Home � � Mesir Minta Maaf pada Mahasiswa Indonesia

Mesir Minta Maaf pada Mahasiswa Indonesia


JAKARTA - Pemerintah Mesir mengaku salah tangkap terhadap empat mahasiswa Indonesia di Mesir yang kemudian menjadi korban penyiksaan aparat kepolisian Kairo karena dituduh terlibat dalam jaringan teroris. Kedutaan Mesir di Indonesia secara resmi menyatakan permohonan maaf atas kasus tersebut.
Ilustrasi



"Mesir akui salah tangkap," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah kepada wartawan di Kantor Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2009).

Karena itu, dalam pertemuan antara Duta Besar RI di Mesir dengan Asisten Menteri Luar Negeri Mesir, pemerintah meminta agar Mesir meminta maaf atas peristiwa itu.

"Kita juga minta agar Mesir memberikan jaminan keamanan bagi empat mahasiswa tersebut," katanya.

Mereka mengakui pihaknya telah salah tangkap sehingga akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Indonesia, korban, dan keluarga korban pada tanggal 7 Juli kemarin.

"Kedutaan Besar Mesir di Indonesia secara resmi menyatakan permohonan maaf atas kasus penangkapan empat mahasiswa Indonesia. Mereka juga mengakui telah terjadi salah tangkap," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7/2009).

Belum diketahui, apakah Pemerintah Mesir juga akan memberikan kompensasi kepada empat mahasiswa Indonesia yang menjadi korban serta mengabulkan permohonan jaminan keselamatan yang telah dilontarkan pihak keluarga korban.

Empat mahasiswa Indonesia yang menjadi korban penyiksaan di Mesir malam nanti (11/7/09) akan dikumpulkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, bersama dengan pihak Pemerintah Mesir.

"Saya baru chating dengan adik saya Faturahman, dia bercerita kalau nanti malam waktu setempat mereka akan dikumpulkan di Kantor KBRI. Katanya untuk mengklarifikasi soal kasus penyiksaan dalam soal salah tangkap," kata Roudatul Firdaus, kakak salah satu mahasiswa korban penyiksaan kepada okezone di Pekanbaru, Sabtu (11/7/2009).

Selain ke empatnya, KBRI juga akan mengundang mahasiswa lain, yakni A Nasution. Nasution adalah mahasiswa Indonesia yang awalnya dicari polisi Mesir saat penangkapan keempat rekanya di rumah kos, karena diduga sering mebuka situs IIhwan Muslim dan gambar Syeh Yasin yang dituding sebagai kelompok garis keras Hamas.

"Mereka bukanlah teroris, mereka mahasiwa yang memang datang ke Mesir untuk menuntut ilmu. Untuk itu nanti malam, Pemerintah Mesir harus mengklarifikasi hal itu dan keluarga mendesak agar nama mereka dipulihkan," punkasnya.

Empat mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al Ahzar yakni Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi pada 28 Juni lalu sempat ditangkap dan ditahan polisi setempat dengan tuduhan terlibat jaringan teroris. Selama ditahan mereka disiksa dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Belakangan mereka dibebaskan karena polisi tak memiliki cukup bukti. [IslamTimes/R]

Tags:

0 comments to "Mesir Minta Maaf pada Mahasiswa Indonesia"

Leave a comment