
Amerika Serikat kian gencar melancaran pemulihan sektor finansialnya. Bak seleksi alam, upaya ini pun selalu memakan korban dari dunia perbankan setiap pekan. Terhitung sejak awal 2009, bahkan tercatat 78 bank terpaksa gulung tikar. Wuih...!
Puluhan bank nasional itu terpaksa menghentikan operasinya tahun ini, di tengah makin parahnya perekonomian negara. Akibatnya, jumlah pengangguran meningkat, harga rumah berjatuhan, masalah kredit makin pelik. "Semua ini bertambah berat dengan banyaknya bank yang tutup dan menguras dana asuransi," ungkap Asosiasi Deposit Asuransi AS (FDIC) dalam pengumumannya yang dirilis, Sabtu (15/8).
Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat ketimbang 2008, ketika 25 bank berhenti beroperasi. Pada 2007 silam, hanya tiga bank yang terpaksa tutup. Bangkrutnya bank-bank tersebut menyebabkan kas FDIC merosot ke level terendahnya sejak 1993, yakni US$ 13 miliar.
FDIC pun terpaksa bertanggung jawab terhadap asuransi beberapa bank. Di antaranya Bank Colonial cabang Montgomery, Alabama dan Community Bank of Arizona di Phoenix. Kemudian Union Bank di Gilbert, Arizona, Community Bank of Nevada di Las Vegas, serta Dwelling House Savings and Loan Association di Pittsburgh.
Bank yang terakhir tutup, yaitu Bank Colonial BancGroup Inc., banyak memberi pinjaman untuk sektor real estate. Di saat yang bersamaan, empat bank di negara bagian Arizona, Nevada, dan Pennsylvania, juga mengalami hal serupa. FDIC pun menangani aset dan tabungan para nasabah di bank-bank tersebut yang masing-masing jumlahnya mencapai miliaran dolar.
Sejumlah bank yang kolaps pekan ini sebagian besar berbisnis di kredit sektor real estate. Jika sektor tersebut masih lemah, lanjut FDIC, kredit real estate menjadi sebuah ancaman bagi perbankan AS. "Banyak bank regional yang memberi kredit real estate. Jika resesi makin dalam, maka risiko yang mereka hadapi masih besar. Terutama dalam pemberian kredit dalam jumlah besar," imbuh FDIC.
Lembaga tersebut mencatat jumlah institusi finansial yang menerima bantuan mereka meroket pada 2009 ini. Pada kuartal pertama saja, sebanyak 305 institusi membutuhkan uluran dana dari FDIC. Ini angka tertinggi sejak 1994, ketika terjadi krisis pada bisnis simpan pinjam perbankan AS.
Padahal, pada kuartal empat 2008, baru mencapai 252 lembaga finansial. "Kami juga harus merogoh kocek hingga US$ 70 miliar untuk dana asuransi akibat gagalnya perbankan pada 2013," paparnya.
Salah satu bank yang mengalami kejatuhan terbesar tahun ini adalah Bank Colonial Bancgroup. Kreditur spesialis properti yang bermarkas di negara bagian Alabama itu, memiliki aset yang cukup besar, mencapai US$ 25 miliar.
FDIC pun terpaksa menyetujui penjualan deposit mereka sebesar US$ 20 miliar kepada bank lainnya, BB&T, dengan harga US$ 22 miliar. Kepada bank ini pula, FDIC harus mengeluarkan dana bantuan terbesarnya mencapai US$ 2,8 miliar.
Di sisi lain, banyak pihak yang mengkhawatirkan arus kas FDIC, kendati Depkeu AS menyediakan dana pinjaman. Pasalnya, sejak resesi melanda AS pada 2007 lalu, FDIC telah melindungi hampir US$ 300 miliar deposit perbankan.
Namun, FDIC optimististis masih akan mampu melakukan penggelontoran dana, meski lembaga ini tak berwenang melakukan intervensi penyelamatan aset, ketika institusi perbankan belum kolaps.
"Cadangan dana industri kami telah menutup semua kerugian hingga hari ini. Bahkan, kerugian yang kami hadapi saat ini lebih rendah ketimbang prediksi beberapa saat lalu," kata Direktur FDIC Sheila Bair, seperti dilansir Market Watch, Sabtu (15/8).
Analis perbankan dari RBC Capital Market, Gerard Cassidy, memperkirakan rangkaian kebangkrutan bank AS masih terus terjadi. Apalagi resesi AS masih belum memberikan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. "Seribu bank AS bakal gagal atau kolaps pada dua hingga lima tahun ke depan," katanya.
Menurut dia, pada 2008 pihaknya memprediksikan sebanyak 200-300 bank AS akan gagal. Namun ia menilai kondisi ekonomi saat ini jauh berbeda dengan saat itu. "Pasar AS masih terekspos sektor perumahan," ungkap Cassidy beberapa saat lalu.
Ia juga masih belum merekomendasikan saham perbankan untuk dikoleksi pelaku pasar. Hal ini mengingat tekanan pada sektor perbankan, karena masalah kredit yang masih harus diselesaikan. "Kita masih belum beranjak dari krisis kredit ini, belum mendekati akhir masa itu. Tampaknya situasi ini masih akan terus berlanjut hingga akhir tahun," pungkasnya. [islammuhammadi/mt/inilah]
Home � � 78 Bank di AS Bangkrut!
78 Bank di AS Bangkrut!
Posted by cinta Islam on 8:03 AM // 0 comments
0 comments to "78 Bank di AS Bangkrut!"