tidak diindahkan maka yang terjadi adalah kebobrokan seperti terjadi di dunia Barat dewasa ini. Jika ini tidak diindahkan, perempuan juga tidak akan bisa berkiprah di barisan terdepan dalam pergerakan nilai-nilai sebagaimana dilakukan kaum perempuan di Republik Islam Iran. Di ruang tertentu, Barat berusaha menanamkan poin ini pada setiap orang.
Penerapan hijab sama sekali bukan berarti mengkarantina kaum perempuan. Salah besar jika hijab dipersepsi demikian. Hijab adalah demi mencegah pergaulan bebas tanpa batas antara laki-laki dan perempuan di tengah masyarakat. Pergaulan bebas sangat merugikan masyarakat, terutama kaum perempuan. Hijab membantu perempuan dalam pendakiannya menuju puncak spiritual dan menghindarkan mereka dari lokasi-lokasi yang dapat menggelincirkan mereka ke jurang nista.
Semua gerakan pembelaan terhadap kaum perempuan harus menjaga poin besar ini demiiffah (keterjagaan dari perbuatan haram) mereka ini. Terpeliharanya iffah kaum perempuan adalah faktor yang mengawal martabat kaum perempuan di mata laki-laki, termasuk laki-laki pengumbar syahwat. Iffah perempuan adalah sumber kehormatan jatidirinya. Karena itu Islam sangat mementingkan masalah iffah perempuan. Tapi Islam tentu juga tidak menyepelekan iffah laki-laki. Sebab iffah bukan hanya berkenaan pada kaum perempuan. Sebaliknya, kaum laki-lakipun juga harus menjadi sosok yang afif (yang memelihara keterjagaan diri dari perbuatan haram). Pengabaian terhadap hijab dan keterjebakan perempuan pada penampilan yang mendekati ketelanjangan hanya akan merugikan diri perempuan sendiri sebelum kemudian masyarakat secara umum. Islam mensyariatkan penerapan hijab supaya tercipta lingkungan masyarakat yang sehat dan aman, termasuk bagi kaum perempuan sendiri dalam menjalani kegiatan di tengah masyarakat, dan supaya kaum laki-laki dapat menunaikan tanggungjawabnya.
Tanggungjawab dan Kiprah Perempuan
Dalam masyarakat Islam, pintu aktivitas sosial terbuka lebar bagi kiprah laki-laki maupun perempuan. Ini terbukti dari semua teks-teks Islam berkenaan dengan ini dan dari hukum-hukum Islam yang menyetarakan perempuan dengan laki-laki dalam mengemban tanggungjawab sosial. Bukan semata berkenaan dengan laki-laki ketika Rasulullah SAW bersabda;
مَنْ اَصْبَحَ لاَ يَهْتَمُّ بِاُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَلَيْسَ بِمُسْلِمٍ
"Barangsiapa tidak mempedulikan urusan umat Islam maka dia bukan Muslim."
Perempuanpun juga harus bertanggungjawab dan menaruh kepedulian terhadap urusan masyarakat Islam, Dunia Islam dan masyarakat global. Kepedulian ini merupakan satu kewajiban Islami. Keteladanan Fatimah Zahra AS di masa kanak-kanaknya maupun setelah hijrah dan tinggal di Madinah dalam menaruh kepedulian kepada semua urusan dakwah ayahandanya yang notebena sentral semua peristiwa sosial-politik saat itu membuktikan adanya kiprah perempuan dalam tatanan Islam. Ayat dalam surat al-Ahzab tidak membedakan perempuan dengan laki-laki dalam soal keislaman, keimanan, pembacaan qunut, kekhusyuan, sedekah, puasa, kesabaran, istiqamah, penjagaan kehormatan, zikir kepada Allah.
Aktivitas perempuan di kancah sosial adalah perbuatan yang mubah dan terpuji selagi tidak mengabaikan ketentuan Islam. Perempuan boleh mengaktivasi energinya yang pada kenyataannya merupakan separuh energi yang tersimpan di tengah masyarakat. Ketika perempuan dapat menikmati pendidikan sebagaimana laki-laki maka energi masyarakat akan berlipat ganda jika dibandingkan dengan keadaan ketika pendidikan hanya dinikmati oleh kaum laki-laki saja. Islam tidak membedakan perempuan dengan laki-laki dalam penggalangan pembangunan, aktivitas ekonomi, pengelolaan urusan negara, kota, desa, masyarakat dan urusan rumah tangga. Keduanya sama-sama mengemban tanggungjawab.
Dasar Kegiatan Sosial Perempuan
Segala kegiatan sosial hanya akan benar dan membuahkan hasil yang benar apabila didasari dengan pertimbangan akal, keberpikiran, kemampuan menalar dan menentukan maslahat. Ini berlaku termasuk untuk setiap gerakan kepedulian kepada penegakan hak kaum perempuan. Segala upaya dalam rangka ini tidak boleh pasif dan didasari oleh tradisi semata tanpa paradigma logis yang mengacu pada karakter alami perempuan dan laki-laki yang dalam beberapa hal memang menuntut adanya zona-zona ekslusif untuk kiprah masing-masing. Jelas merugikan jika gerakan dalam rangka ini dilakukan secara pasif dan mengacu hanya pada faktor tradisi dan fanatisme buta.
Peranan Perempuan Dalam Pembangunan Nasional
Negara yang ingin menggalang pembangunan pada maknanya yang sejati harus lebih mengacu pada faktor sumber daya manusia (SDM). Ketika acuannya adalah SDM, praktis akan terbentuk kesadaran bahwa kaum perempuan adalah segmen yang menempati separuh populasi penduduk dan setengah dari ketersediaan SDM. Pembangunan yang sejati dalam skala yang komprehensif tidak mungkin akan terlaksana jika terjadi salah persepsi terhadap persoalan seputar perempuan. Kaum perempuan sendiri juga harus mengetahui perspektif Islam mengenai perempuan supaya mereka dapat membela hak mereka sepenuhnya berdasarkan ajaran Islam, sebagaimana semua anggota masyarakat negara Islam harus mengetahui pandangan agama ini tentang perempuan dan kiprahnya di semua lini kehidupan, termasuk pendidikan, keprofesian, aktivitas sosial, politik dan ekonomi atau kehidupan di dalam maupun di luar rumah tangga.
Kewajiban Menikmati Pendidikan
Kaum perempuan diperkenankan menikmati pendidikan tinggi. Salah besar anggapan sementara kalangan bahwa perempuan tidak boleh mengenyam pendidikan. Perempuan justru juga harus mengenyam pendidikan yang berguna dan sesuai dengan minatnya. Masyarakatpun juga memerlukan keterdidikan kaum perempuan sebagaimana mereka memerlukan keterdidikan kaum laki. Hanya saja, zona pendidikan tentu harus sehat. Pergaulan tanpa norma dan etika antara laki-laki dan perempuan sama sekali bukan sesuatu yang niscaya bagi kelangsungan proses pendidikan. Pendidikan setinggi apapun tetap bisa dicapai dengan ketaatan terhadap norma. Membiasakan diri dengan membaca buku adalah salah cara yang sangat berguna bagi perempuan. Harus ditemukan metode inovatif supaya perempuan bisa menjadi kutu buku di dalam rumah. Buku adalah jendela ilmu yang tersedia bagi manusia agar dapat mengoleksi pengetahuan dan mengasah kecerdasan secara lebih optimal.
Pengetahuan adalah sesuatu yang sangat bernilai dan saya termasuk orang yang mengharapkan muslimat bisa tampil sebagai ilmuwan di semua bidang. Sebagian perempuan beranggapan bahwa jika perempuan dapat memilih suatu jurusan berkenaan dengan perempuan maka ia harus memilih jurusan yang lebih berkenaan dengan urusan medis kaum perempuan semisal bersalin. Padahal, kaum perempuan juga harus dapat berkiprah di semua bidang kesehatan, termasuk kesehatan jantung, organ dalam, jaringan saraf dan lain sebagainya. Belajar di jurusan apapun merupakan kewajiban syariat dan sosial.
Perempuan dan Profesi
Islam mendukung kaum perempuan berkarir. Islam bahkan bisa jadi memandang perempuan harus bekerja dan berkarir selagi karirnya tidak mengusik tugas utamanya, yaitu mendidik anak dan memelihara rumah tangga. Tidak mungkin ada negara yang tidak membutuhkan tenaga perempuan di berbagai bidang. Sebagian orang bersikap eksesif, ifrat dan tafrit. Yang ifrat mengatakan perempuan tidak usah terlibat aktivitas sosial karena mengakibatkan pengabaian rumah tangga, suami dan anak. Sedang yang tafrit mengatakan biarkan perempuan terlibat kegiatan sosial walaupun mengakibatkan suami dan anak terlantar. Kedua pendirian ini sama-sama keliru, karena korelasi antara kegiatan dan penelantaran sebenarnya bisa dihindari.
Karir untuk perempuan tentu saja bukan prioritas. Islam memang tidak melarang perempuan bekerja dan berkarir -kecuali pada beberapa hal yang sebagian sudah disepakati dan sebagian lain masih diperdebatkan oleh para fukaha- tapi problema utama kaum perempuan bukan soal apakah mereka berkarir atau tidak. Problema utama mereka ialah hilangnya hal-hal yang sangat prinsipal seperti yang terjadi di dunia Barat. Mereka di sana kehilangan ketentraman, tersisih dari kepercayaan untuk mengaktivasi potensi, tertindas di tengah masyarakat dan bahkan di dalam rumah tangga dan rumah orang tuanya sendiri. Semua upaya menyangkut nasib perempuan seharusnya lebih mengutamakan persoalan ini. (IRIB Indonesia / Khamenei / SL)
Hak dan Peranan Perempuan Dalam Masyarakat (Bagian Kedua, Habis)
Tarbiah Islam Untuk Kaum Perempuan
Martabat kaum perempuan akan terjunjung tinggi seandainya masyarakat Islam dapat membina kaum perempuan dengan teladan Islami. Pendidikan anak akan lebih baik, rumah tangga akan lebih hangat dan tulus, masyarakat akan lebih progresif dan problema hidup akan lebih mudah dipecahkan dan secara umum, laki-laki dan perempuan, akan lebih sejahtera apabila kaum perempuan dapat meraih pengetahuan, makrifat, kesempurnaan spiritual dan moral seperti yang diajarkan oleh agama Ilahi kepada seluruh umat manusia, baik laki-laki maupun perempuan.
Asumsinya sama sekali bukan pertentangan antara perempuan dan laki-laki atau rivalitas antara keduanya. Sebaliknya, target yang diharap ialah terjadinya dinamika pada kaum perempuan sebagaimana dinamika yang telah membesarkan kaum lelaki. Peluang untuk demikian terbuka lebar, dan Islam sudah membuktikannya.
Penting sekali perempuan terdidik dengan metode-metode yang benar dalam menggarap pekerjaan rumah tangga dan memperlakukan suami dan anak-anaknya. Banyak perempuan baik, penyabar dan berbudi pekerti luhur tetapi tidak memahami metode yang benar dalam memperlakukan suami atau anaknya. Ada metode-metode ilmiah dan terus berkembang maju seiring dengan dinamika eksperimen manusia. Ada banyak orang yang memiliki pengalaman-pengalaman istimewa. Metode-metode ini harus diajarkan kepada kaum perempuan.
Hak Memilih Pasangan
Dalam banyak hal, Islam menaruh perhatian tersendiri kepada status perempuan sebagai seorang istri. Menurut Islam, perempuan bebas memilih sendiri pasangannya; siapapun tidak boleh memaksanya dalam menentukan pilihan. Siapapun, termasuk saudara laki-laki maupun ayah dan apalagi keluarga terjauhnya, tidak berhak memaksa perempuan agar menikah dengan pria tertentu. Sayangnya, di tengah masyarakat Islam sejak dulu sampai sekarang masih ada orang yang menerapkan tradisi-tradisi khas jahiliah yang sama sekali tidak bisa dikaitkan dengan syariat dan hukum Islam.
Dua Contoh Kejahilan Menyangkut Pernikahan
Islam tidak membenarkan seseorang memaksa gadis agar menikah dengan saudara sepupunya. Saudara sepupu gadis dan siapapun yang sepaham dengan saudara sepupu gadis diharamkan menekan si gadis supaya tidak usah menikah jika tidak menikah dengan saudara sepupunya. Para fukaha Islam sepakat menilai penekanan seperti ini sebagai tindakan yang menyalahi syariat.
Islam bahkan juga tidak membenarkan penyelesaian pertikaian antara dua suku, misalnya, dengan cara menikahkan gadis dari satu suku dengan pria dari suku lawan tanpa persetujuan dari si gadis. Cara penyelesaian demikian hanya boleh dilakukan jika si gadis secara suka rela bersedia dinikahkan dengan pria yang berasal dari suku lawan. Adapun cara pemaksaan, walaupun tujuannya adalah untuk meredam pertikaian, tetap tidak dibenarkan oleh syariat Islam.
Tempat Mencari Ketenangan
Ketentraman hati adalah sesuatu yang paling dibutuhkan oleh manusia. Kebahagiaan manusia terletak pada ketentraman batin dan keterjagaan dirinya dari guncangan jiwa. Kebahagiaan seperti ini dapat terpenuhi dari pembinaan rumah tangga. Allah Swt berfirman;
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,..." (QS. ar-Rum: 21)
Ayat suci ini berkenaan dengan kehidupan laki-laki dan perempuan, khususnya dalam rumah tangga. Disandingkannya manusia dengan pasangan yang diambil dari sesama manusia, yaitu laki-laki dengan perempuan dan perempuan dengan laki-laki, adalah salah satu bukti kebesaran Allah Swt. Pasangan itu berasal dari jenis makhluk manusia sendiri, bukan dari jenis makhluk lain. Keduanya sama-sama berasal dari entitas dan makhluk yang sama. Hanya saja, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, sebab masing-masing mengemban tugas yang berbeda. Selanjutnya ayat tadi menyebutkan;
لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
"Supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya." (QS. ar-Rum: 21)
Yakni, adanya pasangan dan dua jenis gender pada manusia dimaksudkan untuk suatu tujuan besar, yaitu supaya perempuan di sisi pria dan pria di sisi perempuan dapat menemukan ketentraman batin. Pria akan menemukan ketentraman batin ketika memasuki rumah yang didalamnya terdapat perempuan amanah yang dicintainya. Perempuanpun juga akan merasa tentram dan bahagia ketika bersanding dengan pria yang menjadi tambatan hati dan perlindungan baginya, mengingat pria secara fisik lebih kuat daripada perempuan. Ikatan rumah tangga memberikan ketentraman bagi keduanya. Untuk menemukan ketentraman, pria membutuhkan perempuan dalam rumah tangga sebagaimana perempuan juga membutuhkan keberadaan pria dalam rumah tangga agar menemukan rasa damai dan tentram. Keduanya saling membutuhkan untuk dapat menemukan ketentraman batin.
Signifikansi Perempuan Dalam Rumah Tangga
Rumah tangga pada dasarnya diwujudkan dan dikelola oleh perempuan. Komponen utama keluarga adalah perempuan, bukan laki-laki. Keluarga masih dapat dipertahankan tanpa laki-laki. Tanpa keberadaan laki-laki, misalnya karena meninggal dunia, seorang ibu rumah tangga masih dapat menjaga keluarga asalkan dia sehat secara lahir dan batin. Sebaliknya, seorang suami tanpa keberadaan istrinya tidak akan mampu memelihara rumah tangga. Dengan demikian, pengayom rumah tangga adalah perempuan.
Islam sedemikian mengutamakan peran perempuan dalam rumah tangga tak lain karena apabila perempuan menaruh komitmen dan hasratnya kepada keluarga, mementingkan pemeliharaan dan pertumbuhan anak, memberi ASI, membesarkan anak dalam pelukannya, membekali anak dengan citarasa budaya, hikayat-hikayat bijak, hukum dan kisah-kisah al-Quran dan menyegarkan anak dengan siraman-siraman ruhani sama intensifnya dengan santapan jasmani, maka akan tercipta generasi-generasi yang bernas dan matang di tengah masyarakat. Inilah seni kehidupan seorang perempuan, dan ini sama sekali tidak kontradiktif dengan profesi perempuan di bidang pendidikan, karir, politik dan lain sebagainya. Di semua program sosial, rumah tangga harus menjadi pijakan. Masalah keibuan, rumah tangga dan keluarga adalah masalah yang sangat substansial dan vital. Artinya, sehebat apapun perempuan di bidang kedokteran atau bidang-bidang lainnya tetap akan cacat jika dia tidak eksis di dalam rumah tangga. Bagaimanapun juga perempuan harus menempatkan dirinya sebagai ibu rumah tangga. Ini harus dijadikan orientasi. Ibu rumah tangga adalah ibarat ratu dalam dunia lebah, meskipun tamsil ini tak sepenuhnya tepat.
Pengaruh Alamiah Perempuan
Kaum perempuan memiliki pengaruh tersendiri yang tak dapat dibandingkan terhadap suaminya, kecuali pada beberapa hal tertentu. Tapi ini tidak lantas berarti bahwa istri yang berpengaruh adalah istri yang berkuasa atas suaminya. Pengaruh yang dimaksud tak lain adalah pengaruh yang terjadi secara alami dan merupakan anugerah Ilahi. Menurut saya, dalam komparasi final perempuan lebih kuat daripada laki-laki. Jika hendak dipertentangkan secara berkelanjutan, perempuan pada akhirnya menang atas laki-laki berkat cara-cara dan trik-trik tertentu yang dianugerahkan Allah Swt kepada watak alamiah kaum perempuan. Ini merupakan salah satu keindahan alam dan bagian dari rahasia semesta. Kemudian, selain karena jumlahnya yang menempati 50 persen, perempuan juga dapat menjadi katalisator bagi 50 persen sisanya, yaitu kaum lelaki, dalam terjun ke kancah sosial.
Pria lebih menyukai berjuang sendiri di luar rumah tanpa melibatkan istri dan anaknya. Contohnya, kita di masa perjuangan dulu tidak menghendaki istri kita ikut terlibat di lapangan. Kita mengatakan kepada istri, "Biarlah kamu di rumah dan saya akan melakukan sendiri perjuangan ini." Namun, ketika perempuan ikut berjuang, maka dia akan berjuang bersama suaminya dan memotivasi suaminya untuk berada di tempat terdepan. Pengaruh alamiah serta kecemerlangan di medan perjuangan harus dijaga baik-baik karena perjuangan akan selalu ada dan tak kenal kata henti.
Poros Kasih Sayang
Bawaan alami yang dianugerah Allah kepada perempuan dan laki-laki dalam lingkungan rumah tangga adalah bawaan yang mengikat keduanya, yaitu bawaan kasih dan sayang; mawaddah wa rahmah. Hubungan yang sehat antara suami dan istri adalah hubungan cinta dan kasih sayang. Keduanya harus saling cinta dan mengasihi. Institusi keluarga adalah tempat untuk memupuk insting cinta dan kasih sayang. Anak-anakpun juga harus merasakan kasih sayang. Suami dengan bawaan kelelakian dan nalurinya yang lebih rendah dan dalam beberapa kasus tertentu lebih rapuh dibanding perempuan hanya bisa diobati oleh kasih sayang istri yang bahkan lebih dari kasih sayang ibu. Istri seorang tokoh besar bahkan dapat memperlakukan suami seperti seorang ibu memperlakukan anaknya yang masih kecil. Istri yang cermat pasti memahami soal ini. Seandainya naluri lelaki tidak membutuhkan adanya sebuah poros dalam rumah tangga yang tak lain adalah ibu rumah tangga maka ikatan rumah tangga hanya akan berupa bentuk tanpa makna.
Pembagian Tugas
Bawaan perempuan dan laki-laki masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam rumah tangga, suami tidak boleh berharap istri bisa bekerja dan berjiwa seperti laki-laki. Begitu pula istri; tidak boleh berharap suami berkejiwaan seperti perempuan dalam rumah tangga. Masing-masing memiliki bawaan dan naluri sendiri yang apabila diindahkan oleh masing-masing pada interaksi keduanya dalam rumah tangga maka akan responsif terhadap maslahat manusia, masyarakat dan tatanan sosial laki-laki dan perempuan. Kebahagiaan akan tercipta jika karakter masing-masing diindahkan. Meski demikian, satu sama lain tidak berhak berbuat aniaya, memaksa dan mengeksploitasi. Sebagian laki-laki beranggapan bahwa perempuan harus bekerja dan mengabdi kepada suami. Memang, bagi perempuan dan laki-laki yang saling mengasihi, tindakan saling membantu adalah kebiasaan yang dapat mereka lakukan dengan senang hati. Mengerjakan sesuatu dengan hasrat dan rasa senang hati berbeda dengan tindakan yang dilakukan dengan perasaan bahwa perempuan seakan-akan adalah pelayan bagi laki-laki. Hal seperti ini tidak ada dalam Islam.
Prioritas Pekerjaan Rumah
Apapun status perempuan yang bekerja atau berkarir di luar rumah, termasuk dokter, akademikus, arsitek dan dosen tetap harus memperhatikan pekerjaan rumah. Sebagaimana pekerjaan-pekerjaan lain, pekerjaan rumahpun kuantitasnya bisa dikurangi asalkan kualitasnya meningkat. Jalan keluar harus dicari jika aktivitas atau profesi di luar rumah mengganggu tugas dalam rumah. Ini penting sekali, kecuali jika terjadi hal-hal yang darurat. Dalam hal-hal lainpun, kaidah bisa tidak berlaku jika terjadi kondisi darurat. Bagi perempuan, memelihara dan mendidik anak serta mendukung perjuangan suami lebih penting dari urusan lain.
Tugas Mendidik Anak
Tarbiah atau mengasuh dan mendidik anak adalah salah satu tugas utama perempuan dalam rumah tangga. Menolak melahirkan anak demi profesi di luar rumah adalah tindakan menyalahi naluri insani perempuan dan jelas tidak diridhai Allah Swt. Salah besar jika seorang perempuan menolak melahirkan anak, memelihara anak, menyusui, mencurakhan kasih sayang kepada anak demi pekerjaan-pekerjaan lain yang sesungguhnya tidak terlalu urgen. Buaian dan curahan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya adalah satu metode terbaik bagi tarbiah anak. Fatal sekali jika anugerah Ilahi untuk anak ini diabaikan oleh seorang ibu. Tindakan ini merugikan bukan hanya untuk anak, tetapi juga untuk sang ibu sendiri dan masyarakat. Islam tidak membenarkan sikap demikian.
Salah satu tugas seorang ibu ialah membina anak dengan tepat, cermat dan penuh kasih sayang agar ketika sang anak, laki-laki maupun perempuan, sudah tumbuh dewasa bisa menjadi manusia sehat jasmani maupun ruhani, menjadi pribadi yang bebas dari tekanan fisik maupun mental serta kebobrokan seperti yang kini banyak dialami oleh generasi muda di Eropa dan Amerika. Akibat minimnya kepedulian perempuan di Barat terhadap urusan rumah tangga dan tarbiah anak, masyarakat dunia Barat yang bernaung di bawah payung peradaban fisik dan berhias dengan istana-istana megah, gedung-gedung pencakar langit, pangkalan-pangkalan nuklir dan kemajuan ilmu pengetahuan tercemar oleh praktik asusila, brutalisme, kriminalisme, narkotika dan nikotin di kalangan remaja usia belasan tahun! Semua ini terjadi karena kaum perempuan di Barat tidak apresiatif terhadap rumah tangga.
Perempuan Sebagai Bunga
Di mata Islam, suami dalam rumah tangga harus menjaga istrinya seperti orang merawat bunga. Rasulullah Saw bersabda;
اَلْمَرْأَةُ رَيْحَانَةٌ وَ لَيْسَتْ بِقَهْرَمَانَةٍ
"Perempuan adalah bunga dan bukan pelayan."
Hadits ini dimaksudkan bukan dalam konteks politik, sosial, pendidikan dan zona-zona perjuangan sosial dan politik, melainkan dalam konteks rumah tangga. Pesan ini ditujukan kepada sementara kalangan yang menganggap perempuan dalam rumah tangga sebagai pelayan. Rasulullah Saw menyalahkan anggapan ini. Perempuan adalah ibarat bunga yang harus dirawat dengan baik. Bunga akan layu jika diperlakukan dengan kasar. Sedangkan jika bunga diperlakukan dengan lemah lembut dan penuh pengertian, maka bunga akan indah, mekar dan mengesankan. Sosok insan yang memiliki kelembutan fisik dan mental harus dilihat dengan kacamata demikian. Karakteristik kewanitaan itulah yang menjadi sebab mengapa karakteristik ini selalu terjaga dalam perasaan dan kehendaknya. Karena itu tidak ada tekanan ataupun tuntutan supaya perempuan berpikir, bekerja dan memiliki obsesi seperti laki-laki. Artinya, Islam sangat mengindahkan karakteristik alami dan naluri perempuan. Islam menjadikannya sebagai acuan dalam menyikapi sentimen dan perilaku perempuan. Tapi di saat yang sama Islam memandang pintu pengetahuan, spiritual, ketakwaan dan aktivitas politik tetap terbuka untuk perempuan. Islam bahkan menganjurkan kaum perempuan memperdalam pengetahuannya dan berdedikasi di kancah sosial dan politik. Dengan demikian, suami dalam rumah tangga tidak boleh memperlakukan perempuan sebagai pelayan yang bisa ditekan dan diperintah seenaknya.
Qahramanah yang dimaksud dalam hadits tadi bukan qahramaneh yang ada dalam bahasa Persia, walaupun kosakata Arab ini diserap dari bahasa Persia. Qahraman dalam bahasa Arab berarti pelaksana semua urusan. Maksudnya ialah bahwa suami tidak boleh memandang istri sebagai orang yang melaksanakan semua urusan. Suami tidak boleh memperlakukan istri seolah pimpinan yang bertugas mengelola semua urusan anak dan pekerjaan dalam rumah.
Keteraniayaan Perempuan Dalam Rumah Tangga
Kaum perempuan dunia sekarang terdera oleh problema yang sangat pelik dan kronis. Mereka terdera di dua zona sekaligus; rumah tangga dan masyarakat. Ini terjadi di Eropa, AS dan sejumlah negara lain yang meniru gaya hidup Barat dengan tingkat intensitas yang berbeda. Dalam rumah tangga, perempuan benar-benar terzalimi oleh suaminya. Kezaliman terbesar kaum pria terhadap perempuan dalam rumah tangga ialah sikap suami yang tidak mencerminkan pandangan bahwa istri adalah pendamping hidupnya. Suami bersikap setengah hati terhadap istrinya. Suami di luar rumah gemar berbuat nista, mengumbar kesenangan dan hawa nafsu. Akibatnya, rumah tangga menjadi ruangan yang dingin tanpa kehangatan rasa kasih sayang dan terkadang malah suram dan tertekan oleh perilaku buruk.
Poin terpenting menyangkut istri dan suami adalah terkait interaksi antara keduanya. Perempuan adalah seorang puteri yang dibesarkan sampai usia remaja dengan susah payah dan penuh kasih sayang oleh orang tuanya. Setelah itu dia diserahkan kepada pria yang menikahinya. Nah, ketika itulah perempuan jangan sampai diperlakukan sebagai sosok yang diharap dapat memahami segala hal dan bersedia melakukan segala pekerjaan sehingga begitu ada sedikit saja kesalahan perempuan lantas diperlakukan dengan sewenang-wenang. Adalah suami yang zalim jika di dalam rumah dia merasa sebagai tuan dan memandang istrinya sebagai pelayan dan obyek eksploitasi. Sayangnya, banyak pria bersikap demikian.
Nasib perempuan di luar lingkungan rumah tangga juga demikian. Adalah satu penindasan jika perempuan dibiarkan tidak aman untuk belajar, beraktifitas, mencari nafkah dan mencari ketenangan. Adalah kezaliman jika kaum perempuan didiskriminasi dalam pendidikan yang layak dan dijauhkan dari ilmu pengetahuan dan makrifat. Demikian pula jika karena alasan tertekan oleh pekerjaan, perempuan dibiarkan tidak mendapat kesempatan untuk meningkatkan kualitas moral, agama dan makrifatnya. Atau jika perempuan setelah menikah tidak diperkenankan untuk menggunakan harta bendanya sendiri secara independen dan sesuai kehendaknya. Atau jika perempuan tidak diberi ikhtiar sendiri untuk memilih suami yang disukainya. Atau jika perempuan tidak diperkenankan memberikan kasih sayang secara layak kepada anaknya, baik ketika masih bersuami maupun setelah bercerai. Atau jika dikekang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya di bidang sains, politik, sosial dan lain sebagainya. (IRIB Indonesia / Khamenei / SL)
Tags:
Agama
,
Arab Saudi
,
Banua Kita
,
Barat
,
Berita
,
Indonesia
,
IRAN
,
Israel
,
Sunni dan Syi'ah
,
Tokoh






