Home � (QS An-Nisa : 69 )

(QS An-Nisa : 69 )



" Dan barangsiapa yang mentaati Allah & RasulNYA, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS An-Nisa : 69 ) . Yang demikian itu adalah dari Allah, dan Allah cukup mengetahui. " (QS An-Nisa : 70 )

Sebab Turunnya Ayat
Mengenai di wahyukannya ayat ini, di riwayatkan bahwa suatu ketika salah seorang sahabat Nabi saww yang bernama Nuban, yang sangat mencintai Rasulullah saww datang kepada Beliau dalam keadaan stress berat. Rasulullah saww menanyakan apa yang mengganggu pikirannya, dan dia menjawab bahwa hari itu dia sedang memikirkan suatu masalah bahwa jika dia nanti pada hari pengadilan diterima masuk surga, maka disana dia pasti tidak berada pada posisi yang sama dengan Nabi saww. Dan jika dia tidak diterima di surga, maka keadaannya sudah jelas. Oleh karena itu, dalam kasus yang manapun, dia pasti sekali akan kehilangan peluang untuk berada dekat Nabi saww. Itu sebabnya mengapa dia meras tertekan.
Maka ke dua ayat di atas pun di wahyukan, yang memberi kabar gembira kepada orang-orang semacam Nuban bahwa orang-orang yang taat akan berada bersama Nabi-nabi dan orang-orang terpilih di surga. Kemudian Nabi saww berkata : " Demi Allah, tidaklah sempurna iman seorang Muslim sampai dia lebih mencintaiku lebih dari dirinya sendiri, orang tuanya, semua karib kerabatnya, dan sampai dia tunduk kepada kata-kataku".





TAFSIR
Teman di Surga
Dalam ayat-ayat suci sebelumnya disebutkan hak-hak istimewa orang-orang yang taat kepada perintah Allah SWT. Untuk melengkapinya, ayat di atas mengatakan, Dan, barangsiapa yang mentaati Allah & RasulNYA, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahhi nikmat oleh Allah...
Sebagaimana disebutkan dalam tafsir surah al Fatihah, anugerah ini diperuntukan bagi mereka yang senantiasa menempuh jalan yang lurus dan tidak pernah tersesat.
Kemudian, untuk menjelaskan frase ini, ayat di atas menunjuk kepada empat kelompok, dan mengatakan,...yaitu : nabi-nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya....
1. Para Nabi dan utusan khusus Allah adalah mereka yang mengambil langkah pertama bagi bimbingan, kepemimpinan dan ajakan kepada orang banyak untuk menmpuh jalan yang lurus.
2. Shiddiqin adalah mereka yang berkata benar dalam pembicaraan mereka dan membuktikannya dengan perbuatan-perbuatan mereka yang benar dan tulus, Mereka secara praktis menunjukan bahwa mereka bukan sekedar orang-orang yang mengaku beriman saja, melainkan benar-benar beriman kepada perintah-perintah Allah.
Dalam literatur Islam yang autentik, semua Imam yang Suci - salam atas mereka semua - dan Fatimah Az Zahra as diperkenalkan sebagai contoh-contoh terbaik para shiddiqin.
3. Para syuhada adalah mereka yang gugur di jalan Allah dan beriman, atau orang-orang terkemuka yang pada hari pengadilan akan menjadi saksi atas perbuatan-perbuatan umat manusia.
4. Orang-orang yang saleh adalah orang-orang terkemuka yang telah memperoleh derajat-derajat utama dengan cara melaksanakan perbuatan-perbuatan yang positif, produktif dan berguna, dan juga dengan mematuhi perintah para Nabi.

Pada akhir ayat di atas, dipahami dengan jelas bahwa memiliki teman-teman yang baik dan sahabat-sahabat yang berharga adalah masalah yang besar dan penting hingga bahkan di akhirat, untuk melengkapi anugerah surgawi, anugerah besar ini akan diberikan juga kepada 'orang-orangn yang taat'.

Untuk mengungkapkan pentingnya keuntungan besar ini ( pertemanan dengan manusia-manusia pilihan), ayat ini mengatakan, Yang demikian itu adalah karunia dari Allah , dan Allah cukup mengetahui.

Akan tetapi, berada bersama para Nabi dan shiddiqin adalah anugerah dari Allah kepada mereka yang taat kepadaNYA.

Allah Mahatahu tentang keadaan orang-orang yang taat dan yang tidak taat, dan juga mengetahui ihwal kaum munafik dan orang-orang beriman yang tulus. Dia tahu siapa yang layak berteman dengan para Nabi, para shiddiqin dan lain-lain, dan juga tahu keadaan mereka yang tidak patut memperoleh anugerahNYA, sebab DIA Mahatahu bahkan pengkhianatan mata sekalipun.

( Tafsir Nurul Al Quran - Allamah Kamal Faqih Imani- hal 93-95- jilid 4)

Tags:

0 comments to "(QS An-Nisa : 69 )"

Leave a comment