Rahbar: Musuh Terhina Karena 22 Bahman | | | |
| | |
![]() Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyebut partisipasi akbar rakyat Iran dalam pesta kemenangan Revolusi Islam Iran ke-31 (22 Bahman) sebagai mukjizat ilahi. "Partisipasi tersebut merupakan bukti akhir bagi semua pihak," ungkap Rahbar dalam pertemuan beliau dengan warga di Propinsi Azerbaijan, Rabu (17/2). "Mengingat Revolusi Islam menyerukan kebenaran dan tujuan-tujuannya selaras dengan fitrah manusia, ia bagaikan pohon yang baik yang seiring dengan berlalunya waktu, ia semakin berbobot dan semakin berpengaruh, sehingga dapat menarik hati banyak manusia." Menyinggung semakin kokohnya Revolusi Islam di dalam negeri dan di antara bangsa-bangsa dunia, "Rahasia kelanggengan Revolusi Islam Iran adalah kebenarannya." "Oleh sebab itu jumlah rakyat yang berpartisipasi dalam pesta kemenangan Revolusi Islam setiap tahun semakin meningkat." Lebih lanjut Rahbar menjelaskan, "Musuh revolusi dan sejumlah pihak berusaha sedemikian keras untuk mengesankan bahwa Revolusi Islam sudah menyimpang dari jalurnya. Namun kenyataannya, gerakan Revolusi dan tujuan-tujuannya masih sama dengan yang ditentukan oleh Imam Khomeini ra." "Jika benar gerakan Revolusi telah menyimpang, tidak mungkin pada peringatan 22 Bahman, sedemikian besar jumlah orang yang hadir pada hari kemenangan revolusi itu." Tak hanya itu, menurut Rahbar musuh dan penentang Republik Islam Iran jauh hari telah berupaya memecah belah persatuan rakyat Iran, khususnya pada peringatan 22 Bahman, namun upaya busuk mereka ini gagal berkat kesadaran penuh rakyat Iran. Pada peringatan 22 Bahman rakyat Iran membungkam ambisi besar musuh dan mereka harus sadar dari mimpi panjangnya untuk menggulingkan Republik Islam. Rahbar menegaskan, "Sejumlah pemimpin Barat termasuk presiden Amerika Serikat senantiasa mengincar rakyat Iran, namun partisipasi luas warga di hari kemenangan Revolusi Islam membuat mereka terhina." |
Berpidato dihadapan masyarakat dari kota barat laut Tabriz pada hari Rabu, Pemimpin berkata, "Iran tidak akan mengizinkan beberapa negara untuk merusak masa depan dunia."
Ayatollah Khamenei lebih lanjut menunjukkan bahwa negara-negara Barat menyebarkan kebohongan tentang program energi nuklir Iran dan demokrasi serta hak asasi manusia di Iran karena Tehran bertekad untuk mempertahankan hak-haknya.
Sementara itu, Pemimpin mengecam Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang berkomentar selama tur baru-baru ini di kawasan Teluk Persia, mengatakan bahwa "belum lagi orang-orang Amerika telah mengirim agen mereka (Clinton) seperti yang berwisata ke Teluk Persia untuk mengulangi kebohongan yang sama tentang Iran .
"Namun, tak seorang pun akan percaya kata-kata mereka lagi, seperti Amerika Serikat tidak pernah peduli tentang kepentingan bangsa-bangsa regional," kata sang Imam, menambahkan bahwa "cukup untuk sebaliknya, [Washington] telah menginjak-injak hak-hak Negara regional. "
Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa Amerika telah mengubah Teluk Persia ke dalam sebuah gudang senjata, telah menyerang Irak dan Afghanistan dan sekarang adalah campur tangan di Pakistan.
"Semua bangsa-bangsa dan sebagian besar pemerintah di kawasan menyadari bahwa Republik Islam mendukung perdamaian, persaudaraan, dan martabat daerah serta semua negara-negara Islam [di dunia]," Pemimpin Revolusi Islam menggarisbawahi.
Ayatollah Khamenei juga menunjuk ke pengerahan massa yang menandai ulang tahun ke-31 kemenangan Revolusi Islam.
"Musuh-musuh meramalkan bahwa demonstrasi akan jatuh menjadi sebuah perang sipil Iran," Rahbar mencatat. "Tetapi jumlah kehadiran massa yang besar dari bangsa Iran sama saja dengan sebuah pukulan di mulut musuh-musuh Iran."
Jutaan Iran turun ke jalan di seluruh negeri pada hari Kamis untuk merayakan Revolusi tahun 1979, yang menggulingkan monarki Pahlavi.
sumber: islamtimes,irib dan berbagai sumber


0 comments to "Musuh Islam kalah...!!!!!"