Home � Menlu Swedia Tolak Kutuk Artikel Pencurian Organ oleh Tentara Israel

Menlu Swedia Tolak Kutuk Artikel Pencurian Organ oleh Tentara Israel


Persembahan darah dalam Ibadah Yahudi

Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt Jumat bermain dingin di kancah diplomatik dengan Israel setelah sebuah surat kabar Swedia memberitakan kejadian dimana tentara Israel mencuri organ orang Palestina yang meninggal.




Ketika ditanya oleh wartawan tentangan laporan yang diterbitkan oleh Aftonbladet, apakah hubungan antara kedua negara akan menjadi buruk, Bildt mengatakan: "Saya tidak berfikir demikian."

"Hubungan kami sudah sangat kuat, antara negara Israel dan pemerintah. Kita adalah masyarakat terbuka dan demokratis," katanya kepada wartawan saat pertemuan menteri luar negeri Nordik dan Baltik di ibukota Islandia - Reykjavik.

Namun Bildt menolak untuk mengutuk tulisan tersebut, mengatakan bahwa pemerintah menghormati prinsip-prinsip dari konstitusi Swedia tentang kebebasan berekspresi. "Sebagai bagian dari pemerintah Swedia, yang berada pada konstitusi Swedia, saya harus menghormati kebebasan bicara, terlepas dari pandangan pribadi yang mungkin ada," katanya.

Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman diharapkan untuk berbicara pada hari Jumat dengan rekan Swedia-nya, sehubungan pengutukan resmi negaranya terhadap artikel tersebut.

Lieberman diharapkan untuk meminta Bildt untuk mengutarakan ungkapan kutukan resmi dari pemerintah Swedia. Duta Besar Israel untuk Swedia - Benny Dagan diharapkan untuk membuat permintaan serupa selama pertemuan Jumat dengan Wakil Menteri Luar Negeri Swedia.

"Sangat memalukan dimana Kementerian Luar Negeri Swedia gagal campur tangan dalam kasus fitnah darah terhadap orang-orang Yahudi. Hal ini mengingatkan posisi Swedia dari selama Perang Dunia II, ketika gagal melakukan intervensi juga," ujar Lieberman.

Menurut menteri luar negeri Israel, "Cerita yang diterbitkan minggu ini merupakan lanjutan dari alam Protokol Elders of Zion dan fitnah darah seperti persidangan Beilis, di mana orang Yahudi dituduh telah menambahkan darah anak-anak Kristen di roti Paskah - Passover."

Artikel di Swedia dari koran internasional memiliki oplah terbesar- pertama kali dilaporkan oleh Haaretz.com pada hari Selasa, dan telah menyulut berbagai macam perdebatan sengit baik di Swedia dan luar negeri. Artikel mengatakan bahwa sejak tahun 1992, tentara Israel telah mengambil organ dari pemuda Palestina yang tewas, dan juga menyebut kelanjutan aktifitas ini atas penyelidikan kejahatan AS yang melibatkan anggota masyarakat Yahudi Amerika.

Kementerian Luar Negeri Israel yang ragu kalau pemerintah Swedia akan menerbitkan kutukan, karena mempertimbangkan tindakan lainnya. Intinya adalah satu untuk membatalkan kunjungan Bildt mendatang ke entitas Zionist, yang direncanakan sepuluh hari dari sekarang.

Ide lain adalah untuk membolehkan Bildt membuat kunjungannya ke Tel Aviv, namun untuk menggunakan kunjungan dengan baik sebagai sebuah kritikan artikel yang dipublikasikan, dan bagi para pejabat untuk menolak berbicara tentang subjek apapun sehubungan dengan artikel itu.

Pejabat kementerian Luar Negeri Israel mengatakan jika tidak ada kutukan resmi Swedia maka krisis ini tidak akan terselesaikan.

Lieberman telah menginformasikan kepada karyawan deplu agar pemerintah membatalkan kartu press dari Aptonbladt di Israel, dan juga menolak untuk memberi segala bentuk bantuan untuk meliput berita dari Israel.

Juga muncul pada Kamis pernyataan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak tentang adanya sebuah fitnah dari penulis artikel.

Pemerintah Swedia yang pada hari Kamis menjauhkan dirinya dari pernyataan dari duta besar di Tel Aviv, di mana dia mengkritik artikel dengan mengatakan bahwa "kutukan itu hanya penghakiman dari kedutaan [di Tel Aviv], dan dirancang untuk audiens Israel." Komentar datang dalam pernyataan yang dirilis Kamis oleh Departemen Luar Negeri Swedia.

"Artikel di koran Swedia Aftonbladet sangat menggemparkan dan mengejutkan kami orang Swedia, juga warga negara Israel," kata Duta Besar Borsiin Elisabet Bonnier pada hari Rabu.

"Sama seperti di Israel, kebebasan pers berlaku di Swedia," ujar Bonnier. "Namun, kebebasan pers dan kebebasan berekspresi adalah kebebasan yang membawa tanggung jawab tertentu." [IslamTimes/R]

Tags:

0 comments to "Menlu Swedia Tolak Kutuk Artikel Pencurian Organ oleh Tentara Israel"

Leave a comment