Home � Pemimpin Arab takut???

Pemimpin Arab takut???



Pemimpin Arab Bungkam Soal Krisis Kemanusiaan di Palestina
Usama Hamdan, ketua Bidang Hubungan Internasional Hamas, menegaskan kepada negara-negara Arab untuk tidak lagi memberikan konsesi pada rezim zionis Israel. Tokoh Senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) itu menekankan, negara-negara Arab seyogyanya menuntut kembali hak-hak yang telah dirampas Tel Aviv dan bukan sebaliknya.

Saat ini sikap negara-negara Arab terutama Arab Saudi dan Mesir terkait masalah Palestina bersikap pasif dan memberikan keuntungan sepihak kepada musuh.
Hamdan meminta kepada mereka untuk mengkaji ulang kebijakan semacam itu dan merebut kembali hak-hak mereka dari Israel dengan memberlakukan beragam tekanan efektif terutama lewat perlawanan bersenjata.

Di bagian lain pernyataannya, penekanan AS yang hanya berkutat pada isu pembangunan permukiman zionis sejatinya hendak membatasi skala tuntutan rakyat Palestina. Dengan cara itu, Gedung Putih ingin mengesankan kepada dunia bahwa tuntutan Palestina hanya sebatas diakhirinya pembangunan permukiman zionis, itu pun bersifat temporer. Sementara, tuntutan utama rakyat Palestina seperti dihapuskannya pendudukan dan politik ekspansif rezim zionis terabaikan begitu saja.

Sementara itu, pejabat senior Hamas yang lain, Yahya Musa juga mendesak supaya tali kendali perundingan yang selama ini dipegang AS dan Barat harus segera dicabut. Sebab, jika hal itu terus dibiarkan, nasib rakyat Palestina akan semakin terpukul.

Front Rakyat untuk Kebebasan Palestina juga menuntut para pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan negara-negara Arab untuk tidak lagi berharap pada rancangan perdamaian. Selain itu, partai ini juga menegaskan kembali bahwa ketegasan dan sikap represif harus diterapkan dalam menghadapi arogansi rezim zionis Israel.

Sikap kompromi sejumlah negara-negara Arab terhadap Tel Aviv hanya membuat rezim penjajah ini kian brutal dan arogan. Di sisi lain, perundingan damai yang disponsori AS tak lebih dari sekedar konspirasi dan kesempatan bagi Israel untuk merealisasikan kebijakan ekspansifnya.

Tragedi mengenaskan yang terjadi di Gaza saat ini merupakan akibat nyata dari politik kompromi negara-negara Arab.

Meski sudah ratusan ribu rakyat Palestina menjadi korban kebiadaban rezim zionis dan entah sudah berapa kali pasukan militer rezim zionis menyerang wilayah Palestina, namun kenyataan pahit itu tidak juga mampu menjadi pelajaran bagi para pemimpin dunia Arab supaya tidak lagi menjalin hubungan damai dengan Tel Aviv.

Sebaliknya saat kondisi rakyat Palestina dalam keadan krisis, mereka justru melangkah untuk terus menggelar proses perdamaian dan memberikan konsesi yang lebih besar kepada Israel. Ironisnya lagi, mereka bahkan mendukung upaya rezim zionis memberangus rakyat Palestina.


Aksi bungkam negara-negara Arab, terutama Mesir dan Saudi Arabia terhadap blokade Isreal di Jalur Gaza merupakan bukti yang tak bisa diingkari. Langkah memalukan yang ditempuh para pemimpin Arab itu, memantik protes dan kemarahan besar warga Arab di dunia. Dan yang perlu diwaspadai oleh Pemimpin Arab adalah, masyarakat Arab dan dunia meyakini bahwa muqawama merupakan satu-satuanya solusi yang bisa menghentikan arogansi Israel.[islammuhammadi/mt]

0 comments to "Pemimpin Arab takut???"

Leave a comment