Home � Washington Post: Tentara Jerman Bantai Rakyat Afghanistan

Washington Post: Tentara Jerman Bantai Rakyat Afghanistan



Menyusul serangan udara NATO terhadap dua truk tanker di propinsi Kunduz, Afghanistan yang menewaskan lebih dari 90 warga sipil, Menteri Pertahanan Jerman, Franz Josef Jung tetap bersitegas membela aksi brutal pesawat-pesawat tempur NATO. Franz mengklaim, aksi perampokan terhadap tanker-tanker pengangkut bahan bakar yang dilakukan Taleban itu mengancam nyawa pasukan Jerman.
"Melihat adanya bahaya yang mengancam pasukan kami, saya pun mendukung penuh putusan perintah serangan yang dikeluarkan komandan Jerman". Tegas Franz

Kanselir Jerman Angela Merkel kemarin mendesak investigasi untuk menyelidiki insiden serangan udara pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menewaskan tak kurang dari 90 orang pada Kamis (03/09) lalu.

”Sehubungan dengan insiden Kunduz, pertama-tama saya ingin mengklarifikasi bahwa pemerintah Jerman dan saya pribadi memang ingin melihat sejauh mana tim investigasi NATO telah melakukan penyelidikan. Selain itu,kami juga berharap agar tim investigasi segera memberikan laporan atas proses penyelidikan yang mereka laksanakan, dan penjelasan yang pasti jika benar ada warga sipil yang terbunuh dalam insiden tersebut." Tegas Merkel

Serangan itu banyak menewaskan banyak warga sipil. Sang komandan yang tidak disebutkan identitasnya itu mengeluarkan perintah serangan berdasarkan informasi dari seorang intelijen. Padahal laporan satu pengamat saja belum cukup untuk diputuskan sebuah penyerangan.

Sebuah pesawat AS menjantuhkan bom seberat 500 lb atau sekira 245 kilogram pada Jumat pagi waktu setempat.

Akibat bom tersebut sebanyak 40 warga sipil tewas dengan tubuh terbakar habis. Ledakan menjadi dahsyat karena truk bahan bakar tersebut ikut menjadi sasaran pengeboman.

The Washington Post bahkan melaporkan berdasarkan rekaman video yang diambil dari pesawat F-15 milik AS, di antara para korban yang tewas, mereka tidak terlihat membawa senjata.

Washington Post juga menyebutkan komadan Jerman itu melakukan serangan berdasarkan laporan seorang pengamat saja. Sementara pihak NATO mengaku masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jumlah korban dari kalangan sipil dan militan.

Namun hasil temuan PBB, pemerintah Afghanistan dan Komisi HAM Afghanistan, menyebutkan jumlah korban mencapai 90 orang.

Sementara itu, televisi Euronews mengungkapkan, dipublikasikannya gambar-gambar korban tewas warga sipil Afghanistan akibat serangan udara jet-jet tempur AS di halaman sejumlah media cetak Jerman, menunjukkan bahwa kalangan media Jerman menganggap pemerintah negaranya harus bertanggung jawab atas terjadinya tragedi tersebut.

Di sisi lain, edisi terbaru majalah Times dalam telaahnya mengenai perkembangan politik teranyar di Jerman menegaskan, insiden terakhir di Kunduz merupakan isu menguntungkan bagi aktifis anti-perang Afghanistan dan kubu penentang kebijakan pemerintah Angela Merkel dalam pemilu mendatang.

Hasil pelbagai jajak pendapat terbaru di Jerman menunjukkan, mayoritas warga negara ini menentang kehadiran tentara Jerman di Afghanistan.

Berdasarkan hasil polling yang disponsori televisi ARD Jerman baru-baru ini menunjukkan, lebih dari 69 persen koresponden menghendaki segera ditarikanya tentara Jerman dari Afghanistan. Persentase angka penentang itu mengalami peningkatan 5 persen dibanding April lalu.

Dalam beberapa bulan belakangan, Berlin menambah tentaranya di Afghanistan hingga mencapai 4500 personel. Selain itu, Jerman juga memiliki 300 tentara yang turut ambil bagian dalam operasi pesawat pengintai AWACS di Afghanistan. Hingga kini tercatat 35 serdadu Jerman tewas dan diperkirakan jumlah itu bakal terus bertambah mengingat perang di Afghanistan semakin panas.[islammuhammadi/mt/si/iribnews]

0 comments to "Washington Post: Tentara Jerman Bantai Rakyat Afghanistan"

Leave a comment