
Pelanggaran Gencatan Senjata di Yaman
Menyusul terjadinya pelanggaran gencatan senjata di Yaman, bentrokan kembali meletus di negara ini. Sumber Yaman melaporkan, bentrokan antara pasukan pemerintah Yaman dengan kelompok Houthi dua hari lalu menewaskan puluhan orang. Saat ini, pusat bentrokan terjadi di dua wilayah, Malahid dan Harf Sufyan di Yaman Utara. Berbagai media di kawasan saat ini menyesalkan kondisi yang terjadi di wilayah utara Yaman ini. Karena akibat operasi yang diberi sandi "tanah terbakar" yang dimulai sejak sebulan lalu, kini tidak tersisa apapun di provinsi Saada. Beberapa hari ini, Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) mengingatkan kondisi sulit yang tengah melanda provinsi Saada dan wilayah lainnya di Yaman Utara.
Saat ini, kedua pihak yang bertikai saling menuding pihak lainnya melanggar gencatan senjata. Namun berbagai fakta membuktikan, sejumlah pihak asing terus menghendaki berlanjutnya perang di negeri ini.
Ali Al-Washli, oposan Yaman yang bermukim di Jerman mengatakan, Arab Saudi yang berusaha memperlemah pemerintahan Sanaa dan mewujudkan tujuan tertentunya menghendaki berlanjutnya perang di Yaman. Ia menegaskan, pemerintah Riyadh tengah berupaya menebarkan fitnah etnis dan mazhab di Yaman untuk menghancurkan negara ini. Sejumlah senjata yang dipergunakan tentara Yaman di wilayah Malahid membuktikan keterlibatan Arab Saudi dalam perang di Yaman. Dalam gambar yang diambil saat kelompok Houthi merampas senjata tentara Yaman, logo bendera Arab Saudi tertera di sejumlah perlengkapan senjata tentara negara ini.
Para pengamat politik menilai, di luar faktor pemicu meletusnya perang di Yaman, bagaimana pun kelanjutan konflik di Yaman Utara berdampak buruk terhadap struktur politik, ekonomi dan sosial negara ini. Yaman adalah negara miskin yang senantiasa dilanda masalah, meskipun telah bersatu selama dua puluh tahun.
Sejumlah anggota parlemen Yaman mengkhawatirkan kian memburuknya kondisi dan berlanjutnya perang di negara ini. Mereka mendesak kedua pihak secepatnya mengakhiri konflik. Abdul Aziz Jabari, Anggota kongres rakyat di Parlemen Yaman meminta kedua pihak yang bertikai menjauhi opsi militer dalam penyelesaian masalah. Jurubicara kelompok Al-Houthi, Muhammad Abdul Salam menyatakan kesiapannya menggelar perundingan dengan pemerintah Sanaa, seraya menegaskan perundingan sebagai satu-satunya solusi.
Home � � Fitnah etnis dan mazhab di Yaman
Fitnah etnis dan mazhab di Yaman
Posted by cinta Islam on 5:18 PM // 1 comment
Waduh itu Nabi Isa As. ko di dada nya ada logo Yahudi, ada tulisan Dajjal nya lagi. Parah ni...